THREE ANGEL

THREE ANGEL
Masuk perangkap.


__ADS_3

.


.


.


Aksi kejar-kejaran pun tidak dapat di elakkan, Carel mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju kearah villa miliknya. Karena disana tempat yang cukup sepi.


Meskipun ada penjaga villa tersebut mereka bisa menjaga diri sendiri. Penjaga villa Carel pasangan suami istri yang sudah lama mengabdi di keluarga Vasco Zachariah.


Dan mereka juga dibekali ilmu beladiri untuk menjaga diri mereka sendiri bila sewaktu waktu ada musuh.


Carel terus melajukan mobilnya, Lita melihat sekeliling dan merasa asing dengan jalanan yang mereka lalui.


"Kemana kita?" tanya Lita.


"Villa...!" jawab Carel singkat.


"Bagaimana kalau mereka mengejar sampai ke villa?" tanya Lita.


"Itu lebih bagus lagi, disana ada Randy, Abigail dan juga saudaramu," jawab Carel.


Lita tidak berkomentar apa-apa lagi dan hanya mengikuti kemanapun Carel membawanya.


Diam diam Lita mengirim pesan kepada Lina dan Lica. Dan mengatakan bahwa mereka dikejar oleh beberapa buah mobil.


'Bersiap lah kalian kami sedang dalam perjalanan menuju ke villa. Dan kami dikejar oleh beberapa penjahat bersenjata'


Lina membaca pesan tersebut dan memberitahukan kepada Randy, begitu juga dengan Lica ia memberitahu Abigail agar bersiap siap. Lica memperlihatkan pesan yang dikirim oleh Lita kepada Abigail.


"Sebaiknya kita berkumpul di villa milik Randy," kata Abigail. Lica pun mengangguk setuju.


Keduanya pun bergegas menuju villa milik Randy, mereka berdiskusi dan merencanakan sesuatu agar musuh masuk kedalam perangkap mereka.


Carel semakin dekat dengan tujuan, Lita yang melihat pemandangan didepannya pun terpesona.


"Wah indahnya," ucap Lita seolah lupa kalau mereka sedang dalam bahaya.


Carel tersenyum melihatnya, dalam keadaan seperti inipun kekasihnya itu masih sempat sempatnya mengagumi keindahan alam ditempat ini.


Carel mendapatkan pesan dari Randy bahwa mereka berkumpul di villa milik Randy. Para penjahat masih mengejar mereka hingga akhirnya mobil Carel berhenti didepan villa Randy.


Carel dan Lita segera turun sebelum para penjahat itu menembak mereka. Mobil yang mengejar mereka tadi pun berhenti. Mereka mengamati setiap penjuru tempat itu dan ternyata tempat ini terlihat sangat sepi. Bos penjahat itupun tersenyum devil. Ia merasa kali ini pasti berhasil memb*nuh korbannya.


"Mereka berjumlah 20 orang," kata Lina pada Randy. Randy pun mengangguk dan mengecup bibir Lina. Lina melototkan matanya tapi Randy malah tersenyum saja.


"Kau membuat ku gemas, sayang," kata Randy.


"Menyerahlah kalian," ucap bos penjahat itu.

__ADS_1


"Tidak semudah itu," kata Carel.


Kini mereka saling berhadapan dengan jarak 20 meter.


"Hadapi kami dulu," tantang Lita.


"Hahaha, itu sangat mudah bagi kami. Dan kami tidak pernah gagal dalam menjalankan tugas," kata bos itu.


Carel hanya tersenyum tipis saja, sehingga tidak ada yang menyadari senyuman nya itu.


"Bagaimana dengan kami?" tanya Randy yang tiba tiba keluar bersama Lina dari arah belakang mereka. Kemudian Abigail dan Lica juga keluar.


"Kalian sudah masuk perangkap," kata Lina menyeringai.


Para penjahat itu mengeluarkan senjata api mereka masing-masing. Sebelum mereka sempat menembak Lita sudah lebih dulu berlari kearah bos penjahat itu dan merampas pistolnya serta menodongkan pistol itu kepelipis pria itu.


"Kalau ingin bos kalian mati, silahkan tembak kami," ancam Lita.


"Dan jatuhkan senjata kalian," ucap Lina.


Merekapun menurut saja karena bos mereka juga menyuruh menjatuhkan senjata mereka.


Lina memungut senjata tersebut dan membuangnya jauh dari mereka. Kemudian Lina mengangguk ke Lita.


Lita melepaskan bos penjahat itu dan menendang perutnya, sehingga bos penjahat itu terlentang jatuh ketanah. Dengan tanpa hati Lita menembak kaki bos penjahat itu.


Kemudian Lita membuang senjata api itu, karena ia tidak perlu menggunakannya lagi.


Mereka menyerang anak buah penjahat itu yang berjumlah 19 orang. Satu persatu mereka dikalahkan oleh triple A, Randy, Carel dan Abigail. Kini hanya tersisa 10 orang saja lagi. Sementara bos penjahat itu hanya memperhatikan dan tidak bisa berbuat apa-apa selain ngesot saja karena sebelah kanan kakinya tertembak dan sebelah kiri diinjak oleh Lita sehingga patah tulang.


Lina melawan dua orang sekaligus, tidak sulit bagi Lina melawan dua orang. Karena Lina juga sudah terbiasa bahkan lebih dari itupun Lina sanggup melawannya.


Lina memutar tubuhnya dan mengangkat kakinya menendang kearah pria 1, kemudian hal yang sama ia lakukan kepada pria 2 sehingga keduanya terpental menabrak mobil.


Lita dan Carel tidak mau jauh, keduanya saling bantu membantu menghajar penjahat. Sebenarnya Carel nya aja yang tidak mau jauh dari Lita.


Hanya dalam sekejap semua penjahat itu sudah terkapar di tanah. Kini tinggal bos penjahat itu saja.


"Seret pria itu," perintah Lina.


Tanpa menunggu perintah kedua kalinya, Randy segera menyeret bos penjahat itu yang hendak masuk kedalam mobil untuk melarikan diri.


Kemudian Randy, Carel dan Abigail menyuruh penjaga villa untuk mengurus orang yang terkapar di tanah itu. Penjaga villa tersebut menelpon polisi.


Sementara bos penjahat itu sengaja mereka biarkan untuk diinterogasi oleh mereka.


"Siapa yang menyuruhmu?" tanya Carel.


"Aku tidak akan memberitahu kalian, yang pasti tuan kami menginginkan kematianmu," jawab pria itu.

__ADS_1


"Aku mengerti sekarang," kata Carel.


"Aaaaaakkh," pria itu berteriak karena Carel sengaja menekan luka dikaki pria itu.


"Katakan atau...." ucap Carel kembali menekan luka tersebut.


"Aaaaaakkh, sakit... sakit," teriak pria itu.


"Katakan atau..." sekali lagi Carel menekan lukanya.


"Baik, baik akan aku katakan," ucap pria itu terengah-engah.


"Siapa?" tanya Carel.


"Tu..tuan Ashraf," jawab pria itu.


Carel menyunggingkan senyumnya, ia sudah menduga kalau ini pasti ulah pria tua itu.


Ashraf adalah pesaing bisnis Carel yang kalah tender. karena tidak terima kekalahan maka ia ingin melenyapkan Carel melalui orang suruhannya.


"Tuan polisi sudah datang," lapor penjaga villa.


"Hmmm, seret orang ini dan serahkan kepada polisi," perintah Carel.


Penjaga villa itupun menyeret tubuh pria itu yang sudah tidak bisa berjalan.


Polisi pun segera menangkap semua penjahat tersebut. Dan Carel akan mengurus sendiri masalah Ashraf itu.


"Bagaimana? Siapa pelakunya?" tanya Randy, kini mereka sudah berkumpul diruang tamu. Sementara polisi sudah pulang karena tugasnya sudah selesai.


"Tuan Ashraf," jawab Carel singkat.


"Situa bangka itu?" tanya Abigail.


"Hmmm, karena ia tidak terima kalah dalam tender kemarin," jawab Carel.


Lina menelepon Mommy nya dan mengatakan mereka menginap di villa. Kebetulan besok adalah hari Sabtu jadi mereka tidak bekerja.


"Ya sudah, hati hati saja," jawab Diva setelah ia mendapat kabar dari putri putrinya.


Diva tidak melarang apapun yang dilakukan putri putrinya selama masih dibatas kewajaran dan tidak terpengaruh pergaulan bebas.


Itulah yang selalu di terapkan oleh Diva untuk selalu menjaga kehormatan putri putrinya. Triple A juga tidak suka kebebasan yang melebihi batas, seperti minuman beralkohol dan sebagainya atau nongkrong di bar dan sejenisnya.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2