
.
.
.
Carel menghentikan langkahnya dan berbalik. Wanita itu tersenyum. Merasa triknya akan berhasil.
"Maaf. Aku tidak pernah menyentuh wanita manapun," ucap Carel.
"Apa kamu lupa? Setahun yang lalu kamu pernah tidur denganku?" tanya wanita itu.
"Hahaha...." Carel tertawa terbahak bahak.
"Lucu, sangat lucu," ucap Carel.
"Aku tidak pernah tidur dengan wanita manapun," ucap Carel lagi. Kemudian ia berbalik dan meneruskan langkahnya.
"Saya akan sebarkan video kita...!" kata wanita itu.
Carel menghentikan langkahnya. Dan kembali menghampiri wanita itu.
"Video apa? Video yang mana?" tanya Carel.
"Ini...." kata wanita itu menunjukkan ponselnya dan memang ada video seorang wanita dan pria, tapi wajahnya di blur.
"Bukankah itu kamu dengan Garda?" tanya Carel.
Deg...
Ya Gardareksa adalah partner ranjang wanita itu. Gardareksa juga musuh bebuyutan Carel sejak dulu.
"Hmmm, sepertinya mereka ingin bermain main lagi denganku," gumam Carel.
"Prastisa Pertiwi yang terhormat, sebaiknya kamu mundur sebelum aku menghancurkan karirmu dan juga hidupmu," ucap Carel dengan nada mengancam.
"Kau tau? Aku sangat mencintaimu, Carel," ucap Tisa.
"Hahaha...." Carel kembali tertawa.
Dan itu terlihat mengerikan dimata Tisa.
Awalnya Carel memang tidak mengingat Tisa. Tapi setelah ia perlihatkan video tersebut barulah Carel mengingatnya.
"Video yang asli masih ada padaku," ucap Carel.
Ting. Satu pesan masuk ke ponsel Tisa. Tisa pun membukanya dan terpampang lah wajah nya dan Gardareksa yang tidak di blur sama sekali.
"Bayangkan kalau video tersebut tersebar dimedia. Kamu tau, kan? Kalau aku tidak main-main?" tanya Carel.
"Ba-bagaimana kamu bisa punya video ini?" tanya Tisa yang mulai gugup.
"Aku seorang hacker. Tidak sulit bagiku untuk mendapatkan semua itu," jawab Carel.
"Bahkan aku juga punya video yang lain. Video kau bersama pria lain," ucap Carel.
Deg...
Jantung Tisa kembali berdetak kencang. Dia tidak menyangka kalau Carel ternyata lebih cerdik dari yang ia pikirkan.
"Kalau kita berhubungan setahun yang lalu. Seharusnya kamu sudah melahirkan," kata Carel lagi.
"Silahkan kau sebarkan video itu. Dan aku tidak takut, tapi ingat kehancuranmu dan juga keluargamu," ucap Carel lembut tapi penuh nada ancaman.
Kemudian Carel pun melangkah pergi dari tempat itu. Dan masuk kedalam perusahaan miliknya.
__ADS_1
"Aaahh...." Tisa berteriak dengan kesal.
Carel tersenyum saat masuk kedalam lift, "Ingin bermain main denganku? Tidak akan bisa."
Tisa pun pergi dari perusahaan Carel. Ia akan mencari Gardareksa yang kabur entah kemana?.
"B*j*ngan kau Gardareksa...." umpat Tisa sambil mengendarai mobilnya.
Sementara Carel sudah berada diruang kerjanya, ia menelepon Abigail dan Randy melalui video call grup.
"Ada apa bro?" tanya Abigail to the point.
"Kamu masih kenal Prastisa Pertiwi?" tanya Carel.
"Kenapa memangnya?" tanya Randy.
"Apa dia mengganggumu bro?" tanya Abigail.
"Ya. Barusan ia datang dan mengatakan kalau dirinya hamil. Dan meminta aku untuk bertanggung jawab," jawab Carel.
Seketika Randy dan Abigail tertawa terbahak bahak mendengarnya.
"Tertawa terus. Tertawa," kata Carel.
"Habisnya lucu banget bro. Sejak kapan kamu menyentuhnya?" tanya Abigail.
"Dan dia memperlihatkan video. Dia pikir aku orang bodoh yang tidak mengenali b*j*ngan itu," kata Carel.
"Tenang kawan. Kalau kau tidak merasa, jangan takut," kata Randy.
"Aku tidak pernah menyentuh wanita manapun apalagi tidur dengan mereka," kata Carel.
"Lita?" tanya Abigail.
"Sudah. Sudah, aku mau sambung kerja. Nanti mau jemput Ayang beb," kata Randy.
Merekapun mengakhiri obrolan mereka. Carel menyandarkan tubuhnya disandaran kursi, dan ia merenung.
"Mengapa selalu saja ada yang menggangu. Terutama dari masa lalu," gumam Carel.
Carel khawatir tentang hubungannya dengan Lita akan terjejas. Carel takut kalau Lita akan percaya dengan semua itu.
Saat Carel sedang melamun. Tiba-tiba ponselnya berdering. Carel melihat nama pemanggil adalah sang Papa.
"Halo Pa," sapa Carel menjawab panggilan telpon tersebut.
"Apa kamu sibuk, Nak?" tanya Vasco.
"Tidak Pa. Ada apa?" tanya Carel.
"Ada seorang wanita datang ke mansion. Dia mengaku ngaku hamil anakmu," jawab Vasco.
"Lalu. Papa percaya?" tanya Carel.
"Sebaiknya kamu pulang dulu. Selesai masalah ini dulu," jawab Vasco.
"Baiklah Pa," ucap Carel. Lalu mematikan sambungan teleponnya.
Carel bergegas keluar dari ruangan kerjanya. Berjalan tergesa-gesa menuju lift dan menekan tombol angka menuju lantai bawah.
Setibanya dilantai bawah. Carel berlari kecil menuju parkiran mobil.
Para karyawan dan resepsionis pun merasa heran dengan bos mereka.
"Ada apa? Kok tuan berlari-lari," kata salah satu karyawan yang melihat Carel.
__ADS_1
"Mungkin lagi darurat," jawab yang lainnya.
Carel masuk kedalam mobil dan mengemudi dengan perlahan. Setelah keluar dari pintu gerbang, Carel memacu mobilnya dengan kecepatan tinggi.
Beruntung jalanan cukup senggang, jadi tidak perlu mendengarkan umpatan dan makian para pengendara lain.
Carel tiba di mansion keluarganya. Mobil pun terparkir sembarangan. Carel segera keluar dari mobil dan berlari kecil menuju pintu utama.
Carel masuk dan melihat Tisa sedang menangis dipelukan Marissa. Melihat kedatangan Carel, Tisa semakin menangis.
"Simpan saja airmata buaya mu itu," kata Carel.
"Carel, kamu harus menikahinya," kata Marissa.
"Mama percaya?" tanya Carel.
"Tapi dia mengaku kalau itu adalah anakmu," jawab Marissa.
"Kalau benar dia hamil, itu bukan karena aku," kata Carel.
"Karena aku tidak pernah menyentuh wanita manapun," kata Carel lagi.
"Aku memang hamil anakmu," ucap Tisa.
"Oh ya...."
"Apa kamu tidak percaya?" tanya Tisa.
"Sejak kapan aku berhubungan denganmu?" tanya Carel balik.
"Se-sejak setahun lalu," jawab Tisa gugup.
Mendengar hal itu Marissa langsung mendorong tubuh Tisa. Sehingga pelukannya pada Marissa terlepas.
"Papa sudah bilang, Carel tidak mungkin melakukan hal seperti itu," kata Vasco yang sejak tadi diam.
"Usir dia dari mansion ini," ucap Marissa dengan suara lantang. Carel tersenyum sinis pada Tisa.
"Jangan salahkan aku, bila aku menghancurkan karirmu," ucap Carel.
"Mama hampir saja terpedaya dengan aktingnya," ucap Marissa.
"Sabar Ma," kata Vasco sambil merangkul Marissa.
"Kemana pangeran Gardareksa yang kau puja-puja itu? Apa dia sudah kembali ke negaranya? Aku dengar sebentar lagi dia akan diangkat menjadi Raja," tanya Carel.
Ya. Gardareksa adalah penerus tahta kerajaan yang beberapa bulan lagi akan diangkat menjadi Raja baru.
Gardareksa Attar adalah anak dari Raja Gabriel Attar. Yang sebentar lagi akan diangkat menjadi Raja keempat sejak kakek buyutnya menjadi Raja.
"Tapi aku benar-benar hamil anakmu, Carel," kata Tisa.
Plaak ... Plaak. Dua tamparan mendarat sempurna diwajah Tisa. Untuk pertama kalinya Carel memukul seorang wanita.
"Ini adalah peringatan pertama dan terakhir dariku," ucap Carel.
Tisa memegangi pipinya yang terasa panas karena ditampar.
"Aku tidak akan main-main dengan ancamanku," kata Carel.
.
.
.
__ADS_1