The Athena Code

The Athena Code
76. Who's the thief?


__ADS_3

Samudra Pasifik


Bikini Atoll


Satu menit sudah Chen menggeber Astromachine- Gun kaliber 30 yang dapat dimunculkan otomatis dari lengan GOB biru yang dikendalikannya.


Robot biru raksasa itu terlihat gagah dan keren saat memberondong GoB merah yang dikontrol oleh Arthur. Padahal sebenarnya Chen melakukannya dengan debar jantung tak menentu penuh kekhawatiran.


"Hei Mr. G, are you okay?" tanya Chen segera setelah hujan peluru bertubi-tubi itu.


"Yeah,I am Ok. Tingkat kerusakan body nol persen, hanya ada sedikit material lecet dipermukaan tameng. Overall semuanya luar biasa, Hahahahahaa...Yes ,We did it!" Teriak Arthur senang.


"Sekarang giliranmu menahan serangan, bersiaplah!" Teriak Arthur lagi melalui alat komunikasi nirkabel pada helm pilotnya. Ia kemudian mengaktifkan astrojet dikedua kaki God of Beast-nya. Robot raksasa itu bergerak melayang di udara Bikini Atoll.


"Tunggu dulu, serangan apa maksudmu? Alangkah baiknya kalau kita menghemat amunisi," sanggah Chen cerdik.Ia sengaja menghindari menjadi sasaran.


"Chen, sory. Giliranmu sekarang.Dalam tiga hitungan aku akan menyasarmu dengan mini rudal thermobaric imut milik GOB merahku."


"Tunggu, Arthur jangan gila! Dennis, Leslie berikan Sasaran bergerak apapun untuknya. Terbangkan satu lagi drone lama ke udara, " pekik Chen panik.


"Bersiap,Segera!" sahut Dennis dan Leslie.


"Rudal thermobaric bukan untuk main-main," gerutu Chen.


"Hahahahhahahaha.... " Arthur tak menyahut, hanya menertawakan ketakutan Chen karena gurauannya barusan.


Sebuah drone pengintai tua berwarna oren melintas di sekitar Bikini Atoll. Drone cukup besar dan berat berukuran sepeda motor itu menggunakan astrojet engine untuk memutar baling-balingnya.


"Sasaran sedang melintas pada arah pukul enam," lapor Leslie berualang-ulang.


Leslie mendaratkan drone itu sekitar tiga ratus meter dari posisi kedua God Of Beast.


Arthur mencoba berimprovisasi dengan melakukan lontaran rudal thermobarik saat God of Beast melayang di udara.


"This is it!" desisnya.


Lalu..


BLUAAAAARRRRRDD!!


Tercipta sebuah ledakan membentuk sudut seratus delapan puluh derajat diatas permukaan bumi Bikini Atoll, tepat mengenai drone oren yang tadi di kontrol Leslie.


Bom vakum, atau juga dikenal dengan sebutan senjata thermobaric atau bom aerosol, berisi wadah bahan bakar dengan dua pemantik ledakan yang terpisah.


Bom ini dapat diluncurkan sebagai roket seperti yang diluncurkan God of beast. Atau bisa juga dijatuhkan dari pesawat jika bobotnya besar. Ketika mengenai sasaran, pemantik ledakan pertama membuka wadah dan melepas campuran bahan bakar dalam wujud kabut gas.


Kabut gas ini bisa menembus celah-celah gedung atau kubu pertahanan yang tidak tertutup rapat. Pemantik ledakan kedua kemudian memicu kabut tersebut sehingga menimbulkan letusan besar, menyedot oksigen dari kawasan sekeliling, dan menciptakan gelombang kejut membentuk sudut seratus delapan puluh derajat atau setengah lingkaran di atas permukaan bumi.


"Apakah belum selesai bermain-mainnya?" teriak Chen panik. Ia tak menyangka kekuatan ledakan mini rudal thermobarik itu bisa menghasilkan gombang kejut yang sangat besar.


"Benar kamu bilang kita harus berhemat, khususnya untuk HPM weapon, kita langsung uji cobakan mini rudal nuklir saja. HPM weapon mungkin akan sangat kita butuhkan nanti di Palmyra Atoll. Terlebih lagi jika hasil penelitian Fransisco Cardoso tentang makhluk Petagion itu benar. Aku yakin hanya HPM yang bisa menghentikan makhluk mitos itu."


"Aku ingin mencobanya kali ini,beri aku giliran," pinta Chen.


"Aktifkan Astrojetmu, kita harus mengatur jarak paling tidak sejauh tujuh ratus lima puluh meter sebelum menembakkan mini rudal nuklir. "


"Yuhuuuuu, aku sudah pandai berakselerasi menggunakan raksasa besi ini," teriak Chen kegirangan setelah menyalakan Astrojet pada bagian Kaki God of beast.


"Dasar Childish!" olok Arthur.


Tak sampai dua menit Kedua GOB itu telah sampai pada jarak minimum yang disebutkan Arthur tadi.

__ADS_1


"Lepaskan sekarang, bersama-sama dalam tiga hitungan!" Arthur memberikan komando.


"Oke,kita hitung sama-sama."


"Three... Two... One....!"


Arthur dan Chen menyentuh otorisasi peluncuran rudal mini nuklir pada layar monitor pilot deck.


WUUUUUUUSSSSHHHH!


WUUUUUUUSSSSHHHH!


"Mari terbang menjauh, lebih jauh lagi...!" perintah Arthur lagi.


DOOOOOOOOOOOMMMMM!!!


DOOOOOOOOOOOMMMMM!!!


BLAAAAAAAWWWRRRR!!!!


BLAAAAAAAWWWRRRR!!!!


Sebuah ledakan jamur tercipta ditengah kesunyian Bikini Atoll membuat warna senja semakin memerah di langit Bikini Atoll.


Hanya dua ratus lima puluh gram uranium yang digunakan Arthur dan Chen untuk meracik satu buah mini rudal, sudah memberikan kerusakan besar pada daratan bikini Atoll.


Bandingkan dengan 164 kogram inti plutonium dan inti uranium yang dijatuhkan di Nagasaki.


Arthur dan Chen terdiam dalam waktu yang cukup lama. Seakan menyadari kalau apa yang mereka lakukan bukanlah hal yang harus dibuat main-main atau sekedar menyalurkan kesenangan dan hobi semata.



...****************...


Ruang Cyber Security Sistem,


Jeffrey Van der Velden memicingkan matanya dengan kening berkerut. Ia merasa telah gagal menjalankan tugasnya sebagai seorang Chief (kepala) Cyber Security System yang selama ini sangat dibanggakan Astrogun.


Pria tiga puluh lima tahun berdarah Jerman-Belanda itu gelisah memikirkan apa yang baru saja terjadi, begitu cepat dan tak terdeteksi. Seseorang atau tepatnya sebuah program gelap berhasil mengacaukan sistem keamanan tingkat tinggi Astrogun. Jeff menyebutnya sebagai 'entitas'.


Begitu Jeff menyadari dan berusaha melacaknya, entitas itu dengan cepat dapat mengendalikan dan mengkondisikan sistem keamanan Astrogun yang kacau, kembali normal seperti semula. Jeff dan timnya kehilangan jejak.


"Tak pernah aku menemukan yang seperti ini sebelumnya. Mungkin ini semacam malware atau SQL yang pelakunya muncul dari dalam Astrogun sendiri," gumam Jeff kebingungan karena tak menemukan jejak apapun.


Malware adalah singkatan dari malicious software, merupakan salah satu ancaman cyber yang paling umum. Perangkat lunak ini diciptakan untuk mengganggu bahkan merusak sistem.


Injeksi Structured Query Language (SQL) merupakan jenis serangan cyber yang dilakukan dengan memasukkan kode berbahaya ke dalam server yang menggunakan SQL. Saat terinfeksi, server akan merilis informasi yang bisa Disalahgunakan oleh peretas


Jeff telah memerintahkan seluruh staf cyber security system untuk melacak dan melakukan pengecekan ke dalam setiap program, data jaringan perusahaan dan semua jaringan yang terkoneksi dengan Astrogun, namun hasilnya nihil.


Jeff memandang ke sepuluh stafnya yang berjuang keras melacak pelaku peretasan pada sistem keamanan mereka. Sejak Astrogun berdiri ini adalah hal terburuk yang pernah terjadi dan menimpa keamanan cyber Astrogun Corp.


"Ia masuk dan mengacaukan sistem keamanan kita dengan begitu mudahnya. Membuat sistem menjadi blank total sesaat, lalu menormalkannya kembali tak sampai satu menit. Bahkan kita belum tahu apa tujuan entitas ini dan apa yang telah diambil dari kita diam-diam. Pada bagian mana kita telah diinfeksi, kita tidak tahu," racau Jeff sambil berjalan mondar-mondir di hadapan para staf yang sedang berkutat di depan layar monitor super komputer mereka.


Ini masalah serius dan sangat besar buat Jeff Ibarat seorang pencuri, pencuri itu masih berada di dalam rumahmu tapi dia tidak terlihat sama sekali. Mengerikan!


"Aku harus menghubungi Melinda Grays, dia otoritas tertinggi saat ini," pekik Jeff.


"Cyber warrior! lanjutkan pekerjaan kalian. Larry aku serahkan kendali padamu, aku keluar sebentar untuk membicarakan hal ini dengan otoritas tertinggi," tukas Jeff sembari melambaikan tangannya lalu pergi.


" Oke Chief, Kami akan berjuang," sahut Larry dengan volume suara meninggi agar Jeff yang melangkah keluar dapat mendengarnya.

__ADS_1


"Thank you, kids!!" masih terdengar teriakan Jeff dari luar ruangan Cyber Security System.


Jeff menuju ruangan Melinda Grays yang terletak di lantai tiga, tepat berdampingan dengan ruang kerja Chen Yuan.


Jeff mengambil ponsel dari saku celana sebelah kanan, lalu menghubungi Melinda ke nomor pribadinya.


Jeff menunggu beberapa saat sampai Melinda mengangkat panggilannya. Terdengar suara Meilinda yang selalu serius.


"Halo Jeff, ada apa?"


"Ada yang harus aku sampaikan mengenai masalah keamanan perusahaan. Bisakah kita membicarakan ini secara langsung?Sekarang aku berada di depan ruanganmu."


"Baik, masuklah."


"Biiiip.. Biiiip..,"


Smartdoor ruangan Melinda Grays terbuka otomatis.


Jeff menutup line panggilan itu, lalu melangkah memasuki ruang kerja Melinda Grays yang rapi dengan nuansa girly.


"Selamat sore Mel G."


"Yap, selamat sore Jeff. Katakan masalahmu."


"Huffhhhh..., ini sangat berat. Sejauh ini aku tak pernah menemukan masalah seperti ini. Ada yang menyusup dan meretas sistem keamanan Astrogun dan ia melakukannya dengan sangat mudah tanpa terdeteksi, itu inti permasalahannya. Aku merasa ini seperti sebuah entitas yang muncul dari dalam Astrogun sendiri," Jeff langsung menyampaikan poin utama kepada Melinda Grays karena ia tahu Melinda tidak suka basa-basi.


"Jeff, apa kamu mencurigaiku?" tanya Melinda dengan netra membulat penuh selidik di balik kacamatanya.


Jeff terkesiap mendengar ucapan Melinda yang singkat dan tajam. Wanita ini begitu sulit dihadapi, gerutunya dalam hati.


"Ho'ah.., Mel bukan begitu maksudku. Aku berbagi ini padamu karena Chen tidak ada di sini. Aku tau ini bukan bidangmu, tapi sesuai pesan Chen, kamu adalah otoritas tertinggi selama dia dan Mr. G tidak ada di sini," sahut Jeff mulai tak enak hati.


"Hmm, benar. Cyber bukan bidangku. Jadi sebaiknya mari kita mencurigai orang-orang yang setiap hari berkutat dengan dunia pemrograman, jaringan dan security cyber, karena hanya mereka yang bisa melakukan akses dengan mudah ke dalam Data System ASTROGUN, " papar Melinda.


"Ya ampun Mel G, kau mengajakku untuk mencurigai diriku sendiri?! Kau benar-benar keterlaluan," sahut Jeff dengan nada meninggi sembari jari telunjuknya mengarah ke wajah Melinda dengan sedikit geram.


"Ssssst...., dengarkan aku!" Melinda melekatkan jari telunjuknya yang lentik di bibirnya sendiri, "Aku sependapat denganmu kalau pelakunya adalah orang dalam kita, tapi aku tak bilang itu dirimu," jelas Melinda meredakan ketegangan diantara dia dan Jeff.


"Sudah jelas sekarang, mereka bergerak saat Mr G dan Chen tak ada di tempat. Pasti mereka menunggu momen ini sejak lama, " Sambung Melinda dengan mimik wajah yang menegang sembari memutar-mutar ballpoint di jarinya.


"Kamu benar Mel, aku juga berpikir seperti itu. Tapi siapa yang seberani ini? Apakah orang-orang Lab, atau salah satu staf ahli dari Divisi Rahasia?" tukas Jeff setengah berbisik.


Melinda memicingkan matanya, mencoba berfikir lebih keras lagi."Haaah.., aku tak bisa memikirkannya. Aku rasa hanya Chen yang bisa melacaknya, kau tau kan dia terbiasa dengan dunia Cyber spy, Cyber threat, Cyber warrior, Cyber Securities. Dia memang luar biasa," pekik Melinda bersemangat sekaligus putus asa.


"Mel G, bisakah kamu berbicara sekarang mengenai masalah ini dengan Chen? Siapa tahu ada petunjuk darinya untukku dan timku untuk mengatasi masalah ini,"


"Benar-benar tidak bisa, kecuali mereka yang menghubungiku. Oh my God.., aku baru ingat!" pekik Melinda dengan suara tercekat setengah berbisik.


"Apa itu?" tanya Jeff mendekatkan telinganya ke bibir Melinda Grays yang terus saja berbicara setengah berbisik.


"Sekitar tiga puluh menit yang lalu aku melihat smart robot Socrates berjalan di koridor yang menuju bunker, siapa yang mengaktifkannya? Aku ingin bertanya ini padamu tapi aku sibuk. Setahuku hanya CEO yang mengaktifkannya saat dia di sini.Jeff aku takut," bisik Melinda Grays nyaris tak terdengar.


"Hmm... ,benarkah itu? apa kamu tidak salah lihat? "


"Tidak, aku tidak salah lihat, aku yakin sekali," tukas Melinda bersikukuh.


"Baiklah, kalau begitu aku harus mendapatkan semua rekaman cctv hari ini. Semoga tak ada scene yang hilang. Aku permisi Mel."


"Oke, kabari aku jika ada temuan atau hal penting, "


Jeff memandang Melinda untuk yang terakhir kalinya kemudian memberikan acungan jempolnya sebelum keluar dari ruangan Melinda.

__ADS_1


...----------------...


#Bersambung


__ADS_2