THREE ANGEL

THREE ANGEL
Hanya kamu


__ADS_3

.


.


.


Makan malam pun sudah tiba, semua berkumpul bersama di meja makan. Seperti biasa ketiga cowok tampan itu dilayani oleh kekasihnya masing-masing.


"Kalau begini terasa ingin cepat cepat menikah." batin Abigail.


Kemudian iapun tersenyum kepada Lica yang ada disampingnya. Lica juga membalas senyuman itu.


"Hanya kamu, senyumku hanya untuk kamu bukan untuk cewek lain," batin Abigail lagi.


Kemudian mereka pun mulai makan. Tidak ada yang berbicara disaat makan. Ternyata ketiga cowok tampan itu juga tidak suka berbicara saat sedang makan.


Setelah selesai makan, mereka berkumpul diruang keluarga dan mengobrol sebentar, barulah ketiganya pun pamit pulang. Randy, Abigail dan Carel menyalami orang tua yang ada didekatnya lalu mencium tangannya.


"Hati hati ya, jangan lirik lirik cewek lain," ucap Lica pada Abigail.


"Tidak akan, hanya kamu yang ada di hatiku," jawab Abigail. Kemudian ia mencium kening Lica.


Randy dan Carel juga melakukan hal yang sama barulah setelah itu mereka masuk kedalam mobil dan pergi dari mansion keluarga Henderson.


Triple A pun masuk kedalam mansion dan kembali berkumpul bersama keluarganya.


"Sepertinya kalian semakin dekat?" tanya Darmendra. Triple A pun mengangguk, tidak ada yang perlu mereka sembunyikan lagi.


"Kalian mau nikah muda?" tanya Diva, triple A terdiam dan saling pandang.


"Tapi kami belum siap Mom untuk menikah, setidaknya tidak untuk waktu dekat ini," jawab Lina.


"Tapi Daddy khawatir kalau kalian terjerumus pergaulan bebas," ucap Darmendra.


"Kami bisa jaga diri Dad, kami tidak akan mencoreng nama baik keluarga, dan pacar kami sangat menjaga kami," jawab Lita.


Darmendra manggut-manggut, "Daddy hanya takut saja, walau bagaimanapun kalian adalah perempuan," kata Darmendra.


"Daddy tenang saja ya," kami tidak akan berbuat sejauh itu. Tapi kalau mematahkan tangan dan kaki musuh kami tidak bisa berjanji," ucap Lina tanpa rasa bersalah.


"Kami masuk kedalam kamar dulu ya Dad, Mom, Oma Opa," ucap triple A serentak.


Kemudian mereka pun berlari menaiki tangga dan masuk kedalam kamar mereka masing-masing.


"Tidak terasa anak anak kita sudah besar, rasanya baru kemarin aku merasakan sakitnya melahirkan," ucap Diva sambil menyandarkan kepalanya dipundak suaminya.


"Kita buat dedek lagi yuk," ajak Darmendra.

__ADS_1


Buugh...satu pukulan mendarat didada Darmendra, Darmendra malahan tertawa tanpa beban.


"Wanita yang hamil diatas usia 40 sangat beresiko," ucap Diva.


Darmendra menoleh dan mengangguk. Kemudian keduanya mengantarkan Vera dan Jordan kedalam kamar mereka. Sebenarnya Vera masih mampu berjalan, hanya saja Diva terlalu menyayangi mertuanya itu dan takut mertuanya kenapa kenapa.


Setelah mengantarkan kedua orang tuanya, Darmendra menggendong Diva masuk kedalam lift, Diva tidak berontak sedikitpun.


Disisi lain...


Abigail yang sudah tiba di mansionnya pun masuk, kebetulan Alika dan Daka baru ingin makan malam.


"Baru pulang Nak?" tanya Alika.


Abigail yang ingin naik tangga pun menghentikan langkahnya dan menoleh kearah suara.


"Iya ma," jawab Abigail singkat.


"Yuk makan, kebetulan Mama dan Papamu mau makan," ajak Alika.


"Abi sudah makan ma tadi di mansion calon mertua." jawab Abigail.


"Hmmm, bagaimana hubungan kalian? Apa ada perkembangan?" tanya Alika.


"Abi diterima ma, tadi Abi mengungkapkan perasaan Abi untuk yang kesekian kalinya dan akhirnya diterima," jawab Abigail.


Abigail masuk kedalam kamar dan berbaring diatas ranjang, bibirnya tersenyum kala mengingat c*uman saat didalam mobil.


"C*uman pertamaku bersama orang yang paling aku cintai, dan tidak ada yang lain selain kamu," gumam Abigail.


Perasaannya saat ini sedang bahagia, dan hatinya pun berbunga bunga.


"Tidak salah aku menolak semua wanita yang ingin mengincar ku, dan aku dipertemukan dengan bidadari dunia," gumam Abigail.


Tidak berapa lama pintu kamarnya diketuk, perlahan Abigail bangkit dari pembaringannya dan berjalan menuju pintu.


"Ada apa ma?" tanya Abigail.


"Ada Amber datang dan mencarimu," jawab Alika.


Amber adalah sepupu jauh Abigail, dari dulu selalu ingin mencari perhatian dari Abigail. bahkan ia tidak segan segan meminta orang tuanya untuk menikahkan dirinya dengan Abigail. Tapi Alika dan juga Daka tidak menyetujui hal itu, bahkan keduanya sepakat tidak ada perjodohan untuk putranya. Karena mereka ingin putranya memilih sendiri pasangan hidupnya.


Ditambah lagi Alika tidak begitu menyukai Amber karena sikap kasar dan sombongnya. Apalagi Abigail, dia begitu ilfil kalau didekati Amber.


"Suruh pulang aja ma, ngapain juga ia datang?" tanya Abigail.


"Ya sudah, Mama akan bilang kamu sudah tidur," jawab Alika.

__ADS_1


Abigail kembali menutup pintu kamarnya setelah Alika pergi. Alika keruang tamu dimana Amber berada?.


"Bagaimana Tante?" tanya amber dengan gaya centilnya. Hal itu juga yang tidak disukai oleh Alika. Selain itu Amber juga genit yang membuat Alika semakin tidak suka.


"Abi sudah tidur, lebih baik sekarang kamu pulang saja," kata Alika mengusir Amber secara halus.


"Tapi ini sudah malam Tante, masa Tante tega membiarkan aku pulang sendiri," kata Amber.


Alika sudah berusaha mengusir Amber secara halus. Tapi Amber masih kekeh tidak mau pulang, sebelum ia bertemu dengan Abigail Amber akan tetap disini.


Alika tidak punya pilihan lain selain mengizinkan Amber tidur dikamar tamu. Betapa senangnya Amber bisa menginap di mansion ini, karena besok ia pasti akan bertemu dengan Abigail.


Pagi hari...


Abigail yang mengetahui bahwa Amber menginap, ia jam 5 pagi sudah keluar dari mansionnya dan kembali ke Apartemen miliknya. Abigail mandi dan setelah itu berpakaian lengkap karena ia ingin menjemput kekasihnya.


Pukul 6:30 ia sudah tiba di mansion keluarga Henderson, ia pikir dia yang lebih awal ternyata Abigail paling terakhir.


Kini mereka semua sudah berada di meja makan untuk bersarapan.


Ketiga cowok tampan itu sengaja tidak bersarapan karena takut telat.


"Pergi dulu Oma, Opa, Mommy, Daddy," pamit triple A secara bersamaan mereka mencium tangan orang tua satu persatu. Begitu juga dengan Abigail, Randy dan Carel.


"Hati hati sayang," pesan Vera.


Kemudian mereka pun berangkat bersama dengan pacar mereka masing-masing.


Sementara di mansion keluarga Davidson....


Amber yang mendapati Abigail sudah keluar, ia pun mengamuk didalam kamar. Semua barang barang yang mudah pecah ia banting hingga hancur.


Alika tidak bisa mencegahnya, begitu juga Daka. Alika segera menelepon Abigail.


Kebetulan Abigail baru tiba di perusahaan J H company.


"Siapa...?" tanya Lica.


"Mama, kamu masuk ya nanti terlambat aku mau jawab telepon dari Mama." kata Abigail, Lica pun mengangguk dan segera pergi karena jam masuk kantor sebentar lagi.


"Halo ma..!" ucap Abigail menjawab panggilan tersebut.


Abigail dapat mendengar suara bising seperti barang barang dibanting pun segera mematikan sambungan teleponnya dan segera pulang.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2