
"Arthur, kamu selalu memberiku surprise, bagaimana kalian bisa berada di sini?" gumam Heilen lembut.
"Lihat lah kapal selam di bawah itu"
"Oh, kalian yang membawanya?"
"Tidak, kapal selam itu yang membawa kami."
"Tapi kalian yang mengemudikannya, ia tidak bisa mengoperasikannya dirinya sendiri."
"Hahaahaha... "
"Isssh... "
"Kita di ketinggian hampir dua ribu meter, ku harap kamu menyukai view-nya," Arthur menggosok-gosokkan dagu helm pilotnya lembut di kepala Heilen.
"Tapi sayang aku tak bisa melihat wajahmu, menurutku itu view yang paling indah," cetus Heilen polos. Ia benar-benar ingin menikmati wajah pria dipelukannya ini.
"Aah.. hahaha.., apakah aku sedang digoda wanitaku?" sahut Arthur sesantai mungkin, Ia bukannya tidak peka gelagat Heilen yang resah menginginkan sentuhan fisik dengannya. Tapi ini bukan saat yang tepat.
"Heumm ... tidak boleh?" Heilen mendengus lembut dan balik bertanya.
"Goda aku , lakukan sesukamu, tapi tidak di sini. Nanti aku tidak bisa bisa fokus mengemudikan Giant robot ini. Setelah di Amerika kita akan kencan yang lebih serius, heeem??"
"Tidak. Aku tidak mau seperti itu. Aku suka sesuatu yang spontan dan tidak terencana, seperti sekarang ini. Tapi aku tak bisa menolak ajakan kencan pria yang kurindukan,"gumam Heilen manja semakin mempererat pelukannya di tubuh Arthur.
Oh my god. Ternyata Ia semanja ini, seperti ingin mengajakku membuat bayi saja.Kenyataannya pikiran Arthur mulai tak fokus dengan bermacam hal yang berkecamuk di dalamnya.
"Ok, Lady always wins,"
"Arthur! kita harus segera kembali. Zeus dan yang lainnya sedang menungguku," pekik Heilen kecil.
"Secepat ini kah? Sebenarnya aku akan membawamu mampir ke Astrogaltic Submarine," ujar Arthur lagi. Ia ingin Heilen melihat-lihat kemewahan di dalam Astrogaltik, karena Heilen adalah yang ia impikan untuk bersamanya mengarungi keindahan samudra suatu hari kelak.
__ADS_1
"Lain kali saja, aku tak enak hati meninggalkan timku terlalu lama." Heilen benar-benar merasa bersalah jika harus meninggalkan timnya terlalu lama. Ia juga takut Zeus akan menghukumnya karena pergi begitu saja tanpa permisi.
"Baiklah. Jangan lupa mengabariku saat kalian sudah tiba di San Diego," Suara Arthur tertahan, ada kecewa yang tak bisa ia sembunyikan. Sebenarnya ia ingin berlama-lama menghabiskan waktu bersama Heilen. Waktu terasa begitu singkat saat Heilen berada di dekatnya.
Arthur membawa Heilen kembali ke Palmyra Atoll.
Sepanjang perjalanan kembali itu keduanya hanya terdiam, menikmati setiap pemandangan indah yang mereka temui bersama. Heilen merasa sangat nyaman dan bahagia berada di pelukan Arthur. Rasanya ia ingin selamanya berdiam dalam pelukan itu.
"Heilen, Kita sudah sampai."
"Cepat sekali,"pungkas Heilen malas. Ia sudah sangat nyaman meringkuk di dada Arthur. Tak ingin bangkit dari sana selamanya.
Arthur melepaskan panel control pada pilot deck, kemudia mendekap tubuh Heilen yang menempel tak mau lepas seperti cicak di dadanya , Heilen tak mau beranjak pergi.Ia tersenyum tenang, sebentuk kesejukan merasuki jiwanya menyaksikan kalau ia tak sendiri dengan perasaannya.
Kemudian Arthur membelai rambut indah Heilen dengan lembut meski tangannya tertutup kostum tebal. Ia bisa merasakan kerinduan gadis itu padanya, sama seperti ia merindukannya. Ia membiarkan Heilen memeluknya sampai puas.
Akhirnya Heilen bangkit perlahan.
"Baiklah aku turun," Heilen berucap sembari membenahi ikatan rambut panjangnya.
"Hei, Love birds!" sambut Zeus dengan senyum ramahnya.
"Maaf komandan telah membuat anda menunggu, " Arthur balik menyapa Zeus.
"No problems, aku juga pernah muda, hehheehe.., aku masih ingat aku kehilangan kalian saat berayun-ayun di fast-rope dan helikopter itu jatuh bersama Galea. Siapa sangka kejadian itu membuat kalian dekat. Kisah kalian luar biasa."
Arthur menggenggam erat tangan Heilen, lalu mereka saling berpandangan. Dari hari ke hari ikatan energy diantara mereka terasa semakin kuat.
"Komandan, aku belum sempat mengucapkan terimakasih padamu dan Seals Team Five, karena atas pertolongan kalian malam itu aku bisa bebas. Kali ini terimalah ucapan trimakasihku yang sangat besar." ucap Arthur membuat Zeus haru.
"Mr G, anda pemuda hebat. Anda layak mendapatkan perlindungan istimewa dari negara. Aku bahagia melihat Heilen bersama pria yang tepat."
"Kali ini Aku titip Heilen padamu, dan sekali lagi terima kasih komandan . Aku harus kembali ke Astrogaltic submarine sekarang,"
__ADS_1
"Dari dulu ia selalu dalam perlindunganku. Semoga perjalananmu menyenangkan. Sampai jumpa di Amerika," Arthur dan Zeus berpelukan.
God Of Beast biru bertuliskan prince Yuan mendarat mulus di dekat helikopter MH-47G milik Angkatan Laut AS yang akan membawa Seals team Five. Tak berselang lama sosok Reene dan Chen menyeruak dari dalam kokpit. Membuat Heilen dan Arthur kembali saling berpandangan dan melempar senyum simpul.
"Heilen..., aku diajak berkeliling prince Yuan. Dia sangat baik dan ramah, aku menyukai pemandangan dari ketinggian, Amazing," kicau Reene begitu tiba di hadapan Heilen.
"Waaaaww..., " tanggap Heilen sembari mengerjapkan matanya.
Yuan mengerling Heilen dan melambaikan tangannya ditambah segaris senyuman.
"Bagaimana petualangan kalian?" tanya Reene penasaran.
"Menyenangkan," jawab Heilen singkat sementara Arthur masih belum melepaskan genggamannya.
"Heilen, aku pamit," Arthur menarik Heilen ke dalam dekapannya sekali lagi. "Ingat jangan lupa mengaktifkan ponselmu begitu sampai di San Diego,"
"Hmmm, iya, " gumam Heilen manja.
......................
Virginia,
Melinda Grays bergegas memasuki sebuah rumah mewah di kawasan Arlington, Virginia Amerika Serikat. Itu bukan rumahnya tapi ia tahu semua password untuk bisa masuk ke dalam rumah besar nan mewah ini. Ia juga mengenal dengan baik setiap sudut rumah berikut penghuninya.
Namun pemilik rumah yang sering menyebut dirinya Prince Yuan sedang bepergian jauh. Melinda yang biasa dipanggil Mel G diberi akses khusus oleh Chen untuk bisa masuk ke rumahnya kapan saja. Melinda adalah sekretaris utama Astrogun yang hampir setiap saat harus berkoordinasi dengannya. Bahkan Chen Yuan menyediakan sebuah kamar khusus di rumah itu jika Melinda harus menginap karena pekerjaan mereka yang padat.
"Kapan mereka pulang? Aku takut masalah ini menjadi besar, huuufhhh... " keluh Melinda.
Melinda benar-benar kebingungan. Mengapa Chen dan Arthur sedang tak ada di saat situasi yang membuatnya cemas seperti ini. Dua ahli neuro robotic ditemukan dalam keadaan tak sadarkan diri di ruang Proyek Rahasia Astrogun.
Melinda keluar dari kamarnya setelah mengganti baju formalnya dengan busana santai, ia kemudian menyandarkan tubuhnya disandaran sofa sembari membuka netbook. Ia benar-benar merasa bosan tanpa Chen Yuan yang banyak bicara dan selalu punya bahan untuk dibahas bersama.
"Mel G, bagaimana kabarmu hari ini?" Tiba - tiba muncul di hadapannya si smartrobot Anastasya membuat Melinda tersentak.
__ADS_1
#bersambung