The Athena Code

The Athena Code
68. NASA FUTURE PLANS- Night


__ADS_3

Penerbangan Virginia-California menghabiskan waktu lima jam. Cukup membuat Clara Hamilton sedikit jetleg.


Namun kerinduannya pada Felix dan Heilen sangat mengganggunya, sehingga ia putuskan terbang ke California sekalian menjemput Heilen untuk menghadiri NASA FUTURE PLAN.


*


*


*


Clara tiba di Naval Amphibious Base.


Zeus sudah mengosongkan jadwalnya siang ini. Dia juga telah melaporkan kepada administratif NAB kalau Heilen akan menjadi salah satu wakil SEALs di acara NASA FUTURE PLANS menggantikan dirinya.


"Baby...!" teriak Clara sesuka hatinya, tak peduli para prajurit Seals yang berlalu lalang di dekat mereka.


Felix dan Heilen sudah siap sedia menyambutnya turun dari Humvee militer yang menjemputnya. Heilen mengenakan outfit casual kesukaannya.


Clara turun di hamparan rumput hijau bagian belakang swastika building dimana barak E berada.Gaun putih bernuansa lembut pilihannya sedikit berkibar-kibar ditiup angin laut teluk Coronado.


"Baby, aku selalu merindukanmu.Mmuaah...," bisik Zeus ditelinga Clara kemudian memberikan sebuah french kiss hangat di bibir Clara dan mencium kening Clara mesra.



Heilen ikut larut melihat dua sejoli yang sedang memadu kerinduan itu. Bayangan Geon Arthur Yildiz melintas dibenaknya, sedang membelai wajahnya dan menciumnya, diam-diam pipi Heilen bersemu merah. Ia pun jadi jengah sendiri.


Clara kemudian melepaskan pelukannya dari tubuh Felix alias Zeus, ia beralih memandang Heilen dengan binar mata berkilau.


"Heilen, I miss you so much. Tak ada yang berubah darimu, kamu tetap saja cantik dan polos," cicit Clara sembari memeluk Heilen dengan erat. Sungguh ia rindu bercanda dan tertawa dengan gadis yang sudah seperti adiknya sendiri ini.


"I misa you too, my sista. Tapi saat aku berdiri denganmu aku jadi redup, karena cahaya auramu seperti lampu neon,"seloroh Heilen.


"Hahhahahah..Kemampuanmu bermain kata rupanya sudah diupgrade sekarang. O ya, ngomong-ngomong apakah Felix sudah mengatur libur untukmu selama dua hari itu? " kekeh Clara sembari bertanya.


"Tentu saja beres, my queen. Dia sudah siap untuk berangkat menemanimu ke NASA FUTURE PLANS. Bersenang-senanglah melihat kegilaan masa depan," Felix yang menjawab Clara.


Heilen menaikkan posisi kacamatanya ke atas kepala, "Aku siap..!" pekiknya bahagia. Ia sudah lama ingin hadir di acara-acara besar NASA yang hanya ia dengar dari cerita Clara. Acara yang sangat rahasia yang dihadiri oleh orang-orang penting dan para ilmuwan jenius. Sangat keren menurutnya.


"Oke, sesuai janjiku kemarin kita akan makan siang bersama di Washabi Sushi, San Diego Hills, sebelum kalian bertolak ke Virginia, " Zeus aka Felix mengingatkan dirinya sendiri.


"Yuhuuu, kita suka masakan jepang," kicau Heilen dan Clara bersamaan.


"Yes, i know. Let's go!"sambut Felix.


Mereka mengendarai Humvee militer yang langsung dikemudikan oleh Felix.


Mereka menghabiskan makan siang penuh cerita. Tawa dan canda diantara mereka bersahut-sahutan.

__ADS_1


Satu tahun tujuh bulan sudah Clara tak bertemu Heilen. Gadis yang sangat banyak memiliki kemiripan karakter dengannya. Mereka sangat dekat , sehingga Heilen tak pernah ragu untuk menceritakan hal-hal yang bersifat pribadi padanya.


"Sayang, Heilen sekarang sudah punya pengganti Frans ," ucap Zeus mulai menggoda Heilen.


"Benarkah??Hmm... Aku harap bisa bertemu pria beruntung itu secepatnya. Ceritakan baby, siapa namanya dan apa profesinya," ucap Clara pada Heilen.


"Oh, hihihi... Sebenarnya tidak sejauh itu. Kami baru mulai dekat dan belum membuat komitmen yang berarti," kilah Heilen jujur dengan pipi memerah. Setiap kali ia mengingat Arthur, seolah-olah Arthur ada dihadapannya sedang menatapnya. Sepertinya, kerinduannya pada Arthur mulai mendalam dan belum menemukan dasarnya.


"Ohoo...Aku sudah bisa membacanya di wajahmu gadis kecil, kau benar-benar sedang jatuh cinta. Lihatlah kau memerah.. Hahahaha!" giliran Clara yang kini menggoda Heilen.


Heilen memutar bola matanya sembari mengerucutkan bibir, pada akhirnya ia tak mampu mengulum senyum manisnya.


"Apakah ia seorang dokter terkenal dan hebat seperti Frans, agent FBI, CIA, Seals atau bussnisman?" cecar Clara penasaran.


"Dia seorang pelukis," jawab Heilen sembari mengunyah makanannya.


"Hmm... Pasti dia seorang pelukis yang hebat sampai bisa membuat pipimu memerah saat membicarakannya," tukas Clara dengan senyum khasnya.


"Suatu hari kita harus double date," sela Zeus.


"Harus!" tegas Clara.


"Hahahahahaha...!"


Mereka terkekeh bersama menertawakan sikap mereka yang terlalu bersemangat tentang pria yang dekat dengan Heilen, namun sebenarnya itu belum jelas seperti yang dikatakan Heilen.


Bahkan di saat ia sedang di keramaian, bayangan Arthur tak pernah berhenti menggodanya.Ia menahan kerinduan yang begitu berat dan meluap-luap.


Rasanya ia lebih baik menghadapi musuh di medan perang daripada berhadapan dengan perasaannya sendiri yang menggulungnya bagai badai ombak di lautan.


Mereka keluar dari Washabi sushi dengan perut kenyang dan perasaan hepi. Humvee militer hijau itu melaju mengantarkan Clara dan Heilen ke bandara.


...****************...


Virginia, Senin 14 Maret 2022


Sore hari


Rumah Clara tak pernah sepi. Suara Eve dan Douglas bagaikan musik indah yang membawa kebahagiaan di dalam rumah itu.


"Eve dan Douglass lebih senang diam di rumah jika Grandpa dan Grandma-mereka menginap di sini, keduanya selalu punya banyak cerita lucu. Ditambah lagi malam ini Eve dan Douglas akan menunjukkan kemampuan piano mereka kepada Grandpa dan Grandma, " cerita Clara pada Heilen sembari membenahi lagi tatanan rambut Heilen.


"Jadi, Eve dan Douglas tidak ikut?" Heilen memastikan karena ia pikir pasti akan seru jika kedua anak lucu itu ikut bersama mereka.


"Yap, itu memudahkanku Heilen," ucap Clara dengan bibir tersenyum senang.


"Wow.. Wow, ini baru sangat cocok untukmu Heilen. Simpel namun terlihat sangat berkelas, elegan dan formal, karena kita hadir di acara formal," puji Clara yang cukup lelah sedari tadi memilihkan outfit yang cocok untuk Heilen.

__ADS_1


Bolak-balik memilihkan Heilen outfit yang pas ditubuhnya dari koleksi miliknya, akhirnya mereka menemukan outfit yang tepat. Mereka tampil sederhana namun cantik sesuai dengan keperibadian mereka yang simpel dan merasa kurang nyaman dengan tampilan yang glamour.



"Benarkah? Sejujurnya aku tak percaya diri, bukan karena apa yang aku kenakan, tapi karena ini pertama kalinya aku datang ke acara besar seperti ini. Rasanya seperti burung yang baru keluar sangkarnya setelah bertahun-tahun," kicau Heilen sembari menggigit bibir bawahnya.


"Hei, lihat aku, tatap mataku, pegang kata-kataku. Kecantikan itu delapan puluh persen berasal dari kebaikan hati, rasa percaya diri dan menghargai diri sendiri," sahut Clara sembari menyelipkan sedikit kata-kata bijak untuk gadis yang terlihat ragu di hadapannya ini.


"Oke, oke I am ready! Ayo kapan kita berangkat?" tanya Heilen bersemangat.


"Sekarang, baby! Jangan lupa pakai maskermu, ingat kau seorang Sealswoman," pekik Clara sembari mengingatkan Heilen.


"Siap,sista! Kamu benar-benar Zeus versi wanita, hahahha.., " gurau Heilen. Clara balas dengan megerucutkan bibirnya.


...----------------...


Langley Research Center, NASA


Menjelang malam



Clara dan Heilen memasuki kawasan Langley Research Center dengan perasaan sedikit nervous karena suasana terlihat sudah ramai meskipun acara belum di mulai.


"Clara, lihat bus besar futuristic itu bertuliskan label Astrogun!" pekik Heilen spontan saat melihat sebuah bus raksasa terparkir tepat di depan pintu masuk utama, dimana label Astrogun terpampang jelas di sana.


"Iya, aku melihatnya. Mereka tamu utama yang akan tampil di atas panggung dengan robot-robot hyper humanoid yang mereka ciptakan," sahut Clara sembari menggenggam tangan Heilen agar gadis itu tetap beriringan dengannya.


Netra Heilen membulat sempurna mendapatkan surprise yang luar biasa.


'Wah, benarkah?apakah pria bodoh itu juga hadir di sini?Akhirnya aku bisa melihatnya lagi.' batin Heilen.


"Clara, apakah CEO Astrogun juga akan hadir?" tanya Heilen sangat penasaran.


"Begitu menurut informasi yang kudengar. Jangan bilang kalau kamu juga salah satu penggemar berat pria tampan, kaya dan jenius itu," celetuk Clara penuh selidik, karena ia tahu para gadis mudah sekali mengelu-elukan pria itu.


"Kamu jangan salah faham, aku hanya sempat bertemu sebentar dengannya saat aku bertugas di Afghanistan," jawab Heilen sekenanya.


Setiap orang bilang dia pria yang tampan, setahuku saat di lembah Panshjir ia sangat buruk dan berantakan, bisik Heilen dalam hati.


"Heilen, lihat! Itu pasti iring-iringan tim Astrogun," tunjuk Clara tepat di koridor kanan atas pada iring-iringan yang berjalan pada lantai yang membentuk lengkungan.


Sebenarnya Clara hanya menebak saja karena ia melihat sebuah roboguard diantara iring-iringan itu, ditambah lagi sosok sepupu cantiknya Rossie Jane Jordan berjalan disamping seorang pria tampan.


"Terlalu ramai, aduuh.. aku tak bisa melihatnya dengan jelas," keluh Heilen.


#bersambung

__ADS_1


__ADS_2