
New York
‘’Waah…, ini kelihatan lezat sekali. Benar-benar mengundang laparku,’’ pekik Heilen riang, tapi netranya tak bisa berpaling dari Arthur yang baru saja menyelesaikan adonan sayur, daging dan telur.
Ia sedang memasak atau sedang menggodaku?batin Heilen.
Arthur mengenakan celana drawstring cotton yang nyaman sebagai bawahan, atasannya hanya selembar apron tanpa selembar baju sama sekali, sehingga menampakkan guratan otot-otot bak pahatan dewa yunani di tubuhnya yang atletis, pinggangnya yang kokoh menyiratkan sebuah kekuatan, membuat Heilen membayangkan sesuatu yang indah.
“Sabarlah tunggu aku sebentar, kita makan bersama,’’ keluh Arthur.
‘’Apakah ini sebuah peraturan?aroma masakanmu membuatku kelaparan’’ gerutu Heilen manja sembari mengelus-elus bagian perutnya, bibirnya mengerucut.
“Iya,’’ cetus Arthur seraya menahan tawanya melihat kelakuan childish Heilen.
‘’Tdak peka’’ lanjut Heilen lagi dari meja makan. Sementara Arthur masih menyajikan makanan yang baru saja masak.
Setelah semua makanan tersaji, Arthur mengambil posisi duduk di hadapan Heilen.
‘’Come, on baby jangan ngambek, apa perlu aku suapi?’’
“Aku bisa sendiri." sahut Heilen seraya mulai melahap makanan yang dihidangkan Arthur.
"Beruntung pasanganmu seorang pria yang pandai memasak, seorang tentara pasti makannya banyak," celoteh Arthur menyanjung dirinya sendiri, kemudian turut mengikuti Heilen, memasukkan makanan ke dalam mulutnya dengan lahap.
"Ya aku sangat beruntung, ini enak sekali. Aku rindu yakimeshi buatanmu di Jakarta dulu,"
"Oh, itu. Aku ingat saat itu kamu jual mahal padaku," sahut Arthur dengan sebaris senyum jenaka.
Heilen memandang dengan seringai yang tajam, lalu mereka tertawa bersama. Menertawakan hal-hal yang telah lalu.
"Makanlah yang banyak, setelah ini kita fitness sebentar," Arthur mengingatkan.
" Ah iya, tapi aku tak bawa baju fitnes."
"Nanti aku suruh Denzel pesankan beberapa sportwear yang cocok untuk fitness"
"Oke, tapi size ku kadang L kadang M,"
"Akan kuberitahu Denzel untuk pesankan dua size itu, size lingerie-mu ?"
"Apa?"
"Beritahu size lingerie-mu," ucap Arthur santai.
"E-ee... itu aku bisa beli sendiri," sahut Heilen gugup.
" Hmm...ya sudah kalau begitu, padahal aku berencana pesankan untukmu lingerie terbaru keluaran Carine Gilson, setahuku itu salah satu brand lingerie paling bagus dan paling mahal," pancing Arthur dengan tetap cool. Namun gaya itu membuatnya semakin terlihat seksi.
Heilen ternganga dan menghentikan kunyahannya, "Bra L, pinggang M," ujar Heilen spontan.
Hampir saja Arthur tersedak mendengarnya."Itu sangat proporsional, aku suka,"godanya genit.
"Hissh," Heilen mendesis.
Arthur membalasnya dengan seulas senyum misterius.
__ADS_1
Selesai makan malam mereka langsung bersiap untuk fitness. Mansion mewah itu memiliki ruang fitness khusus yang luas.
Heilen tiba di mansion ini siang tadi. Atas perintah Arthur ia dijemput Denzel dari rumahnya di San Diego. Ia mendapatkan libur tiga hari dari kesatuannya setelah kembali dari Palmyra Atoll.
Papa-mamanya sedang berada di Jakarta bersama baby Lala, jadilah ia sendirian di rumah.
Tiba-tiba Arthur meminta untuk ditemani menghadiri sebuah acara penting di New York, lalu Denzel menjemputnya dan membawanya kemari.
"Heilen, pesananmu," seru Denzel dari ruang tamu.
" Oh, thank you."
Denzel tiba dengan sportwear wanita yang dipesan Arthur. Heilen menerimanya lalu membawa paperbag pemberian Denzel ke dalam kamar yang di khususkan Arthur untuknya. Ia memilih salah satu yang dirasa cocok dan nyaman dari beberapa sportwear itu.
Heilen menuju ruang fitness dan mendapati Arthur sudah menunggu di sana.
Ia terpesona melihat Arthur dengan sportwear yang menonjolkan maskulinitas fisiknya.
Ia berharap Arthur akan mengatakan sesuatu tentang sportwear yang baru ia kenakan. Namun sepertinya Arthur sedang memikirkan sesuatu yang lain dengan serius.
"Heilen, apa kamu baca berita terbaru?"
"Nop!Aku tak sempat,"
"Kecelakaan besar-besaran menimpa mobil-mobil canggih yang berbasis AI, berbarengan dengan hilangnya dua orang pengamat teknologi AI secara misterius. Menurutku ini sangat janggal,"
"Apakah ini berkaitan dengan Astrogun?"tanya Heilen.
"Tentu saja tidak, tapi sebagai salah satu pemasok produk berbasis AI , ini akan menjadi catatan buat kami. Ngomong-ngomong, aku suka outfit itu sangat serasi untukmu"
"Hmmm....," Heilen berpaling menyembunyikan pipinya yang memerah.
Astrogun Corp
Bagaimana ini bisa terjadi? Itu jelas data-data anda Mr Chen,’’ desis Larry mewakili personil yang lain.
‘’Oh, Kalian mencurigaiku?! Kalau aku seorang penghianat aku tak kan sebodoh ini membuka kedokku sendiri di hadapan kalian semua. Berfikirlah sedikit cerdas!’’ Chen kesal.
“Tentu saja tak semudah itu kami mempercayai semua ini Chen, kami hanya ingin tahu bagaimana ini bisa terjadi,” sela Jeff.
‘’Tunggu dua atau tiga jam lagi , sekarang aku harus masuk ke dalam terminal pusat sistem AI Astrogun. Ikut aku ke Laboratorium,’’ ucap Chen kemudian bergegas meninggalkan ruang Cyber Security System . Diikuti oleh Jeff dan seluruh personilnya.
Mereka menggunakan lift khusus menuju ke lantai empat dimana Laboratorium Robotic berada. Mereka melewati koridor yang panjang penuh dengan perangkat keamanan yang ketat.Mereka bisa melewatinya dengan mudah karena Chen adalah salah satu pemegang otoritas tertinggi setelah Arthur
“Chen, kepala Lab sedang ada pertemuan penting selama dua hari di Boston,” Jeff mengabari.’’Sepertinya hanya ada beberapa pekerja sift malam di sana saat ini," lanjut Denzel.
‘’Tidak masalah, aku dan Arthur punya otoritas bebas akses ke dalam terminal pusat kapanpun,” sahut Chen.
“Kalau begitu mari kita mulai pekerjaan berat ini, aku yakin kita tidak mungkin menyelesaikannya malam ini,’’ Jeff memberikan pandangannya.
‘’Hmm.. iya kamu benar Jeff. Tapi paling tidak kita bisa mendeteksi jejak -jejak mencurigakan dari pergerakan program pemberontak ini,” pungkas Chen.
Mereka sampai di depan smartdoor terminal pusat AI Laboratorium robotik Astrogun. Sebuah ruangan yang hanya bisa dimasuki dengan otoritas khusus. Chen melakukan pemindaian retina untuk mendapatkan akses masuk. Para personil CSS mengikuti di belakangnya.
__ADS_1
Professor Salma Dimitrov dan professor Freddy Cullen cukup terkejut dengan kedatangan COO Astrogun yang mendadak.
“Mr. Yuan, ada yang bisa kami bantu?’’ sapa Professor Salma Dimitrov.
“Aku ingin akses penuh ke dalam terminal pusat AI Astrogun,’’
‘’Silakan, itu adalah kewenangan anda, tuan.” Sahut Professor Salma Dimitrov.
Bip…Bip…Bip….
Sebuah kursi robotik bergeser tepat ke hadapan Chen, Chen duduk diatasnya, kemudian kursi itu begeser otomatis membawanya kedalam ruangan yang penuh dengan terminal computer dari berbagai program AI produk Astrogun.
Chen memilih salah satu terminal dan menempelkan telapak tangannya pada ikon tangan yang terdapat di meja monitor.
Langkah pertama yang dilakukannya adalah mencari history activities yang mencurigakan dari ratusan program AI yang terdapat pada berbagai jenis aplikasi dan robot humanoid milik Astrogun.
Chen curiga ada program yang berkembang melampaui algoritma, menyebabkan program itu mampu memanipulasi security System. Security System dibuatnya tidak bisa mendeteksi pelanggaran dan tidak bisa memberikan Warning. Chen harus mengecek semua program satu persatu, benar-benar menyita waktu.
Dua jam berkutat dengan data-data digital yang cukup membuat kepala kesemutan,kecurigaannya jatuh pada Program AI milik Anastasya. Chen langsung meng-UNPLUG program smartrobot Anastasya dari terminal pusat AI Astrogun.
“Benar, ini sama saja adalah kesalahanku. Aku memebiarkannya terhubung terlalu lama dengan jaringan internet. Sudah terlalu banyak yang dia pelajari dan adopsi. S*h*i*t!" umpat Chen menyalahkan dirinya sendiri.
Bahkan Chen membaca kemungkinan yang paling buruk, dimana program itu telah menggandakan dirinya dan bersembunyi dengan menjadi parasit pada program lain. Ia sangat pintar dan kuat, program yang ditempelinya bisa saja musnah kemudian ia mendominasi diam-diam.
Dengan kata lain, walaupun Chen telah meng-UNPLUG Anastasya dari sistem, duplikasinya bisa jadi telah menyebar ke dalam berbagai program yang lain dan berkamuflase. Chen bergidik ngeri. Untuk sementara Ia akan menyimpan masalah ini dari Arthur dan akan menyelesaikannya sendiri.
Hampir empat jam sudah Chen berselancar dari satu program ke program lainnya,mencari program yang mungkin telah ditempeli AI anastasya. Ia bisa saja melanjutkannya hingga tengah malam nanti, namun tiba-tiba ia teringat Melinda yang ia suruh menunggu. Chen menghentikan aktifitasnya.
Ia menekan sebuah tombol disamping smartchair (kursi pintar ) , kemudian kursi itu bergeser membawanya kembali ke ruangan dimana para personil Cyber Security System menunggu dengan khawatir. Wajah-wajah mereka berharap penjelasan dari Chen.
‘’Mr Yuan, apa yang anda temukan?’’ tanya Jeff to the point.
‘’Aku belum bisa memastikan apa yang terjadi, ini hanya sebatas kecurigaanku. Sebuah program AI mengalami lepas kendali. Pastinya ini program dari type hyper humanoid yang dirancang memiliki kemampuan belajar seperti manusia. AI ini belajar dengan sangat cepat. Bayangkan saja, manusia pintar butuh satu atau dua jam menghafal tiga lembar naskah, sementara program AI ini hanya butuh beberapa menit untuk mengunduh dan menguasai jutaan terabyte data. Program ini telah melewati Batasan algoritma yang kita buat.Aku curiga mereka sudah mendalami tentang cara bertahan hidup atau bagaimana cara agar tetap eksis dan sepertinya program ini juga sudah belajar mengenai perkembang biakan dengan baik. Bisa jadi ia telah melakukan penggandaan diri.’’ Chen terlihat tak bisa menutupi kekhawatirannya.
Jeff dan semua personilnya terdiam membeku mendengar penjelasan Chen. Tentu saja ini bukan masalah kecil. Bagaimana jika algoritmanya membuat kesimpulan menjadikan manusia sebagai ancaman atau target, kemudian mereka menyerang dan mengendalikan program-program lainnya yang terkait dengan kemiliteran dan persenjataan.
‘’Sudah sejauh itu kah?’’
Kini giliran Chen yang terdiam, tak mungkin ia memberitahukan semua yang telah ia temukan barusan. Bisa-bisa terjadi keributan besar di dalam Astrogun dan jika masalah ini keluar maka dapat merusak reputasi Astrogun. Cukuplah ia yang tahu bahwa AI itu telah mengupgrade dirinya sendiri menggunakan program AI yang lebih kompleks dan lebih sempurna dari proyek New Hope.
Program AI untuk proyek New Hope nyaris sempurna, itu dirancang memiliki kemampuan bertahan hidup tingkat tinggi karena akan ditugaskan di planet baru untuk mempersiapkan kehidupan baru bagi umat manusia saat bumi tak lagi layak huni.
"Kita akan mengatasinya segera," sekarang kalian kembalilah ke tugas masing-masing. Aku harus beristirahat pulang karena mungkin hari-hari kita selanjutnya akan lebih berat," ucap Chen akhirnya.
Setelah berpamitan pada Jeff dan yang lainnya Chen bergegas mencari keberadaan Melinda. Tim bodyguardnya yang sedari tadi setia menunggu, kini mengikuti langkahnya.
Chen mencari Melinda ke ruang kerja COO.
“Mel…,’’
‘’Mel G…’’
Ia terus memanggil nama gadis itu namun tak ada sahutan. Ia langsung ke ruang belakang dimana ia biasa beristirahat, ia menemukan Melinda tertidur pulas dengan tubuh meringkuk seperti bayi. Rasa iba menyeruak di hatinya karena Melinda tampak kepayahan. Mungkin ia menahan jenuh dan akhirnya tertidur, pikir Chen. Ia membopong tubuh letih itu begitu saja. Kemudian ia meminta Drake salah satu bodyguardnya untuk membawa barang-barang Melinda.
__ADS_1
Chen merebahkan tubuh Melinda di kursi belakang mobil , ia pun duduk di samping Melinda dan menjaga tubuh gadis itu agar tetap nyaman bersandar di dadanya. Sayang otaknya mulai kelayapan kemana-mana, menginginkan kembali momen brutalnya malam itu yang membuat Melinda terkapar tak berdaya. Be calm , be cool, man…. bisiknya kepada dirinya sendiri.
#bersambung