
Episode kali ini penuh emosi jadi harap bersabar…
"Pelayan…"
"Pelayan…"
"Astaga kenapa mereka susah sekali di panggil…"wajah Monica terlihat kesal.Ia menuruni tangga lalu berjalan menuju dapur.Namun saat ia sampai tak ada siapapun di sana.
"PELAYAN…"teriaknya lagi dengan lebih keras.
"Berisik…"
"Ini rumah bukan hutan"
"Kau tidak perlu berteriak seperti itu"ucap Deon dengan nada kesal, merasa terganggu oleh teriakan Monica.
"Deon…Kemana semua pelayan pergi"
"Mereka belum mengantar sarapan ke kamarku"tanya Monica begitu sampai di samping Deon.Deon hanya melirik sekilas ke arahnya.
"Mereka sudah ku pecat"jawabnya santai tanpa memperdulikan wajah Monica yang terlihat terkejut.
"APA…Kenapa kau memecat mereka"
__ADS_1
"Siapa nanti yang akan mengurus dan membersihkan rumah"
"Lalu siapa yang akan memasak nanti?"wajah Monica terlihat gusar,ia terlihat berjalan bolak-balik seperti orang yang sedang berpikir keras padahal ia hanya sedang khawatir.
"Ck…Jangan berlebihan"
"Aku tidak memecat mereka semua,hanya beberapa saja"
"Jika kau ingin sarapan tinggal pergi saja ke ruang makan"Deon berdecak malas,ia merasa jengah dengan tingkah Monica akhir-akhir ini.Entah mengapa semenjak kematian Jihan,Monica menjadi berubah.Dulu ia memiliki sifat yang sangat lembut dan penyabar sama persis dengan Jihan.Tapi sekarang dia menjadi pemarah dan sangat cerewet.
"Tapi…"belum sempat ia melayangkan protes Deon langsung menyela.
"Apa kau tidak bisa bersabar sedikit Monica?"
"Hanya untuk sebulan"
"Kau ini sangat cerewet tidak seperti Jihan"ucapnya sambil berjalan pergi meninggalkan Monica yang terlihat mengepalkan tangannya.
"Lagi-lagi Jihan"ucapnya tertahan penuh oleh kebencian.Bahkan di saat Jihan sudah mendapat cap sebagai penjahatpun,Deon masih saja membanding-bandingkan dirinya dengan Jihan dan itu membuat Monica semakin benci kepada sahabatnya itu.
Flashback…
Persahabatan antara Jihan dan Monica sudah terjalin cukup lama bahkan sejak mereka masih kecil.Jihan adalah seorang anak yang cantik,pintar,pandai bergaul dan juga kaya.Sedangkan Monica hanyalah seorang anak dari keluarga yang biasa-biasa saja,ayahnya adalah seorang supir bis antar kota.Sedangkan sang ibu bekerja sebagai asisten rumah tangga di kediaman Louis.
__ADS_1
Awalnya mereka berdua hanya sekadar teman bermain,karena Jihan tidak di perbolehkan keluar rumah oleh orangtuanya kecuali saat ia pergi sekolah.Dan itu membuat Jihan kecil sangat kesepian.Dan kedatangan Monica di kediamannya membuat Jihan tak pernah merasa kesepian lagi.Pertemanan mereka terjalin sangat erat bahkan mereka telah menjadi sahabat.
Namun persahabatan mereka mulai goyah,ketika Monica menyimpan rasa iri di dalam hatinya terhadap Jihan.
Monica selalu berpikir,seandainya saja dirinya di lahirkan olah orang hebat dan kaya seperti orangtua Jihan,mungkin kehidupannya akan menjadi lebih baik.Ia tak perlu merasakan lapar ketika malam hari,tak perlu merasa gerah di saat panas terik dan selalu semakai pakaian indah setiap harinya.Ia selalu berpikir seandainya saja kehidupan Jihan bisa menjadi miliknya.
Dan berawal dari rasa iri itulah,muncul perasaan benci dan ingin memiliki apa yang Jihan miliki.Ia sering mengambil barang-barang milik Jihan tanpa sepengetahuan sahabatnya itu.Bukan hanya itu ia juga suka menghasut teman-teman di sekolahnya agar membenci Jihan.Semua itu ia lakukan hanya demi memuaskan perasaan bencinya.
Dan di saat mereka berdua mulai beranjak dewasa,lagi-lagi Monica kembali berulah bahkan lebih parah lagi.
Waktu itu adalah malam pertama Deon dan juga Jihan,namun dengan segala akal liciknya ia berhasil menjebak Deon dan membuat lelaki itu mabuk dan melakukan malam pertama dengannya.Keluarga Louis dan Anderson merasa marah atas perbuatan Monica.Jihan selaku sahabatnya pun merasa kecewa terhadapnya.Namun Monica berkilah bahwa dirinya tidak bersalah,ia bahkan rela dirinya di usir lalu pergi jauh dari kediaman Louis untuk membuktikan bahwa dirinya tidak bersalah.Namun tak ada yang tahu bahwa itu adalah salah satu rencananya agar mereka mempercayai kebohongannya.Di saat ia hamil yang ketujuh bulan ia kembali bertemu dengan Deon secara tidak sengaja dan pertemuan itu juga sudah ia rencanakan.
Deon yang merasa bersalah,memutuskan untuk menikahi Monica tanpa sepengetahuan Jihan dan keluarganya.Namun sepandai-pandainya ia menyembunyikan sebuah kebohongan tetap saja akan terbongkar suatu hari nanti.
Malam di saat Jihan akan melahirkan ternyata Monica pun melahirkan di waktu yang sama.Dan Deon memilih untuk menemani Monica karena sadar bahwa Monica tidak memiliki siapapun untuk mendampinginya.
Sekali lagi tak ada yang tahu bahwa hari persalinan itupun juga di rencanakan oleh Monica.
Monica sengaja membuat dirinya terjatuh agar ia bisa melahirkan di hari yang sama dengan Jihan.Namun sayang anak yang di lahirkan olehnya tidak selamat.Anaknya meninggal beberapa jam setelah kelahirannya.Sedangkan anak Jihan berhasil selamat meskipun harus terlahir secara prematur.
Rasa benci kembali muncul di hatinya,dengan bantuan seseorang ia berhasil menukar anaknya dengan anak Jihan.
Jihan sangat terpukul saat tahu anaknya tidak selamat, di tambah dirinya tak bisa hamil lagi karena rahimnya telah diangkat karena operasi caesar yang di alaminya cukup beresiko.Dan hatinya semakin hancur saat tahu,Deon ternyata memiliki anak lain bersama Monica.Di tambah Deon juga mengajak Monica tinggal di kediaman Anderson bersamanya.Membuat Jihan seperti tak memiliki harapan lagi,ia hampir menyerah dengan hidupnya.
__ADS_1
Namun di saat ia melihat wajah Revan,entah mengapa hatinya merasa tenang.Hidupnya terasa kembali berwarna saat melihat Revan kecil yang tertawa.Pada akhirnya Jihan memutuskan untuk tetap bertahan dan merawat Revan seperti anaknya sendiri.
Flashback off…