The Ultimate Soulmate

The Ultimate Soulmate
Ceritakan Padaku Ceritamu


__ADS_3

"Dulu, saat aku masih kecil, aku pernah bercanda kalau aku akan membuat musik. Saat itu, aku berkata, aku ingin masuk sebuah akademi musik untuk belajar musik, tapi teman-temanku malah mengejekku," kata Yongju dalam interview-nya hari ini. "Kenapa?" tanya sang pembawa acara. "Di sekolah, aku selalu menjabat sebagai anggota ketertiban siswa dan aku melakukannya dengan sangat baik," lanjut Yongju. "Benarkah?" tanya pembawa acara. "Aku menertibkan siapa pun yang melanggar ketertiban sekolah. Jadi, teman-temanku bilang, daripada bermain musik, aku lebih pantas menjadi kepala sekolah dan itu benar-benar membuatku kesal," lanjut Yongju.


"Dan itu semakin membuatku berpikir, aku harus benar-benar meninggalkan sekolah itu, jika aku ingin membuat musik yang lebih baik lagi. Aku pun memulainya dengan mengikuti audisi," ucap Yongju. "Aku ingat, saat itu temanku, ya teman! Menyebarkan foto dengan caption lihatlah kepala sekolah kita yang rambutnya tercukur sedang berdiri di depan poster audisi dengan berani," kata Yongju seraya tersenyum evil mengingat kenangan itu. Pembawa acara tertawa mendengarnya. "Atau mungkin nanti kau bisa mendirikan sekolah musikmu sendiri dan menjadi kepala sekolahnya," kata pembawa acara dengan bercanda. "Itu ide yang bagus!" sahut Yongju seraya turut tertawa.


"Sejak itu, aku bertekad akan membuktikannya pada mereka semua. Aku memang tidak bisa meraih peringkat satu di sekolah, tapi aku pikir, tidak di musik. Lihatlah, kalian salah. Kalian kalah!" kata Yongju dengan sengaja menatap kamera dengan sombongnya di akhir kalimatnya. "Audisi! Jadi, kau juga mengikuti audisi?" tanya pembawa acara itu. "Iya. Kompetisi rap yang diselenggarakan oleh agensiku saat ini," jawab Yongju. "Ah, begitu rupanya! Aku kira kau direkrut langsung oleh pihak agensi," kata pembawa acara.


"Bukan begitu. Awalnya, aku melalui beberapa babak penyisihan, sebelum sampai babak final. Dengan mudah tentunya! Pada babak penyisihan terakhir, setiap peserta diberikan ketukan untuk rap yang akan kami lakukan, tapi aku mengubahnya dan mengatur ulang ketukanku sendiri," sahut Yongju masih dengan ke-savage-annya. "Peserta lain mengingatkanku untuk tidak melakukannya, tapi aku tetap melakukannya dan akhirnya aku didiskualifikasi di babak itu karena tidak menuruti arahan juri," ucap Yongju dengan salah satu sudut bibirnya yang tertarik ke atas. Sret! Mata Yongju beralih menatap tajam ke arah lensa kamera yang menyorotnya sambil berkata, "tapi keesokan harinya, aku mendapat panggilan bahwa aku telah direkrut oleh pihak agensi dan langsung menjadi trainee."

__ADS_1


***


Yongju berdiri di depan jendela apartemennya yang langsung menyuguhkan pemandangan indah kota Seoul seraya kembali mengingat masa lalu serta pencapaiannya sampai hari ini. "Aku memasuki agensi saat aku 14 tahun, sama sepertimu sekarang," kata Yongju tanpa memandang lawan bicaranya yang tengah duduk manis di sofa sambil memandang punggung hyung-nya itu. Sudah hampir satu bulan sejak pertemuan keempat pria Jeon itu, setiap ada waktu kosong dari jadwalnya, Junghwa selalu datang ke apartemen Yongju, bahkan tidak jarang menginap di sana.


Walaupun selalu terkesan acuh dengan kedatangan sang adik, Yongju sendiri tidak mempermasalahkannya dan membiarkan Junghwa melakukan apapun yang adiknya itu inginkan di apartemen pribadinya ini. "Hyung, ceritakan padaku saat kau juga menjadi trainee!" pinta Junghwa. "Cari tahu saja di internet atau beli majalah interview terbaruku," sahut Yongju dengan malas sambil mempromosikan majalah barunya. "Ceritakan!" pinta Junghwa dengan memaksa. Yongju menatap tajam Junghwa sambil berkata dalam hati, "Sepertinya, lama-lama bocah kurang ajar ini semakin berani padaku, tapi kenapa aku tidak pernah bisa marah padanya!"


"Saat itu, aku memutuskan untuk meninggalkan rumah dan tinggal di dorm. Malam itu, aku lapar dan keluar untuk mencari makan. Saat aku melihat tagihannya, mataku berputar karena uang tunjanganku yang tersisa 300.000 won saja," kata Yongju memulai ceritanya. "Aku tahu, itu tidak akan cukup untuk satu bulan ke depan dan aku tidak mungkin kembali ke rumah atau memintanya lagi pada eomma. Jadi, diam-diam, aku mulai kerja paruh waktu di pagi hari tanpa sepengetahuan eomma. Dan itu selalu membuatku terlambat pergi ke sekolah. Dan ketika aku pergi ke sekolah, semua teman-temanku yang berasal dari keluarga kaya, menghabiskan uang lebih banyak dari upah yang aku dapatkan hanya untuk membeli pakaian."

__ADS_1


"Yang menyebalkan, mereka berpura-pura tidak punya uang saat aku meminta bantuan mereka karena membutuhkan uang!" Yongju terkekeh, lalu melanjutkan kata-katanya, "karena kekurangan uang, saat itu, aku bahkan lupa untuk tampil stylish seperti yang lain. Satu persatu dari mereka mulai menjauhiku, bahkan mereka sering berkata, siapa kau? Apa aku mengenalmu? ketika aku menghubungi atau menyapa mereka karena aku sibuk dan jarang bersama mereka lagi. Setiap hari, aku latihan dari malam sampai subuh. Selesai latihan, saat yang lain tertidur, aku diam-diam pergi bekerja sebagai pengantar koran dan susu. Kemudian, menyeret tubuhku yang kelelahan untuk tidur di sekolah," lanjutnya.


"Itulah ceritaku, sampai aku lulus. Bahkan sampai sekarang, aku tidak punya teman. Omong kosong jika aku ingin berteman dengan mereka yang hanya memandang orang dari status, penampilan dan seberapa banyak uang kau miliki! Tapi aku membalasnya mereka semua dengan puas di hari kelulusanku. Aku membuat mereka cemburu dan iri dengan kedatangan seorang rapper terkenal yang membuat heboh satu gedung sekolah, terlebih lagi aku datang mobil sport baruku," kata Yongju seraya tersenyum puas.


"Bukankah dunia ini tidak adil? Jika mereka semua berdiri berdesakan dengan seragam sekolahnya dan berencana melanjutkan kuliah sebelum mulai bekerja, aku juga datang dengan seragam sekolah yang sama, tapi sudah mengendarai hasil kerja kerasku sendiri tepat di hari kelulusanku. Sialnya lagi, tanpa aku duga, setelah menerima sertifikat kelulusanku, kepala sekolah yang sesungguhnya meminta kepala sekolah gadungan ini untuk menyampaikan sepatah dua patah kata," lanjutnya terkekeh saat mengingatnya.


"Saat aku diminta naik ke podium, aku benar-benar tidak tahu harus bicara apa. Lebih baik aku disuruh melakukan rap saja dari pada mengatakan pidato yang tidak pernah aku siapkan sama sekali. Tapi, saat aku melihat wajah-wajah menyebalkan itu, aku mendapatkan inspirasi. Aku berkata pada mereka, lihat aku dengan seksama. Aku adalah orang yang kalian ragukan. Perhatikan aku setelah ini. Lihatlah apa yang akan lakukan. Kalian akan melihatku di TV dan kemudian memutuskan untuk menghubungiku lagi. Tapi saat kalian melakukannya, mungkin aku juga akan berkata hal yang sama pada kalian. Siapa kau? Apa aku mengenalmu? Karena aku juga manusia biasa. Bisa saja aku melupakan kalian karena lama tidak bertemu," lanjutnya.

__ADS_1


"Saat itu, aku mengatakannya dengan tersenyum lebar. Lalu aku melanjutkannya dengan berkata, bukankah hal itu menyakitkan? Jadi, mari kita terus pertahankan hubungan kita yang seperti ini, teman!" Yongju mengakhiri ceritanya dengan tersenyum lebar, terlebih saat Junghwa mendengarkan ceritanya dengan mulut ternganga. "Daebak, Hyung!" ucap Junghwa seraya bertepuk tangan.


__ADS_2