THREE ANGEL

THREE ANGEL
Pernikahan Devan dan Azura (part 1)


__ADS_3

.


.


.


Setelah selesai makan mereka kembali lagi keruangan mereka untuk melanjutkan pekerjaan mereka.


Selama ada triple A, pekerjaan mereka selalu bagus. Dulu juga bagus tapi karena ada yang menyalah gunakan kekuasaan jadi mereka tidak mendapatkan apa-apa.


Kini mereka semakin semangat dalam bekerja setelah mendapatkan bonus yang terbilang cukup besar dari perusahaan.


"Kalian kapan nikah?" tanya Delima pada Lina dengan tiba tiba.


"Mengapa bertanya seperti itu?" tanya Lina balik.


"Gak apa-apa, gak sabar ikut undangan. Pasti pernikahan kalian meriah, pacar kalian anak orang kaya," ucap Lolita.


"Ntar kalau sudah sukses," jawab Lina.


"Jangan lama lama oy, nanti diambil siluman," kata Adela.


"Benar tuh, apalagi cowok kalian semuanya tampannya kebangetan," ucap Lolita.


"Kerja kerja kerja, biar bulan depan dapat bonus lagi," kata Lita mengalihkan topik pembicaraan.


Mendengar bonus mereka pun bersemangat untuk bekerja.


Sore harinya....


Mereka semua sudah bersiap siap untuk pulang, karena waktunya untuk pulang. Mereka secara bersamaan masuk kedalam lift, setibanya di lobby perusahaan Jasmine juga sudah siap menunggu mereka.


"Pulang bareng yuk," ajak Jasmine.


"Tapi kita berbeda arah," jawab Lina.


"Gak apa-apa, nanti di persimpangan jalan baru kita dengan tujuan masing-masing." kata Jasmine.


"Tapi kalian tidak dijemput kan?" tanya Jasmine lagi. Triple A menggeleng serentak.


Akhirnya mereka pun berjalan menuju tempat parkir bersama sama.


"Tumben ngajak pulang bareng?" tanya Lita.


"Sebenarnya aku ingin mentraktir kalian makan bakso beranak," jawab Jasmine.


"Dalam rangka apa?" tanya Lica.


"Aku belum pernah mentraktir kalian makan, sedangkan kalian lebih sering mentraktir aku," jawab Jasmine.


"Yuk lah, sudah lama tidak makan bakso beranak," kata Lina.


"Maaf kami ada urusan dirumah jadi tidak bisa ikut," kata Delima mewakili sahabatnya.


"Iya, maaf banget ya," kata Lolita.


"Gak apa-apa lain kali kita makan beramai-ramai bila sudah gajian nanti," kata Lita.

__ADS_1


"Kalau begitu kami duluan ya," kata Jasmine. mereka semua mengangguk.


Lina, Lita dan Lica juga Jasmine mengendarai motor mereka masing-masing, mereka hanya mengendarai motornya dengan kecepatan sedang.


"Bukankah itu mobil Carel?" tanya Lina saat ada mobil yang mengikuti mereka.


"Benar, sepertinya ia ingin menjemputmu Lit," kata Lica.


"Biarkan saja lah, kita juga ingin makan," jawab Lita enteng.


Akhirnya mereka pun tiba ditempat yang mereka tuju. Sebuah gerobak bakso yang sedang nangkring dipinggir jalan.


"Mang bakso," ucap Jasmine sambil melambaikan tangan.


"Baik neng," jawab mang Kosim penjual bakso.


Carel juga berhenti didekat gerobak bakso tersebut, dan mendekati Lita.


"Lagi ngapain?" tanya Carel.


"Lagi pengen makan bakso," jawab Lita.


"Mau juga dong," kata Carel.


"Orang kaya emang mau makan di pinggir jalan?" tanya Lita.


"Mau lah, makan bareng pacar lebih asik," ucap Carel.


"Mang bakso," kata Carel.


"Baik tuan," jawab mang Kosim.


"Sepertinya kamu gagal lagi deh ingin traktir kami," kata Lita pada Jasmine.


"Kenapa?" tanya Jasmine.


"Tuh, ada tuan tampan yang siap bayarin," kata Lita.


"Gak apa-apa lah biar aku yang traktir," kata Jasmine.


"Biar aku saja, uangmu bisa kamu simpan," jawab Carel.


Jasmine tidak bisa berkata apa-apa lagi karena kalau sudah begitu pasti Carel tidak akan mau kalau makanannya dibayarin.


"Aku sudah banyak belajar dari kalian, dari bawa uang cash yang banyak, makan makanan pinggir jalan dan banyak lagi deh pokoknya." kata Carel.


Setelah selesai makan Carel pun membayar semua makanan mereka, bahkan Carel melebihi pembayarannya.


...****************...


Hari pun berlalu...


Kini tibalah hari yang bersejarah bagi pasangan yang sedang akan melangsungkan pernikahan.


Setelah sekian lama mereka menjalani hubungan ternyata jodoh jugalah yang menyatukan keduanya.


Devan sudah menjadi CEO disebuah perusahaan, dan Azura juga sudah menjadi dokter seperti keinginannya.

__ADS_1


Azura bekerja dirumah sakit tempat dimana Cahaya juga bekerja. Ram membeli rumah sakit untuk Cahaya setelah ia selesai dengan kuliahnya, hanya saja Cahaya jarang masuk dan hanya sesekali saat keadaan genting dan harus segera dioperasi barulah Cahaya turun tangan.


Acara ijab kabul diadakan dirumah Devan, para tamu undangan sudah mulai berdatangan termasuk Nadine dan keluarganya, Cahaya dan keluarganya. Sedangkan yang lain nunggu acara resepsi barulah mereka akan datang.


Acara ijab kabul berlangsung dengan lancar dan baik, Azura mencium tangan suaminya dan Devan mencium kening istrinya.


"Sekarang kalian sudah resmi menjadi suami istri, perlakukan lah istrimu dengan baik, dan layanilah suami dengan patuh selama masih berada dijalan yang baik." ucap Pak penghulu.


Kemudian Devan dan Azura bersalaman dengan kedua orang tuanya, Rusita kini tidak lagi sombong seperti dulu, kini ia lebih mementingkan kebahagiaan anaknya.


Nadine dan Ray serta anak anaknya mendekat kearah kedua pengantin.


"Selamat ya, akhirnya kalian menikah," ucap Nadine sambil memeluk tubuh Azura.


"Terimakasih, aku baru tahu kalau semua yang aku terima adalah bantuan dari kalian," ucap Azura.


"Sudahlah semua sudah berlalu, yang penting kehidupan yang mendatang yang perlu kita pikirkan. Kemudian Nadine beralih pada Devan.


"Jaga dia dengan baik, karena satu kali saja kamu menyakitinya, maka kamu tidak akan berpeluang untuk mendapatkan gadis sebaik dia," ucap Nadine.


"Pasti, sekarang tumpuanku hanya padanya," jawab Devan.


"Selamat bro, akhirnya menikah juga, lihat anak anakku sudah besar sekarang," kata Ray.


"Apa rahasianya punya anak kembar?" tanya Devan.


"Cari bahan bahan yang berkualitas premium maka kamu bisa mendapatkan anak kembar," jawab Ray sambil tertawa.


"Ribet amat," kata Devan.


"Ya sudah, intinya kembar atau tidaknya hanya ketentuan Tuhan," jawab Ray. Devan pun mengangguk.


Kini giliran para tamu undangan yang lain memberikan ucapan selamat. Meskipun tidak terlalu ramai, hanya teman dekat dan keluarga terdekat saja.


Nadine dan keluarganya pergi ketempat makan, mereka memilih makanan yang enak pastinya.


"Ma, itu teman Mama ya?" tanya Davina.


"Iya sayang, ada apa?" tanya Nadine balik.


"Gak apa-apa, tapi matanya menatap Mama terus," jawab Davina.


"Oh, dulu dia suka sama mama, tapi mama sukanya sama papa," kata Nadine, ia harus bicara jujur karena anak anaknya tidak mudah untuk dibohongi.


"Tapi sekarang tidak lagi, karena dia sudah menemukan orang yang benar benar mencintainya." kata Nadine lagi.


"Oh gitu ya ma," jawab Davina.


"Sudah jangan dipikirkan tentang orang dewasa, kelak bila kamu sudah besar maka kamu akan mengerti," ucap Nadine.


Aldebaran, Aleta, Davion, Danendra dan Davina berkumpul di meja makan yang sama, sedangkan di meja satunya Cahaya, Ram, Nadine dan Ray.


"Cukup lama mereka berpacaran," kata Cahaya.


"Iya, mereka masing-masing ingin mewujudkan impian mereka terlebih dahulu," jawab Nadine.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2