Transmigrasi Gadis Pembunuh

Transmigrasi Gadis Pembunuh
eps 43.Kedatangan sahabat


__ADS_3

Kyara membereskan kekacauan yang terjadi sebelumnya dan meletakan kembali barang-barang yang berserakan ke tempatnya semula.


Setelah selesai Kyara kembali berbaring di ranjang perawatan untuk memulihkan tenaganya yang hilang karena efek racun tersebut.


Sambil menunggu dokter yang datang untuk memeriksanya,Kyara mengambil ponselnya dan menulis sebuah pesan lalu mengirimnya pada seseorang.


Ting…


Tak berselang lama pesannya telah di balas.Kyara membuka pesan itu lalu membaca.Senyum penuh kepuasan terukir di bibirnya setelah membaca isi pesan tersebut.


🦋🦋🦋🦋🦋🦋🦋🦋🦋🦋🦋🦋🦋


Pada sore harinya Revan datang menjenguknya bersama Deon.Terlihat binar bahagia terpancar di wajah bocah imut tersebut setelah melihat Kyara yang telah siuman.


"Bibi…"Revan langsung berlari ke tempat Kyara dan memeluknya.


"Huhuhu…Aku pikir aku akan kehilangan bibi juga"ucap Revan sambil menangis haru.


Kyara tersenyum mendengar Revan yang begitu mengkhawatirkan dirinya.Ia menyentuh pucuk kepala Revan lalu mengelusnya dengan lembut.Sentuhan lembut dari tangan Kyara mampu menenangkan Revan yang sempat menangis.


Revan mendongakkan kepalanya menatap Kyara dengan wajah penuh tanda tanya.


"Sebenarnya apa yang terjadi kepada bibi?"


"Mengapa bibi bisa sampai keracunan?"pertanyaan yang sama juga ingin di utarakan oleh Deon kepada Kyara.


"Sepertinya bibi tidak sengaja meminum susu yang sudah kadaluarsa"


"Dan mungkin karena itulah mengapa bibi bisa keracunan"Kyara terpaksa berbohong kepada Revan karena tak ingin bocah imut itu terlalu khawatir kepadanya.Namun tentu saja perkataan Kyara tidak langsung di percayai oleh Revan begitu saja.Revan terus-terusan mendesak Kyara untuk mengatakan hal yang sebenarnya.Tapi Kyara tetap kekeh dengan jawaban yang sama hingga akhirnya Revan menyerah dan tak bertanya lagi.Terlihat jelas raut wajah Revan yang cemberut karena Kyara tak mau memberitahu hal yang sebenarnya.Entah sejak kapan bocah imut itu memiliki indra yang begitu sensitif hingga bisa mengetahui bahwa Kyara sedang berbohong sekarang.Padahal Deon selaku orang yang lebih dewasa saja hampir mempercayai jawaban dari Kyara.


Kyara terkikik geli melihat Revan yang sedang cemberut.Ia merasa tingkat keimutan bocah itu semakin bertambah jika sedang kesal.Apalagi setiap kali Revan cemberut ia sangat suka memanyunkan bibirnya sambil memasang tampang marah,yang bukannya terlihat menyeramkan namun justru terlihat sangat menggemaskan.


"Revan…Bagaimana hasil lomba hari ini"


"Apakah bagus?"Kyara sengaja menanyakan hal itu untuk mengubah topik pembicaraan.


Revan yang awalnya terlihat cemberut seketika berubah ceria mendengar Kyara menanyakan hal itu.Dengan penuh antusias ia mengeluarkan sebuah piagam dan juga piala dari dalam tasnya kemudian menunjukkannya kepada Kyara.


"Lihat bibi…Aku berhasil meraih juara satu"ucap Revan bangga sambil menampilkan sederet giginya.


"Waah…Revan sangat hebat"ucap Kyara sambil bertepuk-tepuk gembira memuji kehebatan Revan.

__ADS_1


Revan yang mendengar pujian dari Kyara nampak membusungkan dadanya pongah.Baginya,pujian dari Kyara jauh lebih berarti bila di bandingkan dengan pujian para juri.


"Apa bibi tahu,hampir sebagian besar juri memuji kemampuanku"


"Mereka bilang,aku sangat berbakat"ucap Revan bangga.


"Tapi ada satu juri yang sangat menyebalkan"


"Dia mengatakan lukisanku terlalu biasa dan tidak seindah yang di katakan oleh juri-juri lain"


"Dia juga berkata bahwa aku terlalu muda untuk bisa mengerti sebuah seni lukis"wajah Revan kembali berubah cemberut saat mengatakannya.


"Oh ya…Siapa orang itu?"


"Berani-beraninya mengatai kesayangan bibi"


"Ayo katakan siapa orangnya,biar bibi rontokkan giginya jika bertemu nanti"ujar Kyara sambil menggulung lengan bajunya yang panjang hingga ke sikut.


Mendengar Kyara yang membelanya membuat Revan sangat senang.Dengan antusias ia menyebutkan ciri-ciri serta nama juri tersebut.


"Orang itu memiliki rambut dan mata yang berwarna hitam"


"Memiliki badan yang tinggi"Kyara langsung tertegun,ia ciri-ciri yang di ucapkan Revan seperti tidak asing.


"Dia laki-laki atau perempuan?"tanya Kyara lagi,wajahnya terlihat sangat serius menunggu jawaban Revan.


"Laki-laki"jawab Revan.


"Siapa namanya?"tanya Kyara lagi mencoba memastikan sesuatu.


"Noah Aidelyn"


Deg…


'Noah?'Kyara nampak tertegun mendengar nama yang begitu ia kenali.Jujur ia sangat terkejut karena tak menyangka bahwa sahabatnya itu akan berada di kota ini.Padahal kota ini berada di negara yang jauh dari tempatnya berasal.Dan yang membuat Kyara tak habis pikir adalah…Sejak kapan sahabatnya itu mengerti soal seni.


'Tunggu dulu'


'Jika Noah ada di sini…Berarti Raline juga ada'


'Jika memang bebar,sedang apa mereka di sini'Kyara terlalu larut dalam pikirannya hingga tak menyadari bahwa Revan sedang memanggil-manggilnya.

__ADS_1


"Bibi…"panggil Revan lagi sedikit lebih keras.


"Eh…Iya Revan"sahut Kyara masih terlihat tidak fokus.


"Bibi kenapa diam saja?"


"Ah maaf Revan…Bibi hanya sedikit kaget mendengar nama yang kau sebutkan tadi"ucap Kyara memberi alasan.


"Apa kau juga mengenalnya?"kali ini Deon yang bertanya.Kyara terlihat mengangguk.


"Ya tuan…Dia adalah seorang ahli ramuan yang sangat terkenal di Markbook"


"Bukan hanya ramuan,beliau juga sangat ahli membuat berbagai jenis racun yang sangat mematikan"ujar Kyara menjelaskan.


"Dan saat saya mendengar bahwa dia yang menjadi juri saya menjadi sedikit terkejut"


"Saya tidak menyangka bahwa seorang jenius ramuan juga memiliki keahlian dalam seni"


"Ya…Saya juga tak menyangka"


"Ah sudahlah…Lupakan soal orang itu"


"Bagaimana kondisimu?"tanya Deon kepada Kyara.Sebenarnya ia ingin menanyakan hal itu sedari awal, namun selalu gagal karena Revan dan Kyara yang terlalu asik berbicara berdua tanpa menghiraukan keberadaannya.


"Seperti yang tuan lihat"


"Saya baik-baik saja"jawab Kyara.


"Syukurlah kalau begitu"Deon nampak lega mendengarnya.


"Jadi,apa kau bisa ikut pergi ke acara malam ini"


"Aku sangat memerlukan bantuanmu untuk menemani Revan"Padahal itu bukanlah alasan yang sebenarnya.


"Daddy…Bibi sedang sakit sekarang"


"Tentu saja bibi tidak bisa ikut pergi"


"Lagipula aku juga tak ingin ikut"


"Di sana sangat membosankan"balas Revan kepada sang Daddy.Deon hanya tersenyum kecut mendengar perkataan Revan.Jika Revan tidak ikut pergi berarti tak ada alasan lagi baginya untuk mengajak Kyara.Lagipula yang di katakan oleh Revan ada benarnya,meski Kyara berkata ia baik-baik saja kondisinya masih belum memungkinkan untuk bisa berjalan normal.

__ADS_1


__ADS_2