
.
.
.
"Aku sama Abi bisa menyelesaikan semuanya," jawab Lica.
Mereka pun tiba dilantai 10, kemudian mereka keluar dari dalam lift. Saat masuk kedalam ruang kerja mereka. Ternyata sudah ada Delima, Adela dan Lolita.
"Selamat pagi semuanya?" sapa triple A serentak.
"Cie... mentang mentang kembar apa apa semua barengan, bahkan pacaran aja barengan," goda Lolita.
"Ehh, siapa yang pacaran?" tanya Lica.
"Kalau bukan pacar habisnya apa dong? Tunangan?" tanya Delima.
"Mereka ganteng loh, tajir lagi. Sayang kalau sampai digaet cewek lain," kata Adela.
"Benar tuh," kata Rukiza yang tiba-tiba nongol dibalik pintu.
"Ruangan Bu manager bukan disini ya," kata Lina.
"Belum jam kerja, tinggal 10 menit lagi. Habisnya aku kepo dengan kalian, cowok setampan dan setajir itu kok dicuekin," kata Rukiza.
"Kami belum resmi pacaran kok," jawab Lica.
"Cieee... berarti pingin kan?" tanya Adela.
"Ah sudahlah, lebih baik kita fokus kerja, biar bulan ini kita dapat bonus dari bos," kata Lina.
"Semenjak ada kalian, penjualan kita meningkat," kata Rukiza.
"Alhamdulillah," ucap Delima.
"Yuk kerja, nanti bos marah," kata Lita. Mereka pun mulai bekerja sedangkan Rukiza kembali keruang kerjanya.
Sementara disisi lain...
Abigail terus memandangi eyeliner pemberian Lica. Dan juga pulpen yang sempat Lica ambil dari kamar Abangnya.
"Kalau begini gak akan ada yang curiga kalau sebenarnya ini adalah senjata," gumam Abigail.
"Benar benar jenius, andai aku menikah dengan Lica. Apakah anak kami juga sejenius Mama nya?" batin Abigail.
Arga masuk keruang kerja bosnya, dan seketika tertawa melihat bosnya memegang eyeliner. Abigail menatap tajam Arga yang sudah berani mentertawakan nya.
"Mau ku kirim kekutub Utara?" tanya Abigail.
"Tidak tuan, maaf," jawab Arga. Kemudian iapun keluar dari ruangan tersebut. Abigail pun menyimpan pulpen dan eyeliner tersebut disaku jasnya.
__ADS_1
Di kantor polisi...
Fany dan Julia akhirnya menyerahkan diri, Julaika yang sebelumnya dimasukkan kedalam sel, tapi dapat jaminan dari orang tuanya pun kembali ke sel tahanan.
"Semua gara gara Lo," ucap Julia pada Fany.
"Kok gua sih, salahkan diri lo yang ikut ikutan," jawab Fany yang mulai emosi.
"Kalau bukan gara gara Lo ngejar ngejar asisten pribadi tuan Darmendra, kita tidak akan seperti ini, gua nyesel," kata Julia.
Ya, Fany bekerja di perusahaan milik Darmendra semata mata ingin dekat dengan Ardi, sejak dari jaman kuliah sampai sekarang ia terus mengejar ngejar Ardi. Sehingga ia memutuskan untuk bekerja di perusahaan J H company.
Saat ia melihat Ardi dekat dengan triple A saat itulah Fany ingin menjatuhkan triple A. Karena Fany dan Julia adalah saudara sepupu jadi Julia ikut ikutan ingin memusuhi triple A. mereka tidak tahu kalau yang mereka hadapi orang yang lebih berkuasa.
Fany dan Julia terus bertengkar sehingga keduanya saling jambak saling cakar. Julaika yang ada disitu pun pusing dibuatnya.
Sipir penjara datang untuk melerai mereka, tapi sipir juga terkena cakar kuku mereka. Akhirnya keduanya pun dipisahkan.
...****************...
Jam makan siang pun tiba, mereka semua hendak kekantin. Kebetulan mereka juga bertemu dengan Jasmine yang juga hendak kekantin. Akhirnya Jasmine pun bergabung dengan mereka.
Mereka memesan makanan yang mereka inginkan. meskipun hanya makanan sederhana, tidak seperti di restoran mewah. Yang ada cuma bakso, mie goreng, nasi goreng, dan makanan sederhana lainnya.
Kalian pesan apa?" tanya Lina
"Ikut aja deh," jawab Rukiza.
"Kalian mau bakso juga?" tanya Lina lagi.
"Oke, pesan bakso semua ya? kamu Jas?" tanya Lina.
"Samakan saja, kemarin baksonya enak," jawab Jasmine.
Akhirnya Lina pun memesan bakso untuk mereka delapan orang. Pelayan kantin pun tersenyum, diam diam ia memperhatikan triple A yang terlihat mirip dengan tuan mereka terutama matanya.
"Bu, itu sikembar tiga kok matanya dan hidungnya mirip tuan Darmendra ya?" tanya pelayan kantin tersebut.
"Biar sajalah, mau mirip kek mau enggak kek yang penting kita bekerja dengan baik saja sudah cukup. jangan mencampuri urusan orang lain," jawab ibu kantin sekaligus koki dikantin ini.
Pelayan itu pun terdiam dan tidak bicara banyak lagi. Karena apa yang dikatakan oleh ibu kantin ada benarnya juga.
"Nanti aku pulang bersama Randy," kata Lina membuat mereka yang ada disitu menoleh ke Lina.
"Cieee, asik dong dijemput pacar," goda Lolita.
"Kebetulan aku ada perlu Sama dia," jawab Lina tanpa menoleh kanan kiri.
Pesanan mereka pun datang, pelayan kantin menata makanan dimeja, serta air minumnya juga.
"Silahkan," ucap pelayan itu ramah.
__ADS_1
Mereka pun makan dengan lahap, kebetulan bakso yang mereka makan memang enak, gurih dan pas di lidah.
Dalam sekejap bakso didalam mangkuk pun habis tanpa sisa, serta air minumnya pun tandas. mereka pun kembali keruang kerja mereka. Sementara Jasmine kembali ketempat resepsionis. Saat ini hanya dia sendiri yang menjadi resepsionis.
Ardi datang keruangan mereka untuk memanggil triple A. Triple A pun mengikuti Ardi dari belakang, sedangkan Delima, Adela dan Lolita cemas mengapa ketiganya dipanggil oleh CEO?.
"Ada apa ya? Apa karena masalah kemarin?" tanya Adela.
"Gak tau, jangan sampai mereka dipecat oleh CEO," jawab Lolita.
"Iya, aku mulai nyaman bekerja satu ruangan dengan mereka," kata Delima.
Triple A mengetuk pintu ruangan CEO, kemudian mereka pun masuk. Darmendra yang sedang mengerjakan dokumen penting pun menghentikan kegiatannya.
"Ada apa Daddy memanggil kami?" tanya Lina.
"Daddy mau tanya, apakah perusahaan yang hampir bangkrut itu ulah kalian?" tanya Darmendra. Lica mengangguk.
"Aku bisa pulihkan kembali Dad, tapi setelah mereka dipenjara," jawab Lica.
"Mereka?" tanya Darmendra, Lica mengangguk.
"Daddy tau? Orang dibalik semua itu adalah Fany dan Julia mantan karyawan disini. Aku juga tidak tahu mengapa mereka segitu dendam dengan kami," jawab Lica.
"Hmmm, tadi Daddy menerima telepon dari kepolisian yang mengatakan mereka sudah menyerahkan diri secara sukarela," kata Darmendra.
"Baiklah kalau begitu, nanti aku akan kembalikan perusahaan mereka seperti semula. Mereka tidak bangkrut kok, hanya saja data perusahaan dan keuangan mereka dibekukan," jawab Lica enteng.
"Sekarang kembalilah keruangan kalian, nanti karyawan lain curiga," ucap Darmendra.
"Baik tuan," ucap mereka serentak. Darmendra hanya bisa tertawa dengan ulah putri putrinya.
"Ada apa CEO memanggil kalian?" tanya Lolita cemas. Saat ini triple A sudah berada diruang kerjanya.
"Tuan CEO menanyakan perihal kemarin yang terjadi dikantin," jawab Lina.
"Lalu...?" tanya Delima yang juga cemas.
"Tidak apa-apa, yang salah bukan kita," jawab Lita.
"Syukurlah, aku pikir kalian akan dipecat," kata Adela.
"Senang kalau kami dipecat?" tanya Lica.
"Tidak...!" jawab mereka serentak.
"Kami sudah merasa nyaman bekerja dengan kalian," ucap Lolita jujur.
"Terimakasih karena kalian menerima kami dengan baik," ucap Lina.
.
__ADS_1
.
.