THREE ANGEL

THREE ANGEL
Bunga ungkapan.


__ADS_3

.


.


.


Pukul 11 siang Abigail sudah keluar dari perusahaan, sekarang ia sudah berada diparkiran. Abigail masuk kedalam mobil dan segera menjalankan mobilnya. Ia tidak mau hal seperti tadi terjadi lagi, entah dari mana wanita itu datang dan tiba tiba menabraknya. Dan juga mengapa wanita itu bisa masuk kedalam perusahaan, padahal ada sekuriti yang berjaga didepan gerbang.


"Gak sabar pengen ketemu," gumam Abigail.


Abigail kemudian melajukan mobilnya menuju perusahaan tempat Lica bekerja. Tidak butuh waktu lama Abigail pun tiba.


Sedangkan Lica baru saja menyelesaikan pekerjaannya. Sekarang ia keluar dari ruang kerjanya, sebelumnya ia sudah berpamitan kepada teman rekan kerjanya.


Lina dan Lita ternyata juga dijemput oleh pasangan masing-masing. Ketiganya gadis itu turun berbarengan menuju lantai dasar. Tiba di lobby perusahaan mereka berpapasan dengan Jasmine.


"Pacar kalian udah jemput tuh," kata Jasmine menggoda mereka.


"Kita jalan dulu, ya," kata Lina. Jasmine mengangguk.


Kemudian mereka berpisah karena tujuan masing-masing. Jasmine ingin ke kantin, sedangkan triple A ingin makan siang diluar bersama sang kekasih.


"Maaf lama menunggu," ucap Lica.


"Tidak masalah," jawab Abigail.


Randy dan Carel ternyata sudah berada diparkiran yang juga sedang menunggu kekasih mereka.


Lica melihat Abigail sedang memegang bunga mawar. Kemudian Lica pun tersenyum.


"Ini untukmu, bunga ini sebagai ungkapan perasaanku selama ini," kata Abigail. Lica menerima bunga tersebut dan menciumnya.


"Terimakasih," ucap Lica.


"Mari!" ajak Abigail, sambil menuntun Lica kemobil dan membukakan pintu mobil untuk Lica.


Sementara Randy dan Carel sudah membawa Lina dan Lita lebih dulu. Mereka sedang menuju restoran yang tidak jauh dari kantor tempat kekasih mereka bekerja.


Ketiga pasangan itupun sudah tiba didepan restoran, mereka datang hampir bersamaan. Abigail, Randy dan Carel memarkirkan mobilnya.


Ketiganya membukakan pintu mobil untuk pasangan masing-masing. Tanpa mereka sadari perlakuan mereka itu menjadi pusat perhatian orang orang yang ada disitu yang juga ingin makan siang.


"So sweet banget sih pasangan itu," ucap seorang pengunjung wanita yang berpakaian modis.


"Iya, jadi iri dengan mereka," kata temannya.


"Gak mau lihat mereka, aku masih jomblo," kata yang lain lagi.


Banyak ucapan iri sekaligus kagum kepada tiga pasangan tersebut.


"Mari sayang!" ajak Abigail sambil menggandeng tangan Lica. Lica pun tersenyum manis.


"Selamat datang tuan tuan dan nona nona," ucap pelayan pria dengan sedikit menunduk sebagai tanda hormat kepada pengunjung.


"Terimakasih," ucap triple A serentak.

__ADS_1


Kemudian mereka memilih ruang privat agar aman dari pandangan orang orang. Pelayan datang membawa buku menu dan menyerahkan kepada mereka.


"Silahkan tuan dan nona mau pesan apa?" tanya pelayan itu.


Mereka membuka buku menu tersebut dan melihat banyak gambar makanan disana. Lina, Lita dan Lica memesan kepiting serta udang besar. Kebetulan di restoran ini ada makanan laut.


"Hanya itu?" tanya Randy pada Lina. Lina mengangguk sebagai jawaban.


Akhirnya mereka pun memesan makanan yang sama, serta minuman juga sama yaitu jus jeruk.


"Mohon ditunggu sebentar, ya tuan," kata pelayan itu lalu pergi dari ruangan tersebut.


"Bagaimana hasil pertemuan tadi?" tanya Lica.


"Apa Daddy tidak cerita?" tanya Abigail balik.


"Kami belum ketemu Daddy sejak tadi, karena Daddy pagi pagi sekali sudah berangkat," jawab Lica.


"Seperti yang kamu minta, sayang," kata Abigail.


"Lalu investor lain?" tanya Lica lagi.


"Karena aku dan Daddy tidak menarik investasi, jadi para investor lain juga tidak menariknya," jawab Abigail.


"Apa yang kalian bicarakan?" tanya Carel.


"Masalah kemarin tentang wanita yang ingin mencelakai kami," jawab Lica.


"Sayang, kenapa tidak bilang kalau ada yang ingin mencelakai kamu?" tanya Carel.


"Tidak ada yang perlu diceritakan, semua sudah teratasi oleh kami," jawab Lita.


"Sudahlah, gak usah dibahas," ucap Lina, yang sejak tadi diam.


Makanan yang mereka pesan pun akhirnya tiba. Pelayan pun menata makanan dimeja, setelah itu pelayan pun pergi.


"Mari makan!" ajak Lica.


Mereka pun menyantap hidangan didepan mereka. Randy membantu Lina membuka cangkang kepiting tersebut.


"Terimakasih," ucap Lina.


"Hmmm." Randy tersenyum.


Setelah selesai makan. Abigail pun membayar tagihan makanan tersebut. Yang lain menunggu diruangan itu sampai Abigail kembali.


"Yuk!" ajak Abigail sambil menggandeng tangan Lica.


Mereka semua bangkit dari duduknya dan berjalan keluar restoran. Karena mereka akan melanjutkan pekerjaan mereka.


"Nanti aku jemput, ya," kata Abigail pada Lica. Saat ini mereka sudah berada diparkiran perusahaan tempat mereka bekerja.


"Apa tidak capek?" tanya Lica.


"Untukmu tidak akan," jawab Abigail.

__ADS_1


Lica membawa bunga tersebut. Dan hal itu dilihat oleh Randy dan Carel. Mereka tidak pernah memberikan bunga kepada Lina dan Lita.


"Kapan kamu beli bunga?" tanya Randy.


"Tadi sebelum berangkat kesini," jawab Abigail.


"Mawar merah adalah ungkapan rasa cinta dan melambangkan ketulusan serta kesetiaan pada pasangan," ucap Abigail lagi.


"Bijak benar kamu," kata Carel.


"Pastilah, bro," ucap Abigail.


Kemudian mereka pun pergi dari tempat itu dan kembali ke perusahaan mereka masing-masing.


Lina, Lita dan Lica sudah berada diruang kerja mereka. Bunga yang ada ditangan Lica menjadi pusat perhatian para sahabatnya.


"Cie cie. Dapat bunga ungkapan cinta," goda Delima.


"Gak kok. Abigail tidak mengungkapkan apa apa?" tanya Lica.


"Maksud dari bunga mawar merah itu adalah ungkapan rasa cinta. Apalagi kalau ada 99 tangkai. Maka ia akan melambatkan cinta dan kesetiaan," ucap Lolita panjang lebar.


"Meskipun sang kekasih tidak mengucapkan nya lewat bibirnya. Namun melalui bunga itu sudah mewakili perasaannya," ucap Adela.


"Pintar banget sih kalian," kata Lica.


"Yo i. Setiap bunga ada makna yang mungkin tidak kita ketahui. Begitu juga dengan bunga mawar, setiap warna mempunyai makna tersendiri," kata Delima.


"Ah. Sudahlah, jadi pusing aku dengan makna makna bunga," jawab Lica.


Kemudian mereka pun melanjutkan pekerjaan masing-masing.


Sementara Carel baru tiba di perusahaannya. Saat Carel hendak keluar dari mobil, tiba-tiba ia mendengar suara memanggilnya.


"Carel...!" Seorang wanita memanggil Carel yang baru saja membuka pintu mobil.


"Siapa?" tanya Carel yang memang merasa tidak mengenal orang itu.


"Kamu lupa saya?" tanya wanita itu.


"Maaf. Aku memang tidak mengenalmu," jawab Carel.


"Tega kamu, ya?" tanya wanita itu.


Carel mengernyitkan keningnya. Apalagi wanita itu mengatakan tega kepadanya.


"Maaf. Aku memang tidak mengenalmu," jawab Carel.


"Kau benar benar lupa padaku? Setelah apa yang engkau lakukan?" tanya wanita itu.


Carel semakin dibuat bingung. Setahu dia. Dia tidak pernah berbuat apa-apa terhadap wanita manapun.


"Maaf. Mungkin kamu salah orang," ucap Carel.


"Carel...!" Wanita itu berlari menghampiri Carel dan memeluknya dari belakang.

__ADS_1


Carel melepaskan diri dari wanita itu. Sehingga wanita itu terbentur mobil. Carel kembali melangkahkan kakinya dan hendak pergi.


"Carel. Aku hamil," ucap wanita itu.


__ADS_2