
Bola mata Chen Yuan berputar penuh, mendapati raut wajah Arthur yang kini berubah hangat bak mentari pagi di musim panas setelah mengelus-elus layar ponselnya. Sudah pasti kasmaran mode on.
Ting! sebuah notifikasi pesan suara dari Smartrobot Anastasya masuk.
"Baby, Klien dari Navy Seals - Laksamana Spencer, menunggu di VVIP room."
"Ok baby, sampaikan kalau kami segera meluncur ke sana."
"Oke,beib."
"Arthur, Laksamana Spencer sudah menunggu di VVIP room," ujar Chen menyentak Arthur yang baru saja hendak menghubungi Heilen.
"Bisakah pertemuan diundur beberapa menit.., " Cetus Arthur dengan kalimat yang condong sebuah perintah daripada pertanyaan.
"Bisakah anda bersikap sedikit lebih profesional big boss. Schedulemu hari ini sangat padat, sulit untuk mengutak- atiknya lagi," Tegas Chen dengan airmuka tak sedap.
Terkadang lidah manusia ini sangat tajam, keluh Arthur dalam hati. Namun ia tak menampik kalau perkataan Chen benar. Ia memang harus profesional saat bekerja. Meskipun kekuasaan tertinggi Astrogun ada ditangannya bukan berarti ia bisa bertindak sesuka hati. Dan pada mulanya ia adalah seorang profesional dan workaholic sejati.
"Oke, sekarang aku kesana," sahut Arthur akhirnya. Ia melepas kembali ponsel dari tangannya men-skip slide demi slide gambaran Heilen di benaknya.
Arthur membenahi kerah jasnya lalu bergegas menuju VVIP room, diikuti oleh Chen dan smartrobo Socrates dibelakang.
Ruang VVIP Astrogun corp.
"Selamat datang Laksamana, senang bertemu kembali dengan anda." Sambut Arthur dan Chen bersamaan.
"Terimakasih, Senang bertemu kalian para pengendali masa depan," sahut Laksamana Spencer hangat
"Ahh... Hahahaha... Laksamana sepertinya terlalu berlebihan, " kekeh Chen dengan sebaris senyum keakraban yang menjadi ciri khasnya.
"Bagaimana dengan prototype yang kami kirimkan itu?" Selidik Arthur langsung ke inti. Ia ingin tahu tanggapan Laksamana Spencer mengenai prototype Robot warrior Spartan.
"Kami sudah mempelajarinya dengan saksama. Semua fiturnya membuat kami sangat terkesan. Hanya saja kalau bisa kapasitas muatan amunisi dan minirudalnya ditambahkan supaya kami tidak disibukkan dengan isi ulang." Tukas Laksamana Spencer mencoba memberi masukan.
Chen tersenyum puas, bidikan panahnya sedikit lagi mengenai sasaran.
"Oh, itu bisa diatur Laksamana. Kami punya beragam varian dari Spartan dengan kapasitas amunisi dan rudal yang berbeda-beda, harga menyesuaikan." Pancing Chen cerdik.
"Saat ini masalah harga bukanlah persoalan utama, karena Pentagon telah mengucurkan dana yang sangat besar untuk stabilitas keamanan nasional. Berapa US dolar yang harus kami tambahkan untuk peningkatan kapasitas dan muatan amunisi itu?" Tanggap Laksamana Spencer sekaligus bertanya kisaran harga yang harus ditambahkan oleh Pentagon.
"Untuk Spartan bigbro-X45 dengan kapasitas muatan senjata yang lebih besar dan lebih gahar, kami mematok harga tiga juta US dolar." Cetus Arthur formal.
"Hmm...itu sedikit lebih mahal dari produk milik perusahaan robot jepang Suidobashi Heavy Industries maupun milik pesaing kalian Megabots Incorporations. Bisakah nominal itu sedikit dikurangi?" Tawar Laksamana Spencer.
Chen kembali memamerkan sebaris senyum sebelum ia mulai memberikan deskripsi lanjutan.
__ADS_1
"Tapi produk kami memberikan bonus senjata soft killer seperti gas beracun sarin dan ricin dengan campuran dan takaran yang tepat yang hanya membuat musuh tak sadarkan diri, juga material armor kami selalu lebih baik. Terbukti robot-robot kami telah lima tahun berturut-turut menjuarai kompetisi Giant Robot duel," pungkas Chen penuh percaya diri atas keunggulan produk Astrogun.
"Hahaha...iya benar aku ingat, ngomong-ngomong bisakah kalian mengikutsertakanku dalam kompetisi Giant Robot duel season sebelas? Aku penggemar beratnya. Aku benar-benar ingin sekali menjadi pilot salah satu giant robot rancangan kalian kelak saat aku pensiun. Dan oke, kami setuju dengan harganya," akhirnya Laksamana Spencer membuat keputusan yang sangat menguntungkan bagi Astrogun.
Arthur dan Chen saling berpandangan dengan binar penuh kemenangan.
"Thankyouu Laksamana, thankyouu..., " Pekik girang keduanya berbarengan.
"Suatu kebanggaan bagi Astrogun kalau Laksamana berkenan untuk berpartisipasi dalam tim kami pada kompetisi Giant Robot duel season sebelas bulan depan. Bayangkan kami punya pilot humanbot seorang senior Seals. Itu akan membuat keder para kompetitor lainnya," Tanggap Arthur sangat bersemangat.
"Haaah... iya, benar sekali. Aku jadi makin bersemangat untuk meningkatkan performa giantbot Cyrus II yang akan bertanding di season 11," Ujar Chen berapi-api.
"Aku tunggu undangan kalian, aku tidak sedang bercanda. Akan kukosongkan jadwalku di Seals untuk satu atau dua hari demi kompetisi itu, " Lanjut Laksamana Spencer.
"Siap, Laksamana!" Sahut Arthur dan Chen berbarengan.
Lalu mereka tertawa bersama dengan kejutan dari Laksamana Spencer yang sedikit gila.
"Hahahahahahahhaaaaa..... "
"Kapan lima belas unit Spartan bigbro-X45 itu bisa tiba di Naval Amphibous base? Aku ingin Seal Team 5 segera mahir mengoperasikannya. Oya jangan lupa kirimkan kami Operator-operator handal kalian untuk membantu Anggota Seal Team 5 mempelajari cara mengoperasikannya, " Tanya Laksamana Spencer sekaligus meminta kedatangan para operator handal Astrogun , mengingat banyak anggota Seals yang sangat gagap teknologi.
Arthur dan Chen kembali saling bertukar pandang. Chen memainkan kakinya di bawah meja dan menyeggol tepat di betis Arthur dengan maksud menyerahkan jawabannya pada Arthur, karena Arthur yang meminta agar namanya dimasukkan ke dalam jadwal tim operator untuk Seals.
"Dua hari dari sekarang, Laksamana. Kami akan menghubungi anda sebelum keberangkatan armada kami ke Naval Amphibious base," akhirnya Arthur memutuskan.
Pertemuan itu ditutup dengan kunjungan langsung Laksamana Spencer ke Laboratorium Robotic Astrogun untuk menyaksikan finishing robot-robot pesanannya.
Laksamana Spencer benar-benar dibuat terpukau oleh kecanggihan semua sistem robotic yang dikembangkan Arthur dan Chen. Mulai dari hal yang kecil seperti robot cleaning service, Smartrobo yang digunakan sebagai asisten kantor, smartdoor dan sejenisnya yang ada di Astrogun.
"whoaaah... Kita menang banyak hari ini," pekik Chen setelah kepergian Laksamana Spencer.
"Bersukacitalah,brother. Sekarang aku butuh beberapa menit untuk kembali ke ruanganku ada yang harus aku selesaikan," Gegas Arthur saat bayangan Heilen mulai menggodanya. Ia ingin segera menghubungi balik gadis itu.
"Arthur, ini pukul sebelas lebih dua puluh delapan menit. Dua menit lagi untuk jadwal pertemuan selanjutnya dengan Wakil direktur Pusat Antariksa Jhon F Kennedy (Kennedy Space Center/KSC) , bagian dari NASA, Rossie Jean Jordan. Hmmmm.... ", ucap Chen membacakan schedule Arthur selanjutnya sembari membayangkan kecantikan dan keseksian Rossie yang menggelegar.
" Sepertinya dia sudah sampai, " lanjut Chen sebelum Arthur sempat menanggapi.
"Oh.. S*h*i*t....!!" umpat Arthur.
Ting! Kembali sebuah pesan suara dari Smartrobot Anastasya memasuki ponsel Chen.
"Sayang, Klien dari Badan Antariksa Nasional- NASA sudah menunggu di VVIP room, "
"Baik,sampaikan kalau kami akan segera menemuinya, "
__ADS_1
"Ok, baby!"
"Bukankah kamu biasa menyelesaikan pertemuan seperti ini sendiri. Bertindaklah sebagi perwakilanku kali ini, " ucap Arthur mencari solusi untuk kepentingan pribadinya.
Oh, No, tidak, tidak!! , Sentak Chen di benaknya.
Rossie Jean Jordan sudah bertahun-tahun menaruh hati pada Geon Arthur Yildiz. Semakin Arthur menjauhinya ia semakin tergila-gila. Sayangnya Arthur pria bodoh menurut Chen, sepemikiran dengan Heilen aka Athena-1609.
"Tidak bisa begitu, ini proyek bernilai milayaran dollar. Kehadiran seorang Presiden direktur sangat menentukan kelanjutan kerjasama, ini sangat crusial. Sekali lagi tolong profesional," Bantah Chen. Rossie pasti sangat kecewa jika Arthur tidak hadir dan Chen tak akan membiarkan itu terjadi. Bahkan ia memberanikan diri melakukan sebuah trik kecil tanpa persetujuan Arthur.
Arthur lagi-lagi tertohok. Profesional itu adalah jiwanya dan Chen baru saja mengingatkannya, "Ok, mari kita ke VVIP room," ucapnya.
Sebaris senyum kemenangan kembali terlukis di bibir Chen.
Ruang VVIP Astrogun corp.
Tampak Rossie Jean Jordan duduk menunggu dengan senyum dibibirnya yang penuh pesona, Ia seorang wanita dewasa, smart, penuh percaya diri, seksi dan penakluk para pria. Sayangnya ia belum juga mampu menaklukkan hati Mr G yang membuatnya semakin merasa tertantang. Ia bingung entah kecantikan macam apa lagi yang harus dia punya untuk bisa membuat pria yang baru muncul di hadapannya ini menganggapnya.
"Rossie Jean Jordan, beautiful human ! selamat datang di Astrogun, ," Sambut Chen dengan gaya khasnya sembari merangkul Rossie dengan akrab.
"Awh, Thankyou Prince Yuan," sahut Rossie sembari mendesah seksi melafalkan nama lain Chen Yuan. Sepertinya diam-diam mereka telah cukup akrab.
"Welcome Rossie," ucap Arthur kaku dan memilih langsung mencari tempat duduk daripada menyalami Rossie.
Rossie mengerucutkan bibirnya, membuatnya terlihat imut sekaligus sen*sual. Ia sudah terbiasa dengan sikap dingin Arthur. Itu membuat Arthur semakin se*ksi di matanya.
"Mr. G, trimakasih atas buket mawar darimu, sangat indah dan aku sangat menyukainya. Sebagai rasa terimakasihku aku sudah mengatur makan siang kita di Steinhilber's restaurant siang ini. Tidak boleh menolak karena ini ungkapan trimakasihku, " senandung Rossie dengan rona kebahagiaan yang terlukis di wajah cantiknya.
"hah.. Whooa.. "
Bug! Belum sempat Arthur menyelesaikan kalimatnya, sekali lagi ujung sepatu Chen mendarat di mata kaki Arthur yang tersembunyi di bawah meja.
Sudut mata Arthur langsung mengarah pada Chen. Chen tersenyum smirk.
Arthur menangkap kode sandi yang hanya dimengerti oleh mereka berdua. Kesimpulan yang Arthur dapatkan bahwa buket bunga mawar itu sudah pasti ulah Chen dan Arthur harus diam.
Oh s*h*i*t!! umpat Arthur dalam hati.
"Steinhilber's restaurant, wah itu restaurant favorit kami, tentu saja kami akan menemanimu makan siang di sana dengan senang hati," sahut Chen terus saja menyenangkan hati Rossie Jean Jordan.
"Thankyou Prince Yuan, anda memang pria yang pengertian dan selalu memperlakukan wanita dengan baik," Cicit Rossie untuk menyindir ketidakpedulian Arthur padanya.
#bersambung
__ADS_1