
.
.
.
Suasana malam semakin dingin, pasangan sejoli ini masih larut dalam suasana romantis yang belum pernah mereka rasakan sebelumnya.
"Aku belum pernah seperti ini," ucap Carel sambil memeluk Lita dari belakang.
"Masa sih, padahal kamu tampan loh, dan kamu menjadi incaran para wanita," jawab Lita.
"Apa yang kamu bilang itu benar, aku sangat tampan dan menjadi incaran banyak wanita, tapi gadis yang aku kejar cuma satu yaitu kamu," ucap Carel.
"Kamu pernah pacaran?" tanya Carel. Lita terdiam sejenak.
"Aku tidak sempat memikirkan itu semua, yang ada didalam pikiranku hanya belajar dan belajar," jawab Lita.
"Aku kagum denganmu, dari saat pertama kali melihatmu aku sudah tertarik, awalnya aku pikir kamu gadis yang lemah tapi..." perkataan Carel terjeda.
"Tapi nyatanya kasar dan sadis," ucap Lita.
"Aku suka gadis seperti itu, tidak jaim tidak munafik," kata Carel.
"Kamulah gadis satu satunya yang mampu menggetarkan hatiku," ucap Carel lagi.
"Gombal banget, padahal yang Mama kenalkan ke kamu semua cantik. Mengapa kamu tidak tertarik?" tanya Lita.
"Aku tidak suka barang bekas," jawab Carel.
"Maksudmu?" tanya Lita balik.
"Barang yang sudah dipakai oleh orang lain," jawab Carel.
"Tapi mobil itu bekas Daddy loh," kata Lita.
"Maksudnya bukan itu," kata Carel.
"Hehe, iya aku mengerti kok maksud kamu," ucap Lita sambil mencubit hidung mancung milik Carel.
Carel tersenyum, malam ini ia begitu bahagia bisa berada ditempat ini bersama dengan sang kekasih.
"Impianku akhirnya tercapai membangun villa dan berdua dengan kekasihku di villa tersebut," ucap Carel sambil menyandarkan dagunya dipundak Lita. Sesekali Carel menggesekkan pipinya ke pipi Lita.
Lita terdiam, sejujurnya jantungnya saat ini berdegup kencang, tapi sebisa mungkin ia netral kan.
"Aku tidur dikamar mu ya," pinta Carel.
"Kita belum menikah dan juga kami tidur bertiga," jawab Lita.
"Kalau begitu kita menikah saja," ajak Carel.
"Kenapa harus terburu buru sih? Kalau memang kita jodoh gak akan kemana mana kok," tanya Lita.
__ADS_1
"Tapi aku ingin kita cepat menikah, aku ingin lihat kamu hamil anakku, ingin merasakan menjadi suami siaga melayani saat kamu hamil," jawab Carel.
"Berapa usiamu sekarang?" tanya Lita.
"26 tahun, dan diantara kami bertiga aku yang lebih tua," jawab Carel.
"Bukankah kalian satu angkatan sewaktu sekolah?" tanya Lita.
"Benar, mereka berdua loncat kelas sedangkan aku tidak," jawab Carel.
"Tapi kamu juga jenius kan?" tanya Lita.
"Sedikit, aku tidak mau loncat kelas, karena aku ingin menikmati masa masa sekolah dulu," jawab Carel.
"Kamu tau sayang? Randy begitu berusaha untuk secepatnya lulus, jadi ia mengikuti ujian untuk langsung ke kelas 12, ternyata usahanya tidak sia sia, aku sempat terkejut alasannya ternyata hanya demi seorang gadis yang ia cintai. Aku penasaran seperti apa gadis itu?" tanya Carel.
"Iya memang sejak dulu Randy mencintai Lina, tapi waktu itu kita semua masih sangat kecil dan belum pantas untuk bercinta. Jadi Lina menolak dengan alasan Lina ingin pria yang sukses," jawab Lina.
"Pantas saja ia begitu gigih untuk sukses," ucap Carel dalam hati.
"Aku juga beruntung mendapatkanmu sayang, aku akan berikan apapun yang kamu inginkan," kata Carel. Lita menggeleng.
"Aku tidak silau akan harta, meskipun aku terlahir dari orang tua kaya raya. Aku ingin seperti Mommy yang lebih suka kesederhanaan." jawab Lita.
Sementara disudut lain...
"Kenapa tidak pakai baju tebal? Disini suasananya sangat dingin," tanya Randy. kemudian Randy masuk kedalam kamar dan mengambil jaket tebal lalu memakaikan nya ke Lina.
Randy pun mengangguk lalu memeluk Lina dari belakang.
"Kamu suka tempat ini?" tanya Randy.
"Suka, tenang dan damai jauh dari kebisingan kota," jawab Lina.
"Besok pagi kita jalan jalan disekitar sini, ada pasar tradisional tidak jauh dari sini dan juga ada perkampungan warga," kata Randy.
"Kamu sering kesini?" tanya Lina.
"Dulu sewaktu aku belum menemukan kamu aku biasa kesini," jawab Randy.
"Aku berusaha keras untuk mencapai tujuan dan impianku, ternyata usahaku tidak sia sia. Terimakasih," ucap Randy.
"Untuk?" tanya Lina.
"Untuk semuanya, berkat doronganmu aku bisa menjadi seperti ini, aku bisa mandi tanpa mengandalkan harta orang tuaku," jawab Randy. Lina tersenyum dan berbalik badan menghadap ke Randy.
"Aku bekerja sambil sekolah, dan uangnya aku tabung, sedikit demi sedikit uang yang aku kumpulkan akhirnya bisa membuat modal usaha kecil-kecilan. Dan alhamdulilah akhirnya usahaku berkembang seperti sekarang ini.
"Kenapa kamu berusaha banget?" tanya Lina.
"Aku tidak perlu menjawab karena kamu sendiri sudah tahu jawabannya," jawab Randy.
Randy kembali memeluk Lina dari depan, sesekali ia mengecup kening Lina yang memang sejajar dengan dagunya.
__ADS_1
Lina termasuk tinggi untung ukuran perempuan Lina adalah bertubuh ideal. Dan Randy tentu lebih tinggi.
"Masuk yuk, cuacanya semakin dingin," ajak Randy. Lina mengangguk dan mengikuti langkah Randy masuk kedalam villa.
Saat didalam villa ternyata sudah ada Abigail dan Lica juga Carel dan Lita sedang duduk diruang tamu.
"Kami masuk kedalam kamar dulu ya," ucap Lina.
Kemudian triple A pun masuk kedalam kamar, sedangkan para pria masih berada diruang tamu sedang berbincang masalah bisnis dan sebagainya.
Pagi hari...
Jam 6 pagi triple A sudah berada di dapur untuk menyiapkan sarapan pagi, dengan ditemani oleh Tini mereka memasak bersama sama. Tini begitu senang ada triple A menemaninya.
Selesai memasak triple A kembali kekamar untuk mandi. Randy, Abigail dan Carel semalam begadang jadi mereka terlambat bangun.
Selesai mandi dan berganti pakaian triple A kembali ke dapur, ternyata hidangan sudah disiapkan oleh Tini, triple A membangunkan pasangan masing-masing.
"Maaf telat bangun," ucap Abigail yang masih menggosok matanya. rambut acak-acakan membuatnya seperti anak kecil.
Lica tertawa melihat tingkah Abigail yang baru bangun tidur, karena Abigail masih terasa mengantuk jadi belum sadar sepenuhnya.
"Sudah mandi dulu sana setelah itu Kita sarapan, aku ingin jalan jalan didaerah-daerah sini," kata Lica.
Abigail segera bangkit dari tidurnya malah memeluk Lica, Lica mendorong pelan tubuh Abigail untuk sedikit menjauh.
"Mandi dulu sana," perintah Lica.
Abigail mengecup bibir Lica dan kemudian berlari masuk kedalam kamar mandi sebelum Lica mengamuk.
"Lica membuka lemari pakaian dan ternyata ada beberapa pakaian yang entah milik siapa? Lica mengeluarkan pakaian tersebut lalu meletakkan ditempat tidur. kemudian Lica keluar dari kamar itu.
Dalam sekejap Abigail sudah keluar dari kamar menuju meja makan, ternyata Randy dan Carel sudah ada disitu.
"Maaf telat," ucap Abigail.
"Mari sarapan," ajak Lina. Mereka pun melayani pasangan masing-masing.
Setelah selesai sarapan mereka pun ingin jalan jalan, ternyata Randy, Abigail dan Carel sudah mempersiapkan semuanya. Randy mengeluarkan sepeda motor, begitu juga dengan Abigail dan Carel.
"Kamu tidak bilang kalau ada motor," ucap Lina pada Randy.
"Motor ini jarang digunakan, tapi Pak Supardi sering merawatnya, dan motor ini khusus untuk jalan jalan didaerah-daerah sini," jawab Randy.
"Yuk," ajak Randy setelah selesai memasangkan helm pada Lina.
Ketiga pasangan itupun pergi jalan jalan ke sekitar daerah sini. Mereka sengaja menggunakan motor agar tidak terlalu mencolok.
.
.
.
__ADS_1