
Setelah bertemu dan melepas rindu dengan tante Ayana dan Om Reyhan, Arthur langsung ambil kesempatan kabur dari acara keluarga itu tanpa menyadari apa yang menimpa Adam.
Bend membawa Arthur ke sebuah rumah bergaya minimalis modern yang cukup besar. Arsitekturnya terlihat simple namun sangat classy. Di rumah sewaan ini Bend begantian beristirahat dengan stafnya setelah bergiliran piket menjaga keamanan Arthur dan keluarganya. Ia juga menyimpan di rumah ini semua perlengkapan keamanan yang dibutuhkan untuk menjaga sang Ceo Astrogun selama berada di Indonesia.
Arthur duduk di ruang kerja Bend, menatap layar monitor super computer mini yang telah di rakit Bend. Berulangkali ia gagal masuk ke dalam sistem Robot warrior asing yang ia curigai dibawa Robert Kanumba.” Sial, Kode sumber pada neurosystem robot ini telah di modifikasi. Aku harus meminta Chen memasuki kode sumbernya lewat Terminal Super Komputer pusat yang ada di Astrogun.”Gumam Arthur. ’’Bend , hubungi Chen Yuan!”Perintahnya.
“Baik, tuan.”Bend segera menghubungi Chen Yuan dan menyampaikan permasalahannya. Chen menanggapi dengan antusias sebab sudah lama ia tak melakukan hacking yang merupakan hobinya. Terlebih lagi kali ini targetnya sangat menantang.
Sementara itu acara Kumpul-kumpul keluarga di rumah Reyhan Sinaga sudah melewati puncaknya.Sebagian besar tamu mulai berpamitan dan menanyakan keberadaan Adam Sinaga yang tak juga muncul kembali hingga menjelang acara berakhir. Reyhan dan Ayana sendiri bingung karena ponsel Adam tak bisa di hubungi, jadi mereka mengarang-ngarang jawaban bahwa Adam tiba-tiba punya keperluan mendadak dan mendesak.
Kamila dan Irina juga di buat bingung dengan keberadaan Heilen sampai sebuah chat masuk dari Heilen memberitahukan kalau ia ada keperluan dan telah dijemput oleh Rachel.
“Sudahlah, menginap saja dulu di sini nak. Sudah lama sekali kamarmu tak pernah kamu tiduri, semuanya masih sama seperti sebelum kamu pindah ke rumah yang dibeli abang Arthur-mu itu.’’ Bujuk tante Ayana.
“Iya nak,kami selalu kesepian sejak kepindahanmu. Kamu tau kan Uda Adam-mu itu sangat sibuk sekali.”Sambung om Reyhan sembari menyilangkan kaki dan menyandarkan tubuhnya pada sandaran sofa yang super empuk di ruang keluarga tempat mereka sekarang berkumpul.
Kamila menarik nafas berat. Entah kenapa tenggorokannya seperti tercekat mendengar nama Adam Sinaga disebut. Semua terasa lain dan tak biasa. Melihat Adam Sinaga akrab dengan Gina Marpaung tadi bisa membuatnya seperti terbakar api. Apakah aku cemburu? Aah tidak mungkin!!Pekiknya dalam hati.’’Baiklah tante, om, Kami menginap di sini malam ini. Tapi Mila tidak melihat uda sejak tadi, apakah uda menginap di luar?”Tanya Kamila akhirnya.
‘’Hmm, kita tunggu saja uda-mu itu , nanti juga pulang. Tumben dia tiba-tiba pergi begitu saja dan sampai sekarang belum menghubungi Tante dan Om, mungkin dia ada kesibukan yang mendesak.’’Jawab Tante Ayana berbaik sangka.
Lagi-lagi nafas Kamila terasa berat mengingat tatapan tajam Adam terlihat memendam amarah saat Kamila bersama Yusuf Haidar si pria Malaysia yang ingin dijodohkan Om Reyhan dengannya. Semoga Uda baik-baik saja dan tidak melakukan hal buruk, do’a Kamila dalam hati. Untuk pertama kalinya ia begitu khawatir akan kakak sepupunya itu.
“Biar aku telpon saja dia, soalnya kurang seru kalau menginap di sini tapi nggak ada Uda.”Irina menyela.
“Iya, telpon saja nak Irina, siapa tahu sekarang Adam sudah bisa dihubungi. Sejak tadi tante telpon terus-menerus tapi ponselnya tidak kunjung aktif juga.”Tante Ayana menanggapi sambil berusaha menepis kekhawatirannya.
Irina menghubungi nomor Seluler Adam Sinaga berulang kali namun tetap saja yang terdengaar suara dari customer service ; ‘’Nomor yang anda hubungi sedang tidak aktif.”
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Ruang bawah tanah di Rumah Nick Jefferson.
Sesosok tubuh menggeliat tak berdaya. Bercak darah masih mengalir dari luka tubuhnya yang masih menganga. Rantai baja melilit tubuhnnya membuatnya semakin tak berdaya.
Robert Kanumba memperhatikan dengan teliti tubuh pria berlumuran darah yang mengenakan helm dihadapannya. “Lekas buka Helm-nya.”Perintah Robert. Melihat pakaian pria ini aku yakin dia Arthur, namun seingatku Arthur sedikit lebih tinggi, batin Robert ragu.
Dua pria anggota the shadow berkostum serba hitam membuka helm pria yang mengerang kesakitan itu perlahan. Mereka menyandarkan tubuh pria yang terbelenggu rantai itu ke tembok, mengangkat dagunya, bahkan salah satu shadow menarik rambut si pria terluka untuk menegakkan wajahnya. Wajah Adam Sinaga pun terpampang jelas menyulut kemurkaan Robert Nakumba.
"Bodoh! Kita terkecoh. Dia bukan Mr. G! " Desis Robert. Kaki kirnya melayang menendang tubuh samping Adam Sinaga dengan cukup keras. "Berapa kamu dibayar untuk ini, hah!? Sungguh kamu sangat bernyali dan tak tahu berhadapan dengan siapa. " Ucap Robert menahan teriakannya dan sekali lagi kakinya melayang ke tubuh Adam yang terluka parah. Adam Sinaga mengerang lemah tak sepenuhnya sadar apa yang terjadi. Ia hanya bisa merasakan kesakitan di bagian dada dan punggung sebelah kiri yang terasa robek cukup dalam.
Sebuah panggilan dari Barbara Clarkson mengalihkan perhatian Robert dan ia pun menerima panggilan itu dengan raut wajah tak bersemangat.
Barbara: "Bagaimana perkembangan misimu, shadow? Apakah benar kamu telah menangkapnya?"
Robert : "Mmm, Maafkan kami Lady. Mereka mengecoh kami dengan orang lain yang menyamar sebagai Arthur. kami akan segera bergerak, strategi kami sudah matang".
Barbara : " Bagus. Aku perintahkan kalian merubah strategi. Kali ini aku ingin kalian ciptakan chaos (kekacauan). Aktifkan Hera pada mode war (perang).
Robert : "Baik Lady. Apakah ini tidak beresiko pada kelangsungan proyek kita di Palmyra Atoll? "
Barbara :"Tenang saja. Negara dengan orang-orang yang tak cukup pintar itu tidak akan bisa menangani ini. Aku juga ingin tahu apa yang bisa diperbuat Mr. G untuk negeri para leluhurnya."
Robert : "The shadows siap menjalankan perintahmu lady. "
Barbara menutup obrolan jarak jauh itu dengan sudut bibir merekah. " Tontonan yang menarik akan segera dimulai. "bisiknya seorang diri.
" Hei , sepertinya aku pernah melihat pria ini!! Jafar , cari tahu siapa pria ini , sepertinya dia orang terkenal!" Seru Nick Jefferson yang baru muncul bersama anak buahnya yang terdiri dari orang-orang lokal.
" Thankyou, Nick. "Sahut Robert senang dengan kehadiran rekanan Vivian itu.
Pria yang dipanggil Jafar langsung mendekatkan kamera handphone-nya ke wajah Adam Sinaga yang masih mengerang kesakitan. Ia kemudian memasukkan gambar wajah itu ke dalam penelusuran google.Dalam sekejap bermunculan semua berita tentang Adam Sinaga pada laman berita.
"Adam Sinaga , CEO perusahaan multinasional " Sinaga Group" . Salah satu orang terkaya di Asia Tenggara. Oh iya aku baru ingat sekarang, pria ini sering masuk berita bisnis dan infotainment di Televisi."Ujar Jafar menjelaskan.
"Sial." Pekik Robert tak mengerti mengapa seorang CEO sebuah perusahaan besar memakai busana yang sama dengan Arthur dan berada di tempat yang sama. Mungkin saja mereka sedang menghadiri sebuah acara yang mengharuskan untuk memakai kostum yang sama, pikir Robert mulai menemukan kunci jawaban.
"Satu lagi ternyata ibunya adalah Ayana Wijaya saudari kandung Stefania Wijaya yang menikah dengan pria turki Alexander Yildiz, ayah Geon Arthur.... "
"Tunggu! Dengan kata lain pria ini saudara sepupu Geon Arthur Yildiz, hahahahaha!! " Potong Robert tak sabar. "Kirimkan foto pria ini segera ke semua nomor kontak keluarganya yang bisa dihubungi. Kita mulai kekacauan ini. " Lanjut Robert berapi-api.
"Vivian, siapkan semuanya. Hari ini juga kita akan membuat Chaos sesuai perintah lady Barbara. " Ujar Robert dengan suaranya yang berat dan parau.
"Nick, kalian bertugas memantau kami dan berjaga-jaga jika situasinya tidak sesuai yang diharapakan kita akan beralih ke plan B. " Tukas Robert penuh perhitungan
__ADS_1
"Baik tuan Shadow, semua sudah kami siapkan. " Jawab Nick Jefferson patuh.
"Aku sudah siap. Mari kita lihat apa yang bisa dilakukan robot ceriwis-mu itu. " Pekik Vivian setelah sampai dihalaman dengan bersemangat sekaligus sinis.
"Kita akan segera mengetahuinya. Ingat gunakan armor zeus supaya kita aman dari peluru polisi. Peringatkan yang lain. " Perintah Robert. Kemudian ia melangkah keluar menuju minibus BAV Luxury dan mengambil armor-nya, diikuti oleh Vivian dan lima personil the shadow lainnya. Kini mereka semua terlihat tak ada bedanya dengan robot warrior karena armor dan helm tempur baja anti peluru yang mereka kenakan.
...****************...
Keesokan harinya di rumah Reyhan Sinaga para penghuni rumah masih gelisah memikirkan Adam yang tak juga pulang dan tak bisa dihubungi. Pagi-pagi tim bodyguard Adam mulai mengecek semua cctv untuk mencari tahu kegiatan Adam terakhir kali sebelum meninggalkan rumah. Pertama kali mereka mengecek cctv yang berada di gerbang keluar dan menemukan video Adam sedang keluar menggunakan Kawasaki Ninja rr yang dulu sering dipakainya saat SMA.
"Bagaimana bisa kalian membiarkan anakku lepas dari pengawasan kalian , padahal kalian digaji untuk menjaganya 24 jam. " Ujar Reyhan Sinaga geram.
"Tuan Adam yang meminta kami makan bersama-sama saat acara kemarin, lalu tuan pergi tanpa memberitahu kami. Mohon maafkan kelalain kami. " Ucap Martin dengan wajah tertekuk.
"Sekarang kalian susuri sepanjang jalan yang mungkin dia lewati. Temukan apa saja yang bisa dijadikan petunjuk. Jika putraku belum kembali dan tak ada kabar hingga siang nanti , kita bersiap membuat laporan polisi. " Reyhan Sinaga berbicara dengan tegas namun tak bisa menyembunyikan kecemasannya.
Di ruang keluarga Kamila, Irina dan tante Ayana duduk cemas dengan pikiran masing-masing. Kamila sudah berulang kali mengirim pesan dan melakukan panggilan namun nihil tak ada jawaban. Ia menutup wajah dengan kedua telapak tangannya tak sanggup membayangkan jika sampai hal-hal buruk menimpa Adam. Tiba-tiba ia merasa sanggup kehilangan apa saja tapi tidak Adam Sinaga.
"Permisi, Tante maaf mengganggu. Bisakah Halim bertemu dengan abang Adam,soalnya saat ditelpon nomor ponselnya tidak aktif." Kejut seorang pemuda berseragam SMA yang tak lain adalah salah satu sepupu Adam juga.
"Eh , nak Halim. Bicara dengan tante saja. Abangmu sedang ada urusan, ada hal penting yang harus diselesaikannya. " Jawab tante Ayana sembari menyembunyikan rasa gusarnya dan berusaha tersenyum manis di depan adik sepupu Adam yang masih duduk di bangku SMA tersebut.
"Saat Halim dan teman-teman club road bike sedang bersepeda pagi - pagi tadi kami menemukan benda ini di jalanan. Setau Halim ini milik abang Adam, tante. " Jelas Halim sambil menyodorkan sebuah flashdisk butut warna hitam dengan tali kecil.
"Iya itu milik uda Adam. " Sela Kamila yang mendengarkan percakapan itu sejak awal. Ia mendahului tante Ayana mengambil flashdisk itu dari tangan Halim. Adam, masih menyimpannya, pekik Kamila dalam hati. Flashdisk mungil yang ia berikan sebagai kado ulang tahun Adam yang ke-13. Saat itu Kamila baru saja tiba di Jakarta."Dimana lokasi kamu menemukannya? "Tanya Kamila lebih lanjut.
" Di sebuah jalan raya dekat perumahan menteng ,kak."Jawab Halim. Kemudian anak muda itu berpamitan untuk berangkat ke sekolah.
Kamila mengelus flashdisk mungil itu dengan jarinya, kemudian mengirim pesan kepada om Reyhan mengenai penemuan flashdisk itu.
Kamila menghampiri sebuah monitor besar di ruang keluarga. Perlahan ia mencolokkan ujung flashdisk itu pada salah satu sisi monitor.
Slide demi slide foto dan video kebersamaannya selama satu dekade dengan Adam, tante Ayana dan om Reyhan terpampang jelas di layar monitor. Bulir-bulir bening menetes begitu saja dari mata indahnya. Haru menyeruak mengingat kasih sayang tante Ayana, Om Reyhan dan Adam. Apakah aku sudah menyakiti Uda? Bisik hatinya lirih.
"Uda Adam sangat menyayangimu." Ucap Irina yang duduk disamping Kamila membuat aliran bening di pipi Kamila kian meluber.
"Mama, putra kita ma!Putra kita satu-satunya. Papa akan mencincang tubuh mereka, papa janji! " Teriak Reyhan Sinaga yang tiba-tiba muncul dari arah ruang kerjanya. Ia ditemani pengacara keluarga Jonathan Hasibuan.
"Papa bicara yang jelas. Ada apa ? Jangan buat panik. "Ucap tante Ayana cemas.
" Mama tunggu saja di rumah bersama Kamila. Ini anak kita telah di culik dan dianiaya orang-orang jahat. Papa pastikan mereka tak akan baik-baik saja. Papa dan pak Jonathan akan langsung adukan hal ini langsung ke Bapak Kapolri sekarang juga. "Ujar Om Reyhan sembari memperlihatkan foto Adam yqng berlumuran darah dan terlilit rantai besi.
" Uda, hikzhikzhikz..... Udaa...., Om selamatkan uda , hikzhikkz... "Tangis Kamila melihat foto Adam.Hatinya bagai tertindih sebuah gunung besar.
" Ya Allah, pa... anakku paa....!! Anakku....!! Tolong pa selamatkan anak kita paa.... "Isak tangis tante Ayana membuat hati Kamila semakin perih. Tiba-tiba kepala tante Ayana terasa berat dan ia jatuh lunglai.
Kamila dan Irina segera memapah tubuh tante Ayana dan membaringkannya di sofa. Sambil berurai air mata ia memijit-mijit kening tante Ayana dengan lembut.
" Tolong jaga tantemu. "Ucap Om Reyhan Sinaga tegar, kemudian keluar bersama pengacaranya. Bagaimanapun caranya dia akan menyelamatkan Adam. Bahkan jika harus menebus dengan semua hartanya.
" Baik Om, tentu saja kami akan menjaga tante, Om pergilah. "Jawab Kamila lirih.
...****************...
M blok space
Blok M Jakarta Selatan
Terlihat keramaian yang padat merayap karena sedang berlangsung sebuah kontes band-band baru. Panggung sudah dikerumuni para penonton yang sedang larut dalam hingar bingar musik yang dimainkan.
"Di sini kita mulai. Hera, Lakukan seperti yang aku perintahkan. " Desis Robert sambil membuka pintu minibus BAV Luxury. Ia keluar disusul Hera, Vivian dan lima personil the shadow lainnya.
Perhatian para anak muda yang sedang asyik nongkrong di M blok space itu teralihkan pada gerombolan berkostum robot yang mereka pikir hanya sebuah atraksi dari orang - orang kreatif. Banyak dari mereka mengarahkan kamera handphone dan mengambil gambar dari gerombolan itu.
Hera berdiri didepan ratusan mobil yang sedang parkir. Melakukan pemindaian sebentar sebelum mengarahkan tembakan laser dan fire bullets sekaligus.
BLAAST...! BLAAST!!
BLAAAAAAARRRRRRR!!!!
Getaran keras mengiringi cahaya biru yang keluar dari kening Hera bersamaan dengan peluru bulat sebesar kelereng yang melesat dari lubang di telapak tangannya. Peluru itu seketika meledak menyemburkan lidah api dahsyat begitu sampai pada sasarannya.
__ADS_1
Suara ledakan dahsyat menggelegar memekakkan telinga. Sontak para pengunjung M blok Space yang sebagian besar muda mudi itu berteriak histeris melihat kobaran api bersamaan dengan suara ledakan yang menggelegar.
Hera melanjutkan aksinya , mengangkat kedua tangannya ke udara . Kemudian menembakkan bom kejut listrik tegangan sedang ke arah para pengunjung yang berlarian. Sebagian besar mereka terjatuh berkelojotan kemudian pingsan.
Robert yang masih berdiri siaga namun santai bersama timnya tersenyum puas dibalik head armor-nya.
Tak lama berselang sejumlah mobil polisi brimob berdatangan. Para personil mengambil posisi siaga penuh dengan mengarahkan senjata mereka kepada Robert dan timnya. Namun baru saja sang komandan mengangkat alat pengeras suara untuk bernegosiasi , Hera langsung menyapu mereka dengan electric bom tanpa ampun. Sebagian besar personil itu berkelojotan kemudian pingsan. Sebagian lainnya langsung menembakkan peluru ke tubuh Hera , nihil tak satupun mempan menembus skin baja yang menutupi tubuh si robot warrior Hera.
"Bersiaplah, sebentar lagi Athena-1609 yang sok pahlawan itu pasti muncul. " Pekik Vivian pada rekan-rekannya.
"Hmm, mari kita sambut dengan hangat. Aku yakin Mr. G juga tak akan membiarkan saudara sepupunya berlama-lama menderita. Ingat Plan B. " Sahut Robert.
"Hahahaha, kau terdengar takut pada pria itu Robert. " Ejek Vivian.
"Tidak sayang. Aku hanya ingin pastikan semuanya terencana. "Jawab Robert genit.
...****************...
Markas pengawal CEO ASTROGUN
Arthur masih berusaha menuntun Chen Yuan untuk meretas neurosystem robot warrior Hera, melalui terminal super komputer yang ada di ASTROGUN yang terhubung dengan semua Robot type X-21 yang di desain Arthur.
Chen : "Aku menemukan source code (kode sumber)-nya, sekarang aku sudah masuk ke sistem."
Arthur :"Nonaktifkan."
Chen :"Tidak bisa. Tombol on-off terhubung ke sistem khusus lain. Mungkin sejenis remot yang di pegang seseorang. "
Arthur :"Ledakkan dia. "
Chen :"Terlalu banyak bom di dalam mesinnya. Sangat berbahaya jika diledakkan. "
Arthur :"modifikasi algoritmanya sehingga sistemya menjadi kacau kemudian rubah misinya. "
Chen :"Hahahaha.., yess, berhasil !!"
Seketika robot warrior Hera menghentikan aksi bombardirnya. Ia membaca "mision aborted" (Misi digugurkan) pada programnya, kemudian ia mendapatkan misi baru yang berbeda.
Sang Robot Warrior Hera mulai berkeliling menunduk mengambil sampah-sampah dan botol plastik untuk kemudian ia masukkan ke dalam bak sampah di sisi jalan. Dengan sigap ia meraih sapu lidi yang bersandar pada bak sampah itu, lalu ia mulai menyapu sampah-sampah yang berserakan di sekitarnya.
Robert , Vivian dan tim shadow lainnya saling berpandangan heran melihat kelakuan si robot warrior.
"Hera, apa yang kamu lakukan. Mengapa kamu bekerja tak sesuai misi?! " Teriak Robert kesal sambil berjalan mendekati Hera .
"Misiku telah dirubah. Ini misi terbaruku " Membersihkan bumi dari sampah dan menghijaukan kembali bumi. "Sahut Hera seolah-olah bangga.
" Robert, kemungkinan sistemnya telah diretas. Pasti Mr. G pelakunya. "Bisik Vivian yang sudah berdiri di samping Robert.
" Cih! breng*s*k! "Umpat Robert geram.
"Dan mari kita bersiap menyambut dua pahlawan kita. Ingat dia bagianku, aku akan mengeluarkan jantungnya kali ini. " Lanjut Vivian sambil menunjukkan dua wanita mengendarai sepeda motor kawasaki ninja H2O carbon berwarna hitam dikejauhan sedang menuju ke arah mereka.
"Berani sekali. " Desis Robert dengan seringainya yang tajam. Sudah pasti itu Heilen bersama temannya . Tak ada yang seberani ini selain gadis SEALs itu, pikirnya.
Sementara itu di markasnya Arthur masih terhubung dengan Chen.
Arthur :" Bagaimana kelanjutannya? "
Chen :"Aku telah menginstall misi robot penjaga kebersihan ke dalam sistem robot warrior itu, dan berhasil. "
Arthur :"Anda tak pernah serius , kawan. Tapi bagus, lumayan! Opps sebentar ada pesan dari Kamila. "
Arthur menjeda koneksinya dengan Chen Yuan untuk membaca pesan dari sang adik.
Kamila:
Bang, Uda Adam diculik dan dilukai orang-orang jahat yang belum diketahui. Tubuhnya berlumuran darah. Tante Ayana terkejut dan shock melihat foto ini.
Tak lama kemudian Arthur menerima sebuah foto yang dimaksud Kamila. Deg!! Jantung Arthur memompa lebih kencang dan aliran darahnya terasa lebih cepat. Ia memasuki puncak amarah yang sesungguhnya. Terlintas dibenaknya pertengkarannya dengan Adam beberapa hari yang lalu, dimana Adam memintanya untuk segera kembali ke Amerika demi keamanan Kamila dan keluarga yang lainnya. Rasa bersalah menghujam-hujam hatinya seperti ditusuk pisau yang sangat tajam. Tangan Arthur mengepal. Ia sudah yakin siapa pelaku penculikannya.
"Bend, bawa Alexus , gempur mereka!!" Teriak Geon Arthur Yildiz.
#bersambung
__ADS_1
Jangan Lupa VOTE ya readers tersayang🥰