
"Kau!" bentak Daehyun dengan keras seraya menunjuk wajah Yongju. "Daehyun! Ada apa ini? Kenapa kau berteriak?" tanya eomma Daehyun yang baru mendekat setelah mendengar suara putranya. "Daehyun, apa-apaan ini! Kau mengejutkan para tamu!" kata appa Daehyun seraya menurunkan tangan Daehyun yang menunjuk Yongju. "Sebenarnya, ada ini?" tanya eomma Daehyun pada eomma-ku. Eomma-ku pun jadi serba salah ingin menjawabnya. "Tidak apa-apa. Hanya sedikit salah paham antara Daehyun dan Yongju. Maaf, sudah membuat keributan gara-gara Yongju," sahut appa-ku menyela.
"Salah paham apa?" kata Yongju santai. "Apa tadi aku kurang jelas mengatakannya? Perlukah aku ulangi lagi di depan semua orang?" tanyanya dengan savage. Mata eomma-ku sudah melotot mendengar perkataannya itu. Tuan Taeyang menatap Yongju dengan tatapan tidak sukanya karena ketidak-sopanannya itu. "Maaf Sungjin, tapi sebaiknya kau bawa pulang saja putramu!" kata Taeyang pada appa Yongju. Namun, "Kau mengusirku? Apa sekarang kau berani melawanku?" tanya Sungjin tak kalah savage dengan sang putra. Semua terperangah dengan kata-kata Tuan Jeon itu, sedangkan Seojun hanya menghela nafas panjang karena sudah tahu bahwa appa dan pamannya itu memang tidak pernah akur sejak perpisahan orang tuanya.
"Appa, ayo, kita pulang saja! Junghwa, bawa Yongju pulang! Bukankah tadi katamu, setelah ini kalian berdua masih ada jadwal? Ayo, kita pulang!" kata Seojun melerai pertengkaran antar keluarganya. "Seojun, apa kau lupa, appa datang kesini karena diundang paman Lee? Siapa dia berani mengusir appa? Appa akan pulang kalau paman Lee yang mengusir appa!" sahut Tuan Jeon dengan angkuhnya. Sekarang, appa-ku lah yang dilema. Satu sisi ada calon besannya dan ini pesta pertunangan putri satu-satunya appa, yaitu aku. Di sisi yang lain, ada sahabat dan juga atasan appa. "Kenapa kalian membuat ini menjadi semakin sulit?" keluh appa.
"Aku juga tidak mau pulang!" kata Yongju semakin memperkeruh suasana. "Astaga, kau ini!" kata Daehyun geregetan. "Tapi hyung, kita harus kembali ke agensi sekarang," sela Junghwa. "Aku tidak peduli! Kau saja yang pulang duluan! Aku akan pulang kalau Hana yang menyuruhku pulang!" jawab Yongju seraya menatapku yang sudah jengah menonton perdebatan mereka ini. Sret! Aku menarik Yongju keluar dari tempat pesta, sebelum mulut pedasnya itu kembali membuat masalah. Yongju yang sempat terkejut, pada akhirnya mengikuti aku dengan tersenyum manis di belakangku.
__ADS_1
Daehyun yang sempat mematung melihatnya pun bergegas mengejar aku dan Yongju, tanpa peduli lagi dengan anggota keluarga yang memanggilnya serta para tamu yang memperhatikan keributan ini. "Persetan dengan tamu dan pestanya!" pikir Daehyun. Dengan langkah besar, ia berhasil menyusul aku dan Yongju di depan pintu ballroom. Kini, amarah seorang Kim Daehyun sudah di ujung tanduknya. Dalam hatinya, ia sudah berniat menghajar habis Yongju tanpa ampun, tapi ia mengurungkan niatnya itu saat dengan mata kepalanya sendiri, ia melihat aku yang terlebih dahulu menampar wajah Yongju.
"Apa oppa sudah gila? Lepaskan aku, oppa!" bentak ku dengan tangan gemetar. Bukan hanya karena marah, tapi karena takut semua akan menjadi masalah baru, juga karena tidak percaya dengan apa yang baru saja aku lakukan, "aku menamparnya!" ucapku dalam hati. Yongju shock dengan tamparan yang ia terima, tapi sesaat kemudian ia tersenyum dingin mendengarku menyebutnya gila. "Apa kau tahu Hana? Pipi oppa tak seberapa sakit, tapi di dalam hati oppa yang retak!" katanya seiring tatapannya yang beralih padaku.
Rasanya, hatiku tertusuk karenanya. Ingin sekali aku berkata, "Maafkan aku. Aku tidak sadar sudah menampar oppa. Apa oppa baik-baik saja? Apa itu sakit?" tapi aku memilih bersikap dingin di depannya agar Yongju berhenti mengharapkanku. "Oppa tidak tahu kalau kau bisa sedingin ini pada oppa. Ternyata, kau benar-benar sudah melupakan oppa," kata Yongju lirih dengan tatapannya yang juga meredup dan perlahan membuat hatiku jatuh. Tatapan yang selalu hangat itu sekarang seperti bunga yang layu. "Kau ingin oppa melepaskan perasaan ini, perasaan cinta yang luar biasa menakjubkan dan ingin memilikimu ini? Tidak! Oppa tidak bisa menghentikannya, meski oppa terluka karenanya!" lanjutnya dengan matanya yang bergetar.
"Jangan tinggalkan oppa! Oppa mohon, tolong arahkan hatimu pada oppa dan hampiri oppa lagi. Oppa dengan tulus mengharapkanmu dan akan oppa terima semua risikonya," lanjutnya yang menarikku ke dalam pelukannya. "Kita tidak ke neraka! Oppa akan membawamu ke alam cahaya dan membuatmu bahagia sampai akhir dunia ini. Even if i die, its you! It’s gonna be you, Hana!" kata Yongju dengan suara bergetar.
__ADS_1
Daehyun masih diam berdiri tak jauh di belakangku dan mendengarkan percakapanku dan Yongju. Sesaat, ia juga merasa iba melihat Yongju yang begitu memohon dengan putus asa di depanku. Daehyun yakin, kali ini, ia tidak perlu mendekat dan memisahkan aku dan Yongju karena ia yakin, akulah yang akan melepaskan Yongju dan kembali padanya.
"I can’t let go!" ucapku dingin. Aku sengaja mengatakannya dengan sangat dingin untuk membunuh semua perasaan di hatiku, terutama perasaan di hati Yongju. Dengan kasar, aku melepaskan tangannya yang memelukku dan pergi meninggalkannya tanpa menoleh sedikit pun ke belakang. Yongju berdiri dengan gontai, seolah seluruh jiwanya pergi meninggalkan raganya yang terasa kosong. "Maafkan aku, oppa. Awalnya, aku menyerahkan semua takdir kita berdua pada Tuhan, tapi semakin lama, aku sadar itu tidak akan pernah menjadi nyata. Sekarang aku telah memutuskan untuk membuat takdirku sendiri dengan tanganku," ucapku dalam hati.
Tanganku meraih lengan Daehyun, lalu memeluknya saat langkahku sudah sampai tepat di depannya yang menatapku lembut. "Sudah selesai bicaranya?" tanyanya. Aku mengangguk seiring hati dan jiwaku yang bertekad untuk meletakan semua perasaanku pada Yongju di masa lalu dan membiarkan semua perasaan terlarangku itu habis terbakar detik ini juga. Sejenak, aku menghela napas berat di depan Daehyun, sebelum aku kembali melangkah. "Ayo, kita kembali!" ucapku. Dalam hati aku berkata, "Aku harap, kau adalah pilihan terbaik yang pernah aku buat," seraya menggandeng Daehyun kembali ke dalam tempat pesta berlangsung. Daehyun pun tersenyum lembut mengikuti langkahku.
"Jahat! Ya, aku jahat! Tapi ini yang terbaik untuk kita. Jadi, lupakanlah aku secepat yang kau bisa, oppa!" kataku dalam hati seiring langkahku yang semakin menjauh meninggalkan Yongju. "Kau salah, Hana! Aku tidak akan menyerah. Aku akan melindungimu dengan hidupku. Akan aku coba meyakinkanmu bahwa kau yang salah!" balas Yongju dalam hatinya seraya berbalik dan pergi dari hotel itu.
__ADS_1