
.
.
.
Carel tertawa mendengar ucapan Abigail, dan hal itu menjadi pusat perhatian para tamu undangan yang hadir.
Darmendra saat ini masih berbincang-bincang dengan rekan bisnisnya. Arifin dan istrinya juga turut hadir, awalnya mereka merasa sangat rendah diri. Karena kejadian itu membuat dirinya kurang percaya diri.
Darmendra memberikan dukungan kepada Arifin bahwa kejadian yang lalu bisa dijadikan pelajaran.
Tisa berjalan menuju ruang dapur hotel tersebut, ia menemui pelayan hotel itu. Dan semua itu tidak luput dari pantauan 17 bocah kembar.
Tisa memberikan satu bungkus serbuk putih kepada pelayan tersebut agar dicampur dengan air minum. Kemudian Tisa pun pergi setelah memberikan amplop kepada pelayan itu.
"Sepertinya Tante itu punya niat jahat," ucap Qirani lewat earphone. Karena ia yang bertugas untuk mengawasi pelayan itu. Sedangkan Davion dan Danendra bertugas mengawasi Tisa. Dan yang lain bertugas untuk mengawasi yang lain pula.
Pelayan datang membawa minuman kepada semua tamu. Seperti biasa Davina bertugas mengelabui pelayan itu.
"Paman!" panggil Davina. Pelayan itu berhenti, Davina dengan berbagai cara membuat pelayan itu lengah. Disaat pelayan itu sedang berbicara dengan Davina. Quenni dan Naraya mengambil gelas yang berisi serbuk putih tadi.
Setelah selesai keduanya memberi kode kepada Davina bahwa tugasnya sudah selesai, lalu Davina pun menghentikan bicaranya dengan pelayan itu.
Pelayan itu melanjutkan memberikan minuman kepada tamu. Sedangkan gelas yang Quenni ambil pun ia berikan kepada pelayan lain agar diberikan kepada Tisa.
Tisa yang tidak curiga sedikitpun langsung menerima gelas tersebut dan meminumnya.
"Ah. Kenapa kepalaku pusing?" batin Tisa.
"S*al. Pasti air ini sudah diberi obat," umpat Tisa.
Davion memanggil pengawal bayangan mereka untuk membawa Tisa. Pengawal itupun muncul entah darimana, yang pasti mereka membawa Tisa kesebuah ruangan.
"Bagaimana?" tanya Aldebaran.
"Beres," jawab Danendra.
Sementara disisi lain...
Pria yang tadi bersama Tisa baru sadar kalau Tisa tidak ada. Ia terus mencari tapi tidak ketemu.
Oh ya, setelah kejadian waktu itu. Tisa melakukan ab**si. Dan ia sempat dirawat karena mengalami penda*han. Kemudian ia mencari pria kaya untuk melancarkan aksi balas dendamnya kepada Carel.
.
Darmendra naik keatas panggung bersama Diva, Jordan dan Vera. Darmendra akan mengumumkan pewaris perusahaan untuk menggantikan dirinya.
"Baiklah. Untuk tidak membuang waktu lagi, saya akan umumkan putri putri saya yang akan menggantikan posisi saya di perusahaan. Untuk triple A, mari keatas panggung," ucap Darmendra.
Delima, Adela, Rukiza, Lolita dan Jasmine saling pandang. Meskipun mereka sempat curiga, tapi tetap saja mereka terkejut.
__ADS_1
"Jadi dugaanku selama ini benar," batin Jasmine.
Triple A pun segera naik keatas panggung. Mereka berjalan beriringan.
"Perkenalkan, ini adalah putri putri saya yang akan menggantikan posisi saya di perusahaan," kata Darmendra.
"Sayang perkenalkan diri kalian," perintah Diva.
"Mohon maaf sebelumnya, untuk teman temanku. Aku tidak bermaksud untuk membohongi kalian. Hanya saja kami tidak ingin identitas kami terbongkar ke publik. Dan saya adalah putri tertua keluarga Henderson, dan nama saya adalah Angelina Dewi Henderson," kata Lina dengan lantang.
"Dan untuk kolega bisnis Daddy saya, kedepannya bisa bekerjasama dengan kami. Dan perkenalkan nama saya adalah Angelita Dewi Henderson," ucap Lita.
"Dan saya putri bungsu keluarga Henderson, nama saya adalah Angelica Dewi Henderson," ucap Lica.
Kemudian Darmendra mengambil alih mic yang ada di tangan Lina.
"Untuk Randy, Abigail dan Carel, silahkan kalian naik keatas panggung," ucap Darmendra.
Ketiganya pun naik dengan berjejer. Dari Randy didepan dan Carel paling belakang.
"Dengan disaksikan semua orang, saya akan mengumumkan pertunangan putri saya dengan tiga pemuda yang ada didekat saya ini," ucap Darmendra.
Semua orang terkejut mendengarnya. Ada juga yang kecewa karena harapan untuk menjodohkan putri mereka kandas.
Ketiga pria tampan itu hanya tersenyum. Meskipun pada awalnya mereka juga sempat terkejut dengan pengumuman ini. Mereka pikir, acara ini hanya untuk mengumumkan pewaris perusahaan. Tau-tau sekaligus pengumuman pertunangan mereka.
Triple A yang paling terkejut. Karena tanpa lamaran tanpa persiapan tiba-tiba sang Daddy mengumumkan pertunangan mereka.
"Mungkin Daddy kesambet," jawab Ren. Aisyah yang mendengarnya pun menyikut suaminya.
"Mungkin Daddy ada sebab, mengapa mereka harus ditunangkan," kata Aisyah.
"Hmmm," jawab sikembar serentak.
Sementara dipanggung, Randy, Abigail dan Carel sudah siap menerima cincin yang diberikan Darmendra. Darmendra menyiapkan cincin itu atas persetujuan dari orang tua mereka.
Dan sebelumnya Darmendra dan Diva sudah berbincang dengan orang tua mereka masing-masing. Tentu saja orang tua mereka setuju. Tapi hal itu mereka rahasiakan dari ketiga pasangan itu.
"Maukah kau menikah denganku?" tanya Randy pada Lina. Lina hanya mengangguk.
Begitu juga dengan Abigail dan Carel. keduanya melamar pasangannya dengan cara masing-masing. Meskipun awalnya mereka terkejut.
Cincin pun di sarungkan ke jari mereka masing-masing. Soal pernikahan, nanti akan mereka bincangkan lagi.
Sementara disisi lain...
Tisa yang setengah sadar sedang dibawa kesebuah ruangan tertutup. 17 bocah kembar pun berada didalam ruangan tersebut.
"Siapa kalian?" tanya Tisa.
"Kami malaikat pencabut nyawa," jawab mereka serentak.
__ADS_1
"Hahaha...." Tisa tertawa keras.
"Kalian hanya bocah, bisa apa?" tanya Tisa.
"Buktinya kami bisa menggagalkan niat jahatmu, Tante," kata Davion.
Gleek ... Tisa menelan salivanya dengan susah payah. Tisa mulai kepanasan.
"Paman, ikat dia," perintah Aldebaran.
"Baik tuan kecil," jawab pengawal bayangan 1.
"Apa yang akan kalian lakukan? Ahh. Panas...!" tanya Tisa.
"Paman, ambilkan tasku," perintah Danendra.
"Baik tuan kecil," jawab pengawal bayangan 2.
Pengawal itu menyerahkan tas ransel kepada Danendra.
"Kau ingin membuatnya gila?" tanya Rayyan yang tau cairan dalam jarum suntik tersebut.
"Kurasa kematian terlalu sadis untuknya," jawab Danendra enteng.
Mereka tidak akan menyiksanya terlalu lama, sebab itu mereka hanya akan menghilangkan sedikit kewarasan nya.
Tanpa ba-bi-bu Danendra pun menyuntikkan cairan tersebut ketangan Tisa. Tisa yang tadinya berontak karena kepanasan pun perlahan-lahan melemah.
"Paman. Kirim wanita itu ke rumah sakit jiwa," perintah Danendra.
"Baik tuan kecil," jawab pengawal bayangan serentak. Kemudian iapun menjalankan perintah bos kecilnya itu.
"Sekarang sudah beres. Mari kita kembali," ajak Davion.
Merekapun kembali ke pesta. Orang tua mereka tidak menyadari kalau anak anaknya memberantas nyamuk.
Acara masih berlanjut, pria tadi kelimpungan mencari Tisa. Karena capek iapun segera pulang.
Acara ditutup dengan persembahan bocah kecil, kemudian persembahan sikembar juga.
Semua tamu yang hadir sangat berpuas hati dengan acara pesta ini.
"Selamat ya, gak nyangka kalian ternyata anak konglomerat," ucap Rukiza.
"Tapi kalian tidak akan berubah, kan?" tanya Lita.
Mereka saling pandang dan kemudian menggeleng. Lalu mereka berpelukan seperti sudah lama tidak bertemu saja.
.
.
__ADS_1
.