
.
.
.
Triple A tiba dilantai 10, pintu lift pun terbuka. Ketiga gadis kembar itu celingukan kalau kalau ada orang lain selain mereka.
Merasa sudah aman mereka pun segera menuju ruang kerja mereka. Disana ternyata masih kosong.
Mereka pun duduk dikursi mereka masing-masing. Kemudian mengeluarkan laptop milik mereka yang selalu mereka bawa kemanapun mereka pergi.
Tidak berapa lama pintu ruangan mereka terbuka ternyata rekan kerja mereka yang datang.
"Selamat pagi," sapa Lolita.
"Pagi juga," jawab triple A serentak.
"Kami selalu kalah cepat dari kalian," kata Delima. Triple A tersenyum.
"Gak apa-apa, yang penting tidak telat masuk kantor," jawab Lica sambil bercanda.
"Ehh guys, bagaimana kalau sepulang kerja kita ke mall?" tanya Adela.
"Mau beli apa?" tanya Lita.
"Jalan jalan aja, lagian jarang jarang loh kita menginjakkan kaki ke mall" jawab Adela.
"Boleh deh," kata Lina.
"Sip lah," ucap Delima. Kemudian mereka pun memulai pekerjaan mereka masing-masing.
"Bulan depan kita bakal dapat bonus lagi gak ya?" tanya Lolita.
"Yang penting penasaran kita melampaui target maka kita akan dapat bonus," jawab Lina.
"Dih omonganmu udah kaya CEO," kata Adela sambil tertawa.
"Aamiin, ucapan adalah doa." ujar Lina.
Mereka pun bekerja dengan tekun meskipun banyak ngobrolnya. Mulut mereka bicara tapi tangan tetap bekerja.
Tidak terasa sudah tiba waktunya untuk makan siang. Mereka menghentikan pekerjaan mereka karena sudah waktunya istirahat makan siang.
"Kalian gak diajak makan diluar?" tanya Delima, triple A menggeleng.
Mereka pun turun kelantai dua. Ternyata disana Jasmine sudah menunggu mereka.
"Jas mau ikut gak?" tanya Lolita.
"Kemana emang?" tanya Jasmine balik.
"Kita sepulang kerja mau ke mall jalan jalan disana," jawab Delima.
"Boleh deh, aku juga jarang ke mall. kalian tau sendirilah perekonomian keluargaku gimana?" tanya Jasmine.
"Kami juga sepertimu," jawab Adela.
"Jangan melow lah, kita ingin ke mall untuk cuci mata," kata Lica.
Dikantin perusahaan mereka duduk ditempat biasa. Setelah Lina menghajar Julaika waktu itu karyawan lain tidak berani untuk duduk ditempat bekas mereka duduki.
__ADS_1
"Lin, wibawamu seperti seorang CEO," kata Rukiza.
"Ngomong apaan sih, gak mungkinlah," ujar Lina.
"Benar deh, apalagi setelah kejadian kamu menghajar Julaika waktu itu. Semua sepertinya segan denganmu," kata Adela.
"Sudah sudah cepat makan sebelum kita diberi surat peringatan oleh atasan," ucap Lita mengalihkan topik.
"Sayang banget kalau sampai kalian kena pecat hanya karena masalah sepele," ucap Lica.
Mereka tidak lagi berkomentar dan hanya manggut-manggut saja. Mana mungkin mereka meninggalkan pekerjaan ini dengan gaji yang cukup besar bagi mereka. Apalagi mencari pekerjaan tidaklah gampang.
Selesai makan siang mereka kembali bekerja. Semakin cepat mereka menyelesaikan pekerjaan maka akan semakin cepat mereka pulang.
Tanpa sepengetahuan mereka Lina sudah mengirim pesan kepada Daddy nya bahwa tim mereka ingin cepat pulang, dan Jasmine juga.
Darmendra hanya menyetujui saja, karena ia sudah melihat kinerja karyawannya yang satu devisi dengan putri putrinya.
"Tapi bagaimana dengan aku? Sedangkan aku belum izin kepada tuan Darmendra," tanya Jasmine.
"Jangan susah, CEO sudah mengizinkan kita untuk pulang lebih awal," jawab Lica.
"Bagus deh kalau gitu," kata Jasmine.
Mereka pun mulai melanjutkan pekerjaannya mereka. jam 15:30 mereka sudah selesai. mereka bertos satu sama lain saking senangnya bisa menyelesaikan semuanya lebih cepat.
Mereka pun bersiap siap untuk pulang, Jasmine sudah menunggu di depan meja resepsionis.
Kini mereka sudah berada di lobby perusahaan, para karyawan lain yang beda divisi Iri melihat kebersamaan mereka.
Tiba diparkiran mereka pun menaiki motor mereka masing-masing dan segera keluar dari perusahaan.
Mobil hitam yang mengawasi mereka pun juga ikut bergerak, triple A saling pandang lalu ketiganya pun mengangguk.
"Bisa," jawab Rukiza berteriak pula.
Motor mereka pun melaju, mobil hitam yang mengejar mereka juga melaju.
Saat mereka hampir tiba di mall motor mereka dihadang oleh mobil warna hitam itu.
Mereka semua terpaksa berhenti.
"Ada apa?" tanya Adela pada Lolita.
"Aku juga tidak tahu," jawab Lolita.
"Apa jangan jangan mereka pembegal," tanya Delima.
Mendengar itu mereka semakin takut tapi tidak bagi triple A.
Lima orang berbadan besar pun keluar dari mobil. Lina, Lita dan Lica melepaskan helmnya turun dari motornya.
"Mau apa kalian?" tanya Lina.
"Nona kami menginginkan salah satu dari kalian." jawab bos penjahat itu.
"Siapa nona kalian!" tanya Lina lagi.
"Nona Arrabela," jawab penjahat 1.
"Kalian bisa berkelahi?" tanya Lica pada kelima temannya itu. Mereka semua menggeleng.
__ADS_1
"Kalau berkelahi tarik tarik rambut bisa," jawab Adela.
"Ya sudah kalian tunggu disini saja." perintah Lita.
"Kalian hanya penjahat kelas teri," kata Lina mengejek.
"Kami tidak peduli, yang penting kami bisa menangkap salah satu dari kalian," ucap bos.
"Majulah kalian," perintah Lina.
Mereka yang berjumlah 4 orang pun maju. bos penjahat itu hendak menangkap Lina, tapi Lina dengan gesit menghindar dan memutar tubuhnya lalu menyikut tulang rusuk pria itu.
"Aaakh," jerit pria itu sambil memegangi bawah ketiaknya yang seperti patah rasanya.
"Ayo kalian maju tangkap gadis itu," perintah bosnya dengan menahan rasa sakit.
Ketiganya maju bersamaan, Lina sudah siap untuk bertarung melawan mereka. Sementara Lita dan Lica hanya menjadi penonton.
Jasmine, Lolita, Delima, Adela dan Rukiza tentu saja ketakutan melihat Lina melawan tiga penjahat tersebut.
Lina menendang meninju mereka satu persatu. kekuatan ketiganya belum ada apa-apanya bagi Lina.
Dalam sekejap mereka semua sudah terkapar di tanah. Bos penjahat itu seketika merinding melihat temannya dihajar habis-habisan oleh Lina.
Bos penjahat itu masih memegangi tulang rusuknya yang terasa sakit.
"Mari kita pergi," ajak Lina setelah ia naik keatas motornya.
Mereka bahkan tidak menyadari kalau Lina sudah berada di motornya.
"Bagaimana bisa Lina menghajar mereka semua?" tanya Adela.
"Sudah jangan terlalu dipikirkan," jawab Lica.
Kemudian mereka meneruskan perjalanan nya, beruntung mall nya sudah dekat jadi mereka tidak perlu berputar arah lagi.
Tiba didepan mall, mereka pun memarkirkan motor mereka masing-masing.
"Wah... jarang jarang bisa kesini," ucap Delima.
Kemudian 8 gadis itu pun masuk kedalam mall. mereka melihat lihat toko pakaian tanpa berani masuk untuk membeli.
"Masuk yuk," ajak Lina yang mengerti keadaan keluarga teman temannya itu.
"Gak Ah, barang barang disini mahal," jawab Lolita.
"Kita lihat lihat saja dulu," kata Lita.
"Akhirnya mereka pun masuk kedalam toko pakaian tersebut.
"Ada yang bisa saya bantu nona," ucap pelayan dengan sopan.
"Kami mau lihat lihat dulu mbak, apa boleh!" tanya Lina.
"Ouch boleh nona," jawab pelayan itu.
"Kalian mau beli?" tanya Lica. Sontak mereka semua menggeleng.
.
.
__ADS_1
.