
.
.
.
Di perjalanan menuju mansion, mobil yang mereka tumpangi berjejer dijalan raya. Carel yang paling depan mengendarai mobilnya. Yang lain mengikuti dari belakang.
"Berhenti!" perintah Lita pada Carel.
Carel pun menghentikan mobilnya dipinggir jalan. kedua mobil dibelakangnya juga berhenti. Lita langsung keluar dari mobil dan menerjang salah satu dari mereka.
Ya Lita melihat beberapa orang preman sedang menghajar seorang pria yang sedang mendorong gerobak.
"Beraninya main keroyok kan," kata Lita.
Melihat hal itu mereka semua turun dari mobil. Lina langsung menghampiri pria yang dihajar preman tadi.
"Paman tidak apa-apa?" tanya Lina.
"Saya tidak apa-apa, hanya luka ringan saja. Tapi uang saya mereka ambil," jawab pria itu.
"Paman tenang saja, mereka akan mendapatkan balasannya," kata Lina.
Pria itu sedikit menjauh dari mereka. karena takut terkena pukulan lagi.
"Siapa kamu?" tanya salah satu preman itu.
"Kalian kalau mau uang, kerja. Jangan merampas uang orang lain," kata Lita.
Preman yang Lita terjang tadi tersungkur ditanah. Ia berusaha untuk bangun tapi tumbang lagi.
"S*al, ternyata tendangannya kuat sekali," batin pria itu.
"Siapa kalian, hah? Jangan ikut campur urusan kami," tanya preman itu. Mereka berjumlah 6 orang.
"Pas banget nih, satu orang lawan satu," kata Carel.
"Aku sudah tidak sabar untuk menghajar mereka," kata Abigail.
Mereka maju hendak melawan Carel dan Abigail. Tapi Lita dan Lica tidak tinggal diam. Keduanya pun menghampiri Carel dan Abigail.
"Biar kami yang urus," kata Carel sambil mengelus pipi Lita.
"Hati-hati ya," ucap Lita.
"Hadeh. Sempat-sempatnya kalian," kata Lina.
"Kita juga bisa seperti itu, sayang," kata Randy.
"Sudah, gak usah drama. Hajar saja mereka," perintah Lina.
"Siap kanjeng ratu," ucap Randy.
Lima preman pun dihajar oleh tiga pemuda tampan. Lina, Lita dan Lica hanya menjadi penonton saja.
Hanya dalam sekejap semua preman sudah berhasil mereka kalahkan. Kemudian mereka mengembalikan uang hasil rampasan kepada pria tadi.
"Terimakasih, Nak," ucap pria itu.
__ADS_1
"Lain kali hati-hati, Paman," pesan Lina.
Sebelum mereka memberikan uang kepada pria itu, Carel, Abigail, Randy menambah uang tersebut tanpa sepengetahuan pria itu.
Karena uang pria itu disimpan didalam plastik jadi pria itu tidak menyadari kalau uangnya bertambah.
"Terimakasih sekali lagi," ucap pria itu. Kemudian ia pun pulang kerumahnya.
Ketiga pasangan itu kembali ke mobil. Mereka melanjutkan perjalanan menuju mansion.
Setibanya di mansion, Randy, Abigail dan Carel berencana untuk langsung pulang. Tapi Darmendra sudah menunggu mereka diteras mansion tersebut.
"Kemana saja kalian?" tanya Darmendra dengan nada dingin.
"Kami tadi singgah di cafe Dad," jawab Randy.
"Benar Dad, kami makan dulu baru pulang," kata Carel.
"Karena keasikan ngobrol jadi tidak sadar kalau sudah malam," kata Abigail.
"Hmmm. Lain kali izin dulu," kata Darmendra.
"Iya Daddy," jawab mereka serentak.
"Sekarang kalian pulanglah, bukan waktunya untuk bertamu," kata Darmendra.
Tanpa berkata apa-apa lagi mereka langsung pamit. Tapi sebelum itu mereka mencium tangan Darmendra.
Kemudian mereka masuk kedalam mobil dan segera pulang, sebelum mereka diintrogasi lagi oleh calon mertua mereka.
Triple A juga masuk dan langsung kekamar mereka masing-masing. Tapi saat hendak membuka pintu kamar, Diva yang baru keluar dari dalam kamar pun menanyai mereka.
"Iya Mom. Tadi makan dulu di cafe," jawab Lina.
Diva pun kembali masuk kedalam kamar. Begitu juga dengan triple A, mereka masuk kedalam kamar masing-masing.
Lina segera masuk kedalam kamar mandi, badannya terasa sangat lengket seharian bekerja.
Setelah selesai mandi Lina pun berganti pakaian. Kemudian ia pun membaringkan tubuhnya diatas ranjang.
Hanya dalam sekejap Lina sudah terlelap. Mungkin karena terlalu capek. Padahal waktu baru menunjukkan pukul 10 malam.
Begitu juga dengan Lita dan Lica. Abigail menghubungi Lica pun tidak ia jawab saking lelahnya.
Pagi hari...
Mereka sudah terbangun pagi-pagi sekali. Seperti kebiasaan mereka, mereka pun berjoging sebentar keliling mansion.
Triple A kadang berolahraga seminggu 3x, demi menjaga kesehatan tubuh mereka. Kini mereka berlarian mengelilingi mansion.
Sekitar 30 menit mereka pun kembali masuk ke mansion. Mereka pun langsung kekamar masing-masing.
Jam 6 pagi mereka sudah bersiap siap untuk pergi bekerja. Darmendra tidak heran lagi dengan putrinya yang seperti itu.
"Triple A segera keluar dari kamar mereka masing-masing, dan langsung menuju meja makan.
Mereka hanya makan bertiga, karena yang lain masih didalam kamar masing-masing.
Setelah selesai sarapan mereka pun berangkat bekerja.
__ADS_1
Kali ini mereka tidak pamit kepada Oma dan Opanya, serta Mommy dan Daddy-nya. Karena mereka tidak ingin mengganggu pasangan yang sudah tidak muda lagi.
Setelah mereka pergi, barulah Diva dan Darmendra keluar dari kamar mereka. Vera dan Jordan pun baru keluar dari kamar mereka.
"Loh. Kemana triple A?" tanya Vera. Darmendra dan Diva saling pandang. Mereka juga tidak tahu kalau putrinya sudah berangkat.
"Nona sudah berangkat kerja, nyonya," kata pelayan memberi tahu.
"Hmmm." jawab Vera.
"Apa mereka sarapan, bik?" tanya Diva.
"Sudah nyonya muda, setelah sarapan mereka pun berangkat," jawab pelayan.
Sedangkan yang mereka bicarakan kini sedang didalam mobil. Dalam perjalanan menuju perusahaan. Mereka memakai mobil karena motor mereka ada diperusahaan.
Setibanya di perusahaan, para karyawan belum datang. Terpaksa mereka menunggu diparkiran.
Tidak berapa lama beberapa karyawan pun mulai berdatangan, termasuk Jasmine.
"Awal banget kalian?" tanya Jasmine.
"Takut macet," jawab Lina singkat. Kemudian mereka pun masuk.
Diruang kerja mereka pun masih sepi. Karena rekan kerjanya belum datang. Masih setengah jam untuk waktu masuk kerja.
Tiba-tiba telepon Lina berdering, dengan cepat Lina menjawabnya.
"Halo, Kami sudah dikantor," kata Lina tanpa melihat nama pemanggil.
"Baiklah, kalau begitu aku tidak jadi menjemputmu," kata Randy.
Ya yang menelpon adalah Randy. Karena ia ingin menjemput Lina. Lina pun menutup teleponnya.
"Randy ya?" tanya Lica. Lina pun mengangguk.
"Untung aku sudah mengirim pesan kepada Carel," ucap Lita.
"Aku juga," kata Lica.
Tidak berapa lama datang teman temannya yang satu ruangan dengan mereka.
"Kami selalu kalah cepat dari kalian," ucap Adela.
"Gak apa-apa. kami sengaja datang lebih awal," jawab Lica.
"Ya, sudah. Kita mulai bekerja," kata Lina. Merekapun mulai bekerja.
"Kemana kalian kemarin?" tanya Delima.
"Kami nongkrong di cafe," jawab Lita. Delima pun manggut-manggut.
Kemudian mereka pun terdiam, karena pekerjaan mereka kali ini sangat banyak.
Sementara Abigail baru keluar dari mansion, dan hendak pergi ke perusahaan. Tadinya ia ingin menjemput sang kekasih. Tapi setelah menerima pesan dari Lica iapun tidak jadi untuk menjemput Lica.
.
.
__ADS_1
.