
.
.
.
Cassandra yang berada didalam kamar masih belum mengetahui kalau Randy pulang bersama dengan Lina. Dia masih asik memikirkan tentang Randy.
"Darimana Randy dapat video tersebut?" batin Cassandra.
"Aaaaahh, kalau begini bisa kacau semuanya," teriak Cassandra.
Lina dan Randy sedang asik makan malam bersama keluarga Randy. Abbas dan Delon yang tadinya hilang selera makan kini dipanggil lagi, mendengar Lina yang datang kedua pria beda usia itu begitu senang sehingga mereka pun mau makan lagi.
Setelah selesai makan mereka berkumpul diruang tamu, Cassandra yang keluar dari kamar terkejut melihat Randy pulang membawa seorang gadis. Cassandra mematung ditempatnya berdiri.
"Apa ini calon tunangannya Randy?" batin Cassandra.
Cassandra percaya dengan kata-kata Denia yang mengatakan bahwa Randy akan segera bertunangan. Apalagi saat melihat seorang gadis yang dibawa pulang oleh Randy.
"Randy...?!" panggil Cassandra, kemudian ia berjalan hendak menghampiri Randy. Tapi Randy menghindar dan duduk lebih dekat dengan Lina dan Mamanya. Alhasil Randy sekarang berada diantara Mamanya dan Lina.
"Sandra kenalkan, ini calon tunangannya Randy," ucap Denia memperkenalkan Lina.
Lina tersenyum dan mengulurkan tangannya hendak bersalaman, tapi tidak disambut oleh Cassandra.
"Dia berpacaran dengan Randy jauh sebelum dia bertemu kamu," ucap Delon menimpali.
"Sebab itulah Randy tidak ingin dekat dengan wanita lain," ucap Abbas juga ikut memanas manasi Cassandra.
"Kenalkan namanya Angelina cucu dari keluarga Henderson, cantik baik dan mandiri serta jenius," ucap Randy membanggakan kekasihnya.
Randy sengaja menyebut semua itu agar Cassandra merasa insecure, tapi yang namanya Cassandra mana ada ia merasa begitu? Yang ada dalam pikirannya hanyalah bagaimana cara menyingkirkan Lina?.
Cassandra masuk kembali kedalam kamar dan membanting pintu kamar dengan keras membuat Abbas mengelus dadanya.
"Beruntung kamu tidak tertarik kepadanya, Nak," ucap Delon.
"Gak mungkin lah pa aku tertarik kepadanya, Lina lebih dari segalanya bagiku. Dan tidak akan ada yang menggantikannya," kata Randy.
"Kamu terlalu berlebihan memperkenalkan aku kepadanya," ucap Lina.
"Itu memang kenyataan sayang, lagi pula dia tidak sebanding dengan kamu," kata Randy.
"Jangan membandingkan seseorang, karena setiap orang itu beda beda dan sudah masing-masing dengan watak dan karakter nya," ucap Lina.
__ADS_1
"Kamu jangan terpengaruh dengan kata katanya nanti tentang Randy, Randy sejak dulu tidak pernah dekat dengan dia," ucap Denia pada Lina.
"Iya ma, pasti dia sedang memikirkan cara untuk menyingkirkan aku," jawab Lina.
"Ran, sebaiknya malam ini kamu tidur dikamar kakek, aku yakin wanita itu tidak akan tinggal diam," ucap Abbas.
"Tapi bagaimana dengan Lina?" tanya Randy menoleh ke Lina.
"Aku bisa jaga diri, kamu jangan khawatir," jawab Lina.
"Bagaimana pun dia itu wanita yang licik," ucap Denia.
"Mama tenang saja, aku bukan perempuan lemah," kata Lina.
"Baiklah, sekarang kita masuk kekamar sudah malam," ucap Delon. Kemudian mereka pun bangkit dan menuju kamar mereka masing-masing.
Randy malam ini akan tidur bersama Abbas untuk menghindari hal hal yang tidak mereka inginkan. Lebih baik mencegah sebelum kejadian.
Cassandra keluar dari kamarnya membawa jarum suntik yang sudah diisi dengan cairan obat bius, ia berjalan mengendap-endap menuju kamar Randy. Sebelumnya ia sudah bertanya kepada Denia dimana kamar Randy. Denia sengaja memberitahu Cassandra untuk melihat sejauh mana wanita itu bertindak.
Tanpa Cassandra sadari gerak geriknya sudah diketahui oleh Lina dan Randy. Lina dan Randy sengaja masuk kedalam kamar, tapi beberapa menit kemudian keduanya keluar lagi untuk memantau gerak gerik Cassandra.
Cassandra masuk kedalam kamar Randy dengan mudah karena memang tidak dikunci. Lina dan Randy saling mengangguk dan berjalan menuju kamar Randy.
Didalam kamar, Cassandra mengedarkan pandangan dan mendapati kamar itu kosong, Cassandra menggeram marah karena merasa dibohongi. ia hendak keluar dan membuka pintu, tapi ia dikejutkan dengan adanya Randy dan Lina didepan pintu.
Cassandra gugup melihat sorot mata Randy berubah tajam, sorot mata yang belum pernah Cassandra lihat selama ia mengenal Randy.
"Ak...aku mencarimu, aku tidak bisa tidur," jawab Cassandra gugup.
"Oh ya...?" tanya Randy sinis.
"Randy aku mencintaimu," ucap Cassandra tidak tahu malunya.
"Tapi aku hanya mencintai dia," ucap Randy sambil merangkul Lina.
Cassandra yang cemburu pun langsung mengarahkan jarum suntik kepada Lina, tadinya ia ingin membius Randy agar ia bisa tidur bersama Randy, sekarang sasarannya adalah Lina.
Lina yang menyadari itu segera melepaskan diri dari rangkulan Randy dan menangkap tangan Cassandra.
Lina menendang tulang kering Cassandra sehingga wanita itu menjerit karena kesakitan. Kemudian Lina merebut jarum suntik yang ada ditangan Cassandra.
"Bagaimana kalau ini menancap di tubuhmu? Pasti seru deh," tanya Lina.
"Tidak... jangan," jawab Cassandra menggeleng kuat.
__ADS_1
Cassandra melangkah mundur karena Lina mengancamnya akan menyuntikkan cairan tersebut. Cassandra menggeleng gelengkan kepalanya.
"Jangan, jangan lakukan itu," ucap Cassandra memohon kepada Lina. Tapi Lina tidak menggubris sama sekali, Lina terus saja melangkah maju sedangkan Cassandra mundur. Hingga tubuhnya terbentur ketembok didalam kamar ini.
"Bagaimana? Mau mencobanya?" tanya Lina mendekatkan jarum suntik tersebut ke leher Cassandra. Cassandra menggeleng kuat dan wajahnya terlihat sangat pucat.
"Bukankah ini yang kau inginkan? kau pikir kami tidak tahu semua rencanamu?" tanya Lina.
"Tolong jangan apa apakan aku," ucap Cassandra.
"Baiklah, aku akan menggunakan cara lain saja," kata Lina.
"Sayang bagaimana kalau kita masukkan dia kedalam karung terus kita buang kelaut," tanya Lina pada Randy.
"Lakukan saja yang membuatmu senang, sayang," jawab Randy.
Gleek... Cassandra menelan ludahnya kasar. Dia mengira Randy orangnya lembut dan penuh perhatian tapi apa yang ia lihat kali ini ternyata Randy lebih menyeramkan dari sebelumnya.
"Mengapa tatapan keduanya seperti psikopat," batin Cassandra.
"Kamu pasti berpikir bahwa kami adalah psikopat kan? Ya benar kami adalah pasangan psikopat," tanya Lina.
"Bagaimana dia tau apa yang kupikirkan?" batin Cassandra.
"Tapi kurang seru kalau langsung dibuang ke laut. Bagaimana kalau kita bermain main dulu?" tanya Lina.
Kamar Randy kedap suara jadi menjerit sekuat apapun tidak akan terdengar keluar, tapi suara dari luar akan kedengaran.
Lina mengeluarkan pisau kecil yang selalu ia bawa kemana mana, pisau itu tidak terbuat dari besi, jadi bila dibawa bepergian menggunakan pesawat tidak bisa terdeteksi oleh alarm pesawat. Lina menciptakannya dengan benda khusus, pisau itulah yang ia gunakan sewaktu membuang peluru dari pilot yang terkena tembakan waktu itu.
"Bagaimana kalau kita gores wajahnya sedikit demi sedikit?" tanya Lina.
"Boleh, aku lebih suka melihatnya ketika ia menjerit jerit kesakitan," jawab Randy.
"Kalian benar benar psikopat," teriak Cassandra.
"Sudah tahukan siapa kami?" tanya Randy.
"Aku tidak menyangka kalau kamu seperti ini, Randy," kata Cassandra. Tapi Randy malah ketawa.
"Ya itulah aku yang sebenarnya," kata Randy.
.
.
__ADS_1
.