THREE ANGEL

THREE ANGEL
So sweet banget.


__ADS_3

.


.


.


Sore harinya, Darmendra sudah menyelesaikan pekerjaannya. Darmendra dan Diva kini sudah berada di lobby perusahaan, keduanya hendak pulang.


Para karyawan juga ingin pulang, jadi mereka masih berada di lobby perusahaan. Mereka berbisik bisik melihat kemesraan pasangan suami istri itu yang terlihat seperti pengantin baru saja.


"Wah ternyata tuan Darmendra so sweet banget ya sama istrinya," ucap karyawan 1.


"Benar, jadi pengen cepat cepat pulang ketemu suami dirumah," kata karyawan 2.


"Yang sudah punya pacar atau suami mah enak. Lah gue masih jomblo, boro boro suami pacar aja kagak punya," ucap karyawan 3.


Mereka bergosip tentang tuan mereka.


Ardi dan Amanda baru saja keluar dari lift, begitu juga triple A dan rekan kerjanya.


"Bukankah itu istri tuan Darmendra?" tanya Rukiza.


"Iya cantik banget ya, wajahnya lebih mirip teman kita ini," ucap Delima sambil melirik kearah Lina, Lita dan Lica.


Tapi mereka bertiga masa bodo, kalau di perusahaan mereka bersikap seperti atasan dan bawahan. Sehingga semua karyawan di perusahaan ini tidak ada yang tau kalau mereka adalah ayah dan anak.


"Lin, kalian pulangnya dijemput gak?" tanya Lolita.


"Gak tau nih, kayanya enggak deh," jawab Lina.


Baru saja mereka hendak menuju parkiran, 3 cowok tampan sudah berjalan mendekati Darmendra dan Diva. ketiganya langsung mencium tangan kedua orang itu.


"Daddy, Mommy...!" sapa Abigail pada pasangan suami istri itu.


Para karyawan ada yang bengong mendengar Abigail memanggil tuan mereka dengan sebutan Daddy dan Mommy.


"Apa mungkin mereka anak dari tuan Darmendra?" tanya karyawan 4.


"Bisa jadi sih," jawab karyawan 2.


"Berarti..." kemudian mereka saling pandang. Yang mereka tahu Lina, Lita dan Lica adalah pacar ketiga cowok tampan itu.


Banyak dugaan dugaan dari para karyawan bahwa ketiga cewek kembar itu sangat beruntung dicintai oleh anak pemilik perusahaan.


Triple A menahan tawa mereka mendengar gosip para karyawan. Rekan kerja mereka pun mengira seperti itu. Karena mereka juga tidak mengenal anak dari tuan mereka itu.


Darmendra dan Diva sudah lebih dulu pulang, sedangkan Lina pulang dijemput oleh Randy, Lita bersama Carel dan Lica dengan Abigail.


"Beruntung sekali mereka, dan sangat sepadan," ucap karyawan 1.


"Enak nya menjadi orang cantik bisa gaet cowok tampan dan kaya," ucap karyawan 3.


Banyak lagi gosip gosip heboh disore hari ini dari para karyawan di perusahaan ini.


"Ayo jalan!" ajak Lica pada Abigail. Abigail pun menjalankan mobilnya keluar dari perusahaan tersebut.

__ADS_1


"Aku ingin mengajakmu kesuatu tempat," kata Abigail.


"Kemana?" tanya Lica sambil memperhatikan wajah tampan kekasihnya itu.


Abigail tidak menjawab dan hanya fokus menyetir membawa Lica kesuatu tempat seperti yang sudah ia sebutkan.


Satu jam kemudian tibalah mereka pada sebuah villa mewah dan dikelilingi hutan serta ada danau buatan yang terlihat begitu indah.


"Indahnya," gumam Lica.


"Ini adalah villa milikku, aku membangunnya beberapa tahun yang lalu. kami bertiga membangun villa masing-masing ditempat ini," kata Abigail.


"Kami bertiga? Siapa?" tanya Lica.


Memang ada dua buah lagi villa yang berdekatan di tempat ini.


Belum sempat Abigail menjawab datang sebuah mobil sport dan berhenti didekat mereka.


Lica menoleh dan ternyata adalah Lina bersama Randy, Randy keluar dari mobil dan berjalan kesamping untuk membukakan pintu mobil buat Lina.


"Sudah lama?" tanya Randy.


"Belum, baru juga sampai," jawab Abigail.


Mereka seolah olah janjian padahal tidak sama sekali.


"Ehh, kalian kesini juga?" tanya Lina saat melihat Abigail bersama Lica.


"Ya...!" jawab Abigail dan Lica serentak.


"Yang satunya lagi punya siapa?" tanya Lina.


"Punya Carel," jawab Randy.


"Hah, berarti kalian?" tanya Lina.


"Kami teman saat SMA sampai kuliah bersama." jawab Randy.


"Bukankah kamu sekolah di luar negeri?" tanya Lina.


"Benar, dan mereka juga. Kami bertemu dan berteman, setelah tamat kami berpisah." jawab Randy.


"Yuk sayang kita ke villa milik kita," ajak Randy.


Mereka hanya berjalan kaki karena jaraknya cuma 100 meter dari villa milik Abigail.


"Aku tidak menyangka kalian adalah teman," ucap Lica setelah Lina dan Randy berlalu.


"Dan kami juga tidak menyangka akan mendapatkan gadis kembar seperti kalian, aku tidak tahu apakah ini takdir?" tanya Abigail. Lica hanya terdiam, karena takdir tidak ada siapapun yang tahu kecuali Tuhan.


"Mari masuk," ajak Abigail menggandeng tangan Lica.


Tidak berapa lama ponsel Lica berdering pertanda panggilan masuk.


"Halo," sapa Lica menjawab panggilan telepon.

__ADS_1


"Kalian dimana?" tanya Lita.


"Kami ke villa," jawab Lica.


Carel yang mendengar villa langsung memutar haluan mobil melaju kearah villa. Tadinya mereka ingin ke pantai. Lita menelpon Lica ingin mengajaknya ke pantai juga, tapi tidak disangka ternyata Carel memutar haluan mobil dan tidak jadi untuk ke pantai.


Saat dalam perjalanan mobil mereka dikejar oleh beberapa mobil dibelakang mereka.


"Kamu punya musuh?" tanya Lita.


"Banyak, bisa jadi mereka musuh dari saingan Bisnisku," jawab Carel.


"Apalagi kemarin aku memenangkan tender proyek miliaran rupiah," ucap Carel lagi.


"Haruskah seperti itu?" tanya Lita.


"Bagi orang yang tidak terima kekalahan dan iri pada kesuksesan orang lain maka akan seperti itu, nanti juga kamu akan mengalaminya, sayang." jawab Carel.


Lita pun mengangguk mengiyakan perkataan Carel. Lita belum berkecimpung dalam dunia bisnis jadi ia belum pernah mengalami persaingan seperti itu.


"Dunia bisnis itu kejam, sayang," ucap Carel.


Carel semakin melajukan mobilnya, mobil dibelakang juga melaju dengan kecepatan tinggi.


"Mereka semakin dekat, dan ada 5 buah mobil yang mengejar kita," ucap Lita.


Carel menginjak pedal gas dan mobil semakin melaju sehingga mobil dibelakang sedikit tertinggal.


"Bawa mereka kejalan yang sepi agar tidak menggangu pengendara lain," perintah Lita.


Carel mengarahkan mobilnya ketempat sepi, mobil dibelakang mereka masih mengejar.


"Sepertinya mereka ingin bermain main dengan kita," kata Carel.


"Ladeni saja maunya mereka," ucap Lita santai.


Dor...dor...dor.. suara tembakan beruntun mengenai mobil Carel. Beruntung mobil itu anti peluru. Mobil yang didesain oleh Rakha untuk keluarganya semua anti peluru. karena mereka banyak musuh, bisa saja musuh ada dimana mana.


Mobil yang Carel gunakan saat ini adalah mobil pemberian calon mertuanya.


"Mereka semakin mendekat," ucap Lita.


"Biarkan saja, kita akan melawan mereka disini," kata Carel.


Carel menghentikan mobilnya dipinggir jalan, mobil yang tadi mengejar pun menghentikan mobilnya.


Carel membuka pintu mobil, tapi belum sempat ia keluar beberapa tembakan pun melesat kearahnya. Beruntung Carel cepat tanggap jadi peluru itu tidak mengenai dirinya. Carel dengan cepat menutup pintu mobilnya kembali dan menginjak pedal gas melajukan mobilnya.


Mobil musuh pun kembali mengejar, mereka tidak akan berhenti sebelum mendapatkan target mereka.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2