Transmigrasi Gadis Pembunuh

Transmigrasi Gadis Pembunuh
eps 61.Terlacak


__ADS_3

Kyara langsung beranjak pergi ke tempat di mana Darel berada,meninggalkan Joe sendirian di ruangannya.Joe menghela napas berat,ia merasa agak kasihan dengan kondisi Kyara sekarang.Selain sibuk mengurus perusahaan,nyonya mudanya itu juga harus mengurus hal lain.Tetapi,untunglah nyonyanya itu sudah berubah menjadi lebih baik dan tidak selemah dulu.Sepertinya kejadian pilu yang sempat menimpa nyonyanya itu telah merubah pola pikirnya.


Kyara mengendarai motornya dengan kecepatan penuh.Sebelumnya ia lebih dulu mematikan ponselnya,agar seseorang yang sedang melacak dirinya tidak mengetahui keberadaannya yang sekarang.


Sesampainya di tempat Darel,Kyara langsung masuk begitu saja dan segera berjalan menuju ruangan di mana Darel berada.


Melihat kedatangan Kyara,Darel langsung menunjukan layar komputernya yang sedang menampilkan pergerakan dari seseorang yang mencoba meretas sistem data Kyara.


Kyara memperhatikan layar komputer tersebut dengan raut wajah yang serius.Ia kemudian terlihat mengotak-atik keybord komputer itu untuk mencegah kebocoran data miliknya dan juga data tentang keberadaannya sekarang.


Sebenarnya Kyara bisa saja membuang ponselnya yang berisi nomor yang sedang di lacak oleh orang tersebut.Namun ia merasa penasaran dengan sosok yang sedang mencoba melacaknya.Apakah orang itu dari kepolisian atau bukan,itulah yang ingin Kyara ketahui.


Kyara sedikit kewalahan akibat ulah dari peretas tersebut.Karena ternyata orang itu memiliki kemampuan yang cukup hebat.Setiap kali Kyara mengganti sandi miliknya,orang itu mampu mengetahui sandi tersebut hanya dalam waktu kurang dari setengah menit.Sekarang Kyara paham mengapa Darel menjadi sepanik itu,karena memang kemampuan yang di miliki oleh peretas itu sangat mengerikan.


Akhirnya,setelah cukup lama Kyara berkutat melawan peretas itu,ia pun berhasil mengamankan seluruh data dan juga letak keberadaannya dari peretas tersebut.


Di tempat lain…


"Bagaimana?"tanya Noah kepada Raline yang terlihat sedang sibuk menatap layar komputer yang ada di hadapannya.


"Aku sedikit kesulitan untuk meretas data orang itu"


"Orang itu ternyata juga memiliki kemampuan sepertiku"jawab Raline.


"Jadi…Apa kau bisa melakukan tugas itu?"tanya Noah khawatir,namun karena ia tidak pandai menampilkan ekspresi wajah dan juga nada bicaranya yang terkesan datar,membuat Raline mengira Noah sedang meremehkan kemampuannya.


"Kenapa kau bertanya seperti itu"


"Tentu saja aku bisa melakukannya"

__ADS_1


"Ini hanya masalah kecil bagiku"ucap Raline dengan nada ketus.


"Aku hanya bertanya saja"


"Mengapa kau marah?"balas Noah bingung.Namun hal itu justru membuat Raline semakin kesal.


"Noah…Aku tidak ingin bertengkar denganmu sekarang"


"Jika kau tidak bisa membantu,setidaknya jangan menggangguku"Raline langsung mengusir Noah dari dalam kamarnya.Sedangkan Noah yang mendapat perlakuan seperti itu hanya bisa terdiam sambil menatap pintu kamar Raline dengan kening yang mengkerut karena kebingungan.Ia terus berpikir apakah ia telah melakukan kesalahan kepada Raline.


"Padahal aku hanya bertanya?"


"Apa yang salah dengan hal itu?"ucap Noah bingung.Namun ia tidak terlalu memperdulikannya,karena ia sadar bahwa sahabatnya yang satu itu memang kurang normal.


Kembali ke tempat Raline.…


Ting….


Tak berselang berselang lama kemudian muncul sebuah notifikasi di layar komputernya.Melihat itu seketika Raline menyunggingkan seringainya.


"Aku menemukanmu…"


🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Kyara dan Darel terlihat sedang duduk berhadapan di sebuah meja yang ada di ruangan itu.Suasana saat itu terdengar sangat hening,karena keduanya tak bersuara sedikitpun.Mereka begitu larut ke dalam pikiran masing-masing.Jika Kyara sedang memikirkan tentang sosok peretas sebelumnya,Darel justru sedang memikirkan tentang nasibnya nanti.Apakah ia akan di pecat oleh Kyara atau masih di berikan kesempatan oleh Nyonyanya itu untuk memperbaiki ketidakmampuannya dalam bekerja.


Darel merasa rendah diri karena telah gagal melakukan pekerjaan yang sudah di amanatkan Kyara padanya.Padahal Kyara sudah sangat mempercayainya untuk melakukan pekerjaan itu,namun kali ini ia merasa telah mengecewakan Kyara.Darel merasa dirinya tidak pantas untuk mengemban tugas itu lagi.Seandainya Kyara memecatnya saat itu juga ia akan menerimanya tanpa protes sedikitpun.


Darel terlalu rendah hati menilai dirinya sendiri.Ia memang tipe orang yang tidak percaya diri dan mudah menyerah.Padahal ia memiliki bakat yang sangat hebat,hanya saja karna rasa ketidakpercayaan dirinya, membuat Darel sulit untuk berkembang.

__ADS_1


Berbeda dengan Darel,Kyara justru sedang memikirkan hal lain.Ia sedang memikirkan tentang peretas yang mencoba meretas dirinya.Sebenarnya Kyara sudah beberapa kali menemukan kejadian seperti itu,karena sebelumnya sudah banyak orang-orang yang mencoba meretas sistem miliknya dengan berbagai alasan.Salah satunya adalah mencoba untuk mencari data tentang identitas dirinya.Jika orang yang meretas itu tidak terlalu ahli mereka hanya akan menemukan data palsu saja.Namun kali ini,orang yang mencoba meretas dirinya jauh lebih hebat.Mungkin kemampuan orang itu setara dengan dirinya.


"Darel…"panggilan Kyara kepada Darel mampu memecah kesunyian yang sedari tadi menyelimuti keduanya.


"Iya Nyonya muda"sahut Darel pasrah.Ia sudah siap mendengar keputusan Kyara tentang nasibnya.


"Tolong kirimkan semua data yang ada di komputermu kepadaku"


"Aku ingin menyelidiki sendiri,siapa yang sudah berani mengusik sistemku"ujar Kyara memberi perintah.


Perkataan Kyara membuat Darel semakin merasa gagal.Dengan ekspresi wajah yang begitu sedih Darel melakukan perintah tersebut.


Drrtt….


Tiba-tiba Kyara merasakan getaran di dalam saku jaketnya.Terlihat ponselnya yang berbunyi karena telepon dari seseorang.


Deg….


Kyara langsung membeku seketika setelah menatap layar ponselnya itu.


'Tidak mungkin'gumam Kyata dengan wajah yang terlihat sangat terkejut.Kyara tak bisa mempercayai apa yang sedang ia lihat ini.


"Ny-Nyon-ya…"ucap Darel terbata-bata memangggil dirinya.Wajah pria itu sama terkejutnya dengan Kyara setelah melihat apa yang terpampang di layar komputernya sekarang.


Keterkejutan Kyara semakin bertambah setelah melihat layar komputer Darel yang kembali di retas.Namun kali peretasan itu jauh lebih mengerikan di bandingkan dengan sebelumnya.


"Darel…"


"Kita harus segera pergi dari sini…"

__ADS_1


__ADS_2