
.
.
.
Carel benar-benar menyebarkan video tersebut ke publik atau media sosial. Dan Carel tidak pernah main-main dengan ancamannya itu.
Kemudian Carel masuk kedalam mobil dan dia ingin menemui kekasihnya. Karena sebentar lagi waktunya pulang kerja.
"Dia pikir dia siapa? Ngaku-ngaku dan meminta aku bertanggung jawab," gumam Carel sambil mengendarai mobilnya.
Sementara Tisa juga sudah pulang ke apartemen miliknya. Profesinya sebagai artis dan model bakalan hancur gara-gara kelakuannya sendiri.
Dulu mereka satu kampus, hanya beda jurusan. Awalnya Tisa menyukai Carel dan mengejar-ngejar Carel.
Carel juga sempat menerima Tisa menjadi pacarnya. Namun Carel tidak pernah merasakan ada debaran dihatinya saat bersama dengan Tisa.
Sebab itulah Carel mengatakan tidak pernah jatuh cinta, karena tidak ada seorang pun gadis atau wanita yang mampu menggetarkan hatinya. Hubungan nya dengan Tisa berlanjut hingga selesai kuliah, tapi Carel merasa ini bukan pacaran. Dia hanya merasa Tisa hanya sebagai teman.
Hingga kepuncak nya hubungan mereka saat Carel pergi ke apartemen Tisa dan mendapati Tisa sedang bersama pangeran Gardareksa Attar dari negara sebelah.
Anehnya Carel tidak merasa kecewa sedikitpun. Malahan kejadian itu seperti suatu berkah baginya. Sejak saat itu Carel tidak pernah lagi berhubungan dengan wanita manapun.
Sehingga sang Mama mengaturkan kencan buta kepadanya, yang berakhir dengan penolakan.
"Aku tidak pernah mencintai seseorang, tapi dengan Lita aku sangat mencintainya. Karena hanya dia satu-satunya gadis yang bisa menggetarkan hatiku saat berdekatan," gumam Carel.
Tidak berapa lama Carel pun tiba di perusahaan tempat Lita bekerja. Carel masuk karena pintu gerbang tidak tertutup.
Carel memarkirkan mobilnya dan segera keluar dari mobil. Ia bersandar pada mobil. Tidak berapa lama Abigail datang, kemudian datang lagi Randy.
"Bagaimana dengan wanita itu?" tanya Randy saat sudah keluar dari mobil.
"Kenapa kau bertanya tentang wanita gila itu? Bikin aku bad mood saja," tanya Carel balik.
"Randy cuma ingin tahu nasib wanita itu saja, bro," kata Abigail.
"Sudah pasti hancurlah, lihat saja besok," jawab Carel.
"Bicara apa sih? Serius banget?" tanya Lina yang ternyata sudah berada didekat mereka.
"Ehh...."
Mereka menoleh secara bersamaan dan mengucapkan ehh pun secara bersamaan.
"Kenapa kaget gitu?" tanya Lina lagi.
"Gak apa-apa, kami hanya bicara tentang ular lokal," jawab Randy asal.
"Bro. Kamu harus jujur pada Lita agar tidak terjadi kesalahpahaman," kata Randy sambil menepuk pundak Carel. Carel hanya mengangguk.
Carel memang ingin jujur kepada Lita, agar tidak jadi bumerang bagi hubungan mereka nanti.
"Yuk sayang, jalan," ajak Randy pada Lina.
__ADS_1
Lina hanya mengikuti Randy masuk kedalam mobil. Sementara Lica dan Lita yang sejak tadi diam tentu masih penasaran dengan apa yang ketiga cowok itu bicarakan?.
"Mari, sayang!" ajak Abigail pada Lica.
Lica pun mengikuti Abigail dan masuk kedalam mobil. Lica menoleh kearah Abigail seolah bertanya.
"Itu masalah Carel," jawab Abigail seolah sudah tau apa yang akan ditanyakan oleh Lica.
Kemudian mereka pun menjalankan mobilnya meninggalkan dua sejoli yang masih saling tatap dan saling diam.
"Ada yang ingin kamu bicarakan?" tanya Lita.
"Ya. Ada, tapi sebaiknya masuk dulu kedalam mobil," jawab Carel.
Lita pun menurut saja, Carel pun membukakan pintu mobil untuk Lita. Kemudian Carel berlari kecil mengitari mobil kekursi kemudi.
"Kita kemana?" tanya Carel.
"Pulang saja, aku rasanya letih banget hari ini," jawab Lita.
"Oke," jawab Carel. Kemudian menghidupkan mesin mobil dan menjalankan mobilnya keluar dari perusahaan.
"Sebenarnya apa yang terjadi? Sepertinya kamu menyembunyikan sesuatu?" tanya Lita.
"Wanita dari masa laluku datang dan mengaku hamil, tapi sumpah, aku tidak pernah menyentuhnya sama sekali," kata Carel. Ia menoleh kearah Lita dan melihat reaksi Lita.
Namun Lita sepertinya tenang-tenang saja. Carel tidak bisa memahami perasaan Lita saat ini.
"Kamu tidak marah?" tanya Carel.
"Aku tidak pernah menyentuh wanita manapun, hanya kamu yang pernah aku cium." Lita menoleh kearah Carel.
"Lalu bagaimana dengan wanita itu?" tanya Lita.
"Aku sudah menyebarkan videonya, hanya tinggal menunggu kehancurannya saja," jawab Carel.
Mobil terus melaju dengan kecepatan sedang, sesekali Carel melirik kearah Lita yang nampak tenang dalam menghadapi masalah. Tidak seperti dirinya yang mudah panik.
"Aku harus belajar lebih bersabar lagi dalam menghadapi masalah. Tapi juga harus tegas," batin Carel.
Tiba-tiba ponsel Carel berdering, Carel menyuruh Lita untuk menjawabnya. Karena Carel sedang menyetir.
"Halo," sapa Carel menjawab panggilan tersebut. Karena saat ini Lita mendekatkan ponsel Carel ketelinga nya.
"Kita semua ke cafe, kalau ingin gabung datanglah," ucap Randy. Carel menoleh kearah Lita dan Lita mengangguk.
"Baik. Kami segera kesana," jawab Carel.
Kemudian panggilan pun terputus secara sepihak. Setelah itu datang notifikasi pesan yang dari Randy dengan mengirimkan alamat mereka berada.
"Bagaimana dengan Mama? Apa dia tau dengan wanita itu?" tanya Lita.
"Tau. Sebab wanita itu datang ke mansion. Awalnya Mama percaya, tapi setelah mendengar bahwa kami tidak pernah berhubungan selama setahun, Mama pun langsung marah pada wanita itu," jawab Carel.
"Ya sudah, jangan dibahas lagi," kata Lita akhirnya.
__ADS_1
Akhirnya mereka pun tiba di cafe yang dimaksud. Carel memarkirkan mobilnya disamping mobil Randy. Carel dan Lita segera keluar dari mobil dan berjalan berbarengan masuk kedalam cafe tersebut.
"Duduklah," pinta Abigail pada keduanya.
"Ada apa?" tanya Carel.
"Tidak ada apa-apa, hanya saja sekarang ada berita menggemparkan dunia artis," jawab Randy.
Carel tersenyum devil, ia tidak akan main-main kalau ada orang yang ingin mengganggu kehidupannya.
"Sekarang karirnya sudah hancur," kata Abigail.
"Secepat itu?" tanya Carel.
"Kapan kamu menyebarkan videonya?" tanya Randy.
"Baru tadi," jawab Carel.
Sementara di apartemen....
Tisa mengamuk menghancurkan barang-barang yang ada di dalam apartemennya itu. Setelah ia mendapat telepon dari managernya dan memecatnya menjadi model serta artis.
Bahkan Tisa dituntut harus membayar kompensasi atas semuanya. Tisa semakin berang dan hanya bisa menghancurkan apa saja diruangan itu.
"Ternyata kau tidak main-main, Carel. Akan aku balas kamu," ucap Tisa berapi-api.
Matanya nyalang penuh dendam. Dan dia juga akan mencari Gardareksa untuk membalas kan dendamnya pada pria itu.
"Gara-gara kamu Garda, laki-laki b*j*ngan," umpat Tisa melempar cermin dengan vas bunga sehingga cermin itupun hancur.
"Aaaaahh ... B*j*ngan kau Gardareksa...!" Teriak Tisa.
Kini karirnya sudah hancur karena ulahnya sendiri. Peringatan dari Carel hanya dianggap angin lalu oleh nya. Karena Carel yang ia kenal sangatlah baik.
Tisa hanya mampu menyesali dirinya. menyesal telah terpedaya dengan janji manis seorang pangeran. Hanya dengan iming-iming uang harta dan kemewahan membuat Tisa melupakan jati dirinya yang sebenarnya.
Menganggap Carel hanya pria biasa yang sederhana, membuat Tisa berpaling. Tapi Carel malah bersyukur karena lepas dari Tisa.
.
.
Terimakasih buat para readers semua yang masih setia mengikuti ceritaku ini. Dan terimakasih juga atas dukungan kalian, baik itu like, komentar, dan gift serta vote.
Aku suka komentar kalian, kadang ada yang mengandung saran yang dapat melancarkan aku dalam menulis.
Tapi mohon maaf karena tidak bisa membalas komentar kalian satu persatu. Hanya bisa ku baca dan ku like juga.
Baca terus ya ... Dan semoga selalu suka dengan karya karya ku kedepannya.
.
.
.
__ADS_1