THREE ANGEL

THREE ANGEL
Kesalahan fatal.


__ADS_3

.


.


.


"Siapa yang menyuruh kalian?" tanya Lica.


"Nona Amber, nona kami menginginkan kematianmu dan menangkap pria itu," jawab ketua penjahat itu.


"Suruh nona kalian kemari, katakan bahwa aku sudah tertangkap," perintah Abigail.


"Kami hanya akan membawamu hidup hidup, tapi tidak dengan nona itu," tunjuk ketua.


"Bagaimana kalau kita hajar mereka, kemudian kita datangi tempat wanita itu," bisik Lica pada Abigail. Abigail pun mengangguk setuju.


"Majulah kalian," pinta Abigail.


Keenam pria itu maju secara serentak hendak menangkap Abigail. Tapi belum sempat mereka mereka menangkap Abigail, Lica sudah terlebih dulu menendang dua orang secara bersamaan. Lica dengan bersalto dan melompat kemudian kedua kakinya menendang dua orang sekaligus sehingga keduanya tumbang dan terjatuh.


Sedangkan Lica mendarat di tanah dengan keren.


"S*al, ternyata kalian menipu kami," umpat sang ketua.


Lica hanya tersenyum smirk, begitu juga dengan Abigail ia sudah siap untuk bertarung melawan para penjahat tersebut.


"Kita serang bersamaan sayang," ucap Abigail. Lica pun mengangguk.


Keduanya maju memutar tubuhnya dan menendang secara bergantian, para penjahat itu tidak sempat menghindar karena kecepatan tendangan mereka.


5 orang sudah terkapar di tanah, sekarang hanya tinggal sang bos. Abigail dan Lica sengaja tidak menghajar bos mereka terlebih dahulu.


"Sekarang hanya kamu sendiri," ucap Lica.


"Jangan, saya cuma menjalankan perintah dan saya dibayar," ucap pria itu ketakutan.


"Kami tidak akan memberi ampun kepada penjahat, apalagi sampai berniat untuk menghabisi nyawa kekasihku," ucap Abigail.


"Ampunkan saya tuan, saya hanya disuruh," ucap pria itu memohon.


Lica tanpa berbicara lagi langsung menendang dada pria itu sehingga pria itu terpental beberapa meter dan terbatuk-batuk.


"Kesalahan fatal kalau berurusan dengan kami," ucap Lica.


Pria itu mencoba berdiri tapi kali ini Abigail yang menendang kepala pria itu hingga terjatuh dan tidak sadarkan diri.


Kemudian Abigail dan Lica masuk kedalam mobil dan meninggalkan tempat itu.


"Kita datangi apartemen Amber, aku yakin dia ada disana," ucap Abigail.


"Sebentar, sebenarnya siapa Amber?" tanya Lica yang memang tidak tahu dengan Amber.

__ADS_1


"Dia sepupu jauh dan begitu terobsesi denganku," jawab Abigail.


"Hmmm, kamu tau tempat tinggalnya?" tanya Lica. Abigail mengangguk


"Mari kita datangi apartemennya, aku yakin dia pasti berada di apartemennya saat ini." ajak Abigail.


"Kenapa kau begitu yakin?" tanya Lica curiga.


"Sebab tadi pagi aku baru saja menghajarnya karena dia seperti orang g*la di mansion keluarga Davidson, ia semalam datang dan menginap di kamar tamu. Karena aku tidak mau menemuinya dia pun mengamuk menghancurkan barang barang yang ada dalam kamar tamu." jawab Abigail panjang lebar.


"Ya sudah ayo, mungkin dia ingin menyingkirkan ku karena dekat denganmu," ucap Lica.


"Masuk akal," kata Abigail.


Kemudian mereka pun masuk kedalam mobil dan kembali menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang, mereka jadi mengurungkan niatnya untuk kembali ke perusahaan.


Lica mengirim pesan kepada Lina yang mengatakan bahwa ia tidak masuk lagi kekantor.


Lina hanya membalas Oke, dan kemudian kembali bekerja. Sedangkan Lica yang mengerti dengan sikap Lina pun tidak mempermasalahkan itu.


"Apakah ini tempatnya?" tanya Lica saat mereka tiba disebuah gedung berlantai 20.


"Ya, dulu dia membeli apartemen disini," jawab Abigail.


Keduanya langsung masuk kedalam gedung tersebut, dan satpam penjaga gedung tersebut menunduk hormat kepada Abigail. karena satpam tau kalau Abigail pemilik apartemen dilantai 20.


Abigail dan Lica pun masuk kedalam lift untuk menuju lantai 15, karena Amber membeli apartemen dilantai 15.


"Kau sepertinya mengenal tempat ini?" tanya Lica saat mereka didalam lift.


Mereka tiba di dilantai 15 dan keluar dari lift. Tiba didepan pintu apartemen Amber, Abigail membunyikan bel.


Amber yang sedang berada didalam kamar segera membukakan pintu. Amber mematung saat melihat Abigail yang datang. Lica sengaja tidak menampakkan diri dulu.


"Bagaimana keadaanmu?" tanya Abigail lembut.


"Ba.. baik," jawab Amber gugup.


"Kenapa kau gugup, hmmm? Bukankah kau ingin menghabisi kami?" tanya Abigail to the point.


Deg...


Amber mundur satu langkah karena terkejut ternyata Abigail mengetahui rencananya.


"Kenapa? takut sekarang?" tanya Abigail yang tadinya lembut kini berubah seperti ingin memangsa incarannya.


"Ak..aku tidak melakukannya," jawab Amber yang semakin ketakutan.


"Kalau tidak melakukannya, mengapa kau takut?" tanya Abigail.


"Sekarang orang suruhanmu sudah berada didalam penjara dan sekarang adalah giliranmu untuk masuk kedalam penjara," ucap Lica yang sudah menampakkan diri. Tadinya ia bersembunyi dibalik tembok dekat pintu.

__ADS_1


"Ti.. tidak, aku tidak mau dipenjara," ucap Amber.


Abigail dengan tanpa hati menendang perut Amber sehingga wanita itu terpental membentur sofa yang ada diruangan itu.


"Aku tidak akan mentoleransi kali ini, sudah cukup aku bersabar dengan tingkahmu selama ini." ucap Abigail.


Sedangkan Lica hanya duduk diam di sofa seperti menyaksikan sinetron di televisi swasta.


"Kamu pikir aku orang baik? Kamu salah, dan kesalahan fatal bila kamu menganggap aku baik," tanya Abigail.


"Sekali lagi kamu berbuat seperti ini, maka keluargamu akan terkena dampaknya. Aku tidak akan segan segan untuk menghancurkan perusahaan orang tuamu yang kamu bangga banggakan itu," ucap Abigail penuh ancaman. meskipun ia berkata lembut tapi terdengar menyeramkan.


"Sudah selesai?" tanya Lica.


"Hmmm, sekarang giliranmu sayang," jawab Abigail.


"Boleh aku mematahkan kakinya?" tanya Lica.


"Silahkan, dengan senang hati sayang," jawab Abigail. Kini gantian Abigail yang menjadi penonton.


Amber menjerit saat Lica memelintir tangannya, kemudian Lica menginjak kaki Amber, Lica memang kejam. Apalagi kalau orang itu sudah menargetkan dirinya untuk dibu*uh.


"Mari pulang," ajak Lica.


Mereka pun keluar dan meninggalkan tempat itu, mereka masuk kedalam lift dan Abigail menekan tombol angka menuju lantai 20.


"Kenapa keatas?" tanya Lica.


"Aku ingin melihat apartemen ku sebentar," jawab Abigail.


"Kamu sering kesini?" tanya Lica.


"Jarang, hanya kadang kadang kalau lagi ingin melihatnya," jawab Abigail.


Mereka sudah tiba dilantai 20 dan keluar dari lift.


Ternyata dilantai ini hanya ada satu apartemen yaitu milik Abigail. Jadi apartemen miliknya terlihat sangat luas.


Abigail menekan kata sandi dan pintu pun terbuka. Ternyata kata sandinya adalah tanggal bulan dan tahun Abigail bertemu Lica saat didalam pesawat.


"Ehh, bukankah itu itu tanggal sewaktu kami pulang dari L A?" tanya Lica.


"Ya, karena aku ingin selalu mengingat hari itu, bahkan kata sandi apartemen ku yang lain juga sama," jawab Abigail. Abigail membuka pintu dan mempersilahkan Lica masuk.


"Mari...!" ajak Abigail sambil menggandeng tangan Lica.


Lica menelisik kesegala arah melihat seluruh isi apartemen tersebut, ada dua kamar di bawah dan satu kamar diatas.


"Sangat mewah," ucap Lica.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2