THREE ANGEL

THREE ANGEL
Pertama dan terakhir.


__ADS_3

.


.


.


"Maafkan aku...!" ucap Carel, lalu meletakkan keningnya di lutut Lita.


"Kami kekamar dulu ya," ucap Diva.


"Ehh, Mommy, Oma, Opa maaf aku tidak tahu kalau kalian ada," ucap Carel kikuk.


"Tidak apa-apa, selesaikan dulu masalah kalian," jawab Diva.


Kemudian Diva, Vera dan Jordan masuk kekamar mereka. Kini hanya tinggal Carel dan Lita diruang tamu.


"Bangunlah, kita bicara ditempat lain," ucap Lita.


Carel dan Lita bangkit dan berjalan keluar mansion menuju mobil Carel. Carel membukakan pintu mobil untuk Lita, setelah Lita masuk barulah Carel masuk.


Carel mengemudikan mobilnya perlahan karena masih dalam kawasan mansion.


"Kita mau kemana?" tanya Carel.


"Kemana saja," jawab Lita.


"Ke KUA, mau?" tanya Carel.


"Nanti setelah kamu menyingkirkan wanita pengganggu itu," ucap Lita.


Mereka tiba ditaman kota, saat ini pengunjung sepi karena bukan hari libur. Lita dan Carel keluar dari mobil dan mencari tempat yang teduh dari sinar matahari.


"Maafkan aku...!" ucap Carel lagi.


"Hmmm, aku juga minta maaf," ucap Lita.


Carel mengernyitkan dahinya karena tidak mengerti mengapa Lita juga minta maaf?.


"Aku tidak tahu kamu punya masa lalu seperti itu, Mama sudah menceritakan semuanya tentang kamu," ucap Lita.


"Itu karena aku sangat mencintaimu dan menyayangimu, dulu aku sangat dekat dengan kakek. Tapi aku harus kehilangan dia, aku terpuruk waktu itu karena merasa sangat kehilangan. Dan aku juga tidak ingin kehilanganmu," ucap Carel. Lita tersenyum menatap wajah tampan Carel.


"Apa aku sepenting itu dalam hidupmu?" tanya Lita.


"Sangat, aku belum pernah jatuh cinta belum pernah merasakan berdebar saat dekat dengan perempuan, tapi denganmu aku merasakannya." jawab Carel.


"Bagaimana kalau suatu saat nanti ada seorang gadis yang bisa menggetarkan hatimu juga? Apakah kamu juga akan mencintai nya?" tanya Lita.


"Tidak ada siapapun yang bisa menggantikan posisi mu dihatiku." jawab Carel.


"Kamu cinta pertama dan terakhir bagiku," ucap Carel lagi.


Lita menoleh kearah lain untuk menyembunyikan perasaannya, karena saat ini wajahnya memerah.


"Mukamu merah, kenapa?" tanya Carel.


"Mungkin cuacanya panas, padahal kita sudah berada ditempat teduh," ucap Lita.


Gak mungkin dia mengakui kalau saat ini ia sedang merona. kata kata Carel yang tulus membuatnya berbunga bunga.


"Kata katamu itu dapat dari mana?" tanya Lita.

__ADS_1


"Kata kata yang mana?" tanya Carel balik.


"Gombalan mu itu," jawab Lita.


"Aku bukan gombal sayang, semua yang aku ucapkan tulus dari hatiku," jawab Carel.


"Wah, wah, wah. Enak ya berpacaran disini?" tanya Bella.


Tadi sewaktu Carel dan Lita turun dari mobil, Bella melihat Carel sedang menggandeng tangan Lita. lalu ia pun mengikutinya.


"Sedang apa kau disini? memang tidak ada kerjaan?" tanya Carel. Lita hanya terdiam saja, ia ingin melihat sejauh mana Carel bisa menyelesaikan wanita ini.


"Pantas saja kau menolak ku ternyata sudah punya yang baru," ucap Bella.


"Pergi dari sini atau aku akan buat kamu menyesal," ucap Carel.


"Wow, semakin hebat kamu ya," ucap Bella.


Lita yang sudah mulai jengah pun bangkit langsung menendang perut Bella hingga tersungkur ketanah.


"Sekali lagi kamu bicara, aku potong lidahmu," ucap Lita geram. Kemudian ia pergi dari tempat itu bersama Carel.


"Kukira tempat ini aman, ternyata ada saja pengganggu," ucap Lita saat mereka sudah berada didalam mobil.


Bella sudah meringis kesakitan karena tendangan Lita tidak main-main.


"S*al, sakit sekali," ucap Bella kemudian juga pergi dari tempat itu.


Carel dan Lita pun pergi ketempat lain, kali ini Lita yang menyetir, pantai adalah tujuannya, meskipun hari masih siang tapi Lita ingin menenangkan diri sambil pacaran.


"Sayang...?!" panggil Carel, Lita pun menoleh.


"Kita mau kemana?" tanya Carel.


"Sayang maafkan aku ya," ucap Carel, ia takut kalau Lita sampai marah lagi.


"Sudahlah gak usah dibahas, aku tau kamu tidak bisa memukul wanita, biar aku saja yang memukul cewek cewek mu itu," ucap Lita.


"Mereka bukan kekasihku sayang, hanya kamu tidak akan ada yang lain dihatiku," ucap Carel.


"Gombal," jawab Lita sambil mencubit hidung mancung milik Carel.


"Kamu tidak marah?" tanya Carel.


"Sia sia saja aku marah sama kamu, lebih baik aku lampiaskan pada mereka," jawab Lita.


Lita memarkirkan mobilnya karena mereka sudah sampai ditempat tujuan, Carel turun terlebih dahulu kemudian berlari kesisi mobil untuk membukakan pintu mobil untuk Lita.


"Sepi ya," ucap Lita.


"Ya iyalah inikan bukan hari libur," jawab Carel.


"Kita makan yuk, aku lapar," ajak Lita.


Carel membawa Lita ke restoran, mereka hanya berjalan kaki menuju restoran tersebut. Karena jaraknya juga tidak terlalu jauh dari pantai.


"Mau makan apa?" tanya Carel. Lita melihat menu yang ada disitu.


"Kerang laut kayanya enak deh," kata Lita.


"Oke, apalagi?" tanya Carel.

__ADS_1


"Cumi bakar, sama udang, jangan lupa pakai nasi ya," jawab Lita. Pelayan pun mencatat pesanan mereka.


"Ada lagi tuan dan nona?" tanya pelayan itu.


"Es kelapa muda," jawab Lita.


"Baik, mohon ditunggu ya tuan, nona," ucap pelayan itu dan segera pergi dari untuk menyiapkan pesanan mereka.


"Gak apa-apa kan aku pesan banyak?" tanya Lita.


"Gak apa-apa, jangankan cuma makanan emas permata dan berlian pun aku belikan, atau mau pesawat pribadi?" tanya Carel.


Lita menggeleng, "Abang Roy sudah punya perusahaan pesawat,"


Carel terdiam, ia lupa kalau Lita adalah anak orang terkaya nomor 1 di negara ini.


"Maaf, aku tidak bermaksud merendahkan mu," ucap Lita.


"Tidak apa-apa, aku lupa siapa kekasihku ini?" tanya Carel.


"Sudahlah tidak usah bahas tentang harta, aku bukan perempuan matre yang haus kekayaan," ucap Lita.


"Ya aku tahu, itu juga yang membuat ku menyukaimu," ucap Carel.


Pembicaraan mereka terhenti saat pelayan mengantarkan pesanan mereka. Pelayan menata hidangan tersebut di meja.


"Silahkan tuan dan nona, selamat menikmati hidangannya," ucap pelayan dengan ramah.


Setelah pelayan pergi keduanya pun makan.


Carel menyuapi Lita karena hanya Lita yang memesan makanan.


"Ehh, kamu tidak pesan?" tanya Lita saat menyadari tidak ada makanan untuk Carel.


"Kita makan berdua saja dan aku akan menyuapimu," jawab Carel.


Akhirnya mereka pun makan sepiring berdua, pengunjung restoran yang lain memperhatikan mereka dengan iri, ada juga yang kagum.


"So sweet banget sih mereka," ucap pengunjung A.


"Iya, kalau pacarku seperti itu pasti bakalan bahagia banget," ucap pengunjung B.


"Pacar kita lagi bekerja lagi kumpulin duit buat nikah," ucap pengunjung C.


"Bagaimana?" tanya Carel.


"Enak...!" jawab Lita.


Makanan mereka pun sudah habis, bahkan minuman mereka pun satu buah kelapa diminum berdua.


"Mengapa kamu memilih ke pantai?" tanya Carel.


"Untuk menghindari gangguan dari mantan mantan kamu," jawab Lita.


"Sayang mereka bukan mantanku, aku tidak ada hubungan dengan mereka, aku hanya cinta sama kamu," jawab Carel. Lita tersenyum menatap wajah tampan Carel.


"Ternyata imut juga," batin Lita.


Braak... meja tempat mereka digebrak.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2