THREE ANGEL

THREE ANGEL
Karena kamu.


__ADS_3

.


.


.


Kini mereka sudah tiba di rumah sakit. Carel, Lita dan supir taksi itu pun bergegas keruang operasi, karena istri dari supir taksi itu dibawa keruang operasi.


"Bagaimana keadaannya Bu? Bagaimana bisa terjatuh?" tanya supir taksi itu kepada mertuanya.


"Tadi Idah tergelincir dikamar mandi sewaktu ia mau buang air kecil. Ibu juga tidak tahu pasti kronologi kejadiannya, ibu sedang berada didalam kamar tiba-tiba ibu mendengar suara menjerit dari kamar mandi. Saat ibu tiba disana Idah sudah pingsan dan pendarahan. Ibu minta tolong tetangga untuk membantu membawanya ke rumah sakit," kata Suminah menceritakan kejadian itu.


"Mereka siapa Nak?" tanya Suminah.


"Mereka penumpang saya Bu," jawab Basyir.


"Mohon maaf Pak, Istri anda harus segera dioperasi dan mohon tandatangan disini," kata dokter yang tiba-tiba datang menghampiri mereka. Basyir pun menanda tangani dokumen tersebut.


"Silahkan urus administrasi nya dulu Pak," kata dokter lagi.


Carel mengajak Basyir kebagian administrasi untuk mengurus pembayaran biaya rumah sakit. Carel juga memilihkan kamar perawatan yang bagus untuk istrinya Basyir.


"Tuan, apa tidak terlalu berlebihan?" tanya Basyir.


"Tidak, aku ingin mempergunakan uangku untuk kebaikan, semoga Tuhan meridhoi nya," jawab Carel setelah mereka melakukan administrasi.


Lita menelpon Agus minta dijemput, tadinya ia tidak ingin merepotkan Agus karena sudah malam, tapi ternyata kejadiannya berbeda.


"Sayang, kita pulang yuk..!" ajak Carel.


"Tunggu paman Agus dulu, aku minta jemput sama dia," kata Lita.


"Baiklah," jawab Carel.


Tidak berapa lama jemputan mereka pun datang, sementara istrinya Basyir masih berjuang diruang operasi.


"Pak, Bu kami pulang dulu ya," kata Lita.


"Iya, terimakasih banyak Nak," kata Suminah.


"Ini kartu nama ku, bila butuh pekerjaan datanglah. Perusahaanku membutuhkan satpam kalau Bapak mau," kata Carel.


Basyir pun menerima kartu nama tersebut, Basyir tidak sekolah tinggi hanya tamatan SMP saja.


"Dan ini ada sedikit uang untuk biaya anak bapak nanti, semoga semua selamat ya Pak," ucap Lita.


Awalnya Basyir menolak uang pemberian Lita, tapi Lita memaksanya. Bagi Lita itu sedikit, tapi bagi Basyir itu sudah sangat banyak dan dapat untuk biaya hidup sehari hari selama beberapa bulan kedepan.


Kini Carel dan Lita sudah berada didalam mobil bersama Agus sang supir pribadi. Carel menggenggam tangan Lita dan mengecupnya.


"Semua karena kamu," kata Carel tiba tiba.


"Maksudnya?" tanya Lita yang memang tidak mengerti.


"Karena kamu," kata Carel lagi. Lita mengernyitkan dahinya.


"Gak jelas banget sih," ucap Lita.

__ADS_1


"Sebelumnya aku tidak pernah peduli penderitaan orang lain, tapi setelah bertemu kamu semuanya berubah. Saat aku melihat kamu menolong orang hatiku jadi tergerak untuk melakukannya juga," ucap Carel.


"Menolong orang yang dalam kesusahan itu harus ikhlas, jangan diumbar umbar kepada orang lain," kata Lita.


"Ya aku mengerti, terimakasih sudah mengajari aku untuk berbuat kebaikan," ucap Carel. Tidak terasa airmata nya menetes, entah kenapa ia menjadi tersentuh untuk menolong orang susah?.


Deg...


Jantung Carel berdetak lebih cepat saat Lita perlahan mengusap air matanya.


"Apakah aku terlalu cengeng?" tanya Carel, Lita menggeleng.


"Airmata seorang lelaki adalah ketulusan," jawab Lita.


"Lalu kalau perempuan bagaimana?" tanya Carel.


"Perempuan itu wajar kalau sering menangis, karena hanya itu yang bisa ia lakukan bila sedang tersakiti hatinya atau yang lainnya." jawab Lita.


"Kamu sering menangis?" tanya Carel, Lita menggeleng.


"Aku gadis tangguh, tidak gampang untuk mengeluarkan airmata," jawab Lita.


Agus hanya terdiam mendengarkan percakapan dua sejoli itu. tapi diam diam Agus tersenyum melihat nona mudanya sudah punya pacar.


Tanpa terasa mereka pun tiba di mansion keluarga Henderson. Lita mengajak Carel masuk kedalam mansion. kebetulan Darmendra dan yang lainnya masih belum tidur.


"Daddy...?!" panggil Carel Lalu mencium tangan Darmendra kemudian tangan Diva baru tangan Vera dan Jordan.


"Ceritakan...!" perintah Darmendra to the point.


Mereka semua menduga pasti terjadi sesuatu sehingga meminta Agus menjemputnya. Sebab itu mereka semua menunggu Carel dan Lita diruang tamu.


"Hmmm.." jawab Darmendra.


"Kalian gak apa-apa kan?" tanya Vera.


"Tidak Oma, dan kami sudah membalas mereka," jawab Carel.


"Bagus, aku yakin kamu bisa di andalkan," kata Jordan.


"Iya Opa, aku akan selalu melindungi Lita dengan segenap jiwa ragaku," kata Carel.


"Yakin? jangan sampai terbalik nanti malah Lita yang melindungi mu?" tanya Lina.


"Apapun akan aku lakukan untuk melindunginya," jawab Carel. Lita hanya terdiam dan membiarkan Carel beradaptasi dengan keluarganya.


"Bawa mobil yang ada di garasi," kata Darmendra sambil menyerahkan kunci mobil tersebut.


"Bugatti Veyron?" tanya Carel saat melihat kunci tersebut.


"Hmmm, tidak usah dikembalikan," jawab Darmendra.


"Serius Dad?" tanya Carel, tidak sadar ia memeluk Darmendra saking senangnya.


Semua yang ada disitu pun tertawa melihat tingkah Carel yang seperti anak kecil mendapatkan mainan baru.


"Jangan peluk peluk, hanya istriku yang bisa memelukku," ucap Darmendra ketus.

__ADS_1


"Aku terlalu senang Daddy," kata Carel.


Kemudian Carel pun pamit pulang pada semua orang yang ada disitu. Setelah mencium tangan para tetua, Carel pun segera pergi.


"Gimana?" tanya Lica saat mereka sudah berada didalam kamar Lina.


"Gimana apanya?" tanya Lita balik.


"Apa kalian sudah jadian?" tanya Lica lagi.


"Hmmm, ya," Jawab Lita singkat.


"Carel romantis gak?" tanya Lica lagi.


"Kenapa sih sekarang kamu semakin kepo?" tanya Lita.


"Keluar kalian," perintah Lina.


"Lin, gak asik banget sih main usir usir aja," kata Lica.


"Kalian terlalu berisik tau gak," kata Lina.


"Iya iya, aku keluar," kata Lica.


Kemudian Lica menarik tangan Lita mengajak nya keluar dari kamar Lina. Lita hanya pasrah saja saat sang adik menarik tangannya.


Sementara Carel sudah tiba di mansionnya. Marissa ternyata belum tidur dan sengaja menunggu kepulangan sang anak. Marissa heran melihat mobil mewah milik putranya.


"Mobil siapa itu?" tanya Marissa saat melihat Carel keluar dari mobil.


"Mobil aku lah ma," jawab Carel.


"Kok beda? kamu beli baru lagi?" tanya Marissa. Carel menggeleng.


"Mobilku hancur ma, semua gara gara wanita yang Mama ingin jodohkan denganku, ternyata ia menyewa gangster untuk membunuh kami," jawab Carel.


"Maafkan Mama, semua salah Mama," ucap Marissa sambil menangis.


Carel yang memang tidak tega melihat Mama nya menangis pun langsung memeluknya.


"Sudahlah ma, bukan sepenuhnya salah Mama. Dan juga kami baik baik saja, Lita bukan gadis yang lemah ma dan kami bisa melewati semuanya," ucap Carel mengusap airmata Mama nya.


Kini mereka pun masuk kedalam mansion dan ternyata papa nya juga belum tidur dan sedang duduk diruang tamu.


Di rumah sakit...


"Bagaimana keadaan istri saya dok?" tanya Basyir.


"Alhamdulillah pak, ibu dan bayi selamat, tapi karena bayinya terlahir prematur jadi selama satu bulan ia akan disimpan didalam inkubator dulu," jawab dokter itu.


Beruntung Carel sudah mengantisipasi kejadian itu sehingga ia membayar lunas semua biaya untuk beberapa bulan kedepan.


Basyir sangat bersyukur dipertemukan dengan orang yang baik hati.


"Setiap kejadian ada hikmahnya," batin Basyir.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2