THREE ANGEL

THREE ANGEL
Meminta bantuan Ren.


__ADS_3

.


.


.


Setelah berdiskusi dengan pak Bardan ketiga pasangan itupun kembali ke villa. Setibanya di villa Lina langsung menelpon Ren untuk meminta bantuan darinya.


"Ya halo dek, ada apa?" tanya Ren to the point.


"Aku minta bantuan dari Abang boleh gak?" tanya Lina balik.


"Boleh dong, katakan saja," jawab Ren.


"Bang tolong bangun sekolah di desa Asri, soal biayanya nanti aku yang tanggung," ucap Lina.


"Oke, hari ini juga Abang akan kirim bawahan Abang untuk kesana meninju lokasi sekaligus membangun sekolah tersebut," kata Ren.


"Terimakasih bang," ucap Lina lalu mematikan sambungan teleponnya.


Bukan tanpa alasan Lina meminta bantuan Ren, karena perusahaan Ren bergerak di bidang itu. Dan juga Lina ingin bangunan sekolah tersebut cepat selesai, agar belajar mengajar tidak terhambat terlalu lama.


Sementara Pak Bardan sedang berdiskusi dengan warganya dan keberuntungan berpihak pada mereka. warga setuju untuk menjual tanahnya untuk pembangunan sekolah SMP dan SMA sekaligus. Malah mereka sangat senang dengan adanya sekolah itu.


Setelah menerima telepon dari Pak Bardan, ketiga pasangan itu kembali ke desa untuk melakukan pembayaran. Carel mentransfer uang tersebut kepada pemilik lahan itu.


Sore harinya puluhan truk membawa bahan bangunan pun datang ke lokasi. Dan sekolah terpaksa diliburkan hingga pembangunan sekolah itu siap.


"Sebenarnya siapa mereka?" tanya salah satu warga.


"Apa kamu tidak dengar Pak Lurah bilang mereka cucu orang terkaya di negara ini?" tanya A balik.


"Berarti desas-desus tentang keluarga dermawan itu bukan omong kosong belaka?" tanyanya lagi.


"Sekarang sudah terbukti, kamu malah bertanya lagi." jawab A.


"Iya iya, hanya saja seperti mimpi," kata B.


Kedatangan triple A dan pasangannya ke desa ini membawa harapan baru bagi para warga. Bagaimana tidak? Bantuan yang mereka berikan tidak main-main, membuat para warga senang terutama anak anak sekolah yang tidak perlu lagi harus jauh jauh untuk melanjutkan sekolah mereka.


Kini mereka sudah bersiap siap untuk kembali ke kota, pasangan kekasih itu sangat berbahagia terutama Randy, Carel dan Abigail mereka senang karena ikut berpartisipasi dalam membantu warga yang kurang mampu.


Kini mereka sudah dalam perjalanan pulang ke ibukota. Karena besok mereka akan melakukan aktivitas seperti biasa.


Keesokan harinya...


Bunga anak nya pak lurah yang mendengar bahwa ketiga pria tampan itu adalah pemilik villa, ia bergegas pergi ke villa itu. Dengan semangat juang kemerdekaan bunga mengayuh sepedanya menuju villa tersebut. Dengan rantang ditangan nya yang berisi makanan yang ia masak sejak subuh tadi.


Kedua orang tuanya heran melihat putrinya memasak, biasanya tidak pernah sama sekali.


Setibanya di villa tersebut, Bunga celingukan mencari sesuatu karena villa tersebut terlihat sepi. Tini datang menghampiri Bunga dan bertanya.


"Cari siapa neng?" tanya Tini. Tini bukan warga sini jadi ia tidak mengenal orang orang di desa dekat sini.


"Eee mmmm...mau ketemu pemilik villa ini Bu," jawab Bunga.

__ADS_1


"Oh, tapi pemilik villa ini sudah kembali ke kota bersama istrinya, mereka datang kesini untuk berbulan madu," kata Tini yang sengaja berbohong, karena ia tidak mau ada celah untuk orang ketiga bagi majikannya itu.


Jeeeddaar...


Bagai petir di pagi hari saat Bunga mendengar bahwa pria incarannya sudah beristri.


"Is.. istri?" tanya Bunga gagap. Ia tidak menyangka kalau ketiga pria tampan itu sudah mempunyai istri.


"Iya, bahkan istrinya itu orang terkaya di negara ini. Cantik, baik, pintar masak dan gemar menolong orang juga lulusan luar negeri," jawab Tini melebih lebihkan walau apa yang dikatakan itu semua benar.


"Kalau begitu saya permisi dulu Bu," ucap Bunga.


"Oh ya neng, siapa namanya?" tanya Tini.


"Bunga Bu," jawab Bunga lesu.


"Kasihan neng Bunga, layu sebelum berkembang," ucap Tini sambil tersenyum dan itu didengar oleh Bunga semakin membuat hatinya sakit.


Sementara ditempat lain...


Lina, Lita dan Lica sedang bekerja seperti biasa, Lina memberikan hadiah gelang pada rekannya.


"Ini untuk kalian, harganya murah tapi terlihat cantik jadi aku beli," kata Lina.


Mereka semua tersenyum menerima gelang pemberian Lina.


"Kami tidak mempermasalahkan harganya, yang penting keikhlasannya," kata Delima.


"Biar semangat kerjanya, kami juga memiliki gelang yang sama," kata Lica memperlihatkan gelang ditangannya.


Mereka tersenyum kecut, bukan meremehkan tapi tidak perlu seperti itu karena mengira Lina juga seperti mereka yang menjadi tulang punggung keluarga.


"Tidak perlu Lin, kami tidak berharap semua itu," kata Lolita.


"Aku serius loh, bukan sedang bercanda," kata Lina.


"Aku akan kasih hadiah paket bulan madu kemana saja kalian inginkan," ucap Lita.


"Aku mau kasih apa ya?" tanya Lica.


"Aaaa... mobil aja gimana?" tanya Lica lagi.


Mereka menganggap Lina, Lita dan Lica sedang bercanda. Jadi tidak terlalu menanggapi percakapan tersebut.


"Bilang aamiin dong, semoga niat baikku tercapai," ujar Lina.


"Aamiin..." jawab mereka serentak.


Keasikan ngobrol sambil bekerja mereka tidak sadar kalau sudah waktunya makan siang. Rukiza masuk kedalam ruangan mereka untuk mengajak makan siang.


"Serius amat kerjanya?" tanya Rukiza.


"Ehh... sudah waktunya makan siang ya?" tanya Lina.


"Hmmm," jawab Rukiza sambil mengangguk.

__ADS_1


"Nih buat kamu, kemarin aku beli di pasar tradisional," kata Lina sambil memberikan gelang cantik yang ia beli.


"Wah cantik banget, pergi ke pasar gak ngajak ngajak," ucap Rukiza.


"Yakin mau ikut, nanti jadi obat nyamuk loh. Kita semua pergi bareng pacar," kata Lica.


"Kami juga dapat," kata Lolita menunjukkan gelang ditangannya.


Delima dan Adela juga menunjukkan gelangnya.


"Satu lagi untuk Jasmine, tadi belum sempat kasih kan kedia," kata Lina.


"Yuk makan," ajak Lita.


Mereka pun turun kelantai dua untuk pergi kekantin, setibanya di kantin Jasmine melambaikan tangannya karena dia sudah datang lebih dulu.


"Tumben kalian lama?" tanya Jasmine.


"Keasikan kerja hingga tidak sadar waktu istirahat makan siang," jawab Delima.


"Nih buat kamu," kata Lina menyerahkan gelang kepada Jasmine.


"Beli dimana? Cantik banget," tanya Jasmine.


"Kemarin kami pergi ke pasar tradisional," jawab Lita.


"Kok gak ngajak ngajak sih, mau juga ikut kalau diajak." kata Jasmine.


"Mereka pergi dengan pasangan mereka," kata Lolita.


"Kok belum pesan?" tanya Rukiza.


"Ah iya, sampai lupa," jawab Lica.


Merekapun memesan makanan, kali ini mereka kompak pesan nasi goreng ikan asin.


Tidak berapa lama pesanan mereka pun sampai, dan mereka pun makan dengan nikmat.


"Ternyata enak ya," kata Lina yang memang belum pernah mencoba nasi goreng ikan asin.


"Kadang aku buat sendiri dirumah," kata Jasmine.


Ya mereka mengikuti pesanan Jasmine, tidak ada salahnya mencoba makanan tersebut. Ternyata cocok dilidah mereka terutama triple A yang belum pernah mencoba makanan tersebut.


"Boleh beritahu resepnya gak?" tanya Lina pada Jasmine.


"Boleh, nanti ku kirim lewat pesan singkat," jawab Jasmine.


"Makan makan nanti waktu jam makan siang habis," kata Rukiza.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2