
Sedangkan di tempat Kyara berada,wanita itu terlihat santai sambil mengunyah potongan apel di tangan kirinya.Sedang tangan satunya lagi ia gunakan untuk mengutak-atik laptop yang berada di pangkuannya.
Sesekali ia menoleh ke arah Revan yang nampak tertidur pulas di sampingnya.Setelah menolak ajakan dari Deon untuk ikut ke pesta,Revan memilih untuk menemaninya di rumah sakit.Bocah imut itu tertidur sesaat setelah Kyara membacakan dongeng pengantar tidur untuknya.
Kyara kembali menatap layar di depannya,senyum sinis mengembang di bibir yang mungil.
"Waktunya pertunjukan"
Kembali ketempat acara…
Para tamu yang mendapati seluruh ruangan yang tiba-tiba menjadi gelap nampak panik.Terlebih ponsel mereka pun turut mati bersamaan,padahal sebelumnya ponsel mereka baik-baik saja dan daya baterainya pun masih sangat banyak.
Tuan besar abelano sebagai si pemilik acara mencoba untuk menenangkan kepanikan yang terjadi.Ia menyuruh bawahannya yang untuk segera menyelesaikan masalah tersebut.Namun tetap saja tak membuahkan hasil,hingga akhirnya dengan terpaksa beliau memutuskan untuk menyudahi acara tersebut.
Di saat semua orang mulai beranjak untuk pergi dari sana,tiba-tiba saja lampu kembali menyala.
Namun siapa yang menyangka bahwa ada kejutan tak terduga sesaat setelah lampu menyala.
Ruangan yang semulanya memiliki dekorasi bernuansa emas dan putih gading itu kini di penuhi oleh foto-foto seorang wanita yang terlihat sedang bercumbu dengan beberapa pria berbeda pada setiap fotonya.
Ratusan foto yang memiliki ukuran sekitar 20×15 cm itu nampak berjejer dengan rapi hampir menutupi seluruh ruangan.Suasana yang semulanya riuh langsung senyap seketika begitu mereka menyadari siapa sosok wanita dan pria yang berada di dalam foto tersebut.
Plaak…
Suara tamparan terdengar menggema hingga memecahkan kesunyian yang ada.Seorang wanita paruh baya yang merupakan si pelaku penamparan itu terlihat sedang menatap tajam ke arah seorang wanita muda yang terlihat tersungkur akibat tamparannya tersebut.Sedangkan di sampingnya nampak seorang pria tua berkepala pelontos mencoba untuk menenangkan istrinya itu.
"Istriku…Tenanglah…Ini semua hanya salah paham"mendengar perkataan sang suami,bukannya merasa tenang ia justru bertambah murka.
"Apa kau bilang…"
"Tenang?"
"Salah paham"ia memelototkan matanya ke arah sang suami.
"KAU MENYURUHKU TENANG ATAS PERBUATAN BEJ*TMU ITU!!!"
"Dasar tidak tahu diri…!!"kali ini tamparan ia layangkan kepada pria yang masih berstatus sebagai suaminya itu.
"Selama ini aku yang telah menampungmu,memberimu pekerjaan,memberikan kehidupan yang nyaman"
"Dan kau membalas semua itu dengan berselingkuh"
__ADS_1
"APA KAU TIDAK PUNYA MALU!!!"sang suami hanya bisa menelan salivanya susah payah.Sudah dapat di pastikan hari ini ia akan habis di tangan istrinya.
"Dan kau…"ia kembali menoleh ke arah wanita muda yang terlihat masih terduduk di lantai karena masih syok atas kejadian yang baru saja terjadi.
"Apa kau tidak memiliki harga diri!!!"
"Bisa-bisanya kau berkencan dengan suami orang lain di saat kau sendiri sudah menikah"
"DASAR J*LANG!!"
"Kau wanita menjijik*n"dengan penuh amarah ia menyeret rambut wanita muda tadi.
"Aaakkkhh…"
"Tidak nyonya Brym…Itu bukan diriku"
"Ini semua salah paham…"wanita muda yang tak lain adalah Monica itu terlihat meringis kesakitan akibat jambakan di rambutnya.Ia terlihat menangis berharap ada yang mau mengasihani dirinya dan menolongnya.Namun tak seorang pun di sana mencoba untuk menolong atau menghentikan tindakan nyonya Brym kepadanya.Bahkan Daniel selaku pria yang mencintainya pun nampak tak berkutik sama sekali.Wajahnya terlihat sangat kecewa setelah melihat foto-foto Monica.
Daniel ingat Monica pernah berkata bahwa dirinya tak pernah sekalipun melayani para pelanggan yang memesannya.Monica juga pernah berkata bahwa ia sudah berhenti melakukan pekerjaan kotor itu saat tinggal bersamanya.Tapi,di saat Daniel melihat salah satu foto tersebut,di mana Monica memakai kalung pemberiannya.Saat itulah ia menyadari bahwa Monica telah berbohong kepadanya.
Brak…
"Dengar semuanya"
"Kalian sudah melihat dengan jelas bukan"
"Wanita kotor ini telah berkencan dengan suami-suami kita"
"Kalian bisa menyiksanya sesuka kalian dan aku yang akan menjamin keamanan kalian"
"Lampiaskan semua amarah kalian kepada wanita hina ini"nyonya Brym mencoba memprovokasi wanita lainnya untuk melakukan hal yang sama.Dan yang ia lakukanpun berhasil.
Sekarang ini Monica telah di kelilingi oleh para istri dari pria yang pernah ia kencani.Mereka semua menatap Monica dengan pandangan buas.
"Dasar j*lang"
"Tidak tahu malu"
"Menjijik*n"
"***** ***** ***** *****"bermacam-macam kata sumpah serapah mereka ucapkan kepada Monica.Bukan hanya umpatan,mereka juga menyiksa Monica.
__ADS_1
"Aakkhhh…Tidaak…Hentikaan…"
"Huhuhu…Aku mohon…Hentikaan…"Monica memohon pengampunan kepada mereka.Ia tak mampu menahan rasa sakit di seluruh tubuhnya.
"Deon…Tolong…"Monica mencoba meminta pertolongan kepada Deon.Namun Deon tak mengindahkannya sama sekali dan memilih untuk memalingkan wajahnya,begitu juga dengan Daniel.
"Tuan besar apakah kami harus menghentikannya sekarang juga"tanya seorang penjaga dengan wajah yang terlihat khawatir.
"Kenapa harus di hentikan?"
"Ini adalah tontonan yang sangat menarik"
"Benarkan,Vin?"
"Ya kakek benar"jawab Vincent membenarkan perkataan sang kakek.Si penjaga yang mendengar perkataan dari kedua tuannya itu hanya bisa menelan salivanya.
'Kakek dan cucu sama saja'ucapnya dalam hati.
Cukup lama mereka menyiksa Monica,setelah Monica terkapar tak berdaya barulah mereka menghentikan tindakan tersebut.Kondisi Monica kini terlihat memprihatinkan.Lebam biru dan bekas cakaran terlihat di sekujur tubuhnya.Belum lagi kakinya yang terasa nyeri akibat cedera sebelumnya yang kembali kambuh.
Monica benar-benar tidak mengerti,bagaimana bisa foto-foto yang ia gunakan sebagai alat memeras para pelanggannya bisa tersebar seperti itu.Padahal ia ingat sudah membuang semua foto-foto itu sebelumnya.
Semua orang yang berada di sana,menatap jijik ke arah Monica.
"Aku tidak menyangka,wanita yang selalu bertingkah polos dan manis di depam publik ternyata adalah wanita murahan"
"Tidak heran mengapa ia berani merebut suami dari sahabatnya sendiri"bisik-bisik kembali terdengar di telinga Monica.
'Aku sudah tidak tahan lagi'Monica menutup telinganya,tak ingin mendengar hinaan orang-orang kepadanya.
'Bukan ini yang ku mau'
'Aku ingin di puji'
'Di hormati'
'Bukan di hina seperti ini'Monica meringis di dalam hati.Semua yang terjadi sungguh di luar dugaannya.
"Monica…Aku tidak bersalah…"
Deg…
__ADS_1