THREE ANGEL

THREE ANGEL
Berniat menjodohkan.


__ADS_3

.


.


.


Sementara disisi lain...


Abigail sedang berada didalam ruangan kerjanya, sang asisten pribadi masuk kedalam ruangan tersebut. tapi sebelumnya sang asisten mengetuk pintu terlebih dahulu.


"Katakan..!" ucap Abigail dengan nada tegas.


"Tuan muda, Tuan Arifin dan istrinya mengundang makan malam di rumahnya," kata Arga.


"Untuk apa beliau mengundang makan malam?" tanya Abigail masih dengan nada dingin.


"Saya juga tidak tahu tuan muda," jawab Arga.


"Hmmm baiklah, katakan pada tuan Arifin aku akan datang," kata Abigail kemudian mengibaskan tangannya sebagai kode agar Arga segera keluar.


Abigail melanjutkan pekerjaannya agar cepat selesai. karena sebentar lagi makan siang dan ia akan mengajak sang kekasih untuk makan siang bersama.


Abigail mengambil ponselnya diatas meja kerjanya dan mendail nomor telepon seseorang.


"Halo...!" sapa Lica menjawab panggilan tersebut.


"Sayang, nanti makan siang bareng aku ya nanti kujemput," kata Abigail.


"Hmmm baiklah," jawab Lica.


"Ya sudah aku tutup dulu ya, mau lanjut kerja," kata Abigail.


"Iya, aku juga mau lanjut kerja," jawab Lica.


"I love you, sayang," kata Abigail.


"Too..." jawab Lica singkat. Kemudian sambungan telepon pun terputus.


Abigail tersenyum senang mendengar jawaban dari Lica, meskipun hanya satu kata. Namun itu sudah cukup membuat hatinya berbunga bunga.


Abigail semakin semangat untuk menyelesaikan pekerjaannya.


Jam 11 siang Abigail sudah keluar dari ruangan kerjanya, dan ia berpapasan dengan Arga sang asisten.


"Tuan muda mau kemana?" tanya Arga.


"Jemput Lica, kenapa? mau ikut?" tanya Abigail.


"Apa boleh tuan? Saya juga mau ngajak Jasmine makan siang," tanya Arga balik.


"Baiklah, tapi selesaikan dulu pekerjaanmu," jawab Abigail.


"Sudah Tuan, pekerjaan saya sudah selesai," kata Arga.


"Bagus, tapi kamu pakai mobil sendiri aku tidak mau ada pengganggu nantinya," kata Abigail.


"Tentu tuan, saya juga tidak mau diganggu," jawab Arga.

__ADS_1


Akhirnya kedua pemuda tampan itu berjalan beriringan memasuki lift. Setibanya dibawah para karyawan selalu saja kagum melihat dua makhluk ciptaan Tuhan itu yang sangat tampan dimata mereka.


Abigail dan Arga masuk kedalam mobil masing-masing, keduanya mengendarai mobil dengan kecepatan sedang, karena waktu masih satu jam untuk istirahat makan siang.


Hanya butuh waktu 30 menit keduanya sudah tiba ditempat yang dituju. keduanya turun dari mobil setelah memarkirkan mobilnya ditempat parkir khusus.


Abigail mengirim pesan kepada Lica bahwa ia sudah menunggu didepan, sedangkan Arga langsung ketempat resepsionis.


"Ada yang bisa saya bantu tuan," tanya Jasmine. karena ia masih dalam urusan pekerjaan jadi ia harus profesional.


"Saya sedang ingin menemui kekasih saya dan ingin mengajaknya untuk makan siang," jawab Arga santai.


Jasmine tersipu, tentu saja ia mau meskipun bibirnya tidak berkata iya sebagai jawaban.


"Bolehkah?" tanya Arga. Jasmine mengangguk.


Jam makan siang akhirnya pun tiba, Jasmine sudah lebih dulu keluar bersama Arga. Sementara Abigail masih menunggu Lica yang sedang turun kebawah.


"Maaf lama menunggu," ucap Lica saat ia sudah tiba didekat Abigail.


"Tidak apa-apa, aku yang datang terlalu cepat," kata Abigail.


"Yuk...!" ajak Abigail sambil menggandeng tangan tangan Lica dan menuntunnya kedalam mobil.


Mereka menuju ke sebuah restoran yang tidak jauh dari kantor tempat Lica bekerja.


"Kita makan disini saja ya," kata Abigail saat ia memarkirkan mobilnya. Lica hanya mengangguk.


Kemudian keduanya pun masuk kedalam restoran tersebut. Ternyata didalam sudah ada Arga bersama Jasmine.


"Ehh kok ada Arga dengan Jasmine?" tanya Lica.


"Kita gabung dengan mereka aja yuk," ajak Lica sambil menggandeng tangan Abigail.


Abigail hanya menurut saja dan mengikuti Lica membawanya ketempat Arga dan Jasmine.


"Hai...!" sapa Lica. kedua pasangan itu menoleh.


"Ehh tuan muda, nona makan disini juga?" tanya Arga.


"Hmmm," jawab Abigail singkat.


"Boleh gabung!" tanya Lica.


"Boleh," jawab Jasmine. Kebetulan kursi ada 4 buah.


"Silahkan tuan dan nona," ucap pelayan sopan sambil membawa buku kecil dan pena untuk mencatat menu pesanan pelanggan.


"Aku mau pesan ini, ini dan ini minumnya ini," ucap Lica menunjukkan menu yang tersedia dibuku menu tersebut.


Jasmine melongo melihat pesanan Lica. Segitu banyak apa tidak takut gemuk pikirnya.


"Kamu pesan apa sayang?" tanya Lica pada Abigail karena pelayan begitu lekat memperhatikan Abigail. Dan Lica sengaja menekankan kata sayang pada Abigail.


"Samain aja sayang," jawab Abigail.


Jasmine hanya pesan satu menu saja, karena ia berpikir makanan disini pasti sangat mahal.

__ADS_1


"Kok sedikit sekali pesannya, sayang?" tanya Arga.


"Cukuplah, nanti tidak habis pasti sayang kalau mubazir," jawab Jasmine.


"Pesan lagi, nanti tidak kenyang," kata Arga lagi.


Kemudian Jasmine memesan satu lagi menu yang sepertinya menggiurkan kalau dilihat dari gambarnya.


Pelayan pun mencatat pesanan mereka sambil matanya mencuri curi pandang pada Abigail. Abigail tidak menyadari itu sebab ia hanya fokus pada Lica.


Kemudian pelayan itu pergi untuk menyiapkan pesanan mereka.


Selang 30 menit pesanan mereka pun tiba, Jasmine menatap makanan yang tidak sesuai dengan ekspektasi nya.


"Pantas saja Arga takut aku tidak kenyang, ternyata makanan nya hanya sedikit," batin Jasmine.


"Silahkan sayang," ucap Arga pada Jasmine.


Jasmine hanya mengangguk, dan mulai menyantap hidangan didepan matanya.


Setelah selesai makan Abigail pun membayar semua tagihannya. Arga senang karena uang sakunya selamat untuk hari ini. makan dibayarin, siapa yang tidak senang?.


"Yuk...!" ajak Abigail setelah ia membayar makanan tersebut.


Kemudian mereka keluar dari restoran tersebut dan kembali ketempat kerja.


Malam hari...


Abigail sudah bersiap siap untuk pergi menghadiri makan malam dirumah Arifin salah satu rekan bisnis Abigail.


Abigail sengaja pergi sendiri untuk melihat apa tujuan rekan bisnisnya sehingga mengundangnya untuk makan malam.


"Mau kemana sayang?" tanya Alika saat melihat putranya ingin keluar.


"Rekan bisnis mengundang makan malam dirumahnya, dan aku tidak enak untuk menolak." jawab Abigail.


"Ya sudah, tapi Mama merasa kalau rekan bisnismu itu punya maksud," kata Alika.


"Mama tenang saja, aku bisa mengatasinya sendiri," jawab Abigail. Alika pun mengangguk.


"Aku pergi dulu ma," ucap Abigail berpamitan kepada sang Mama.


Abigail melajukan mobilnya menuju rumah rekan bisnisnya. Setibanya di rumah itu, Abigail disambut ramah oleh pemilik rumah.


"Selamat malam tuan Arifin dan nyonya Afifa," sapa Abigail lalu menyalami kedua pasangan suami istri itu.


"Jangan panggil tuan, panggil saja Om. Kita lagi diluar pekerjaan," kata Arifin.


Abigail mengangguk, kemudian ia masuk mengikuti tuan dan nyonya rumah.


"Silahkan duduk nak Abigail, sebentar saya akan panggilkan putri saya yang baru datang dari luar negeri setelah menyelesaikan studinya," ucap Afifa.


Abigail hanya mengangguk, seperti dugaannya kalau undangan makan malam pasti ada maunya. Dan mereka berniat menjodohkan putri mereka dengan Abigail sang pengusaha muda sukses.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2