THREE ANGEL

THREE ANGEL
Kemarahan Abigail.


__ADS_3

.


.


.


Abigail mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi, ia tidak peduli dengan umpatan orang yang ia lewati. Yang penting ia cepat tiba di mansion.


Hanya dalam sekejap Abigail sudah tiba di mansion dan memarkirkan mobilnya secara asal.


Abigail berlari kekamar tamu dan mendapati Alika terduduk dilantai menyaksikan keponakan jauhnya membanting barang barang. Daka yang ada disitu pun tidak berani mendekat. Karena kalau mereka mendekat maka Amber akan melukai dirinya sendiri dengan kaca yang berserakan.


Tanpa berkata apa-apa Abigail langsung maju menghampiri Amber yang masih belum menyadari kehadiran Abigail.


PLAAK... PLAAK, dua tamparan bolak-balik dipipi Amber membuat Amber menjerit dan mematung saat melihat pelakunya.


"Kau menamparku? Kau tega menyakitiku?" tanya Amber.


Tapi Abigail tidak menjawab tatapan matanya begitu tajam sehingga membuat Amber bergidik melihatnya. Belum pernah ia melihat tatapan mata Abigail seperti itu.


Abigail mengambil pecahan kaca dan menggoresnya ketangan Amber.


"Aaakh" teriak Amber.


"Bukankah itu yang inginkan? Kau mengancam orang tuaku untuk bu*uh diri, sekarang aku kabulkan keinginanmu untuk bu*uh diri," kata Abigail dengan sorot mata tajam seperti seorang pemb*n*h sungguhan.


"Tidak. Jangan..!" ucap Amber sambil melangkah mundur.


"Kenapa takut? Kalau tidak dengan kaca bagaimana kalau dengan pisau?" tanya Abigail.


"Aku sudah lama muak dengan sikapmu selama ini, beruntung kedua orang tuaku tidak memaksaku untuk menikahimu, dan asal kamu tahu, aku dan keluargaku tidak pernah menyukaimu," ucap Abigail.


Amber menggeleng kepala, ia semakin takut mendengar ancaman Abigail.


"Pergi sekarang atau aku benar benar menunaikan keinginanmu untuk mati," usir Abigail.


"Tidak, aku tidak ingin pergi sebelum kamu setuju untuk menikah denganku," ucap Amber membentak.


"Baik...!" ucap Abigail.


Bruuk... Abigail membenturkan kepala Amber ke lemari.


"Aaakh," Amber menjerit sekali lagi.


"Yakin tidak ingin pergi?" tanya Abigail. Abigail kembali mengambil pecahan kaca dan mengarahkan ke leher Amber. Seketika wajah Amber memucat karena ketakutan.


"Ba.. baik aku akan pergi," ucap Amber gugup.

__ADS_1


Abigail mendorong tubuh Amber hingga membentur dinding.


"Aku tidak terima diperlakukan seperti ini, aku balas semuanya aku akan pastikan siapapun wanita yang dekat denganmu akan aku bunuh," batin Amber dengan api kemarahan.


Perlahan-lahan ia Melangkahkan kakinya dan pergi dari mansion keluarga Davidson.


"Mama tidak apa-apa?" tanya Abigail. Abigail menolong Alika untuk bangkit.


"Mama tidak apa-apa, Mama cuma syok dan tidak habis pikir dengan kelakuan Amber. Karena terlalu dimanja oleh kedua orang tuanya membuat ia semena mena," ucap Alika.


"Bukankah Mamanya hanya saudara jauh Mama?" tanya Abigail.


"Iya, sebenarnya kami tidak ada ikatan darah apapun. Sebab Kakekmu dan kakek Amber yaitu ayah dari Mamanya Amber hanya saudara tiri." jawab Alika.


"Beruntung Mama dan Papa tidak menyetujui perjodohan waktu itu, kalau Mama dan Papa menyetujuinya dan memaksa Abi untuk menikah dengannya Abi tidak tahu nasibku kedepannya," ucap Abigail.


"Kami lebih menyayangi mu nak, Mama sama Papa tidak mau ada penyesalan dikemudian hari. Mama sama Papa ingin kamu hidup bahagia dengan orang yang kamu cintai tidak peduli dari keluarga miskin sekalipun," ucap Alika.


"Terimakasih ma, terimakasih karena sudah mengerti Abi," ucap Abigail sambil memeluk Mama nya.


"Sekarang sudah selesai, Abi mau kekantor karena jam 9 nanti ada rapat," ucap Abigail berpamitan kepada orang tuanya.


Alika memanggil pelayan untuk membersihkan kamar tamu. Dan Alika memesan barang barang lewat online untuk mengganti barang yang rusak dikamar itu.


Sedangkan Amber pulang ke apartemen miliknya, karena rumahnya jauh dari kota ini. Dan kedua orang tuanya tinggal di luar negeri.


Amber memanggil dokter pribadi keluarganya untuk mengobati luka yang ada ditangan dan kepalanya.


"Halo, aku ada pekerjaan untukmu, kau cari tau orang ini dan habisi siapa saja perempuan yang dekat dengannya. Aku ingin dia merasakan sakit saat melihat wanitanya mati didepan matanya," perintah Amber.


"Nanti fotonya aku kirim, dan uangnya aku transfer separuh dan selebihnya tunggu pekerjaanmu selesai." ucap Amber lagi.


"Baik nona Amber, bagaimana dengan malam ini, apa kau butuh pelampiasan?" tanya pria itu.


"Hmmm, Carikan aku brondong," jawab Amber.


Amber usianya 3 tahun diatas Abigail, tapi karena ia sering perawatan jadi terlihat sangat muda.


Bel pintu apartemennya berbunyi, Amber segera membukakan pintu dan masuklah dokter pribadi yang tadi dipanggil oleh Amber untuk segera datang.


Abigail masuk kedalam perusahaan miliknya, dan langsung keruangan rapat, karena ia sudah terlambat 2 menit.


"Maaf terlambat," ucap Abigail membuat Arga heran.


Baru kali ini Arga mendengar tuan mudanya meminta maaf. Biasanya walaupun terlambat kata kata maaf seperti sulit sekali untuk diucapkan. Tapi kali ini seorang Abigail meminta maaf? Benar benar suatu kejadian yang sangat langka.


"Semua sudah hadir? Tanya Abigail, dan mereka semua mengangguk.

__ADS_1


"Silahkan presentasinya," perintah Abigail.


Merekapun mempresentasikan hasil kerja mereka masing-masing. Ada 5 orang yang memberikan ide bagus.


"Bagus, dari 5 yang dipresentasikan nanti akan pilih salah satu saja, atau kalian ada ide lain?" tanya Abigail.


"Tuan, kalau kelima hasilnya bagus. Bagaimana kalau digabungkan saja? Nanti kami akan bekerjasama untuk menggabungkan dan hasilnya akan kami serahkan kepada tuan Arga." tanya salah satu dari 5 orang yang ikut presentasi.


"Bagus juga tuh, semua aku percayakan kepada kalian. kalau proyek ini sampai berhasil aku akan kasih bonus besar buat kalian," ucap Abigail.


Itulah yang mereka suka mempunyai atasan seperti Abigail. Selain enak dipandang alias tampan Abigail juga mengerti dengan karyawannya.


Abigail kembali keruang kerjanya, dan duduk dikursi kebesarannya. Kemudian Arga masuk memberikan berkas yang akan ditandatangani.


"Apa itu?" tanya Abigail.


"Ini berkas yang harus tuan muda tanda tangani, semua sudah saya teliti dan hanya tinggal menandatangani saja. Tapi kalau tuan ingin mengecek ulang, silahkan," ucap Arga.


"Hmmm," jawab Abigail.


Abigail hanya memeriksanya sekilas dan sudah mengetahui isi dokumen tersebut, dan segera menandatangani nya.


"Ada lagi?" tanya Abigail.


"Tidak ada tuan," jawab Arga, kemudian Arga pun segera pergi dari ruangan itu.


Abigail melanjutkan pekerjaannya yang tertunda kemarin, sebentar sebentar ia melirik jam tangannya. karena jam makan siang nanti ia ingin mengajak Lica untuk makan bersama.


Abigail mengambil ponselnya disaku jasnya dan menelpon Lica.


"Halo," ucap Lica saat panggilan terhubung.


"Nanti jam makan siang aku jemput, aku ingin mengajakmu makan siang bersama," kata Abigail.


"Baiklah, aku akan secepat menyelesaikan pekerjaanku," jawab Lica.


Panggilan pun terputus secara sepihak, karena Lica ingin melanjutkan pekerjaannya.


Abigail tersenyum, "Hanya kamu yang berani memutuskan sambungan teleponku secara sepihak."


Satu jam lagi istirahat makan siang, tapi Abigail sudah lebih dulu keluar dari ruangannya dan berjalan menuju lift. Para karyawan masih sibuk bekerja.


Tiba diparkiran Abigail masuk kedalam mobil dan mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang, karena masih dikawasan perusahaan.


Saat dijalan raya Abigail melajukan mobilnya dengan kecepatan diatas rata rata, Abigail menyadari kalau mobilnya sedang diikuti. tapi ia berpura-pura tidak tahu saja. Ia ingin melihat sejauh mana orang itu berbuat, barulah ia akan bertindak.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2