THREE ANGEL

THREE ANGEL
Berurusan dengan orang yang salah.


__ADS_3

.


.


.


Tanpa sepengetahuan mereka Lina berbicara kepada manager toko tersebut. Lina memberikan kartu hitam miliknya kepada manager toko untuk membayar pakaian yang nanti mereka beli.


Lina menyuruh manager toko untuk melayani mereka. Dengan senang hati manager toko menjalankan perintah Lina.


"Perhatian semuanya khusus untuk hari ini toko kami mengadakan diskon 80 persen," ucap manager toko tersebut.


Yang pastinya para pelayan toko dan penjaga kasir sudah diberitahu sebelumnya.


"Wah ada diskon guys," pekik Delima.


"Iya nih, kesempatan untuk kita membeli pakaian," ucap Lolita.


Akhirnya mereka berlima pun memilih pakaian yang mereka inginkan. Para pelayan pun tersenyum melihat kebahagiaan mereka. Pelayan itu juga orang yang kurang mampu.


"Ambillah," ucap Lina sambil menepuk bahu pelayan itu.


"Hah.. tidak, aku tidak berminat," jawab pelayan itu.


"Tenang aku sudah bicara dengan manager kalian, ambillah mana yang kamu sukai," tanya Lina.


"Tapi aku tidak punya uang," jawab pelayan itu.


"Aku sudah bayar," kata Lina, kemudian pelayan itu menoleh ke manager toko itu. manager pun mengangguk, pelayan itu tersenyum senang.


Selama ia bekerja ditoko ini tidak pernah ada seorang pun yang berbaik hati kepadanya.


"Apakah aku bermimpi?" tanya pelayan itu sambil memeluk pakaian yang selama ini ia inginkan. Namun karena harga terlalu mahal baginya jadi pelayan itu hanya bisa menahan diri.


Lina, Lita dan Lica tersenyum melihat kelima temannya nampak sangat senang.


"Kalian tidak membeli?" tanya Adela.


"Belum nemu yang cocok," jawab Lica asal.


"Beruntung kita ke mall hari ini, kita dapat diskon besar besaran," kata Delima antusias.


Akhirnya mereka membeli beberapa potong pakaian seperti yang mereka inginkan.


"Terimakasih sudah datang ke toko kami," ucap manager toko tersebut.


"Terimakasih banyak," ucap pelayan itu kepada Lina. Lina hanya tersenyum.


Kemudian mereka pun pergi setelah membayar belanjaan mereka. Mereka nampak sangat bahagia karena bisa membeli pakaian yang mereka inginkan.


"Kemana lagi kita?" tanya Lica.


"Pulang saja, takutnya nanti kemalaman sampai rumah," kata Lolita.


"Kita singgah di gerobak bakso yuk," ajak Lina. Mereka semua pun setuju.

__ADS_1


Akhirnya mereka keluar dari mall tersebut, mereka menuju keparkiran dan mengendarai motor mereka masing-masing.


Mereka tiba di gerobak bakso pinggir jalan dan segera turun dari motor mereka masing-masing.


"Bakso mang," ucap Jasmine pada penjual bakso.


"Baik neng," jawab mang Kosim penjual bakso itu.


Mereka pun duduk menunggu bakso siap. Lina mengeluarkan laptop miliknya dan mencari tahu tentang Arrabela. Hanya dalam sekejap Lina sudah menemukan orang yang ingin ia cari.


"Ternyata dia bukan wanita baik baik," gumam Lina.


Lina dengan cepat meng-upload video tersebut dan menyebarkan nya ke media. Lina akan menghancurkan Arrabela lewat video tersebut.


"Kamu berurusan dengan orang yang salah, Arrabela," batin Lina, kemudian ia tersenyum devil tanpa disadari oleh teman temannya. Hanya kedua saudaranya yang menyadari itu.


Bakso yang mereka pesan pun sudah siap, mereka pun menyantap makanan itu dengan sangat lahap, hingga dalam sekejap saja bakso yang ada didalam mangkuk pun sudah kosong.


"Biar aku yang bayarin," kata Lica.


Lica pun membayar makanan tersebut dan melebihkan pembayarannya, mang Kosim sangat senang karena laku banyak hari ini.


"Terimakasih neng, jangan kapok dengan bakso mamang ya," ucap mang Kosim.


"Sama sama mang," jawab mereka serentak.


Kemudian mereka pun pulang ke rumah masing-masing dengan mengendarai motor mereka.


Triple A tiba di mansion dan melihat Diva sedang duduk di sofa ruang tamu.


"Mommy...!" panggil triple A serentak, lalu memeluk Diva secara bersamaan.


Ketiganya meleraikan pelukannya dan mencium pipi Diva satu persatu. Diva tersenyum melihat anaknya sudah tumbuh besar, bahkan sebentar lagi akan menjadi istri orang.


"Kita kekamar dulu ya Mommy," ucap triple A hampir bersamaan.


"Ya, mandi dulu sana," perintah Diva.


Mereka berlari kecil kearah lift, dan saling berebut untuk masuk. Tidak ada yang mau mengalah satu sama lain.


Akhirnya mereka pun tiba didepan kamar mereka, Lita dan Lica masuk kedalam kamar Lina.


"Hei, kamar kalian disebelah," ucap Lina, sedikit berteriak.


"Kami mau tanya sesuatu," kata Lita.


"Hmmm," jawab Lina singkat. Ketiganya pun duduk ditempat tidur.


"Siapa Arrabela?" tanya Lita.


"Gak tau, yang pasti ia bukan wanita baik baik," jawab Lina.


"Lalu?" tanya Lica.


"Aku merasa ada yang ia incar salah satu dari pria kita," ucap Lina.

__ADS_1


Tanpa sadar Lina mengakui bahwa kekasihnya itu adalah miliknya. Lina menelepon Randy, sedangkan Lita menelpon Carel. Mereka menanyakan siapa Arrabela. Tapi keduanya menjawab tidak mengenali nya.


"Berarti targetnya adalah Lica," ucap Lina dan Lita hampir bersamaan.


"Berarti yang diinginkan nya adalah Abigail?" tanya Lica, keduanya mengangguk bersamaan.


"Apa yang kamu lakukan padanya?" tanya Lica lagi.


"Ada deh, kita lihat saja besok berita yang menggemparkan seluruh negara ini," jawab Lina santai.


"Kamu menghancurkan perusahaan orang tuanya?" tanya Lica lagi.


"Tidak, perusahaan orang tuanya pasti akan terkena imbasnya. Tapi aku sudah pikirkan konsekuensinya," ucap Lina.


"Bagaimana kalau perusahaan itu bangkrut?" tanya Lita.


"Kalau bangkrut aku rasa tidak, selama investor besar tidak menarik saham mereka," jawab Lina.


"Kalian tau siapa investor terbesar itu?" tanya Lina. Keduanya menggeleng.


"Perusahaan Abigail adalah investor terbesar di perusahaan itu, sejak zaman papanya hingga saat ini mereka masih bekerjasama." kata Lina.


"Aku akan bicara dengan Abigail agar tidak menarik investasi ke perusahaan itu. Kasihan para pekerja akan terkena dampaknya." ucap Lica.


"Semua itu sudah aku pikirkan matang-matang, aku hanya ingin memberikan pelajaran kepada mereka agar tidak macam macam," ucap Lina.


Ketiganya terdiam sejenak. Setelah itu Lita dan Lica keluar dari kamar Lina karena diusir oleh Lina. Lica pun segera menelepon Abigail.


"Halo sayang, ada apa?" tanya Abigail to the point.


"Sayang, kamu kenal Arrabela?" bukannya menjawab Lica malah bertanya balik.


Abigail mengernyitkan dahinya, kenapa tiba-tiba kekasihnya menanyakan Arrabela?.


"Ada apa sayang? Apakah dia mengganggumu?" tanya Abigail.


"Tidak ada apa-apa, hanya saja aku mau bilang jangan tarik investasi pada perusahaan Arifin," jawab Lica.


"Ada apa sih? Aku gak ngerti sayang," tanya Abigail lagi.


"Pokoknya jangan tarik investasi, oke. Besok juga kamu akan tahu, kasihan karyawan kalau sampai perusahaan itu bangkrut," jawab Lica.


"Sayang aku ke mansion ya," kata Abigail lalu mematikan sambungan teleponnya secara sepihak.


Abigail yang baru pulang dari kantor langsung keluar lagi, membuat Daka dan Alika keheranan.


"Apa telah terjadi sesuatu pa?" tanya Alika.


"Entahlah ma, tidak biasanya Abi seperti itu," jawab Daka.


Sementara Abigail yang sudah keluar dari pintu gerbang langsung memacu laju mobilnya dengan kecepatan tinggi, sehingga para pengendara lain mengumpat.


Abigail tidak peduli dengan semua itu, toh dia juga tidak mendengar umpatan orang orang.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2