The Athena Code

The Athena Code
66. What a bad day!


__ADS_3

LANGLEY RESEARCH CENTER (Milik NASA), VIRGINIA



Clara Hamilton sedang berada di galery bagian aeronautica . dimana segala perangkat tua penerbangan awal NASA dipajang dan dipertontonkan untuk pengunjung.


Sebagai Kepala bagian teknis aeronautika di Langlay Research Center Clara lebih senang turun secara langsung untuk mengecek hasil kerja bawahannya. Ia memeriksa beberapa bagian dari barang – barang lawas yang telah rusak dan belum sempat di servis.


Clara mengecek titik waktu pada jam digital di ponselnya. “Ah, aku sudahi saja, aku harus bertemu Rossie,” pekiknya kecil.


Clara bergegas mengemas barang-barangnya. Rencananya ia akan ke ruang AULA BESAR Langley Research Center dimana di tempat itu sering diadakan berbagai acara dan pertemuan penting.


Dan hari ini adik sepupunya Rossie Jane Jordan akan mampir kemari untuk mengawasi persiapan acara NASA FUTURE PLANS yang akan diadakan kurang lebih empat hari lagi.


Baru saja Clara melekatkan totebag besar ke bahunya, sebuah suara merdu yang sangat akrab ditelinganya memanggil, ‘’Clara kamu di sini rupanya,’’ bersamaan dengan munculnya sosok cantik nan seksi dan anggun, siapa lagi kalau bukan Rossie Jane Jordan.


‘’Oh, hai Ross! Aku baru saja akan mencarimu ke Aula Pertemuan. Mmuah,mmuah,’’ sahut Clara sembari mencium kedua pipi Rossie dengan hangat.


‘’Bagaimana kabar kalian? Maafkan aku sudah lama tak sempat berkunjung ke rumahmu,” cicit Rossie.


‘’Padahal Eve dan Douglas sering menanyakanmu, Ross. Tapi tak apa, kami faham akan kesibukanmu. Oh ya Ross, bisakah aku minta tolong padamu?’’


“Tentu saja sista, kalau kamu yang minta aku akan berusaha semampuku. Katakan apa yang bisa aku bantu?,’’ sambut Rossie. Ia dan Clara adalah sepupu dekat dimana ibu mereka adalah saudara kandung. Hubungannya dengan Clara tidak pernah terlalu dingin meskipun tidak bisa juga dibilang sangat akrab.


Clara mengeluarkan selembar kertas dokumen dari totebag-nya, ’’Begini Ross, Felix tidak bisa menemaniku menghadiri NASA FUTURE PLANS jadi dia mengajukan juniornya untuk mewakilinya. Aku minta tolong kamu ganti data tamu Felix Thompson dengan data gadis di kertas ini. Pastikan dia ada dalam list tamu NASA FUTURE PLANS,’’ jelas Clara mengarang cerita , karena sebenarnya dia yang meminta Felix Thompson - suaminya, seorang Sealman dengan nama code Zeus-001 untuk tidak hadir demi bisa memenuhi janji lamanya pada Heilen untuk mengajak serta gadis itu jika ada acara besar NASA di tempat kerjanya.


‘’Itu mudah saja, kalau dia juniornya Felix. Kecuali pihak luar tentu aku akan sangat kesulitan. Berikan biodatanya padaku,’’ Rossie meraih kertas yang disodorkan Clara. "Aku akan kirimkan kalian kartu undangan tamu khusus besok,” lanjut Rossie dengan sebentuk senyum indah yang membuat Clara sadar kalau Rossie sedang berbahagia saat ini.


Clara cukup mengenal saudara sepupunya ini jika sedang bahagia dan tentu saja Clara menjadi penasaran dibuatnya.


‘’Ross, tampaknya kamu sedang berbahagia saat ini. Hmmm…..aku dengar Pemilik Astrogun itu sudah kembali ke Virginia, pasti karena dia kan?’’ goda Clara. Walaupun Clara kurang mengenal siapa dan bagaimana pria dengan inisial Mr G yang sering dibicarakan para gadis NASA, namun sekilas gossip yang cukup terkenal di kalangan pegawai wanita NASA adalah bahwa Rossie Jane Jordan sangat terobsesi pada pria itu.


‘’Dia akan tampil bersama tim robotiknya pada malam NASA FUTURE PLANS,’’ ucap Rossie tak bisa menyembunyikan perasaan bahagianya.


‘’Aku sangat bangga padanya. Dan saat ini hubungan kami sedang berkembang. Dia mengirimiku buket mawar merah, bahkan kemarin kami menghabiskan waktu makan siang bersama, Oh, my heart I can’t….!’’ Lantun Rossie dengan rona wajah memerah dan senyum bahagia yang sangat merekah. Ia yakin tak lama lagi semua impiannya untuk bersama Arthur akan tergapai.


‘’ So sweet honey…, Rossie kamu beruntung. Aku dengar ia sangat tertutup dan menyembunyikan identitasnya selama ini, jarang orang yang dapat melihatnya secara langsung. Perkenalkan dia padaku, aku sangat penasaran bagaimana bentuk dan rupanya,’’ Kicau Clara sangat tertarik dengan topiknya dengan Rossie kali ini.


“Hahahaha…..itu tak perlu Clara. Dia akan memperkenalkan dirinya dan berbicara di panggung utama. Semua yang hadir akan tahu dan melihatnya secara langsung. Ini acara yang sangat tertutup dengan pengamanan yang superketat. Kamu dan temanmu itu sangat beruntung bisa hadir nanti,’’lanjut Clara lagi.


‘’Temanku seorang Sealswoman yang hidupnya selalu di medan tempur yang mencekam dan kesepian, aku harap dia akan sangat senang dan puas dengan acara kalian nanti,’’ Pungkas Clara. Heilen sudah dianggap adik sendiri olehnya dan Felix, karena gadis itu dibalik sifatnya yang pemberani dan tangguh adalah seorang gadis baik hati yang sangat polos persis seperti dirinya.


...****************...


Astrogun Corp


Fransisco Cardoso dan asistennya melewati pemeriksaan keamanan berlapis yang sangat ketat sebelum bisa melewati pintu masuk utama gedung tujuh lantai bertuliskan ASTROGUN Corp. Gilanya lagi ia harus berhadapan dengan robot – robot yang sudah menggantikan fungsi para resepsionis, sekuriti dan Cleaning Servis, namun ia juga melihat banyak pegawai manusia berlalu lalang.


“ Tuan Fransisco Cardoso selamat datang di Astrogun Corporations, perkenalkan aku Smartrobot Anastasya akan memandu anda, mari menunggu di ruang tamu VIP,’’ sebuah robot humanoid dengan skin sangat cantik menyapanya dan langsung mengenalinya. Namun ia tak heran karena kemarin ia telah mengirimkan semua biodata yang di minta seseorang bernama Chen Yuan yang mengatakan kalau Tuan Ahmad Rizal Munaf yang telah merekomendasikannya kepada ASTROGUN Corp.


Sebenarnya Frans tak sudi menjadi konsultan dokter untuk ASTROGUN, namun ia terdorong keinginannya untuk berbicara pribadi dengan CEO Astrogun yang menurutnya sangat menjengkelkan itu.


“Baik, kami akan menunggu,’’ Jawab Frans seraya mengikuti langkah smartrobot Anastasya. Gerakan robot paling soft yang pernah kulihat, batin Frans.


Pintu ruang VIP terbuka otomatis begitu Anastasya berdiri didepannya ,’’silakan duduk Tuan Cardoso,’’ ucap Anastasya.


Smartrobot itu mengangkat lengannya mendatar sejajar dadanya, lalu terdengar bunyi bip dua kali. Rupanya ia sedang menghubungi atasannya.


“Halo baby, Dokter Fransisco Cardoso sedang menunggu di ruang VIP.”


‘’Oke, baby. Katakan untuk menunggu sebentar lagi. Jangan lupa siapkan minuman yang mereka minta,’’ jawab Chen dari seberang.


“Oke baby, I miss you.”


“I miss you too.’’ Tutup Smartrobot Anastasya.


‘’What the he*Il,’’ desis Dylan asisten sang dokter, karena mendengar percakapan tak lazim smartrobot Anastasya dengan pria diseberang.


Fransisco Cardoso mengerutkan keningnya,’’ Apakah mereka menjadi gila dan Fetish kepada robot, menjijikkan. Sudah pasti ada yang bermasalah dengan syaraf mereka,’’gumamnya sambil membayangkan kalau para pria Astrogun adalah pria psychopath yang bercinta dengan robot.

__ADS_1


Sementara itu Arthur sangat kelelahan karena hari-harinya mulai disibukkan dengan ikut mengecek persiapan untuk acara NASA FUTURE PLAN.


Sebenarnya ia merasa malas untuk bangkit dari pembaringan, namun mau tak mau ia harus memaksakan diri untuk bersiap-siap, karena pukul sembilan pagi ini armada pengiriman Astrogun ke markas Navy Seal di San Digo, California akan bertolak.


Baru saja ia keluar dari kamar mandi, ponselnya berdering keras. Arthur memeriksa panggilan itu, karena dari Chen , iapun segera mengangkatnya.


‘’Hallo”


“Arthur, Dokter ahli syaraf sedang menunggu di Rung VIP.’’


“Moodku sedang tidak baik, kamu selesaikan saja. Berikan berapa fee yang dia minta agar kita bisa menggunakan hasil penilitiaannya mengenai fenomena di Palmyra Atoll sebagai acuan Research laboratorium robotic Astrogun,’’pungkas Arthur.


“Oke, baiklah.’’ Jawab Chen kali ini penuh pengertian. Ia tahu Arthur kelelahan dan suasana hatinya sedang tidak baik.


Arthur kemudian menutup saluran telepon.


Ia kembali bersiap untuk kepergiannya dengan Chen dan delapan operator robotic Astrogun ke Naval Amphibious Base.


Chen telah beres dengan pernak-pernik penyamaran yang akan mereka lakukan. Ia tak ingin tampil sebagai CEO Astrogun jika memang tidak sangat diperlukan.


Sejak awal karirnya ia beberapa kali hampir menjadi korban penculikan dan satu kali pernah benar-benar menjadi korban penculikan, membuatnya semakin ketat menjaga identitas dan privasinya.


Ditambah lagi Ia seorang introvert yang tak suka publisitas, jelas hal itu sangat sulit ia rubah.


Arthur keluar apartemen yang berada di lantai tujuh Asrtogun Corp, menemukan Bend Akiro beserta timnya dalam kondisi siaga menunggu di depan apartmen. Tak ketinggalan roboguard Alexus yang Namanya diambil dari nama ayah Arthur sendiri Alexander Yildiz.


‘’Selamat pagi, tuan,’’ sapa Bend formal.


‘’Selamat pagi,’’ jawab Arthur singkat.


Kemudian mereka mengawal langkah Geon Arthur Yildiz ke lantai lima gedung Astrogun Corp, dimana ruang kerja khususnya berada.


Ponsel Arthur kembali berdering karena sebuah panggilan masuk dari Chen.


Arthur : “Hallo, bagaimana?’’


Chen : “ Dokter ini hanya mau bicara dengan anda Tuan Geon Arthur Yildiz, jika tidak ia tak akan menandatangani surat persetujuannya.’’


Chen : ‘’Oke, tunggu sebentar.’’


Chen Yuan menutup saluran.


“Dokter Fransisco Cardoso, mari ikut denganku,’’ Ajak Chen ramah.


Frans dan asistennya mengikuti langkah Chen Yuan dengan antusias. Satu-satunya yang ingin dilakukan Frans kali ini adalah memberikan peringatan kepada Arthur untuk berhenti mendekatkan diri dengan Heilen.


Frans tak perduli dengan semua kedigdayaan Arthur dengan Astrogunnya. Baginya Arthur hanyalah seorang pria sombong yang berusaha menarik perhatian Heilen dengan kemampuan finansialnya, yang datang disaat hubungannya dengan Heilen sedang diuji, begitu menurut Frans.


Akhirnya mereka sampai di depan sebuah ruangan yang di atasnya bertuliskan President Director ASTROGUN CORP.


Di sekitar pintu masuk, disamping kiri dan kanan berjejer sepuluh kursi yang semuanya di isi para pengawal pribadi sang pimpinan tertinggi Astrogun dengan seragam formal mereka. Sebuah roboguard yang pernah Frans lihat sebelumnya juga ada diantara para pengawal itu. Bahkan roboguard itu berdiri paling dekat dengan pintu masuk.


Pintu terbuka begitu Chen menempelkan telapak tangannya pada sensorkey yang ada pada bagian pintu.


‘’Oh s*hi*t!!’’ Desis Arthur spontan begitu melihat siapa yang berdiri di hadapannya. Beruntung ia terbiasa professional saat bekerja, sehingga iapun berusaha menekan rasa terkejutnya.


‘’Silakan memeperkenalkan diri Dokter Cardoso, “ Ucap Chen formal.


‘’ Senang bertemu kembali dengan anda,” Ketus Frans dingin.


Arthur hanya membisu dengan raut wajahnya yang datar, ia melihat seperti ada nyala api di mata Frans Cardoso.


Kehadiran Frans yang sangat berani juga mulai memantik nyala api di dada Arthur, sebisa mungkin Arthur meredamnya.


‘’Wah, kalian sudah saling mengenal satu sama lain. Ini adalah awal yang baik,’’ tanggap Chen Yuan yang sama sekali belum mengerti situasinya.


Arthur memainkan lidah di dalam mulutnya hingga pipi kanannya menggembung keras bersamaan dengan sebuah seringai yang dingin dan tajam. Ingin rasanya ia menampar Chen sekali ini saja.


‘’Aku tak suka basa-basi, langsung saja. Sejauh apa hubunganmu dengan Heilen? Apa motifmu mendekatinya?” desis Frans dengan rahang mengeras. Ia memandang Arthur frontal.

__ADS_1


‘’Bisakah anda tidak membicarakan hal yang bersifat pribadi?’’ Arthur berusaha santai dan balik bertanya. Meskipun kejengkelannya sudah mencapai ubun-ubun melihat tatapan menantang dari Frans.


‘’Anda orang baru yang berusaha merusak hubungan kami. Hubungan kami dimulai jauh sejak masih remaja, ikatan kami sangat kuat.Tolong menjauhlah!” Ucap Frans sekali lagi dengan nada geram melihat ketidakacuhan Arthur.


‘’Hubungan kalian sudah lama berakhir,’’ jawab Arthur sekali lagi masih dengan nadanya yang santai.


Kini Chen mulai memahami situasi meskipun tidak secara mendetail. Ia mulai ikut larut dalam ketegangan dua pria yang sedang beradu argument dihadapannya.


‘’Heilen hanya sedang marah padaku, itu hal biasa dalam sebuah hubungan. Tapi anda memang pecundang yang mencari kesempatan. Sudah ku katakan ikatan diantara kami sangat kuat. Sekarang katakan sejauh apa hubunganmu dengannya hingga kamu begitu percaya diri?’’ hardik Frans dengan senyum mengejek.


Arthur mulai jenuh mendengar perkataan Frans.


“Aku dan Heilen bertemu saat dia ditugaskan di Afghanistan, dan kami menghabiskan beberapa malam bersama, berciuman ..., dan sebagainya. Ia juga menginap di Vilaku di Swiss, lalu kami menikmati malam yang indah berdua. Itu saja.” jelas Arthur dengan wajah dan suara yang dingin dan datar diiringi kalimat yang mengandung banyak kata-kata ambigu. Membuat semua yang mendengarnya di ruangan itu berpikiran jauh ke awang-awang.


Bahkan Chen hampir saja berteriak untuk mempertanyakan kebenaran hal itu pada Arthur, beruntung ia masih punya kendali begitu melihat wajah dokter Frans yang memerah oleh amarah.


Tangan frans mengepal keras, untuk selanjutnya tak akan ada lagi yang sanggup menghalangi apa yang akan dia lakukan. Ia dulunya bersama Heilen adalah murid kebanggaan RA Karate Academy. Hal mudah baginya kalau hanya untuk sekedar mendaratkan beberapa pukulan di wajah atau tubuh Arthur.


Lalu tanpa ada yang bisa menduganya sama sekali…,


BUGH!BUGH!


“Argh!’’


Sontak Chen dan yang lainnya terperanjat melihat adegan tak terduga di hadapan mereka. Semampu yang ia bisa Chen bangkit menarik jas Frans Cardoso agar tubuh Frans menjauh dari Arthur yang terdesak di kursi direkturnya. Arthur tak bisa menghindar karena gerakan Frans yang sangat cepat.


Bahkan tarikan Chen belum lagi bisa membebaskan Arthur dari cengkraman Frans Cardoso pada jas formalnya.


Alexus yang menyadari alarm tanda bahaya dalam sistemnya, bergerak dengan cepat.


Teknologi microchips Gps canggih yang tertanam dalam tubuh Arthur terhubung secara khusus ke dalam sistem roboguard Alexus. Microchips itu bisa membaca kondisi Arthur baik fisik dan psikis. Ia tahu apakah Arthur sedang sedih, takut,kesakitan, senang ataukah sedang tegang.


Sebuah lengan baja dengan skin putih menyentuh lengan Frans Cardoso, menariknya dengan kekuatan yang luar biasa. Tubuhnya terlempar tepat di kaki meja tempat Chen duduk awalnya tadi. Sekarang Chen telah berdiri di dekat Arthur dan memeriksa keadaan Arthur.


Masuknya Alexus diikuti Bend dan timnya.Mereka belum memahami situasi sampai mereka melihat Alexus menarik kerah jas Frans Cardoso dengan lengan kirinya. Lengan kanan Alexus terlihat bersiap melepaskan tembakan elektrik tegangan tinggi ke arah Frans.


"Alexus hentikan!" teriak Arthur.


"Aku telah diprogram untuk melindungimu." Bantah Alexus.


"Dia tidak berbahaya. Tapi bawa keluar dia dan rekannya" Perintah Arthur. Ia memang kesakitan di wajahnya, namun ia tahu Frans lebih sakit di dalam hatinya mendengar penuturan Arthur yang penuh ambiguitas.


Arthur bangkit dari kursinya, ia mendekati Fransisco Cardoso yang berada dalam kungkungan lengan alexus yang kokoh, juga dibawah ancaman senjata api para pengawalnya.


Chen masih berupaya mencerna semua yang terjadi.


"Kali ini aku memaafkanmu. Lain kali jangan harap. Aku dan Heilen sudah sangat jauh," Tegasnya lagi.


Kini Frans hanya bisa menahan amarah dalam rahangnya yang mengeras. Dylan sendiri ketakutan luar biasa.


"Seret mereka keluar," perintah Arthur dingin.


"Apakah kami perlu memberi mereka beberapa tanda," tanya Bend.


"Heh, tidak perlu," sahut Arthur. Ia tahu kalimatnya sudah cukup membuat Frans babak belur.


Arthur memberi kode dengan lambaian tangannya supaya para pengawalnya membawa Frans dan Dylan keluar.


"What a bad day!" rutuk Arthur kesal mendapati sudut bibirnya masih nyeri akibat pukulan telak Frans.


"Whoaaaaaa..... akibat hubungan yang terlampau jauh," ledek Chen menahan tawanya. Seumur hidup baru kali ini ia lihat Arthur mendapat bogem mentah tanpa ampun seperti yang dilakukan sang dokter tadi.


Arthur diam saja tak ingin memperpanjang apapun dengan Chen. Sungguh pipinya masih terasa sakit.


...****************...


CALIFORNIA


Setelah kurang lebih lima jam mengudara akhirnya pesawat bermesin jet Astro Airbus milik Astrogun mendarat di lapangan udara khusus milik Navy Seals di Naval Amphibious base, San Diego, California.

__ADS_1


Arthur dan Chen dalam penyamaran yang sempurna.


#bersambung


__ADS_2