
Rumah Sakit "REYHAN HOSPITAL"
Dokter Adrian terlihat tenang dan tersenyum manis saat menghampiri Reyhan Sinaga.
"Pak Reyhan, Alhamdulillah putra anda telah melewati masa kritisnya. Terimakasih bapak dan keluarga telah menunggu dengan sabar. " Ujar dokter Adrian yang yang sejak mengetahui Adam telah melewati masa kritis ia tak bisa menyembunyikan kebahagiaannya. Bagaimana tidak, keluarga Sinaga selalu bersikap baik dan ramah kepada semua karyawannya sehingga mereka sangat dihormati dan disayangi.
Reyhan Sinaga dan sang istri sontak bangkit dari duduknya kemudian melakukan sujud syukur.
"Alhamdulillah ya Allah Engkau selamatkan Anak kami. "Ucap Reyhan dan Ayana Sinaga lirih. Ayana meneteskan airmata haru. Kecintaan seorang ibu memang tiada duanya sehingga ia pun lebih sakit lagi saat anaknya merasakan sakit.
Kamila dan Irina akhirnya bisa bernafas lega. Sebelumnya Kamila merasa dirinya bagai di tindih sebuah gunung yang teramat besar dan kali ini gunung yang membebaninya itu telah hilang.
" Irina, Uda akan segera sembuh inysaa Allah. "Ucap Kamila dengan percik harap dan semangat yang mulai menyala lagi di kedua mata indahnya.
" Iya, tentu saja. Uda orang baik banyak yang menyayangi dan mendoakannya. "Jawab Irina sembari menggenggam pundak Kamila. Irina seakan tahu bagaimana perasaan sedih yang dirasakan Kamila saat ini.
Ingin rasanya Kamila bercerita kepada Irina tentang gejolak hatinya akhir-akhir ini, namun entah mengapa ia merasa begitu malu untuk membicarakannya. Pada akhirnya ia memendamnya seorang diri dan mulai belajar menerima perasaannya sendiri. Terlebih lagi setelah apa yang menimpa Adam Sinaga hari ini. Sungguh Kamila tak kan pernah sanggup kehilangan Adam Sinaga.
Entah perasaan macam apa ini?Aku tak tahu kapan ia disemai dan aku juga tak pernah melihat kapan ia mulai tumbuh. Tiba - tiba pohonnya begitu besar dan tak tergoyahkan. Ataukah mungkin selama ini ia memang telah ada , hanya saja aku tak pernah menyadari keberadaannya. Sampai Tuhan harus menciptakan hari yang buruk ini untuk menyadarkanku. Ampuni aku. Batin Kamila.
"Bapak , ibu dan yang lainnya silakan masuk untuk melihat kondisi Adam. Memang saat ini dia belum sepenuhnya sadar, namun semua fungsi organnya telah stabil. Semoga besok bisa kembali sadar sepenuhnya.Kami akan terus memantau perkembangannya setiap jam.Jika ada hal yang mengkhawatirkan lekas hubungi kami. " Ujar dokter Adrian sembari berpamitan, membuat perenungan Kamila terputus.
"Baik dokter, terimakasih yang sebesar-besarnya atas bantuan semua tim." Sahut Reyhan Sinaga tulus sambil memeluk dokter Adrian.
...****************...
Sesuai perintah Arthur, robot warrior Athena dan Simon langsung menuju ke M block Space tempat dimana Bend dan robot warrior Alexus menunggu.
Arthur mengganti mode Athena dari mode Hero (pahlawan) menjadi mode Beast (buas) .
Di M blok space masih terjadi pertempuran sengit. Robert dan timnya mulai kewalahan menghadapi gempuran Bend, Alexus , Heilen dan Rachel. Tiga anggota the Shadows terlihat tumbang diterjang lontaran granat petir dari Alexus. Armor mereka pecah menjadi beberapa bagian dan ketiganya sedang mengerang kesakitan.
Robert memandang si robot warior Hera yang tadi ia nonaktifkan karena kesal melihat perubahan robot warrior itu. Akhirnya ia menghubungi Barbara dan dengan berat hati melaporkan situasinya.
"Tunggu tim ilmuwan kita akan meresetnya dan menginstallkan misi baru ke dalam sistem. Tunggu saja sebentar. " Pekik Barbara tak mampu menyembunyikan nada kecewa.
"Baik lady, maafkan kami. " Sahut Robert getir.
" Apakah kalian senang dengan sambutan kami dan bagaimana kuliner di sini apakah enak? " Ketus Heilen mengejek rivalnya. Sementara Rachel, Bend dan Alexus siap siaga dibelakang Heilen dengan mengarahkan senjata mereka kepada personil the shadows yang tersisa itu. "
"Cih, dasar tikus got sombong! " Semprot Vivian. Ingin rasanya ia menerjang Heilen namun ia keder juga melihat tiga senjata pamungkas yang siap melahap mereka, sementara mereka dalam kondisi tanpa senapan dan grenade launcher.
Blaaast!!
Duaaarrrr!!!
Alexus menembakkan thunderbolt-nya ke arah Robert dan Vivian tanpa ampun. Tubuh Robert dan Vivian terpental menghantam beton gedung di belakang mereka. Armornya pun retak dan beberapa bagian tubuh mereka cidera.
Heilen menghampiri tubuh Robert yang belum sempat berdiri. Dengan amarah yang terpendam ia memberikan beberapa pukulan dan tendangan ke tubuh Robert. Ini untuk apa yang terjadi di Palmyra Atoll, geramnya dalam hati.
BUGH! BUGH! BUGH!
"AAKKH".
Suara pukulan dan tendangan Heilen beradu dengan teriakan Robert yang kesakitan.
"Heilen Awaas! " Teriak Rachel
Namun Heilen tak sempat menghindar dan tiba-tiba saja tubuhnya sudah melayang terlempar oleh sebuah kekuatan besar.
Tubuhnya menghantam pohon dengan cukup keras.
"Aaaakkh." Heilen mengaduh kesakitan, beruntung jaket anti peluru cukup tebal yang ia kenakan mengurangi dampak benturan yang membahayakan.
__ADS_1
Didepannya robot warrior Hera telah berdiri dan berhasil di reset oleh Barbara. Hera bersiap melontarkan bom elektrik ke arah Rachel , Bend dan Alexus.
Alexus berupaya menghalangi dengan menahan tangan Hera. Kini kedua robot itu saling berhadapan langsung. Mereka saling menggulingkan satu sama lain. Terlihat jelas kalau Hera lebih unggul dan powerful. Ia menarik lengan alexus dan mematahkannya dengan mudah. Sontak kembang api berpijar dari kabel-kabel dan mesin mekanik yang terurai.
Robert dan Vivian menyeringai puas diantara rasa sakit yang masih mereka rasakan.
"Ternyata robot ceriwismu akhirnya bisa diandalkan. " Komentar Vivian senang.
"Kita akan lihat seberapa jauh mereka bertahan. " Balas Robert optimis.
"Rachel, sepertinya temanmu terluka. Pergilah cari perawatan. Biar kami menghadapinya. Sebentar lagi bantuan akan datang. "Seru Bend pada Rachel.
"Kami akan menemanimu di sini , Bend. Saudariku tidak selemah itu." Bantah Rachel.
Kini Hera mulai berusaha mematahkan lagi sebelah lengan Alexus. Jelas terlihat kalau energy engine milik Hera jauh lebih besar dibanding Alexus.
Tepat di saat itu muncul robot warrior Athena yang menyerang dari udara. Kedatangannya yang tiba-tiba dan dengan cara yang tak biasa membuat semua yang melihatnya kaget dan takjub.
Athena sedang berada dalam mode Beast (buas), dimana segala sesuatu yang teridentifikasi sebagai musuhnya akan dihancurkan hingga tak bersisa.
Belum sempat Hera melakukan pemindaian terhadap Athena, Athena sudah mengaktifkan sistem Astrojet-nya dengan level kecepatan tinggi, memaksimalkan semua sistem engine, lalu dengan dorongan penuh mesin astrojet dikakinya tubuhnya melayang dengan posisi seperti anak panah yang lepas dari busurnya.
WUUUUUUUUZZZZZ!!!!
Seperti anak panah yang menembus tubuh musuh kedua lengan Athena membobol skin baja dan mechanical engine di tubuh robot warrior Hera. Athena langsung meraih tubuh robot warrior Hera yang telah bobol dan membawanya terbang untuk diledakkan di tempat yang aman. Tubuh baja Hera mulai mengeluarkan asap dan sedikit demi sedikit mulai meledak.
"Sial ! Itu robot warrior type Fantastic beast . Benar kata Barbara Clarkson , Astrogun berhasil mengembangkannya. Nick, plan B!! " Ucap Robert gusar pada alat komunikasi jarak jauhnya.
Sementara itu Athena dengan buas mencabik-cabik tubuh baja Hera di sebuah pantai yang sepi. Ledakan bom electric dan granat shock wave yang terlontar dari tubuh Hera sama sekali tak mempengaruhi skin baja graphene milik Athena.
Pada akhirnya hampir seluruh tubuh robot warrior Hera terbakar dalam ledakan hebat.
Kesempatan itu digunakan Nick Jefferson untuk menjalankan plan B. Ia datang dengan sebuah helikopter untuk membawa kabur personil the shadow yang masih bersisa.
Dordordordor!!
Pada akhirnya Nick Jefferson berhasil membawa kabur personil The shadows menuju ke tengah laut lepas dimana sebuah kapal selam telah menunggu mereka. Kapal selam antiradar yang sering dipergunakan DARPA untuk melakukan misi dan pengintaian ke berbagai kawasan laut negara lain tanpa terdeteksi.
Robert Kanumba menghempas tubuhnya kesal. Ia lega timnya bisa lolos dari amukan si Fantastic beast namun ia harus bersiap-siap menelan amarah Lady Barbara Clarkson yang selalu meluap-luap.
Masih di M Block Space , Rachel membantu memapah Heilen yang sedikit merasakan sakit. Ia memasukkan Heilen ke dalam mobil yang di bawa Bend."Sebaiknya kamu dirawat di rumah saja, nanti aku mintakan izin pada Kamila. Papa selalu menanyakanmu."Ucapnya pada Heilen.
"Hmm, boleh. Aku juga rindu Om dan kamarku."
Sedangkan Simon menyiapkan mobil untuk membawa Athena yang baru kembali dari misinya. Prilaku Athena tidak lagi agresif karena Arthur telah menukarnya ke mode Hero. Simon melaju lebih dulu meninggalkan tempat itu untuk kembali ke markas dimana Arthur berada.
Tinggallah Bend Akiro duduk meratapi Alexus yang rusak parah. Alexus adalah robot warrior generasi pertama dari seorang Geon Arthur Yildiz dan diberi nama Alexus karena terinspirasi dari sang ayah Alexander Yildiz. Bend telah banyak melakukan pertempuran bersama Alexus , ia merasa sudah sangat dekat dan terikat dengan robot ini. Bend mengatupkan kelopak matanya menahan sesuatu yang hendak tumpah.
"Bend menjauhlah, sepertinya robot itu akan meledak. " Pekik Rachel mengingatkan Bend.
Perlahan Bend Akiro menjauhi tubuh mesin Alexus, memandangnya dengan rona kesedihan yang tak kan dimengerti oleh orang kebanyakan. Sampai akhirnya sebuah ledakan membakar sisa-sisa keperkasaan Alexus. Nun jauh di sana , Arthur mematung meredam kegetiran yang mengiris cukup dalam. Alexus bagaikan cinta pertama baginya.Kini tak ada setitikpun sinyal yang dapat ia tangkap dari keberadaan alexus. Alexus telah menghilang untuk selamanya.
Tak lama setelah kepergian Simon dan robot warrior Athena , para prajurit dari kesatuan POLRI dan TNI datang mengepung M Block Space.Letkol Vicky Prasetyo, salah seorang komandan regu tampaknya sangat mengenal Rachel sebagai putri dari Bapak menteri pertahananan .
"Mbak Rachel, ada yang bisa kami bantu? Dan...Emm...., apakah mbak Rachel dan kawan-kawan bisa memberikan keterangan mengenai kejadian ini sekarang?" Tanya Letkol Vicky Prasetyo.
"Maaf Komandan, silakan membuat panggilan resmi untuk kami. Jadwalkan saja besok.Saat ini kami ingin pemulihan. " Jawab Rachel datar. Ia mulai merasakan letih dan ingin segera berbaring tidur.
"Siap, mbak Rachel. Kami akan segera kirimkan surat pemanggilannya. "
Rachel dan Heilen akhirnya bisa bersandar lega pada kursi mobil. Bend mengemudi dengan kecepatan sedang. Ia menarik nafas berat namun ia yakin Arthur tahu semua yang telah terjadi.
"Rachel, darimana datangnya semua robot dan persenjataan canggih tadi. " Tanya Heilen penuh selidik.
__ADS_1
"Hmm, itu.. eh.. anu, rekan papa yang mengirim tapi papa bilang identitas rekannya harus dirahasiakan.Apakah bahumu masih terasa sakit? " Jawab Rachel buru-buru ingin mengalihkan pembicaraan.
Bend yang mendengar percakapan itu hanya mengatup diam. Baginya adalah sebuah kewajiban untuk menyembunyikan semua hal tentang Arthur dari orang-orang yang tidak berkepentingan.
"Aku tak yakin hanya karena memburuku mereka mengirim pasukan terbaik mereka dan sebuah robot warrior yang sangat beresiko karena penggunaannya masih diperdebatkan. Menurutku mereka juga menargetkan sesuatu atau seseorang yang lebih kuat dan lebih penting dariku, hanya saja aku tak tahu siapa. Bagaimana menurutmu? " Lanjut Heilen lagi tak puas atas jawaban Rachel. Pada saatnya nanti aku akan berbicara dengan Bend untuk menanyakan semua ini secara khusus, Gumam Heilen dalam hati.
"Sudahlah.Kita akan tanya papa saja nanti. " Jawab Rachel lagi untuk membungkam Heilen sementara waktu.
"Heuh...Baiklah.. " Tutup Heilen putus asa. Ia berharap menemukan seseorang yang ia kenal. Seseorang yang pernah terasa begitu dekat namun ia merasa itu hanya sebuah bayangan dalam mimpi yang hilang dalam sekejap. Hati kecilnya masih mengingat sebuah nama panggilan, Mr. G.
Sekitar dua puluh lima menit mereka sampai di rumah pribadi Ibrahim Saleh Munaf , Bapak menhankam, ayah Rachel, paman Heilen.
"Terimakasih Bend, mari masuk dan berbincang-bincang barang sebentar. " Tawar Rachel ramah.
"Hmm, lain kali saja. Maaf , aku ada kegiatan lain. " Tolak Bend halus , kemudian ia pamit pergi.
Heilen melangkah dengan sedikit kesakitan yang tak mau ia hiraukan, meninggalkan Rachel dibelakangnya yang tak enak hati karena terus menerus berbohong kepada Heilen.
Pintu rumah besar itu terbuka lebar , terlihat beberapa penjaga yang selalu siaga baik dihalaman maupun di dalam rumah. Para penjaga menunduk hormat kepada Heilen dan Rachel.
Heilen terus melangkah dengan rasa sakit di pinggang dan kakinya. Namun itu tak seberapa sakit dibanding semua yang telah ia lewati. Entah kapan ia bisa kembali ke Navy Seals Tim 5.
Sesampai di kamar ia tak langsung membaringkan tubuhnya. Ia membuka sebuah loker kecil dan mengambil dompet hijau daun berlogo Navy Seals. Perlahan ia mengeluarkan sebuah kertas kecil kusut dari dalam dompet kesatuannya itu. Ia membuka kertas itu dengan hati-hati. Tertulis sebuah nama beserta nomor ponsel di sana. Semula Heilen mengira kalau kertas berisi nomor ponsel ini telah hilang. Ia tersenyum kecil.
Heilen membuka jaket anti peluru yang cukup berat dari tubuhnya kemudian mengeluarkan ponselnya dari kantong jaket itu. Satu persatu ia mengetik nomor ponsel dengan kode negara United States yang tertera pada kertas kusut itu, lalu membuat sebuah panggilan. Sayangnya hanya bunyi tut panjang yang terdengar mengindikasikan jika nomor ponsel itu sedang tidak aktif.
Heilen tak menyerah. Ia kemudian berinisiatif mengirim sebuah pesan singkat dengan harapan saat nomor ponsel itu aktif pesannya bisa dibaca.
Lama tak bertemu, bagaimana kabarmu pria bodoh?
Athena-1609
Ketiknya.
...****************...
......................
Markas Penjaga CEO ASTROGUN
Simon telah membawa si robot Athena kembali ke markas. Sementara Bend masih diperjalanan.
Arthur mengubah mode Athena dari mode Hero menjadi mode cute. Ini mode yang ia install dengan maksud sekedar hiburan. Jika Chen tau pasti ia akan mengata-ngatainya habis-habisan.
"Hai, pria bodoh. Aku sudah selesaikan semua misiku. Bolehkah aku meminta sesuatu." Ucap Athena seketika ia tiba di sisi Arthur.
"Sampaikan saja apa itu. " Jawab Arthur datar. Ia ingin tahu seberapa jauh sistem algoritma hyper complex yang ia ciptakan ini bisa berkembang.
"Hmm, aku tidak suka skin baja ini. Sebagai seorang robot wanita aku ingin terlihat lebih cantik dan girly. Bisakah aku memakai skin luar yang lembut seperti wanita manusia? "Tanya Athena.
" Ops, ee.. sayangnya kami belum memproduksi skin seperti itu. "kilah Arthur.
" Hei , aku sudah melakukan penelusuran yang lama di google. Kamu tau korea selatan kan? Nah di sana ada sebuah perusahaan khusus yang memproduksi skin robot menggunakan material kulit sintesis. Bahkan kita bisa memesannya secara online. Kita bebas menentukan pilihan skin sesuai selera. "Athena menjabarkan panjang lebar.
Arthur sedikit terkejut, ada rasa takut yang tumbuh di hatinya menilai perkembangan belajar dan adaptasi Athena yang sangat cepat.
"Besok kita bicarakan lagi, sekarang tidurlah. Aku akan mengisi daya bateraimu yang mulai melemah. " Kilah Arthur.
"Oke.Aku sudah mengirim ke ponselmu model skin yang aku inginkan. Jangan lupa pesankan aku . " Sahut Athena kemudian membuka pintu kotak baja berwarna abu di sudut ruangan, lalu ia masuk ke dalamnya.
Buru-buru Arthur menekan tombol off pada remot kontrol yang melingkar dilengannya. Ia akhirnya lega sudah menonaktifkan Athena.Ia kemudian meraih ponselnya dan mendapati sebuah gambar ilustrasi seorang penyanyi K-POP terkenal "Jennie Black Pink" yang sedang bergaya tomb rider. Itu pesan gambar dari si robot Athena.
Arthur menekan keningnya , tiba-tiba ia merasa pening.
__ADS_1
#bersambung