THREE ANGEL

THREE ANGEL
Ketinggalan berita.


__ADS_3

.


.


.


Lina dan Randy akhirnya tiba di perusahaan tempat Lina bekerja. Setelah memarkirkan mobilnya Lina pamit dan segera turun dari mobil. Sedangkan Randy langsung pergi dari perusahaan tersebut dan menuju ke perusahaannya.


Ternyata didepan gerbang Randy berpapasan dengan mobil Carel dan Abigail yang juga mengantarkan Lita dan Lica. Kedua pemuda itu menjadi supir gratis dadakan


Randy yang keluar hanya membunyikan klakson mobil sebagai tanda sapaan, sedangkan Carel dan Abigail baru ingin masuk.


"Selamat pagi," sapa Lina saat melewati meja resepsionis. Jasmine tersenyum.


"Selamat pagi," balas Jasmine. Jasmine selalu datang lebih awal, karena ia tidak mau dinilai buruk oleh atasan.


Tidak berapa lama Lita dan Lica juga mengucapkan hal yang sama dan dibalas sama juga oleh Jasmine.


Jasmine merasa senang bekerja di sini. Ia merasa terbebas dari belenggu Julaika yang hanya memanfaatkan nya saja.


"Tunggu... tunggu...!" teriak Lita dan Lica saat pintu lift hendak tertutup. Keduanya segera masuk kedalam lift.


"Kamu nginap kok gak bilang sama kita?" tanya Lita.


"Aku sudah bilang sama Mommy," jawab Lina.


"Hari ini giliran kita menggoda mereka," ucap Lica.


"Jadi kalian sudah mempertemukan mereka?" tanya Lina. Lica dan Lita pun mengangguk.


"Wah ketinggalan berita nih aku," kata Lina lagi.


"Kamu asik pacaran mana peduli dengan hal begituan," kata Lica.


"Aku ikut Randy kerumahnya untuk mengobati kakek, sekarang beliau sudah sembuh." jawab Lina.


Asik ngobrol mereka pun tiba dilantai 10. ketiganya keluar dari dalam lift dan menuju ruang kerja mereka.


Lolita, Delima, Adela dan Rukiza baru tiba diparkiran motor, mereka pun langsung masuk ke perusahaan. Tidak lupa mereka menyapa Jasmine.


Saat tiba diruang kerja mereka. Ternyata sudah ada triple A yang tersenyum kepada mereka.


"Cieee yang sudah jadian," goda Lica pada ketiga gadis itu.


"Siapa yang jadian?" kita baru kenalan kok," tanya Delima.


"Gimana ganteng gak?" tanya Lina.


"Ganteng, tapi mereka dari keluarga kaya. Aku jadi minder takut orang tuanya tidak setuju," jawab Lolita.


"Sudah jalanin aja dulu," kata Lita.


"Maunya sih begitu, tapi takut kecewa kalau sudah cinta," kata Adela.


"Tidak ada salahnya kok mencoba, mungkin mereka adalah jodoh yang dikirim kan Tuhan untuk kalian," kata Lina.

__ADS_1


Kemudian mereka pun mulai bekerja karena memang sudah masuk jam kerja.


Sementara ditempat lain, lebih tepatnya di perusahaan S R Properti Corp.


Tok...


Tok...


Tok...


"Masuk...!" perintah suara dari dalam. Adam pun perlahan membuka pintu ruang kerja Ren.


"Tuan...!" panggil Adam.


"Hmmm, ada apa?" tanya Ren tanpa menoleh ke Adam. kemudian Adam meletakkan amplop putih dimeja kerja Ren. Ren menoleh.


"Apa ini?" tanya Ren.


"Saya mau resign tuan, Minggu depan saya akan menikah," jawab Adam. Ren mengerutkan keningnya.


"Kalau mau menikah ya menikah aja, kenapa harus resign?" tanya Ren.


"Saya diminta oleh Bapak mertua untuk mengurus perusahaan miliknya, karena beliau ingin pensiun," jawab Adam.


"Lalu bagaimana denganku?" tanya Ren.


"Saya ada adik yang bisa menggantikan posisi saya, tuan. Dia sudah lulus kuliah S2, dan namanya Azzam," jawab Adam.


"Hmmm, baiklah kalau begitu. Tunggu sebentar," kata Ren. Ren kemudian membuka laci mejanya dan memberikan map biru Kepada Adam.


"Aku tidak ada yang lain untuk hadiah pernikahanmu, aku hanya punya ini," ucap Ren sambil menyerahkan map biru itu.


"Tuan ini...?"


"Hmmm, untukmu terserah kamu mau ditinggali atau tidak. Hanya itu yang bisa aku berikan," ucap Ren.


"Oya, pekerjaan hari ini harus kamu selesaikan, dan besok aku mau adikmu datang ke perusahaan ini untuk menggantikan mu," perintah Ren.


"Baik tuan dan terimakasih banyak atas semuanya," ucap Adam dan kemudian pergi dari ruangan itu.


Ren menghela nafas panjang, dan menyandarkan tubuhnya disandaran kursi. Adam adalah asisten pribadi yang cekatan dalam bekerja, sejujurnya Ren sangat berat hati untuk melepaskan Adam. meskipun nanti ada penggantinya tapi tetap berbeda.


Adam diruangannya sedang bekerja bersungguh-sungguh karena ia harus menyelesaikan semuanya hari ini. Sesekali ia melirik map biru pemberian bosnya. Dan ia kembali membukanya. Adam melihat sertifikat rumah itu dengan seksama. Serta ada foto contoh rumah tersebut.


Rumah besar dan mewah terlihat didalam foto tersebut. Adam menghentikan pekerjaannya sejenak.


"Tuan, sebenarnya aku berar hati untuk meninggalkan perusahaan ini, tapi apa boleh buat aku harus mengurus perusahaan Papa mertuaku," batin Adam.


Kemudian iapun melanjutkan pekerjaannya, hingga tiba jam makan siang pun Adam masih bekerja.


Tok...


Tok...


Tok...

__ADS_1


"Masuk...!" perintah Adam.


"Tuan, ini makanan dari tuan Ren." ucap OB yang mengantar makanan tersebut.


"Hmmm, terimakasih." ucap Adam. Kemudian OB pun keluar dari ruangan itu setelah meletakkan makanan dimeja.


Adam membuka kotak makanan tersebut, dan dilihatnya ternyata makanan kesukaannya. Seketika Adam tersenyum, bosnya itu memang terlalu baik. Bukan hanya pada Adam tapi juga pada semua karyawan yang ada di perusahaan ini termasuk cleaning service. Adam makan dengan lahap, kebetulan ia sangat lapar.


Kembali ke perusahaan J H company....


triple A dan teman temannya juga sedang makan siang. Mereka makan dengan tenang saat ini, karena tidak ada lagi yang berani berbuat ulah. Apalagi setelah mereka melihat Lina yang menghajar Julaika. Dan mereka juga sayang dengan pekerjaan mereka.


"Lin, apa kamu gak bosan hampir setiap hari cuma makan bakso?" tanya Rukiza. Lina menggeleng.


"Baksonya enak jadi gak bakalan bosan," jawab Lina enteng.


"Alhamdulillah, aku sudah kenyang," kata Lina. Sedangkan yang lain masih sedang makan.


"Cepat amat kamu makannya?" tanya Lolita.


"Soalnya aku lapar, tadi makan dirumah Randy cuma sedikit, maklum lagi JAIM," jawab Lina.


"Buat apa harus jaga image segala," sahut Lica.


"Hehe, bercanda doang. Siapa juga yang jaga image? Lagian lambat laun mereka juga tau yang sebenarnya," ucap Lina.


"Yuk balik keruangan, sebentar lagi jam istirahat habis," ajak Lita. mereka pun bangkit dari duduknya dan berjalan keluar dari kantin perusahaan. Seperti biasa hanya Jasmine yang beda arah.


Saat mereka sudah tiba didepan pintu ruangan mereka, ternyata ada Ardi sudah menunggu mereka.


"Kalian bertiga dipanggil tuan Darmendra keruangannya," ucap Ardi pada triple A.


"Baik kami akan segera kesana," jawab Lina. kemudian Ardi pun berlalu dari situ.


"Ada apa? Kok CEO memanggil kalian terus?" tanya Adela. Triple A hanya mengedikan bahunya pertanda tidak tahu.


"Kita menemui CEO dulu ya, kalian lanjut kerja," kata Lita. mereka semua pun mengangguk.


Triple A pun pergi keruangan Daddy-nya. Sampai didepan pintu Lina mengetuk pintu dan masuk.


"Ada apa Daddy memanggil kami?" tanya Lina.


"Mommy kalian bilang kalau kamu mengobati kakek Abbas. bagaimana keadaannya?" tanya Daddy.


"Kalau Daddy cuma bertanya soal itu, di mansion juga bisa Dad," kata Lina.


"Jawab saja apa susahnya sih?" tanya Darmendra.


"Kakek Abbas sudah baikan Dad, setelah aku mengobatinya kakek bisa tidur nyenyak," jawab Lina.


"Hmmm sudah, sekarang kembali keruangan kalian," perintah Darmendra.


Mereka bertiga saling pandang lalu pergi dari ruangan itu.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2