The Athena Code

The Athena Code
73. You Are home to me


__ADS_3

"Aku berencana memberi hadiah untuk Heilen, tapi aku tidak tahu barang kesukaannya.Kamu pasti tahu jadi beritahu aku sekarang," tanya Arthur serius.


"Kemari, mendekatlah..., aku beritahu,"


Arthur mendekatkan telinganya ke wajah Darren. Kemudian Darren membisikkan sesuatu di telinga Arthur.


"Whooaat???!! " Kini giliran Arthur yang harus terperanjat.


"Darren,dengar! Aku sedang tidak bercanda, aku serius," tegas Arthur tak percaya dengan apa yang baru saja didengarnya dari Darren.


"Hmmm... ini memang agak berbeda dan ini sangat rahasia. Bahkan mantan pacarnya Frans Cardoso tidak tahu," bisik Darren dengan hati-hati sekali. Ini pertama kalinya aku membocorkan rahasia Heilen karena aku adalah salah satu pengagummu Tuan Astrogun,"


Arthur menelan salivanya sendiri sambil menunggu Darren melanjutkan untaian kalimatnya.


Sejak awal bertemu di lembah Pansjhir, saat Heilen menyelamatkannya dan memeluknya sambil berayun-berayun di heli-rope, Arthur begitu cepat terbakar gairah saat di dekat Heilen. Bagaimana jadinya kalau Heilen tampil se*ksi di depannya bisa-bisa gairahnya meluap-luap.


Perlahan Darren melanjutkan kalimatnya, "Sebenarnya Heilen agak narsis, ia terlalu membanggakan bentuk tubuhnya. kata mama Heilen mulai mengoleksi lingerie sejak remaja, set lingerie-nya bertumpuk-tumpuk hingga tak terpakai. Tapi tetap saja ia selalu mengincar lingerie keluaran baru kesukaannya. Bahkan ia rela bersusaha payah menabung untuk bisa memperoleh lingerie dari brand Victoria secret, Savage Rihanna, Bordelle dan Carine Gilson dan lain-lain aku tak hafal nama-nama brand-nya," lanjut Darren dengan volume suara serendah mungkin sembari melirik kanan kiri, takut kalau Heilen tiba-tiba muncul.


Tak sadar Arthur menjilat lidahnya sendiri, kemudian menggigit - gigit jemarinya resah. Otaknya berfantasi liar mendengar cerita Darren. Di benaknya tiba-tiba muncul Heilen yang hanya mengenakan set lingerie se*ksi.Aku akan belikan semua lingerie yang dia suka, batin Arthur dengan pemikirannya yang terus traveling kemana-mana.


Huuufhh....membayangkannya saja membuat inti kehidupanku menggeliat. Lama-lama aku aku bisa gila, rutuk Arthur dalam hatinya.


"Oke , Darren. cukup. Aku sudah faham," sahut Arthur sembari mengusir bayang-bayang Heilen yang mengenakan set lingerie seksi jauh-jauh dari benaknya.


"Tuan Astrogun, ingat jangan sampai Heilen tahu kalau aku yang memberitahumu. Kalau ia tahu ia bisa mencekik leherku," Darren mengingatkan Arthur dengan sebuah kesepakatan.


"Jangan khawatir, tentu saja aku akan melindungimu. Ingatlah, kita akan saling melindungi, oke?!"Janji Arthur pada Darren sembari menawarkan tangannya yang mengepal di hadapan Darren. Kemudian Darren menyentuhkan tinjunya dengan lembut tepat mengenai kepalan tangan Arthur. Mereka begitu cepat menjadi akrab. Freya yang sedari tadi memeluk lengan Darren hanya tersenyum simpul melihat teman baru Darren.


"Sayang, apakah aku boleh tahu apa barang kesukaan Heilen, suatu saat aku tidak bingung jika ingin memberinya kado?" tanya Freya penasaran.


"Sudahlah, itu tak penting buatmu, sayang," balas Darren sembari membelai rambut Freya.


Sial, bahkan kedua anak ingusan ini seolah mengejekku, Arthur bermonolog.


Seingatnya ia belum pernah memanggil sayang kepada Heilen. Kali ini ia tak ingin kalah dari dua bocah ingusan itu.


Baguslah, kalian sangat menginspirasi, Arthur bermonolog lagi.


Di kejauhan Heilen mendengus kesal melihat Arthur yang sedang mengobrol dengan Darren. Rasa kecewanya masih diubun-ubun. Untuk apa mencariku jika masih menginginkan yang lain, dasar pria semuanya sama saja, opportunis! Keluhnya dalam hati. Namun ia tetap melanjutkan langkahnya untuk menemui Darren.


Arthur menatap Heilen tak berkedip, ia memikirkan bagaimana bisa ia mempunyai perasaan yang begitu besar dan tak pernah surut, Heilen gadis tercantik di hatinya. Gadis yang ia inginkan untuk menghabiskan sisa hidup bersamanya dan menua bersama. Bodohnya ia tak tahu bagaimana cara yang tepat untuk mengungkapkannya sehingga Heilen percaya.


Kini Heilen sudah berdiri di hadapan Arthur dan Darren. Ia masih mengenakan bawahan berupa celana army, yang dipasangkan dengan T-shirt kaos lengan pendek berwarna senada. Rambutnya dibiarkan tergerai bebas dan natural, memberikan kesan messy yang se*ksi.


"Heilen, duduklah," Sapa Arthur dengan gayanya yang datar dan santai sembari menyamping memberikan spasi antara dia dengan Darren untuk Heilen duduk. Sebenarnya ia ingin memeluk Heilen, namun ia ragu dan takut Heilen akan marah dan pergi.


"Iya, kak. Duduklah, kami ingin mengobrol lebih lama. Kami sudah menunggumu cukup lama di sini," Darren menambahkan sembari bangkit dan memeluk sang kakak.


"Heilen, aku juga ingin mengobrol lebih lama denganmu," Freya turut bangkit mengikuti Darren untuk memeluk Heilen.


"Trimakasih, kalian sudah menyibukkan diri untuk mengunjungiku," ucap Heilen pada Darren dan Freya.


Arthur tak tahan lagi. Sungguh ia tak bisa diacuhkan begini, "Heilen, aku juga mengunjungimu," ucapnya sembari bangkit berdiri mendekati Heilen.


"Diamlah, sudah ku bilang aku tak mengenalmu, pria seribu wajah!" ketus Heilen.


Arthur meraih tangan Heilen, memandang ke dalam wajah gadis itu dengan intens. Ia selalu berhasrat untuk menyentuhnya tiap kali Heilen berada di dekatnya. Dan Heilen selalu tak sanggup menolak perlakuan lembut itu meskipun hatinya sedang sakit.


"Maafkan aku, aku memang salah karena tidak jujur sejak awal. Aku sedang menunggu waktu yang tepat untuk memberitahumu. Selama ini aku hidup dengan merahasiakan identitasku, aku butuh waktu untuk belajar menjadi orang yang lebih terbuka.Banyak yang ingin mencelakaiku dan keluargaku, juga orang-orang yang ku sayangi, aku hanya ingin melindungimu,hmm??" lantun Arthur dengan suara se*ksinya yang lembut dan tatapan penuh cinta. Ia yakin Heilen juga merasakan hal yang sama namun Heilen masih bimbang padanya. Ikatan energy diantara dirinya dan Heilen ia rasakan sangat luar biasa kuat. Bahkan kata-kata cinta itu seolah tak perlu lagi diucapkan, cukup melihat ke dalam mata masing-masing.


Darren dan Freya sengaja diam, memberikan kesempatan kepada kedua orang dewasa itu menyelesaikan masalahnya.

__ADS_1


"Melindungiku atau menyembunyikanku dari Rossie, hah?!" suara Heilen mulai bergetar. Ia masih menikmati belaian lembut Arthur diwajahnya meskipun amarah menguasai hatinya. Sentuhan itu bagai candu buatnya.


"Sayang, Rossie hanya rekan kerja kami. Aku tak ingin menutupi apapun lagi darimu, Rossie memang sejak lama mendekatiku tapi aku tak pernah meresponnya,"


Hati Heilen bergetar seperti senar gitar yang sedang dipetik mendengar kata sayang untuk pertamakalinya dari pria yang ia tahu begitu dingin. Hatinya condong mempercayai Arthur namun cerita Clara tentang buket bunga itu masih mendominasi kepalanya.


Arthur memainkan rambut Heilen sekali lagi. Ia merasa damai melihat Heilen lebih tenang, tidak meledak-ledak seperti saat di Langley.


Beberapa anggota Navy Seal yang berlalu lalang tak melewatkan momen itu. Dari kejauahan mereka mulai membicarakan hubungan yang mungkin antara Heilen dan pemilik Astrogun itu.


"Rossie mendapatkan bunga darimu, pastinya itu mewakili perasaanmu padanya, sudahlah Arthur Mr G atau siapapun dirimu, tak usah mengelak," kalimat Heilen mulai terdengar putus asa dan melemah.


"Oh begitu rupanya, hmmm...tatap mataku, sayang,"ucap Arthur mulai ketagihan memanjakan Heilen dengan panggilan sayang, ia tahu Heilen menyukai panggilan itu. Sangat terlihat di mata gadisnya." Itu pekerjaan iseng Chen Yuan, ia mengirim buket bunga atas namaku dan tanpa sepengetahuanku. Aku akan menelponnya supaya dia mengklarifikasi ini padamu sekarang,"lanjut Arthur sambil memberi kode pada Bend untuk memberikan ponselnya.


Bend Akiro segera mendatangi Arthur dan menyodorkan smartphone-nya.


"Tidak perlu, aku percaya padamu," ujar Heilen tiba-tiba. Ia masih ingat suatu malam di gua lembah Pansjhir saat Arthur mencampakkan gadis gurun cantik, Larmina yang menggodanya. Iya, seharusnya ia tak meragukan pria di hadapannya ini. Ah, ia terlalu cemburu.


"Maafkan aku,"lanjut Heilen dengan pipi merona merah.


kata-kata aku percaya padamu dari Heilen begitu sejuk merasuki jiwa Arthur. Lengan kanannya menarik tubuh Heilen kedalam dekapannya lalu mencium kening gadis itu mesra.


Andaikan waktu bisa berhenti di sini


"Ciuman kalian terlihat seperti anak kecil," tukas Freya frontal.


"Hahahhahahahaaa..."


Mendengar ucapan Freya Heilen dan Arthur saling bertatapan kemudian kompak tawa mereka lepas begitu saja. Sungguh Freya sangat menyebalkan sekaligus lucu bagi mereka.


Freya kesal ditertawakan.


"Danzel, kirimkan buket bunga terbaik ke NAB secepatnya,"


"Tak perlu seperti itu, hmm..," Cicit Heilen dengan bibir mengerucut.


"Stttt....mari kita duduk, Darren sudah lama menunggumu," Arthur menuntun Heilen untuk duduk disamping Darren, kemudian ia duduk di sisi Heilen.


Heilen masih jengah dan belum terbiasa dengan kemesraan diantara mereka, namun panggilan sayang itu masih terngiang-ngiang tak mau pergi dari telinganya.


"Darren, apakah kamu sudah menemui papa dan mama?" tanya Heilen membuka pembicaraan dengan Darren.


Arthur melingkarkan lengannya di pinggang Heilen. Semakin terlihat kalau ia adalah type pria yang tak begitu pandai mengungkapkan perasaannya melalui ucapan. Sentuhan adalah bahasa cintanya. Dan Heilen menyukai sentuhan itu, karena Arthur melakukannya dengan lembut.


"Iya , sudah. Kemarin kami berdua menemui papa dan mama. Mereka sangat baik dan menerima kami dengan ramah, " jawab Freya mendahului Darren.


"Apakah kamu memberitahunya mengenai hubungan kalian?" tanya Heilen lagi.


"Iya, aku tidak mau menyembunyikan Freya dari papa dan mama," sahut Darren.


"Kalian memang luar biasa. Aku tidak tahu harus berkata apa lagi. Ingatlah pesan Gerald Gremio supaya kamu tidak menyentuh Freya lebih jauh sesuai waktu yang dia tentukan,"


"Aku mengingatnya," jawab Darren sembari menghela nafas berat. Baginya itu hal tersulit untuk saat ini, setelah mereka terjerumus ke dalam rasa nikmat yang amat sangat.


"Heilen, papa dan mama akan berlibur ke Indonesia minggu depan atas permintaan paman Ibrahim. Mereka minta aku untuk menyampaikan ini padamu, baby Lala juga ikut tentunya,"ungkap Darren.


" Wah, benarkah. Memang sudah cukup lama papa dan mama tak berkunjung ke Indonesia. Bagaimana dengan RA Karate Academy?"


"Franda dan murid senior yang lain akan mengurusnya," Darren menjelaskan.


"Sayang, aku baru ingat aku juga harus ke Jakarta dua atau tiga minggu lagi. Adam dan Kamila akan segera menikah, " bisik Arthur tak jauh dari telinga Heilen. Lengannya masih melingkar di pinggang Heilen tak mau lepas.

__ADS_1


"Waw, benar-benar surprise. Aku kangen Kamila, sampaikan salamku kalau nanti kamu bertemu dengannya," ucap Heilen sambil menoleh ke wajah Arthur yang begitu dekat darinya.


Arthur menghadiahinya dengan sebuah senyum manis.Heilen selalu terpaku melihat wajah tampan ini. Tiba-tiba sebuah ciuman Arthur mendarat di pipi Heilen, Heilen menggigit bibirnya menunjukkan kalau dia menginginkan lebih. Arthur menyentuh dagu indah Heilen, kemudian menghisap bibir bak mawar merekah itu dalam-dalam, melepaskan kerinduan yang tak pernah ada habisnya, hingga Heilen merasa tak mampu lagi bernafas baru Arthur memberinya kebebasan.


"Aku berharap kita bisa menghadiri pernikahan Adam dan Kamila bersama," gumam Arthur dengan tatapan yang tak kunjung lepas dari wajah Heilen.


"Apakah aku diundang?" tanya Heilen polos.


"Hahahahaa..., dia adikmu tentu saja itu acaramu, " tegas Arthur jelas.


Heilen hanya tersenyum hangat, ia masih tak percaya dengan semua yang mereka miliki. Perasaan yang dalam, kerinduan tak bertepi, dan semua yang telah mereka lalui kini menjadi memory berharga. Seolah-olah mereka dipertemukan di lembah Pansjhir untuk ditakdirkan tidak bisa saling melupakan satu sama lain.


Tiiiiiiit....


Sebuah bel panjang berbunyi, tanda waktu berkunjung telah habis.


"Darren jaga dirimu baik-baik," pesan Heilen.


"Trimakasih, kau juga jaga dirimu baik-baik. Dan aku suka pacar barumu, sangat keren. Kenapa tak pernah bercerita kalau pacarmu MR G founder ASTROGUN yang terkenal itu," oceh Darren.


Heilen menoleh kepada Arthur yang membalasnya dengan tersenyum simpul, ia tahu Heilen pasti merasa aneh dengan kata "pacar", karena mereka berdua tak pernah menyebut komitmen apapun.


Ia mengacak rambut Heilen yang sedang bingung. "Apa yang aku punya di sini untukmu," ucap Arthur sembari menunjuk dadanya sendiri,"Lebih besar dari komitmen apapun,"Lanjutnya dengan perasaan yang lapang dan damai, karena melihat Heilen kembali ceria dan hubungan mereka kini jauh lebih kuat dari sebelumnya.


Heilen memeluk tubuh tinggi proporsional itu untuk yang terakhir kalinya. Tepat disaat itu Danzel datang dengan sebuah buket bunga yang tidak terlu besar namun terlihat sangat mewah.


Arthur meraih buket bunga itu dari tangan Danzel kemudian melekatkannya ke dalam genggaman Heilen.


"Kamu pernah bilang ingin dikenalkan dengan CEO ASTROGUN, apa kamu masih ingat? Sekarang dia berdiri di hadapanmu dan dia milikmu,"Arthur berbisik lagi , memeluk Heilen semakin erat, rasanya tak kuat untuk beranjak pergi.


Heilen mendengarnya dengan perasaan menghangat diliputi kebahagiaan hingga pipinya kembali memerah, ia tak pernah lupa perkataannya sendiri.


" Kenapa kalian seperti Anak remaja yang baru mengenal cinta, waktu berkunjung sudah habis, " ketus Freya mengingatkan sekaligus menyindir Arthur dan Heilen yang terus saja menempel sedari tadi seperti ingin mengalahkan kemesraannya dengan Darren, begitu pikir Freya.


Tak ada yang mendengarkan freya.


"Jaga, dirimu baik-baik,minta pada Laksamana Spencer untuk mengizinkanmu membawa roboguard Athena ke Palmyra Atoll. Aku ingin kamu aman di sana, "


"Hemm, iya . Nanti aku bicara dengan Laksamana. Terimakasih membuatku merasa sangat berharga dan dicintai."


"Kamu memang sangat berharga buatku dan aku sangat..."


"Waktu berkunjung telah habis," suara seorang petugas jaga NAB mengingatkan dan membuat kalimat Arthur terpotong.


Perlahan kedua lengan yang bertaut itu saling melepaskan dengan sangat berat.


Namun kali ini keduanya berpisah dengan hati yang bahagia dan perasaan yang tenang.


Arthur menjauh diikuti para pengawalnya. Bagiku kaulah rumah dan aku pasti akan kembali pulang padamu, bisiknya dalam hati.


...****************...


Laut Lepas Samudra Pasifik Utara.


Samudra Pasifik merupakan samudra yang memiliki intensitas kedalaman tertinggi yakni mencapai 10.911 meter pada palung Mariana. Sedangkan kedalaman rata-ratanya adalah 4.280 meter.


Di kedalaman seribu meter lebih Kapal Selam canggih Astrogaltic milik Astrogun, dengan teknologi berbasis AI, melaju cepat membelah kedalaman samudra.


#bersambung


"

__ADS_1


__ADS_2