THREE ANGEL

THREE ANGEL
Menginap di villa.


__ADS_3

.


.


.


Sekarang semua sudah selesai musuh pun sudah diserahkan kepada polisi hanya tinggal membasmi dalangnya saja.


"Apa rencanamu?" tanya Abigail.


"Sepertinya aku harus beri orang tua itu pelajaran," jawab Carel.


"Caranya?" tanya Randy.


"Mengguncang perusahaan miliknya," jawab Carel santai.


"Serahkan saja kepada kami," ucap Lina yang tiba-tiba sudah bergabung dengan mereka.


Randy, Abigail dan Carel menoleh kearah ketiga gadis itu.


"Sebentar aku ambil laptop dulu," kata Lica.


"Biar aku saja sayang," kata Abigail.


Abigail pun bergegas ke mobilnya untuk mengambil laptop milik Lica.


Tidak butuh waktu lama Abigail sudah kembali dengan membawa tas milik Lica yang berisi laptop dan bermacam-macam barang lainnya.


"Apakah mau dibuat bangkrut atau dikunci saja data perusahaannya?" tanya Lica.


"Main main dulu kayanya seru deh," jawab Carel.


"Baiklah," ucap Lica.


Sebenarnya Carel bisa juga menghancurkan perusahaan tersebut, tapi kelihaian nya masih dibawah triple A.


Lica dengan lincah menekan keyboard laptop miliknya ketiga cowok tampan itu pun tak berkedip melihat betapa cepatnya jari jari Lica.


"G*la nih cewek serba bisa,' batin Abigail.


Hanya dalam beberapa menit saja Lica sudah selesai mengunci data perusahaan tersebut dan membekukan keuangan perusahaan itu.


"Kita lihat beritanya besok," ucap Lica sambil tersenyum.


"Sekarang aku ingin istirahat," ucap Lica lagi.


"Sayang istirahat di villa kita aja yuk," ajak Abigail.


"Disini saja aku ingin bersama saudaraku," jawab Lica.


"Biarkan saja disini juga banyak kamar kok," kata Randy.


Akhirnya mereka semua menginap di villa milik Randy.


Villa berlantai dua dan mempunyai kamar 8 belum termasuk kamar pelayan.


Penjaga villa tersebut begitu senang melihat kedatangan tuan muda mereka, selama ini tuan muda mereka tidak pernah membawa wanita manapun, tapi sekarang tuan muda mereka membawa seorang gadis cantik.


"Bu, Pak kenalkan ini Lina," kata Randy mengenalkan Lina pada penjaga villa tersebut.

__ADS_1


"Halo nona Lina saya Supardi dan ini istri saya Tini.


"Oh iya Bu, Pak aku Lina," ucap Lina.


Kemudian datang Lica dan Lita secara bersamaan. Tini bingung melihat mereka bertiga yang berwajah sangat mirip itu.


Tadi Tini tidak begitu memperhatikan wajah mereka jadi Tini tidak tahu kalau mereka itu kembar.


"Kalian kembar?" tanya Tini.


"Iya Bu," jawab triple A serentak.


"Subhanallah, beruntung sekali tuan muda mendapatkan gadis secantik kalian," ucap Tini.


Tini sedang masak didapur dan dibantu oleh triple A. Mereka ngobrol seperti sudah kenal lama.


Setelah selesai masak triple A kembali kekamar mereka untuk mandi, mereka akan tidur satu kamar.


Carel dan Abigail datang membawakan pakaian ganti untuk mereka, sebelumnya mereka sudah menyiapkan pakaian untuk kekasih mereka masing-masing.


Sebenarnya mereka sudah beberapa bulan yang lalu ingin mengajak kekasih mereka ke villa ini, tapi ada saja halangan untuk mereka.


Carel dan Abigail mengetuk pintu kamar mereka. Lina yang membukakan pintu, karena Lica sedang mandi.


"Ini pakaian ganti untuk Lita," kata Carel.


"Dan ini untuk Lica," kata Abigail.


"Terimakasih," ucap Lina.


Lina menerima pakaian tersebut dan meletakkan nya ditempat tidur. Lica keluar dari kamar mandi, sedangkan Lita sudah terlelap mungkin karena capek.


"Bangun mandi dulu baru tidur," kata Lina.


"Bu Tini menyuruh kita makan," kata Lina lagi.


"Iya iya, aku mandi sekarang," ucap Lita.


Dengan terpaksa Lita masuk kedalam kamar mandi dan menguyur tubuhnya dengan air hangat karena suasana ditempat ini terasa dingin.


Tidak sampai 10 menit Lita sudah selesai mandi kemudian berganti pakaian. Mereka keluar dari kamar menuju meja makan. Ternyata disana sudah ada Randy, Abigail dan Carel yang sedang menunggu mereka.


"Maaf lama," ucap Lina.


"Gak apa-apa kami juga baru duduk disini kok," jawab Randy.


"Silahkan tuan muda dan nona nona," ucap Tini, kemudian Tini pun pergi meninggalkan mereka yang sedang makan.


"Mas!" panggil Tini pada suaminya.


"Iya dek ada apa?" tanya Supardi.


"Gak apa-apa, aku hanya senang melihat tuan muda membawa kekasihnya kesini, orangnya begitu ramah dan baik sopan terhadap yang lebih tua dan mau bergaul dengan ku yang hanya seorang pembantu," kata Tini.


"Baguslah dek, berarti mereka tidak membedakan kasta," jawab Supardi.


"Yuk mas kita makan," ajak Tini. Lalu kedua pasangan suami istri itu makan berdua saja.


Mereka semua sudah selesai makan, Lina, Lita dan Lica membereskan piring kotor, Tini datang untuk mencuci piring kotor ternyata sudah keduluan triple A.

__ADS_1


"Maaf ibu terlambat," ucap Tini yang merasa tidak enak dengan kekasih majikannya itu.


"Tidak apa-apa Bu, kami sudah biasa seperti ini," kata Lica.


"Ibu jadi tidak enak," ucap Tini.


"Tidak apa-apa, ibu istirahat saja ya sudah malam," perintah Lina.


Tini pun menurut saja, Lina, Lita dan Lica membuat minuman kopi untuk tiga cowok yang sedang duduk diruang tamu.


"Sayang!" panggil Carel pada Lita.


"Ini kopinya," ucap Lita sambil meletakkan gelas tersebut diatas meja.


"Terimakasih," ucap Carel.


Abigail menarik tangan Lica menuju balkon, keduanya berdiri dipembatas balkon tersebut.


"Bagaimana kamu tahu tempat ini?" tanya Lica.


"Dulu ada seorang pria paruh baya yang menjual tanah untuk biaya sekolah anaknya, dan merasa cocok jadi kami bertiga sepakat untuk membelinya. Waktu itu aku belum menjadi CEO diperusahaan. Kami bertiga patungan membeli tanah ini, dan setelah itu kami bagi menjadi tiga bagian. Ternyata mereka juga membangun villa ditempat ini," kata Abigail panjang lebar.


"Dan kami melebihkan pembayarannya dari harga yang sudah ditetapkan." kata Abigail lagi.


"Apakah Mama dan Papa tahu tempat ini?" tanya Lica. Abigail menggeleng.


"Kenapa tidak diberitahu?" tanya Lica lagi.


"Biarkan saja dulu, villa Mama dan Papa juga sudah ada bahkan dibeberapa tempat Papa membangun villa." jawab Abigail.


Sedangkan Lita dan Carel keluar berjalan jalan disekitar kawasan villa. Lita tidak memakai baju panjang dan tebal sehingga ia merasa kedinginan.


"Dingin?" tanya Carel, kemudian ia memeluk Lita dari belakang sambil menempelkan jaket ketubuh Lita.


"Tempat ini sungguh indah," kata Lita.


"Hmmm, iya," jawab Carel. Carel menyandarkan dagunya dipundak Lita.


"Kamu suka tempat ini?" tanya Carel.


"Suka," jawab Lita singkat.


"Bagaimana kamu mendapatkan tempat seindah ini?" tanya Lita.


"Kami membeli tanah ini dari seorang pria paruh baya," jawab Carel.


"Kami?" tanya Lita.


"Ya, aku, Randy dan Abigail." jawab Lita.


"Kami membeli tanah ini patungan, kemudian kami sepakat untuk membangun villa disini, setelah itu kami bagi 3 tanah ini," ucap Carel.


"Kenapa dibagi?" tanya Lita.


"Untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan, meskipun kami tidak pernah berselisih paham, tapi kita tidak tahu kedepannya, sebelum hal itu terjadi jadi kami bagi menjadi tiga bagian dari tanah ini," jawab Carel. Lita pun manggut-manggut saja.


"Dingin?" tanya Carel sambil mengeratkan pelukannya.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2