The Athena Code

The Athena Code
39. Battle of FIRE


__ADS_3

Lembah Panjshir, 21 Februari 2020


Athena merapikan dan mengikat rambutnya yang kusut tak karuan. Ia melihat Larmina juga Mr.G sudah bangun dan telah rapi.


“Maaf, aku telat bangun. Sepertinya aku terlalu banyak minum semalam.”Ujar Athena sambil menahan kantuknya.


Hah??Sepertinya..?? keterlaluan ia tak ingat apapun, tapi baguslah. Suara di benak Mr.G bersahutan satu sama lain.


”Mari sarapan dan bersiap agar kita bisa mencapai lokasi kendaraan tempur itu sebelum siang hari.”Lanjut Athena lagi sembari mengeluarkan sisa roti terakhirnya.


“Ini cukup untuk kita bertiga. Ayo ambillah.”Athena menyodorkan masing-masing sepotong roti kepada Larmina dan Mr.G.


Larmina menerima roti itu dengan gembira dan kesyukuran yang luar biasa.”Terimakasih gadis tentara.”Ucapnya.


Mr. G menatap roti di tangan Athena cukup lama, rasanya ia begitu enggan dan tidak berselera. Ia merasa hidupnya sangat miris dengan bergantung pada sepotong roti dari seorang wanita yang ia harapkan memandangnya dengan terpesona dan penuh kekaguman. Ditambah lagi roti itu rasanya kurang cocok di lidahnya.


‘’ Kenapa ? Apakah roti ini membuatmu bosan?Ayolah jangan manja di sini bukan Amerika. "Ketus Athena.


"Kalian makanlah lebih dulu. Aku belum lapar. Biar kusimpan roti ini sampai nanti aku lapar. " Sahut Mr. G sembari mengambil roti dari tangan Athena.


Athena kemudian berkemas memasukkan semua barang yang dibutuhkan ke dalam totebag.


"Kenapa tidak jadi sarapan? Tanya Mr. G agak kaku namun berusaha bersikap senormal mungkin. Bagaimanapun kejadian semalam telah merubah sudut pandangnya tentang Athena. Dan satu lagi, yaitu hasrat nya pada gadis ini adalah takdir yang tak bisa ia ingkari.


" Aku tidak akan makan sebelum pasienku makan. "Jawab Athena datar sembari memasang rompi armor ke tubuh bagian atasnya.


Selalu keras kepala dan sok pahlawan, batin Mr. G.


" Kalau begitu mari sarapan . "Ajak Mr. G pada akhirnya mengalah. Ia tak mau si gadis hijau berjalan jauh dengan perut kosong.


" Mmm, oke! "Sahut Athena sambil mengeluarkan kembali rotinya lalu duduk di samping Larmina yang sedari tadi hanya memperhatikan interaksi kedua teman barunya ini.


" Oya, semalam bagaimana?Apakah aku mabuk? Semoga aku tidak melakukan hal yang konyol. Karena teman-temanku bilang kalau aku mabuk aku sering berbuat buruk. "Ujar Athena sambil mengunyah rotinya.


Mr.G menghentikan gerakannya yang sedang mengunyah roti. Ia memandang Larmina begitu juga sebaliknya.


" Oh tidak tidak, tidak ada hal buruk , kamu hanya sedikit meracau tidak jelas."Jawab Larmina sembari menatap Mr. G dan Athena bergantian.


"Ugh, syukurlah. Berarti semalam aku hanya bermimpi tentang Frans ." Lanjut Athena lagi dengan wajah lega.


Larmina dan Mr. G kembali saling menatap dengan sorot mata sedikit menegang. Beruntung Athena tidak memperpanjang hal itu lagi.


Seusai sarapan mereka langsung berkemas dan berangkat. Athena menyuruh Mr.G untuk memakai burka supaya lebih aman , tapi Mr.G menolaknya karena tak mau terlihat konyol. Akhirnya Athena dan Larmina yang memakai pakaian burka itu.


Athena merobek dua sisi samping burka itu secara memanjang menggunakan bayonet untuk mempermudah gerakannya. Kini ia dapat berjalan dengan leluasa sambil membawa dua senapan laras panjang dan totebag hitam yang cukup berat.


"Lepaskan totebag ini, biar aku membawanya." Tukas Mr. G yang berjalan dibelakang Athena dan Larmina. Mr G meraih totebag dari pegangan Athena.


"Kamu belum sembuh benar. Sudahlah jangan meremehkan kekuatan wanita." Ketus Athena.


"Begini saja , kalian berdua bawa totebag itu bergantian, sama-sama setengah perjalanan. Aah... ribut sekali. Aku wanita hamil jadi tidak boleh membawa beban.Sudahlah jangan berdebat terus supaya bayi dalam perutku tidak terganggu. " Larmina menengahi.


Athena dan Mr. G sama-sama menyetujui masukan dari Larmina walaupun kenyataannya Mr. G tak mau digantikan membawa totebag itu sampai akhirnya mereka tiba di lokasi Kendaraan tempur yang ditemukan Athena.


"Wow , ini M1224 MaxxPro MRAP (Mine Resistant Ambush Protected), kendaraan tempur lapis baja yang di produksi oleh American Navistar International Defense bekerjasama dengan Plasan Sasa Israel. Kendaraan ini memiliki dimensi panjang 6,5 -7,2 meter, lebar 2,5 meter, tinggi 3 meter, dan dapat menampung kru 3 - 7 personel. Mengingat dimensi kendaraan ini cukup besar maka diperlukan mesin berkapasitar besar yaitu 9.300 cc." Cerocos Mr. G sambil dengan antusias berkeliling meraba-raba permukaan kendaraan tempur itu dan memeriksa kelengkapannya.

__ADS_1


Wajah hijau gelap Athena takjub mendengar pria di depannya yang semula terkesan dingin dan pendiam tiba-tiba menjadi sangat bernafsu dan banyak bicara begitu berhadapan dengan sesuatu yang merupakan dunianya. Seolah-olah kendaraan didepannya adalah gadis cantik yang sangat menggoda.


"Oh iya , aku baru ingat kamu adalah seorang ahli peralatan tempur modern. Beruntung, kalau begitu mari kita tes kendaraan ini. " Ucap Athena sambil membawa dua jerigen bahan bakar solar yang tadi diambilnya dari dalam gundukan salju.Sisa dua jerigennya dibawa oleh Larmina. Kemudian Mr G mengisi tanki bahan bakar dengan hati-hati.



"Navistar Defense memproduksi MaxxPro dalam dua ukuran dan sistem penggerak. MaxPro Dash berpenggerak 4X4 dan MaxxPro Plus 6X6 dengan roda belakang ganda untuk meningkatkan daya dukung beban. Beberapa fitur yang ditambahkan dan beberapa spareparts yang digunakan dipesan kusus dari ASTROGUN" Gumam Mr. G sambil duduk dibelakang stang kemudi, mencoba menghidupkan M1224 MaxxPro itu.


"Oya , Zeus bilang selain kamu bekerja untuk DARPA benarkah kamu juga seorang ilmuwan dari ASTROGUN. " Sahut Athena mencari kejelasan.


"Iya, awalnya aku bekerja di Astrogun. Tapi aku mengambil cuti untuk bisa fokus di DARPA. " Tegas Mr. G sembari meraba-raba dinding kompartmen untuk mencari kunci starter kendaraan tempur.


"Mmm, salah seorang temanku bilang CEO ASTROGUN itu pria lajang yang dingin terhadap wanita, namun super genius dan tampan. Itu typeku, Kapan-kapan kenalkanlah pada ku."Seloroh Athena namun tentu saja ada keseriusan di sana. Pria dingin adalah type-nya sekarang.


Mr. G menelan salivanya mendengar perkataan Athena.


Gadis hijau, ini bukan saat yang tepat untuk berkencan, pada saatnya nanti kamu akan tahu. Gumam Mr. G di dalam hati.


Lagipula tak kan ada yang percaya kalau ia adalah seorang CEO ASTROGUN dengan keadaan buruk , berpenyakitan dan tak terawat seperti saat ini, begitu pikir Mr. G.


"Kita beruntung, ini salah satu kendaraan tempur terbaik saat ini, walaupun masih dibawah Astro-armoredcar Gen-Z01 milik ASTROGUN yang di desain untuk mobil tempur masa depan " Pekik Mr. G kegirangan manakala berhasil menghidupkan M1224 MaxxPro itu.


Mr. G mematikan mesin kembali kemudian memeriksa semua ruang kompartemen dan menemukan beragam senjata. Ternyata M1224 MaxxPro ini dilengkapi modul senjata yang dikendalikan dari jarak jauh serta senapan mesin kaliber besar M2 caliber 12,7 mm dan peluncur geranat dan rudal bermesin roket. Mr G menginstall semua senjata itu dengan cepat dan cekatan. Kini mereka siap untuk menempuh perjalanan.


Pria bodoh, kamu tidak terlalu bodoh.Bisik Athena dalam hati.


Athena dan Larmina memandang pria lusuh itu tak berkedip dari samping kendaraan. Untuk pertama kalinya Athena larut dan lupa melakukan pemindaian area disekelilingnya.


Tak mereka sadari Vivian telah menemukan mereka. Vivian memantau dari lensa binoculars (teropong) ENV-G miliknya. Namun ia sangat ragu pria berjaket coklat yang sedang mondar mandir di samping MaxxPro MRAP itu adalah Mr. G. Pria itu sama sekali berbeda dengan Mr. G yang ia kenal.


Sementara itu Athena , Larmina dan Mr. G sedang sibuk memasukkan barang-barang bawaan mereka ke dalam kabin.


Ting. Dessh!!


"Akkkhhh!!!!! "Mr.G terjatuh dan refleks memegang kakinya yang tertembak.


Sebuah peluru hampir mengenai paha Athena saat ia sedang berjalan menuju pintu maxxpro. Peluru itu mengenai badan maxxpro namun memantul tak mampu menembus armor lapis baja tebal yang melapisi kendaraan tempur itu. Pantulan peluru itu tepat mengenai kaki Mr. G yang berjalan dibelakang Athena.


"Larmina bawa Mr. G masuk ke kabin. " Perintah Athena cepat. "Gunakan ini untuk mengikat dan menahan pendarahannya sementara. "Lanjut Athena. Lalu Ia merobek seluruh burkaa dari tubuhnya dan memberikan pada Larmina. Hingga kini Vivian dapat melihat dengan jelas melalui teropong dengan siapa dia berhadapan.


" Sial, Athena si tikus got itu di sini. "Pekik Vivian mulai membuat pertimbangan.


"Mr.G kakimu tertembak! Aku akan mengikatnya dengan potongan kain burka ini. " Ujar Larmina dengan wajah ketakutan. Ini untuk pertama kalinya ia berada dalam situasi yang mencekam . Ia membantu Mr. G naik ke dalam kendaraan. Mr. G tak bisa berkata apapun hanya meringis menahan sakitnya


Dengan cepat Athena meloncat ke atas M1224 MaxxPro , mengarahkan Senapan mesin M2 caliber 12,7 mm tepat mengenai kendaraan tempur Vivian.


"Kali ini kena kau, Vivian Cecilia Benner." Desisnya.


Athena mengaktifkan M2 caliber 12,7 mm lalu membombardir kendaraan tempur milik Vivian dengan tembakan tanpa ampun. Setelah puas membuat lubang disana - sini Athena mengarahkan pelontar geranat bermesin jet ke arah kendaraan tempur Vivian. Memetakan titik target dengan tepat kemudian meluncurkan geranat berdaya ledak tinggi.


BLAAARRRRR!!!


Suara ledakan menggelegar bersamaan dengan api yang membakar kendaraan tempur jenis avenger weapon system yang biasa disingkat AWS itu. Penuh amarah, Athena melontarkan lagi dua geranatnya ke arah yang sama. Kendaraan tempur AWS itu hancur berkeping-keping.


Vivian yang sedari awal dihujani tembakan telah merayap menuju gundukan salju, menggali dengan susah payah lalu bersembunyi di dalam tumpukan salju itu.Vivian sudah bisa membaca segila apa balasan yang akan didapatkan jika ia bermain-main dengan Athena-1609. Sambil menahan perih bahu kanannya yang tersasar salah satu tembakan Athena, Vivian mencoba menghubungi timnya.

__ADS_1


Athena tersenyum puas melihat AWS milik Vivian yang telah hancur.


"Kita berangkat sekarang, biar aku nyalakan mesinnya. " Ujar Mr. G seraya memendam rasa sakitnya jauh-jauh. Memang peluru bersarang tak terlalu dalam karena hanya berupa pantulan dari body armor M1224 MaxxPro. Namun darah yang mengalir dari luka itu cukup deras.


Mr. G mengemudikan M1224 MaxxPro dengan terampil. Sementara Athena tetap pada posisinya duduk dikursi pengintai, siaga didepan senapan mesin dengan setengah badannya muncul diatas permukaan kendaraan tempur itu.


Jarak Panjshir ke Bamiyan sekitar 209 Km dan dapat ditempuh paling cepat selama lima jam. Larmina yang akan memberi petunjuk arahnya.


"Pria bodoh, tingkatkan kecepatan! Kita harus segera sampai ke pusat pelayanan kesehatan itu untuk mengeluarkan peluru dari dalam kakimu. " Ujar Athena santai. Ia sudah terbiasa melihat luka, darah bahkan kematian tanpa jeda.


"Apa kamu tahu siapa yang menembak kita barusan? " Tanya Mr. G malah bertanya namun ia juga menaikkan kecepatan sesuai perintah Athena.


"Aku tahu dia, bahkan cukup mengenalnya. Dia seorang agen gelap. Tapi aku belum tahu alasannya mengincar kita." Sahut Athena dalam kesiagaannya.


"Dari arah pukul 6, tiga kendaraan tempur sepertinya sedang menargetkan kita. Kendaraan bertype sama dengan yang sebelumnya di Panjshir. Aku akan coba tembak roda mereka. Usahakan kecepatan dan keseimbangan kendaraan tetap setabil." Kicau Athena lagi memberitahu Mr. G.


"Ya Allah , selamatkanlah kami. Jauhkan kami dari marabahaya, Aamin.." Do'a Larmina berulang-ulang. Nyalinya ciut mendengar desingan peluru yang mulai menyasar kendaraan yang mereka tumpangi. Beruntung, lapisan armor M1224 MaxxPro salah satu yang terbaik dan bisa diandalkan.


Teng! Teng! Teng.


Suara proyektil beradu dengan lapisan armor M1224 MaxxPro membuat telinga berdenging.


"Larmina apa kamu bisa menyetir?" Tanya Mr. G.


"Iya, aku cukup piawai. " Jawab Larmina.


"Gantikan aku!" Perintah Mr. G lalu mengambil head armor dan Vest armor yang tergeletak nganggur di sisi kompartemen.


"Berikan Marksman rifle itu padaku, buatkan aku perlindungan,aku akan masuk." Pinta Mr. G.


"Ini ambillah." Jawab Athena sembari menyerahkan senjata khusus sniper marinir kepada Mr.G.


"Hanya beberapa detik durasi untuk lima belas hingga dua puluh tembakan, kita harus menghemat peluru. Buatlah bidikan yang tepat!." Sahut Athena mulai membombardir ketiga kendaraan dibelakang mereka dengan tembakan. Satu mobil tempur terjungkal karena salah satu tembakan Athena mengenai kedua ban depannya.


"Oke! " Sambut Mr. G dengan memendam rasa sakit yang luar biasa di kakinya.


Athena hanya bisa ternganga menyaksikan kemampuan pria yang selama ini dianggapnya lemah itu. Satu persatu kendaraan tempur yang mengejar mereka tumbang karena Mr. G selalu membidik dengan tepat pada rodanya. Seluruh permukaan kendaraan tempur itu menggunakan armor lapisan baja tebal yang tidak bisa ditembus peluru, jadi percuma saja Athena membombardir mereka dengan tembakan. Kecuali tembakan itu mengenai roda kendaraan, dan Mr. G melakukannya dengan sangat akurat.


"Athena lontarkan geranatnya!Larmina perlambat laju kendaraan! " Kali ini Mr. G yang memberi komando dan Athena telah mempercayai keahlian pria dihadapannya.


"Aku mulai berikan perlindungan. Lakukan sekarang! " Ujar Mr. G sambil melepaskan beberapa tembakan ke arah lawan untuk memberi kesempatan Athena menyiapkan dan meluncurkan geranatnya.


Dengan ganasnya Athena meluncurkan geranat berpeluncur roket itu hingga tak bersisa. Hanya ada lima geranat dan semua sudah diluncurkan tepat mengenai sasaran. Ledakan besar menggelegar mengiringi perjalanan mereka.


Mr. G menarik nafas lelah. Sudah terlalu banyak darah yang keluar dari lukanya. Athena dan Larmina menatapnya iba.


"Mr.G , berbaringlah. Aku rasa situasi sudah aman. Biar aku berjaga-jaga dipermukaan." Gumam Athena sambil memegang pundak Mr. G.


"Baiklah." Jawab Mr. G kemudian menyandarkan tubuhnya yang mulai melemah pada dinding kabin.


"Larmina, kira-kira berapa lama lagi kita akan sampai di Bamiyan? " Tanya Athena mulai cemas.


"Sekitar tiga jam setengah, semoga Mr. G bisa bertahan. " Gumam Larmina membalas pertanyaan Athena


"Tentu saja dia harus bertahan. " Sahut Athena optimis.

__ADS_1


#Bersambung


__ADS_2