THREE ANGEL

THREE ANGEL
Pesta perusahaan.


__ADS_3

.


.


.


Hari terus berlalu tidak terasa waktu 3 bulan yang diberikan oleh Darmendra kepada putri putrinya telah tiba.


Nanti malam akan diadakan pesta perusahaan dan pengangkatan Lina sebagai CEO di perusahaan J H company sebagai pengganti Darmendra.


"Katanya tuan Darmendra akan memperkenalkan CEO baru," kata Rukiza.


"Iya. Siapa ya kira-kira CEO baru itu?" tanya Adela.


Saat ini mereka sedang berada disebuah butik untuk membeli gaun. Karena nanti malam akan diadakan pesta perusahaan sekaligus memperkenalkan CEO baru perusahaan.


"Dan katanya lagi, tuan Darmendra akan segera pensiun," kata Lolita.


"Semoga saja CEO baru kita sebaik tuan Darmendra," kata Delima.


"Kalian bicara apa?" tanya Lina yang tiba-tiba menyela.


"Kami bicara tentang CEO baru di perusahaan tempat kita bekerja," jawab Delima.


"Oh, kirain bicara apa?" tanya Lina.


"Gak apa-apa, kami cuma penasaran aja," jawab Lolita.


"Tunggu nanti malam saja, kita semua pasti akan tau," jawab Lica.


"Hmmm, aku penasaran. Apakah pacar kalian itu anaknya tuan Darmendra?" tanya Lolita.


Triple A tersenyum. Kemudian mereka pun memilih gaun untuk pesta nanti malam yang akan diadakan di hotel xxxx.


"Kalian sudah dapat gaun yang cantik?" tanya Abigail yang datang tiba-tiba bersama Randy dan Carel. Lalu dibelakang mereka ada Johan, Ansel, Rino dan Gibson yang juga menemui pacar mereka.


"Lagi pilih nih," jawab Lica.


Mereka sengaja tidak memesan gaun, mereka hanya ingin memilih sendiri di butik tersebut.


Arga yang baru datang pun langsung menemui Jasmine, ia takut Jasmine tidak punya uang untuk membayar gaun tersebut.


"Bagaimana? Ada yang cocok?" tanya pelayan butik.


"Belum," jawab Jasmine.


"mari ikut saya nona, saya akan tunjukkan gaun yang indah untuk anda," kata pelayan butik itu.


Jasmine pun mengikuti pelayan tersebut. mata Jasmine terbelalak melihat gaun pesta yang begitu indah dimatanya.


Jasmine mencoba satu gaun dan kemudian memperlihatkan nya kepada Arga.


"Bagaimana sayang?" tanya Jasmine.


Arga yang tadi fokus pada ponsel, kini ia menatap Jasmine tanpa berkedip. Belum dipoles tapi sudah terlihat sangat cantik.


"Sayang!" panggil Jasmine.


"Ah, iya cantik," jawab Arga. Seolah olah baru tersadar dari mimpi.


"Ya sudah mbak yang ini saja," kata Jasmine. Lalu kembali keruang ganti dan mengganti pakaiannya kembali.


Saat Arga ingin membayar, tapi penjaga kasir menolak dan berkata.

__ADS_1


"Semua gaun yang dibeli sudah dibayar." Arga pun tidak jadi untuk membayarnya.


"Siapa yang membayarnya mbak?" tanya Arga.


"Dari perusahaan J H company, dan khusus karyawan nya saja," jawab penjaga kasir tersebut.


Padahal itu hanya akal-akalan Lina, ia sudah sepakat dengan penjaga kasir dan juga pelayan serta pemilik butik tersebut.


Setiap yang mereka beli di butik ini diatas namakan perusahaan tempat mereka bekerja.


"Terimakasih mbak," ucap Jasmine.


Ia tidak tahu kalau yang bayar gaun mereka adalah Lina. Lina sengaja menyuruh pelayan dan penjaga kasir untuk merahasiakan nya.


Setelah selesai membeli gaun, mereka berpencar dengan pasangan masing-masing.


"Ada yang ingin dibeli lagi?" tanya Randy.


"Perhiasan," jawab Lina.


Keduanya pun pergi ke toko perhiasan, ternyata disana sudah ada Lica dan Lita bersama pasangan masing-masing.


"Silahkan Tuan, Nona mungkin ada yang berminat," sapa pelayan dengan sopan.


Lina melihat-lihat tapi tidak ada yang cocok baginya.


"Aku mau yang simple tapi berkelas," kata Lina.


"Sebentar ya, Nona," ucap pelayan itu. Kemudian ia masuk kedalam dan tidak lama kemudian pelayan itu membawa kotak perhiasan.


"Ini tidak dijual terpisah, Nona. Harus beli satu set," ucap pelayan itu takut-takut. Ia takut menyinggung pelanggan.


"Hmmm, aku beli ini," kata Lina.


"Baik Nona," jawab pelayan itu.


"Mbak, ada lagi yang seperti itu, gak?" tanya Lica.


"Maaf Nona, yang seperti itu cuma ada satu, tapi yang lain ada. Sebentar saya ambilkan," ucap pelayan.


Pelayan itu kembali kedalam untuk mengambil perhiasan tersebut. Beberapa menit kemudian pelayan itu keluar dengan membawa perhiasan tersebut.


"Ini Nona," kata pelayan.


Lica melihat satu set perhiasan tersebut dan langsung jatuh cinta, lalu membeli perhiasan tersebut.


Setelah dapat semua yang mereka inginkan, mereka pun kembali ke mansion.


Malam hari...


Para tamu undangan sudah berdatangan untuk menghadiri pesta ulang tahun perusahaan, sekaligus mengumumkan pewaris perusahaan J H company.


Karena Darmendra akan pensiun setelah putrinya dilantik menjadi CEO di perusahaan miliknya.


Seluruh keluarga Henderson hadir, para karyawan dan kolega bisnis juga hadir. mereka semua diundang diacara tersebut.


Kemana 17 bocah kembar?


Mereka seperti biasa, memantau situasi dan gerak gerik tamu yang mencurigakan. Seolah olah mereka adalah pengawal yang menjaga keamanan.


Tidak ada yang curiga kalau mereka itu adalah mata-mata diacara ini. Orang hanya mengira mereka adalah bocah nakal yang suka bermain.


Seorang wanita dan pria paruh baya masuk. Wanita itu adalah Prastisa Pertiwi. Setelah kejadian waktu lalu ia sempat menghilang tanpa kabar.

__ADS_1


Sekarang ia datang lagi untuk membalas dendam, ia bertekad untuk membuat Carel hancur bersama sang kekasih.


Tisa menyeringai jahat, tanpa diketahui oleh tamu undangan. Tapi tidak bagi 17 bocah kembar. Sedari masuk tadi mata mereka sudah tertuju pada Tisa.


"Wanita itu mencurigakan," kata Aleta. Mereka berbicara masing-masing menggunakan earphone bluetooth.


"Yang mana?" tanya Rayna.


"Gaun merah, arah jam satu," jawab Aleta.


"Jangan bertindak gegabah," pesan Abqari.


"Lihat dulu dan awasi terus," kata Aldebaran.


Sementara disisi lain...


Triple A bersama teman temannya berkumpul, duduk dikursi yang sudah disediakan.


"Kapan pengumuman CEO baru kita?" tanya Delima.


"Tunggu, sebentar lagi acara akan segera dimulai," jawab Lica.


Abigail dan keluarganya baru datang, begitu juga yang lain. Mereka datang dengan keluarga mereka masing-masing.


Tidak lupa Kakek Abbas juga turut hadir. Sekarang Kakek Abbas benar benar sudah sehat berkat pengobatan dari Lina.


"Aku ingin menemui Jordan," kata Kakek Abbas kepada Randy.


"Mari Kek, aku antar," kata Randy.


Kakek Abbas pun menurut saja saat Randy menggandeng tangannya ketempat Jordan.


"Apa kabar sekarang?" tanya Jordan saat Kakek Abbas sudah dekat dengan sahabatnya itu.


"Sudah lebih baik," jawab Abbas.


"Tapi masih dituntun," kata Jordan.


"Ah itu, cucuku terlalu berlebihan. Padahal aku sudah sehat dan masih sangat kuat," kata Abbas.


"Itu karena mereka khawatir," kata Vera.


"Iya, iya benar," kata Abbas.


"Kek, aku kesana dulu ya," kata Randy.


"Iya. Biar Kakek disini saja," jawab Abbas.


Kemudian Randy pun pergi dari situ, ia ingin menghampiri Lina. Carel dan Abigail sedang berbicara dengan kolega bisnisnya. Nanti baru mereka bersama kekasihnya.


"Tisa ada disini," bisik Carel pada Abigail.


"Yang mana? Aku tidak mengenalnya," tanya Abigail.


"Gaun merah terang, lihat arah jam satu," jawab Carel.


"G*la, berubah drastis wajahnya," ucap Abigail.


"Kamu suka?" tanya Carel.


"Pengen muntah aku lihat nya," jawab Abigail.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2