
Bugh….
Belum sempat preman itu melayangkan pisaunya,sebuah tendangan mendarat tepat di dadanya hingga membuat ia terjungkal kebelakang.Kedua orang lainnnya nampak terkejut melihat rekan mereka yang sudah terkapar tak berdaya.
"Apa yang…"
Bugh…
Serangan kembali berlanjut,kali ini giliran si bos preman yang mendapatkan pukulan berupa tinju.Bukan.Melainkan sebuah sikutan tajam yang mendarat tepat di wajah kanannya.Ia dapat merasakan rahang kanannya seperti retak karena serangan tersebut.Rasa ngilu yang teramat sangat serta amis dari darah yang mengalir di mulutnya mampu membuat dirinya ambruk seketika.
Belum sempat orang ketiga mencerna apa yang terjadi kepada dua rekannya.Tiba-tiba ia merasa lehernya seperti di cekik oleh sesuatu.Napasnya langsung tersengal-sengal,ia mencoba berontak untuk melepaskan diri.Namun tenaganya sudah terkuras habis karena cekikan di lehernya.Perlahan kesadarannya mulai menghilang bersamaan dengan munculnya bayangan seorang wanita di hadapannya.
"Cih…Hanya sekumpulan orang-orang lemah"ucap Kyara sambil menatap datar ketiga preman yang telah pingsan.
Triing….
Bunyi ponsel terdengar di salah satu saku preman tersebut.Kyara mengambil ponsel tersebut lalu melihat nama yang tertera di layarnya.
"Nyonya besar"
"Heeh…Ternyata ini perbuatannya"
"Ular kecil sedang mencoba untuk balas dendam rupanya"ucap Kyara sambil menyeringai.
Usai mengatakan hal itu Kyara lalu memutuskan sambungan ponsel tersebut.Ia terlihat memotret ketiga preman itu lalu mengirimnya ke nomor seseorang yang barusan menelpon.
Setelah memastikan pesan itu telah terkirim,Kyara langsung membanting ponsel tersebut hingga hancur berkeping-keping.Kyara lalu berjalan pergi meninggalkan ketiga preman yang masih tak sadarkan diri karena perbuataannya.
Sedangkan di tempat lain,tepatnya di rumah sakit di mana Monica sedang melakukan pemeriksaan pergelangan tangannya.Setelah selesai memeriksa kondisi tangannya,Monica terlihat menyeret kursi rodanya pergi menuju toilet rumah sakit.
Disana Monica terlihat mencoba menelpon seseorang.
Tiiitt…
Terdengar nada tersambung dari ponselnya,namun seseorang yang sedang ia telpon tidak mengangkat panggilannya dan justru mematikan sambungan telponnya tersebut.
"Ck…Dasar preman sial*n"
"Beraninya dia mematikan telponku"Monica terdengar menggerutu kesal karena merasa di abaikan orang yang ia panggil preman tersebut.
Ting…
Tak berselang lama sebuah pesan masuk ke ponselnya.Ternyata yang mengirim pesan adalah orang yang ia telpon sebelumnya.
Deg…
Monica langsung membeku begitu melihat isi dari pesan tersebut.
Terlihat ketiga preman yang ia suruh untuk menghabisi Kyara telah terkapar tak sadarkan diri dalam foto yang di kirim padanya.Jantungnya pun langsung berdetak tidak karuan setelah membaca isi dari pesan yang tertulis di sana.
"Jangan melakukan hal yang akan membuatmu cepat mati,Monica"bunyi dari isi pesan tersebut.
Prak…
Tanpa sadar Monica menjatuhkan ponsel yang ada di tangannya.
__ADS_1
"Bagaimana ini bisa terjadi"Monica terlihat sangat syok.Tubuhnya terlihat bergetar.Rasa takut kembali menjalar di tubuhnya.Dugaan Monica ternyata selama ini memang benar,Kyara bukanlah orang biasa.
Kedatangannya di kediaman Anderson dan kemiripan wajah Jihan yang Kyara miliki bukanlah suatu kebetulan.Pasti ada maksud tersembunyi dari kedatangan gadis tersebut.
Lalu tiba-tiba sebuah ingatan samar muncul di otaknya.
"Aku ingat"
"Jihan pernah bercerita bahwa dia memiliki seorang adik perempuan"
"Tapi,adiknya di nyatakan menghilang di sebuah kecelakaan kapal"
"Apakah mungkin…"
"Kyara adalah adik Jihan yang menghilang"Monica menutup mulutnya tak percaya setelah menyadari sebuah fakta yang mengejutkan.
"Jika Kyara memang benar adalah adik Jihan"
"Sudah sangat jelas alasannya menperlakukanku seperti ini karena alasan dendam"Monica mengepalkan tangannya begitu menyadari alasan Kyara yang sebenarnya.
"Aku harus mencari lebih banyak bukti untuk ku tunjukkan kepada Deon"
"Hanya dia satu-satunya orang yang bisa membantuku menyingkirkan Kyara"tekat Monica kembali bangkit.Ia bersumpah akan benar-benar menyingkirkan orang-orang yang telah berani menghalangi jalannya.Meski orang itu adalah orang berbahaya sekalipun ia tak peduli.Asalkan ia bisa mendapatkan kelemahan Kyara dan dukungan dari Deon,apapun bisa ia taklukkan.
Sayangnya Monica terlalu percaya diri dengan kemampuannya.Hingga tidak menyadari bahwa lawannya kali ini bukanlah sekadar orang berbahaya melainkan iblis berwujud manusia.
🦋🦋🦋🦋🦋🦋🦋🦋🦋🦋🦋🦋🦋
Di tempat lain.Tepatnya di sebuah kantor pusat milik Jihan,sedang terjadi perselisihan antara Deon dan Steffy.
Mereka berdua berselisih mengenai kepemilikan saham perusahaan tersebut.
"Anda tidak bisa seenaknya mengambil kembali saham yang sudah di berikan oleh Jihan"Deon langsung mengajukan protes kepada Steffy.
"Maaf Tuan Anderson,tapi saham itu belum di setujui secara resmi oleh perusahaan"
"Jadi bisa di bilang 30 persen itu masih menjadi milikku selaku orang yang memimpin perusahaan ini sekarang" jawab Steffy tak mau kalah.
Deon yang mendengar jawaban tersebut menjadi geram.
"Sebaiknya nyonya mengembalikan saham itu sesegera mungkin atau saya akan melaporkan nyonya"ancam Deon kepada Steffy.Namun orang yang di ancam terlihat tak takut sedikitpun,seakan ancaman yang di berikan Deon hanyalah angin lalu.
"Silahkan saja"
"Aku tidak takut"tantang Steffy kepada Deon.Ia tersenyum remeh menatap mantan menantunya yang terlihat kesal karena perkataannya.
"Baiklah,anda tunggu saja surat pemanggilan dari pengadilan"
"Saya pastikan anda akan menyesal karena sudah mempermainkan saya"ucap Deon sambil menunjuk Steffy dengan wajah penuh amarah,ia lalu berbalik pergi di ikuti oleh asiatennya di belakang,meninggalkan Steffy sendirian di ruangan tersebut.Sedangkan Steffy sendiri nampak santai menatap kepergian Deon .Tak ada raut kekhawatiran di wajahnya mendengar ancaman Deon yang akan melaporkannya.Karena ia merasa Deon tak memiliki bukti-bukti untuk melaporkannya.
~~
Malam harinya di kediaman Anderson.
Revan nampak lahap menyantap hidangan yang ada di hadapannya.Sesuai permintaan Revan sebelumnya,Kyara memasakkan sup ayam spesial untuk bocah imut itu.
__ADS_1
"Wah wah wah…"
"Apa yang sedang di makan putra Daddy ini sampai selahap itu"ucap Deon yang baru saja datang lalu duduk di samping Revan.
"Sup ayam buatan bibi Kyara"
"Apa Daddy mau mencobanya"tawar Revan kepada sang Daddy.
"Boleh"
"Sepertinya enak"ucap Deon yang terlihat tergiur dengan tawaran Revan.Ia juga merasa sedikit penasaran dengan rasa masakan Kyara.Apakah memang benar se-enak yang dikatakan oleh putranya.
Revan yang mendengar jawaban itu langsung menghentikan makannya dan berteriak memanggil Kyara.
"Bibi"teriaknya memanggil Kyara.
"Iya Revan,ada apa?"tanya Kyara begitu ia sampai di hadapan Revan.
"Bibi Kyara apakah sup ayam tadi masih ada?"
"Daddy bilang ingin mencobanya juga"ucap Revan kepada Kyara.
Kyara nampak tertegun sejenak lalu menoleh ke arah Deon yang terlihat menatapnya dengan raut wajah tak enak hati.
"Tentu,masih ada sisa untuk satu porsi"jawab Kyara sambil tersenyum.
"Apa tuan ingin saya ambilkan sekarang"tanya Kyara kepada Deon.
"Boleh jika tidak merepotkan"balas Deon sambil menggaruk tengkuknya yang tudak gatal.Entah mengapa, tiba-tiba ia merasa gugup berbicara dengan Kyara.
"Tentu tidak tuan"jawab Kyara ramah.Ia lalu berjalan pergi menuju dapur guna menyiapkan sup ayam untuk Deon.
"Silahkan di makan tuan"ucap Kyara sambil mempersilahkan Deon mencicipi masakannya.
"Terima kasih"balas Deon ramah.Ia lalu meraih sendok di sampingnya kemudian menyendokkannya ke dalam sup lalu memakannya.
Deon nampak tertegun.Ia mencoba menerka rasa masakan yang di buat oleh Kyara.
Persis.Rasanya sama persis dengan sup ayam buatan Jihan.Kenangan tentang masa-masa indah bersama Jihan seketika muncul di benaknya.
"***Deon…Aku sudah memasakan sup ayam spesial"
"Menu hari ini adalah sup ayam"
"Deon,makanlah sup ayam ini***"kenangan di mana Jihan selalu melayaninya dengan baik meski Deon sudah menorehkan luka yang begitu besar kepada wanita itu.Tanpa sadar Deon menitikkan airmatanya mengingat kembali momen-momen tersebut.
"Daddy…Daddy…"panggilan Revan membuyarkan lamunan Deon.
"Iya nak"jawab Deon begitu ia telah tersadar.
"Mengapa Daddy menangis?"tanya Revan cemas.
"Ah…Tidak…Daddy tidak menangis"
"Hanya saja mata Daddy sepertinya kemasukan serangga"
__ADS_1
"Jadi,Daddy akan pergi mencucinya dulu"ucap Deon langsung beranjak pergi menuju wastafel yang ada di dapur.
Revan hanya ber oh ria mendengar jawaban sang Daddy.Berbeda dengan Revan,Kyara justru terlihat tersenyum penuh arti melihat Deon yang menangis.Ia tahu Deon sedang teringat dengan Jihan dan hal itu memang di sengaja oleh Kyara.Ia sengaja membuat Deon mengingat masa-masa indah ketika bersama Jihan.Dengan begitu Deon akan semakin merasa bersalah kepada Jihan dan membuatnya tersiksa karena rasa bersalahnya itu.Karena menurut Kyara balas dendam terbaik bukanlah menyerang fisik lawan melainkan menyerang mental dan psikisnya.