The Athena Code

The Athena Code
60. DRAGON boy turns into BABY RABBIT


__ADS_3

"HAMMER HAMMER HAMMER HAMMER..!! "


"DRAGON DRAGON DRAGON DRAGON!!"


Sebagian besar penonton menjagokan The Hammer, namun hampir seratus persen penonton wanita meneriakkan nama Dragon.


Coach memberikan aba – aba pertarungan di mulai.


Hammer masih belum mengambil posisi siaga, tampaknya ia masih meremehkan Darren yang dianggapnya bocah ingusan dan memang Darren bocah ingusan karena umurnya baru tujuh belasan.


‘’Hei kid, Kemarilah serang aku . Nyalimu luar biasa, jika kamu bisa bertahan sampai lima menit akan ku berikan setengah bayaranku.” Ujar The Hammer masih meremehkan Darren. Namun ia terkesan dengan tatapan tajam Darren yang tak gentar melihatnya.


Anak muda yang pemberani, gumam The Hammer dalam hati.


“Pegang kata-katamu.” Balas Darren singkat. Ia mulai memasang kuda-kuda dan siap menyerang.


Ia tahu Hammer terlalu gengsi untuk menyerangnya terlebih dahulu.


Kali ini Darren harus pandai menggabungkan antara Karate yang memiliki teknik serangan cepat dan langsung berdampak dengan jiu jitsu yang perlahan dan terlihat lentur namun penuh kuncian mematikan.


Teknik dalam Jiu Jitsu juga difokuskan untuk melemahkan keseimbangan lawan lewat kuncian sendi dan cekikan atau serangan ke daerah tertentu, terutama leher.


Tanpa ragu Darren melayangkan dua tinju fiktif untuk mengecoh fokus Hammer, Hammer mundur dua langkah, saat itulah tinju setengah lingkaran Darren melayang menghantam bawah dagu Hammer, bahkan Darren harus melompat untuk bisa mencapai bawah dagu Hammer karena tinggi badan mereka yang timpang.


BUUGH!!


“Awh, Sial!!” Umpat Hammer.


“Nyalimu memang besar,dasar bocah tengil.”Desis Hammer dengan emosi membenturkan badan besarnya ke tubuh Darren.


Darren yang sedang dalam posisi siaga langsung saja berkelit kekiri dengan cepat. Kecepatan dan ketangkasan berpadu dengan kekuatan,lalu tendangan keras Darren bersarang di pinggang kanan Hammer. Hampir saja Hammer terjatuh.


Hammer berbalik marah, berupaya meraih Pundak Darren, namun ternyata tak semudah itu menaklukkan Darren yang dianggapnya pria kecil.


Gerakan Darren begitu cepat, akurat dan penuh kekuatan yang tidak terbayangkan oleh Hammer sebelumnya. Sepertinya ia terlalu meremehkan Darren.


Darren menunduk, kepalanya berkelit kekanan dengan cepat menghindari cengkraman Hammer, lalu Darren menyodokkan tinjunya dua kali tepat di perut Hammer.


BUG BUG !


“AUGGH!!”


Lagi-lagi Hammer terkejut merasakan kekuatan pukulan remaja tujuh belasan di hadapannya.


Hammer memandang Darren sekali lagi untuk meyakinkan dirinya benar-benar telah dipecundangi oleh seorang bocah ingusan.


Darren menentang tatapan Hammer.


Hammer seakan-akan melihat api yang menyala-nyala di dalam mata pemuda itu. Tak ada ketakutan yang ia temukan di sana. Darren justru mendatanginya dengan kuda-kuda yang kokoh.


Pada dasarnya Hammer adalah seorang pegulat, kini ia menyasar kembali tubuh Darren. Kali ini ia takkan melepaskan Darren. Ia tak sadar bahaya besar mengancamnya.


Hal penting yang Hammer tidak tahu adalah bahwa bocah dihadapannya merupakan seorang ahli jiu jitsu yang mampu menyesuaikan diri dengan serangan seorang pegulat seperti dirinya.


Darren melakukan sedikit lompatan tepat saat Hammer akan menangkap tubuhnya, karena lompatannya itu tubuhnya kini terangkat oleh Hammer dengan posisi kepala menjadi lebih tinggi daripada Hammer. Dan sebelum Hammer sempat menghempasnya, Darren terlebih dahulu melilitkan kakinya kepunggung Hammer dengan cepat , melakukan kuncian dengan kuat, bersamaan dengan itu kedua tangannya melakukan Guillotine Choke, terus menekan pembuluh-pembuluh nadi kepala Hammer dengan kekuatan kuncian penuh.


Dari berbagai jenis teknik kuncian yang ada dalam dunia MMA dan UFC, Guillotine choke merupakan salah satu yang paling berbahaya. Teknik ini kerap menjadi senjata pamungkas untuk meraih kemenangan.


Teknik kuncian Guillotine choke terinspirasi dari alat eksekusi pancung pada abad pertengahan, cekikan ini menempatkan kepala lawan yang menghadap ke tanah di bawah ketiak, mirip dengan metode eksekusi kepala dari sebuah guillotine. 


Hammer merasakan tenggorokannya nyaris remuk. Tubuh besarnya langsung oleng ke lantai. Darren masih dengan Guillotine Choke-nya, mengunci keras, menempel seperti cicak.


Para penonton berteriak histeris, tak menyangka Si Dragon Boy sangat luar biasa.


Hammer tak berkutik dalam kuncian Guillotine Choke Kedua lengan kokoh Darren. Tak peduli seberapa besar tubuhmu , leher adalah salah satu kelemahan yang paling vital. Sebelumnya Darren sudah terbiasa menghadapi musuh yang jauh lebih besar darinya. Sebab itu ia tak gentar menentang Hammer.


Wajah Hammer merah padam karena kesulitan bernafas.


Coach mulai menghitung.


Penonton semakin kencang berteriak.


“DRAGON DRAGON DRAGON DRAGON DRAGON DRAGON..!!”


Setelah beberapa menit Hammer Tak tahan lagi akhirnya ia menggerakkan telapak tangannya melakukan tap out (menyerah).

__ADS_1


Pertandingan berakhir dengan kemenangan The Dragon Boy yang terlihat datar-datar saja merespon kemenangannya, seolah-olah menunjukkan ia terbiasa menang dalam pertarungannya. Baginya Heilen lebih menakutkan daripada The Hammer, otaknya terus berfikir bagaimana cara membuat alasan pada Heilen karena ia telat pulang. Persis upin-ipin yang takut sama kak Ros.


Zack dan Leo dengan bangga naik ke atas panggung mengangkat tubuh Darren yang mulai dielu-elukan para penonton. Sementara Noah masih sibuk dengan para gadis yang panik karena dikerumuni para penonton yang tau mereka datang bersama si dragon boy.


‘’Kamu hebat bro! Aku suka gayamu, hahahhaa.. "Zack tertawa kegirangan.


" Aku tak menyangka punya teman yang sangat mengerikan, ini gila, malam ini kamu dapatkan uang yang sangat banyak, Darren. " Tukas Leo bangga.


"Bayangkan jika selama setahun bertanding , berapa banyak yang akan kamu hasilkan. Aku dan Zack akan jadi timmu. " Lanjut Leo lagi bersemangat.


"Hmm, iya . Aku memang butuh uang. Tapi aku tak berniat melanjutkan hal ini." Gumam Darren datar.


Darren teringat janjinya pada mama dan papanya untuk tidak berbuat ulah lagi, ia merasa sangat bersalah.


Host terus saja berceloteh mengumandangkan kemenangan The Dragon Boy dan beberapa gadis nekad naik ke arena meminta foto bareng dengan Darren.


"Hai boys, kalian tak keberatan kan kalau kami ambil foto." Ujar gadis-gadis cantik yang rata-rata berpenampilan seksi itu.


"Ooh, hahahahah... Kalian cantik- cantik sekali malam ini, siapa yang mampu menolak kalian, mari tentu saja boleh." Jawab Zack dengan girangnya.


Tiba-tiba...


"Dorrr! "


"Dorrr! "


"Dorrr! "


Tiga tembakan terdengar bersamaan dengan munculnya sekitar tiga puluh pria berpakaian serba hitam, masing-masing membawa senjata api. Sontak saja para penonton yang tersisa menjadi kalang kabut. Berlarian mencari jalan keluar dari The Hell's Bottom.


Para pria berpakaian serba hitam itu mengitari arena dan beberapa orang naik ke atas ring menghampiri Darren dan kawan-kawannya.


Zack dan Leo yang mulai menyadari situasi itu mulai panik ketakutan.


"Hai bung apa-apaan ini? Kalian mungkin salah orang!" Pekik Zack.


"Kami tak ada urusan dengan geng mafia, ayo Darren, Zack, kita pulang." Tukas Leo sambil menarik lengan Darren dan Zack untuk keluar dari arena. Sedangkan gadis-gadis yang tadi menghampiri mereka sudah berlarian entah kemana begitu mendengar suara tembakan.


Darren yang mengenal beberapa wajah dari para pria itu berusaha menekan kepanikannya. Ia merogoh saku jaket Zack dimana tadi ia menitipkan ponselnya, menyembunyikan tangannya dibelakang tubuh Zack dan mengirim pesan kilat ke nomor Heilen. Tak ada jalan lain baginya. Tak mungkin ia menghadapi tiga puluh pria dewasa bersenjata api dengan tangan kosong.


"Darren, akhirnya kita bertemu lagi. Bagaimana kabarmu bocah licik? Tuan Gerald sangat merindukanmu, begitu juga putrinya."Sapa pria yang dikenal Darren bernama Fernando.


"Hahahahhahahaha...... ! Agar kamu tidak penasaran apa permasalahannya sebaiknya kamu ikut dengan kami." Ujar Fernando sembari menertawakan kepolosan Darren.


"Tangkap mereka!" Perintah Fernando.


...****************...


Dirumahnya, Heilen berusaha tenang agar bisa tertidur. Namun kegelisahan tak bisa ia hempaskan begitu saja, ia merasakan firasat yang kurang baik. Terlelap sekejap lalu terjaga, begitu berulang-ulang.


Drrrrrttttttt


Sebuah pesan masuk, Heilen mengelus layar ponselnya berharap itu pesan dari Darren. Benar saja sebuah pesan dari sang adik.


Bayi Kelinci terperosok ke jurang. (Darren)


Heilen tak kan pernah lupa bahasa sandi yang telah disepakati di keluarga mereka. Sejak kecil telah diterapkan oleh sang ibu.


Bayi kelinci kelaparan, berarti mendapatkan masalah namun masih bisa ditangguhkan.


Bayi Kelinci terperosok ke jurang, berarti mendapatkan masalah yang berbahaya dan perlu pertolongan secepatnya yang tak bisa ditunda, misalnya penculikan dan sejenisnya.


Heilen menarik nafas berat. Bagaimana caranya ia menolong Darren sementara baby Lala bersamanya. Tak mungkin ia membawa baby Lala menentang bahaya.


Heilen berfikir keras. Sepertinya tak ada jalan lain selain meminta bantuan Frans. Heilen menekan nomor Frans, menunggu jawaban. Beberapa kali ia mencoba tapi gagal dan sepertinya Frans sedang tertidur lelap.


Heilen mengacak rambutnya semakin resah. Ia khawatir terjadi sesuatu pada adik bandelnya.


Tak sengaja sudut mata Heilen tertuju pada kotak baja berwarna hitam yang ia letakkan disamping tempat tidurnya. Roboguard dari Mr G yang belum sempat ia aktifkan sama sekali. Ia hanya membaca buku panduan pemakaian dan ia ingat kalau roboguard ini tak ada bedanya dengan sebuah senjata yanng bisa ia atur sesuka hatinya karena roboguard ini telah diprogram untuk melindunginya.


Heilen membuka kotak hitam kecil lainnya yang ia simpan di dalam lemari. Mengambil gelang kontrol dan sebuah monitor kecil yang langsung terhubung dengan mata kamera yang dimiliki si roboguard. Dengan monitor ini Heilen bisa memantau semua penglihatan si roboguard dari jarak jauh.


Heilen memasang gelang kontrol di pergelangan tangannya lalu menekan tombol ON.


Bip bip!

__ADS_1


Kotak baja hitam terbuka otomatis, perlahan sosok wanita robot muncul dengan skin yang cantik. Rupanya robot Athena sudah mendapatkan skin kulit sintetis yang cocok, sehingga membuat Heilen tidak tahu kalau robot dihadapannya ini adalah robot yang sama dengan robot yang menolong dia dan Rachel dari serangan Vivian dan Robert Kanumba di Jakarta.


"Halo, Heilen Putri Munaf. Aku robot warrior Athena type Fantastic Beast, sekarang aku adalah roboguard-mu. Aku diprogram untuk melindungi dan melaksanakan perintahmu. Aku juga memiliki sebagian memory-mu. Ada yang bisa aku bantu?"


Ah, dia menamai robot ini Athena. Heilen sedikit tersentuh. Namun tak ada waktu untuk memikirkan hal itu. "Adikku dalam bahaya, bantu aku menyelamatkannya." Ujar Heilen sembari mengenakan vest armor dan meraih senjata laras pendek SIG Sauer P226 kesayangannya.


"Masukkan nomor ponselnya ke sistemku lewat gelang kontrol itu, supaya aku bisa melacak posisinya melalui GPS." Tukas Roboguard Athena.


"Ok, tunggulah aku kirim sekarang."


Lagu Zombie dari The Cranberrries bersenandung.


Heilen meraih lagi ponsel-nya dan menerima sebuah panggilan dari Frans.


"Heilen, maafkan aku baru terbangun dan melihat ada panggilanmu. Aku mengkhawatirkanmu, ada apa? Tak biasanya kamu menelpon tengah malam."


" Darren dalam masalah dan butuh pertolongan. Mama dan papa masih di Virginia. Jadi, aku menelponmu untuk meminta bantuan, kalau kamu tidak keberatan menjaga baby Lala."


"Tunggu, aku ke rumahmu sekarang."


"Oke."


Heilen melanjutkan berkemas. Memasang jaket diluar Vest Armor , tak lupa topi dan masker hitamnya.


Ia ke kamar baby Lala sebentar, memandang baby Lala yang tertidur pulas dengan perasaan iba.


Masih terngiang-ngiang ditelinga Heilen isak tangis gadis gurun Larmina berbicara, "Aku ingin tetap hidup, setidaknya sampai bayiku lahir."


Teeeet...


Suara bel mengagetkan Heilen, pastinya Frans Sudah datang.


"Heilen, aku sudah menemukan posisi Darren. Ia sedang bergerak ke suatu tempat sekarang." Ujar roboguard Athena.


"Tetap pantau pergerakannya."Perintah Heilen.


" Baik."Jawab roboguard itu patuh, membuat Heilen takjub.


Heilen bergegas keluar kamarnya dan membukakan pintu untuk Frans.


"Dimana Darren sekarang? Apa yang terjadi?" Tanya Frans ingin tahu.


"Kami sedang melacaknya, kamu tunggulah di rumah, tolong jaga baby Lala."Pinta Heilen pada Frans.


" Kami? Siapa yang bersamamu? Lagipula aku tidak bisa membiarkanmu keluar menyelesaikan masalah berbahaya tengah malam begini. Lebih baik aku yang mencari Darren." Tegas Frans tepat dihadapan wajah Heilen yang mengenakan masker hitam.


"Atur posisimu, jaga jarak dengan Heilen Putri Munaf. Aku diprogram untuk melindunginya. Tak diizinkan pria manapun berdiri terlalu dekat dengannya kecuali Mr G. Jarak terdekat tigapuluh centimeter, kurang dari itu mendapat pukulanku, menyentuhnya akan mendapatkan tiupan gas ricin dan sarin yang bisa membuatmu pingsan seketika." Papar Athena mendetail karena ia juga diprogram untuk menjelaskan misinya jika berada dalam situasi tertentu, sesuai algoritma yang sudah ditanamkan ke dalam sistemnya.


Lengan mekaniknya membuka, menampakkan sebuah Astrogun laras panjang yang siap ditembakkan kapan saja.


Frans Mundur beberapa langkah dari Heilen. Ia semakin yakin kalau pria bernama Mr. G itu memiliki kedekatan khusus dengan Heilen.


Heilen sendiri terperangah. Ia masih bingung apa maksud Mr. G dengan perlindungan yang diberikan secara berlebihan kepada dirinya.


"Hentikan, Frans tak akan membahayakanku.Mari kita berangkat sekarang." Tukas Heilen yang sangat mengkhawatirkan keselamatan Darren.


Roboguard Athena mengambil posisi disamping Heilen. Lagi ia patuh dan menonaktifkan Astrogun-nya.


"Heilen, aku tak bisa membiarkanmu pergi bersama roboguard itu. Kita tak bisa mempercayainya begitu saja. Aku ikut, juga bersama baby Lala. Kita akan membawanya." Sanggah Frans.


Heilen sudah tak ingin mengulur waktu dengan berdebat, merekapun pergi mencari Darren dengan membawa Baby Lala.


Frans menyalakan mobilnya, mempersilakan Heilen duduk di sebelahnya. Namun lagi-lagi roboguard Athena mengaktifkan Astrogun dari bilah lengannya.


"Tak ada pria yang diizinkan dekat dengan Heilen Putri Munaf, selain Mr G." Pekik Roboguard itu.


Frans mengatupkan rahangnya penuh kekesalan.


Roboguard Athena membukakan pintu belakang untuk Heilen yang sedang menggendong baby Lala, Heilen masuk mengikuti keinginan roboguard itu.Heilen hanya ingin segera sampai di tempat Darren. Roboguard Athena mengambil tempat duduk di sisi Frans untuk memberi petunjuk jalan.


Sementara itu dikamarnya Arthur tak bisa lagi mengabaikan warning siren dari terminal kontrolnya. Tidurnya terganggu, ia meraih terminal kontrol berbentuk tablet di atas meja kecil di samping tempat tidurnya.


"Hmm, untuk apa dia mengaktifkan roboguard Athena tengah malam begini." Desis Arthur.


Arthur menekan tombol on pada terminal kontrol itu untuk mendapatkan semua penglihatan roboguard Athena.

__ADS_1


"Oh, sial!" Desis Arthur mendapati penampakan sosok Frans Cardoso sedang menyetir mobil dilayar monitor terminal kontrolnya. Rasa kantuknya seketika hilang berganti amarah dan kecemburuan.


#bersambung


__ADS_2