THREE ANGEL

THREE ANGEL
Mendadak rindu.


__ADS_3

.


.


.


Abigail melajukan mobilnya menuju mansion kekasihnya, setibanya didepan gerbang penjaga langsung membukakan pintu gerbang dan mempersilahkan tuan mudanya masuk.


"Ini Paman untuk beli rokok," kata Abigail menyerahkan uang ratusan ribu kepada penjaga gerbang tersebut.


"Tidak usah tuan muda, kami juga sudah setiap hari diberi uang jajan sama nona muda kembar, kadang kalau tuan muda kembar datang pun selalu memberi kami uang, juga tuan kecil kembar pun terkadang memberi kami uang diluar gaji pokok kami," jawab penjaga gerbang tersebut.


"Ambillah paman ini rezeki loh," kata Abigail. Akhirnya penjaga gerbang itupun mengambilnya.


Abigail melanjutkan mengemudi mobilnya hingga sampai depan pintu utama mansion. Abigail keluar dari mobil dan menekan bel pintu. Pelayan tergopoh-gopoh membuka pintu depan.


"Lica ada bik?" tanya Abigail.


"Ada tuan muda, nona Lica sudah menunggu diruang tamu," jawab bik Aida.


"Terimakasih bik, bibik boleh istirahat sekarang," kata Abigail.


"Tumben malam malam kesini!" tanya Lica yang sedang bermain ponsel.


Abigail duduk berdekatan dengan Lica tapi masih jarak aman.


"Tiba tiba aku mendadak rindu," jawab Abigail sekenanya.


"Kemana semua orang?" tanya Abigail lagi.


"Sudah masuk kamar, ini sudah jam berapa?" tanya Lica balik.


"Maaf, sebenarnya tadi aku habis menghadiri undangan makan malam dengan rekan bisnis," kata Abigail.


"Mencurigakan," kata Lica sambil memicingkan matanya.


"Bisa aja tebakan mu, benar rekan Bisnisku itu ingin memperkenalkan anaknya kepadaku." jawab Abigail.


"Pasti orangnya cantik," ucap Lica. Abigail tersenyum.


"Tuh kan bener cantik," kata Lica.


"Yang namanya cewek gak ada yang tampan," balas Abigail.


"Kalau dia cantik kenapa gak sama dia aja?" tanya Lica.


"Karena aku sudah punya kamu, dia sangat cantik tapi urutan belakang," jawab Abigail.


"Kenapa begitu?" tanya Lica.


"Karena Kamu urutan pertama," jawab Abigail sambil menoel hidung mancung Lica.


"Gombal banget," balas Lica menoel hidung mancung Abigail.


"Sudah pulang sana, aku mau tidur besok mau kerja," usir Lica pada Abigail.

__ADS_1


Abigail pun mengalah dan bangun dari duduknya berjalan menuju pintu, langkah kakinya seperti kura kura saking lambatnya karena Lica tidak mengantarnya sampai pintu.


"Apalagi?" tanya Lica. Abigail menghentikan langkahnya.


Melihat hal itu Lica pun mengerti dan mendorong tubuh tinggi Abigail hingga keluar mansion.


Cup... Lica mengecup bibir Abigail dan seketika Abigail tersenyum dengan wajah berseri seri.


"Sudah pulang sana, selebihnya tunggu saja," kata Lica.


"Terimakasih sayang," ucap Abigail.


"Hmmm," jawab Lica singkat.


Abigail masuk kedalam mobil dan menjalankan mobilnya keluar dari mansion untuk pulang ke mansion.


Pergerakan Abigail diawasi oleh beberapa orang menggunakan mobil hitam. Abigail menyadari hal itu, tapi ia pura pura tidak tahu.


Abigail melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi sehingga orang itu tidak bisa mengejar. Kemudian orang itu menelepon orang yang menyuruhnya.


"Halo nona, kami kehilangan jejak mengejar pria itu, tapi tadi kami sempat melihat dia keluar dari mansion keluarga Henderson," kata penelepon.


"Aku perintahkan Kamu untuk menculik gadis itu, terserah kalian mau diapain. Yang penting dia tidak lagi bersama Abigail," perintah Arrabela.


Ya orang yang memerintahkan untuk mengikuti Abigail adalah Arrabela. Bahkan ia memerintahkan untuk menculik salah satu dari triple A.


"Baik nona, bagaimana dengan bayaran kami? kami juga butuh uang," tanya pria itu.


"Nanti saya transfer separuh, dan sisanya setelah pekerjaan kalian selesai." ucap Arrabela dari seberang telepon. Saat ini ia sedang berada disebuah bar kamar VIP jadi tidak terlalu bising.


Baru beberapa menit notifikasi dari Bank masuk kedalam ponsel milik pria itu.


"Kita dapat uang," ucap pria itu memperlihatkan uang masuk ke rekening miliknya.


"Dibagi kan bos?" tanya penjahat 2.


"Bagi lah, kita sama sama susah sama sama senang," jawab si bos.


Ya kalau soal uang mereka selalu bagi sama rata. Karena mereka selalu bersama sama sejak dulu. awalnya mereka adalah orang baik, tapi keadaan yang membuat mereka seperti itu. Mereka selalu dianggap sebagai orang jahat. Akhirnya mereka menjadi orang jahat beneran.


"Besok kita lanjut sekarang kita pulang dulu," ucap si bos. Anak buahnya pun ikut saja, mereka kembali ke kontrakan kumuh mereka.


Abigail tiba di mansion dengan senyum cerahnya. Perlahan menaiki tangga menuju kamar miliknya.


Abigail masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan diri, setelah beberapa menit ia pun sudah selesai mandi dan memakai piyama tidur.


"Rasanya pengen cepat cepat menikah," gumam Abigail sambil memeluk bantal guling.


Perlahan matanya terpejam dan akhirnya iapun tertidur. Mungkin efek terlalu lelah jadi iapun mudah untuk tertidur.


Pagi hari...


Lina, Lita Lica sudah bersiap siap untuk berangkat bekerja. Mereka secara bersamaan turun kebawah sambil berlari lari kecil menuruni anak tangga.


"Hati hati sayang," ucap Diva yang melihat putrinya berlari kecil menuruni tangga.

__ADS_1


"Tenang Mom, kami tidak akan apa apa," jawab Lina.


Tiba dimeja makan Jordan dan Vera sudah berada disana. Triple A menyapa Oma dan Opanya.


"Pagi Oma Opa," ucap triple A serentak.


"Pagi sayang," jawab Vera.


"Tumben Oma awal?" tanya Lica.


"Sesekali gak apa-apa bangun lebih awal," bukan Vera yang menjawab tapi Jordan.


"Mari sarapan, bibik sudah masak," kata Vera.


Diva dan Darmendra juga sudah tiba di meja makan. Diva seperti biasa melayani suaminya dan mertuanya. Sedangkan triple A melayani mereka sendiri.


Setelah selesai sarapan, mereka pun pamit untuk pergi bekerja. Kebiasaan sehari hari tidak pernah mereka lupakan.


Ketiganya pun berangkat ketempat kerja menggunakan motor mereka. Saat keluar dari pintu gerbang, Lina merasa ada yang mengawasinya tapi saat Lina menoleh tidak ada siapa siapa.


Lina kemudian melanjutkan perjalanannya ketempat kerja, ia memberi kode kepada kedua saudaranya untuk ngebut. Lita dan Lica mengangguk.


Karena mereka juga sadar kalau mereka sedang diawasi. Lita dan Lica menoleh kebelakang tapi tidak ada siapapun yang mengikuti mereka.


"Apa hanya perasaanku saja?" batin Lita.


Ketiganya tiba ditempat kerja dengan selamat, mobil yang mengikuti mereka dari kejauhan pun berhenti.


"Kapan kita bertindak?" tanya penjahat 1.


"Nanti sepulang mereka kerja," jawab si bos.


Sedangkan diparkiran....


Apa kamu merasa kalau kita diawasi?" tanya Lita.


"Hmmm," jawab Lina.


"Sepertinya ada yang ingin main-main dengan kita," kata Lica.


"Biarkan saja, aura mereka tidak terlalu kuat," kata Lina.


"Mungkin mereka hanya penjahat kelas teri," kata Lita.


"Yuk masuk, jangan dipikirkan soal itu," ajak Lina.


Merekapun masuk dan tidak lupa mereka menyapa Jasmine yang ternyata datang lebih awal dari mereka.


Triple A menoleh kiri kanan melihat sekeliling kalau kalau ada orang, kemudian mereka masuk kedalam lift khusus keluarga pemilik perusahaan.


"Kamu yakin tidak ada yang lihat kita masuk ke lift ini?" tanya Lica.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2