Transmigrasi Gadis Pembunuh

Transmigrasi Gadis Pembunuh
eps 16.Sosok misterius


__ADS_3

Kyara melangkahkan kakinya kesebuah terminal bis.Hari ini adalah hari liburnya,jadi ia memutuskan untuk pergi ke suatu tempat.


Sedangkan di jarak yang tidak terlalu jauh dari tempat ia berdiri, terlihat Monica yang sedang memantaunya.Monica memutuskan untuk menyelidiki sendiri tentang asal-usul Kyara.Padahal sebelumnya Deon sudah mencari informasi tentang Kyara dan hasilnya memang benar seperti yang di katakan oleh gadis itu.Namun Monica tak mau mempercayainya,hatinya masih di liputi kecurigaan,terlebih saat ia mengingat tatapan kebencian yang di layangkan Kyara kepadanya,membuat ia yakin bahwa ada sesuatu yang di sembunyikan oleh Kyara.


Kyara masuk ke dalam sebuah bis,dari rutenya sepertinya Kyara akan pergi ke luar kota.Monica langsung mengikuti kemana bis tersebut pergi.


Monica memperhatikan jalanan yang ia lewati,jika di ingat ini adalah jalan menuju kota tempat dimana Kyara tinggal.


Waktu tempuh perjalanan memakan waktu hampir 3 jam lamanya.Monica mulai merasakan lelah,namun jika ia beristirahat sekarang maka ia akan kehilangan jejak Kyara,ia menyesal karena tidak membawa supir pribadi bersamanya,dengan begitu ia tak akan merasa kelelahan seperti sekarang.


Setelah memakan waktu cukup lama bis itu pun berhenti di sebuah persimpangan jalan yang terlihat sepi,terlihat Kyara yang turun dari bis itu kemudian berjalan masuk kesebuah jalan yang cukup sempit dan hanya mampu di lewati kendaran beroda dua.Dengan terpaksa,Monica mengikuti Kyara dengan berjalan kaki.Sepatu heels yang ia pakai membuat Monica kesusahan untuk berjalan di jalanan yang dipenuhi oleh batu kerikil itu.Belum lagi kakinya yang belum sembuh sepenuhnya membuat jalannya sedikit terpincang-pincang dan membuat dirinya harus ekstra berhati-hati.


Akan tetapi sekeras apapun ia berusaha untuk berhati-hati,kakinya tetap saja tersandung batu hingga membuat ia jatuh tersungkur.Sebisa mungkin ia menahan dirinya untuk tidak berteriak meski harus menahan rasa sakit karena lututnya mengalami luka akibat tergores batu yang cukup tajam.Dalam hati ia mengutuk Kyara karena telah membuatnya harus bersusah payah untuk bisa mencari kebenaran tentang dirinya.


Setelah cukup lama ia terduduk disana,Monica terlihat mencoba bangkit dari tempat duduknya.Ia sedikit meringis kesakitan karena cederanya yang di alaminya.


Monica langsung menatap kedepan,namun sayang Kyara sudah tak terlihat lagi di pandangannya.


"Sial…Aku kehilangan jejaknya"ucapnya geram pada diri sendiri.


"Ini semua gara-gara kau"


"Dasar batu sialan"ia menendang batu yang membuatnya terjatuh tadi dengan sangat kesal.


Monica menoleh ke arah sekitarnya yang terlihat di penuhi oleh rerimbunan pohon yang cukup lebat.Entah kenapa tiba-tiba Monica merasakan tubuhnya merinding.


"Lebih baik aku pulang saja sekarang"


"Lagi pula aku sudah kehilangan jejaknya"ucapnya sembari memeluk tubuhnya sendiri dengan erat,ia merasa tempat yang ia datangi ini bukan tempat biasa.Entah apa yang di lakukan Kyara di tempat seperti ini,Monica tak ingin memikirkannya sekarang.


Monica langsung bergegas pergi dari tempat tersebut,namun karena jalanan yang sulit membuat langkah agak lambat.


Kreek…


Terdengar sebuah suara dari arah pepohonan di sampingnya,suara itu terdengar seperti suara ranting yang baru saja diinjak.Langkah Monica terhenti karena suara tersebut,ia menelan salivanya kasar.Rasa takut semakin menjalar di benaknya,hingga membuat Monica terdiam di tempat tanpa bisa berbuat apa-apa.


Keringat terus mengucur di tubuhnya saat menyadari suara itu semakin mendekat ke arahnya.Ia ingin berteriak,namun suaranya seakan enggan untuk keluar dari mulutnya.Akhirnya ia pun pingsan karena tak mampu menahan rasa takutnya.


🦋🦋🦋🦋🦋🦋🦋🦋🦋🦋🦋🦋🦋


"Eeuughhh…"Monica terdengar melenguh,sepertinya ia mulai sadar.Monica sedikit mengerjapkan matanya,keningnya terlihat mengkerut begitu melihat tempat yang sangat asing di matanya.

__ADS_1


"Di mana aku?"ucapnya sambil menoleh ke sekitarnya.


"Sudah bangun?"suara datar dan terkesan dingin terdengar dari arah samping kanannya,Monica langsung menoleh ke sumber suara tersebut.Namun ia tak melihat siapapun selain sepasang mata berwarna merah yang sangat menakutkan terpancar di dalam kegelapan.Monica menelam salivanya susah payah.Dengan nada bergetar ia mencoba bertanya pada sosok tersebut.


"Si…Siapa k…kau"ucap dengan terbata-bata.Monica merasa sangat takut.


"Kau tidak perlu tahu siapa aku"


"Yang perlu kau katakan adalah mengapa manusia berhati busuk sepertimu bisa masuk ke wilayahku"


"Apa kau tidak tahu,tempat ini adalah tempat keramat"Monica tertegun mendengar perkataan sosok tersebut.


"Apa maksudmu?"


"Aku tidak mengerti?"Monica terlihat sangat kebingungan,ia tak mengerti.


"Ck ck ck…"


"Kau bukan cuma jahat tapi ternyata juga bodoh"


"Apa kau masih tidak mengerti apa artinya tempat keramat"


"Tapi karena aku adalah hantu yang baik hati,aku membiarkanmu tetap hidup"


Deg


Monica kembali terdiam mendengar perkataan sosok yang mengaku sebagai hantu itu.Jantungnya berdetak sangat cepat namun ia mencoba untuk menahan rasa takutnya.Dari kecil ia memang memiliki ketakutan terhadap sosok yang di sebut hantu,itu terjadi karena ia sering menonton film bergenre horor.Namun karena ia tak pernah bertemu dengan sosok hantu asli membuat ia tak pernah mempercayai takhayul semacam itu.


"Hahaha…"


"Hantu?"


"Kau pikir aku akan percaya dengan omong kosongmu itu"


"Aku ini bukan anak kecil,kau tak bisa membohongiku"Dengan sedikit keberanian yang tersisa Monica mencemooh sosok tersebut.Padahal ia merasa sangat takut,namun harga dirinya lebih penting.


"Hihihi…Aku suka dengan keberanianmu"


"Tapi…Apakah keberanianmu itu bisa kau pertahankan setelah aku melakukan ini"


Terlihat sesuatu seperti selendang melesat dengan sangat cepat ke arah Monica.

__ADS_1


Seett…


Sreett…


"Kyaaa…"Monica berteriak,ia jatuh terduduk di lantai dengan kondisi yang sangat memprihatinkan.Terlihat kakinya di penuhi luka sayatan yang sangat mengerikan,darah segar mengalir begitu saja hingga membuat lantai di sekitarnya penuhi oleh darah.


"Hiks…Hiks…Hiks…"


"Tolong ampuni aku,ini sangat menyakitkan"Monica terisak-isak,ia memohon ampun kepada sosok tersebut.


"Cih…Ini hanya permulaan dari penyiksaanku"


"Ini bahkan belum seberapa dan kau sudah menangis seperti itu"ucapnya dengan nada penuh penghinaan.Ia terlihat berjalan mendekat ke arah Monica.


Sosok itu terbalut jubah hitam yang menutupi hampir seluruh tubuhnya,Monica tak dapat melihat wajah dari sosok hantu tersebut.Yang dapat ia lihat hanyalah sepasang mata berwarna merah darah yang sangat mengerikan.


"Ti…Tidak"


"Jangan mendekat"Monica mencoba menjauhi sosok tersebut.Ia hanya bisa menyeret kakinya yang terluka karena ia sudah tak mampu untuk berdiri lagi.


"Hihihi…"


"Ayo anak manis,kemarilah"


"Aku akan memberimu hadiah perpisahan"tubuh Monica semakin bergetar mendengar perkataan sosok tersebut.Dengan sedikit tenaga yang tersisa,Monica mencoba untuk bangkit.Ia tak memikirkan apapun lagi selain melarikan diri dari sosok tersebut.Akan tetapi baru saja ia mencoba untuk berlari,tiba-tiba saja lehernya seperti di cekik oleh sesuatu.


Sreek…


Bruuk…


Tubuh Monica ambruk ke lantai dengan keadaan leher yang masih tercekik.


Sosok berjubah hitam tersebut terlihat berjongkok di hadapan Monica yang sudah terlihat lemas lalu ia meraih tangan wanita itu.


"Ini hadiah terakhir dari ku"


Krekk…


"Aakkhhh…"Monica menjerit kesakitan.Ia merasa tulang tangannya seperti remuk.Sedangkan sosok itu terlihat tertawa melihatnya kesakitan.


Setelah merasa puas,sosok tersebut terlihat menjauh dan kembali masuk ke dalam kegelapan kemudian menghilang,meninggalkan Monica yang sudah tak sadarkan diri.

__ADS_1


__ADS_2