Transmigrasi Gadis Pembunuh

Transmigrasi Gadis Pembunuh
eps 40.Racun


__ADS_3

"Sorry ya guys…Author baru bisa up hari ini,soalnya author demam dari kemarin.Hari ini sebenarnya masih agak gak enak badan,tapi tetap author paksain takut readers pada nungguin kelanjutannya.Jadi,author minta doanya ya biar bisa cepat sembuh dan bisa up seperti biasanya".


Salam manis dari author untuk para readers semua💛


Selamat membaca…


Sepulang dari sidang perkara kasus pemalsuan dokumen yang di lakukan oleh Steffy,pengacara Jill langsung pergi menuju sebuah restoran di mana ia akan bertemu dengan Kyara dan juga saudara kembarnya.


Ia memasuki sebuah privat room yang telah di pesan atas nama saudaranya ,Joe.Alasan mengapa tidak di pesan atas nama Kyara tentu saja karena statusnya yang masih di nyatakan menghilang.


"Selamat siang nyonya muda,asisten Joe"ucap Jill memberi salam terlebih dahulu kepada keduanya.


"Hmm"Kyara hanya berdehem singkat membalas sapaannya.Sedangkan saudara hanya terlihat mengangguk kemudian menyuruhnya untuk ikut duduk di sana.


"Bagaimana hasilnya?"


"Apakah bagus?"tanya Kyara dengan senyum penuh arti.Ia tahu bahwa kabar yang di bawa Jill tentu adalah kabar baik,baginya.


Pengacara Jill langsung tersenyum sumringah.


"Ini adalah kabar yang sangat baik"


"Persis seperti perkataan nyonya sebelumnya"


"Tuan Deon berhasil membuktikan bahwa nyonya Steffy telah melakukan kecurangan"


"Meski berhasil membuktikan bahwa Nyonya Steffy bersalah,ia juga tidak bisa mendapatkan surat kepemilikan perusahaan karena status nyonya yang masih di nyatakan menghilang"ucap Jill penuh dengan rasa kekaguman pada kehebatan Kyara.Hal yang sama juga di rasakan oleh asisten Joe kepada atasannya itu.Ia tak menyangka semenjak nyonyanya itu di nyatakan menghilang setelah di usir dari kediaman Anderson, lalu muncul kembali dengan warna mata serta kepribadian yang berbeda,membuat Nyonya itu berubah dalam sekejap dan mampu melakukan siasat yang bahkan tidak bisa di lakukan oleh mendiang kakeknya yaitu Edward Louis.


Kyara hanya menggapi pujian pengacara Jill dengan senyuman.Ia lalu mengambil selembar cek kosong dari dalam tasnya yang telah ia tanda tangani,lalu menyerahkan cek tersebut kepada Jill.

__ADS_1


"Kau bisa menulis nominalnya sendiri sesuka hatimu"


"Anggap saja ini sebagai uang ganti rugi atas perlakuan ibuku padamu"ucap Kyara seraya menyerahkan cek itu kepada pengacara Jill.Namun pengacara Jill langsung menolak pemberian tersebut.


"Tidak nyonya muda,nyonya tidak perlu memberi apapun lagi"


"Sudah memberiku kesempatan untuk mendapatkan keadilan seperti ini pun sudah lebih dari cukup"


"Aku tidak bisa menerima pemberian nyonya lagi"ujar Jill menolak cek pemberian dari Kyara dengan sopan.


"Ambilah…"


"Jika tidak ingin menganggapnya sebagai uang ganti rugi"


"Anggap saja sebagai hadiah dari seorang teman"ucap Kyara tulus.


Jill terlihat tertegun mendengar perkataan Kyara.


Jill masih ragu untuk menerima pemberian Kyara,ia lalu menoleh ke arah Joe untuk meminta pendapat.


Joe yang mengerti tatapan saudarinya itu hanya mengangguk kepalanya tanda setuju.


Jill yang melihat jawaban dari Joe akhirnya menerima cek pemberian Kyara.


Keesokan harinya…


Ketika Kyara sedang asyik memasak menu sarapan untuk Revan.Tiba-tiba terdengar bunyi bel dari arah luar.Awalnya Kyara tidak mengindahkannya karena berpikir bahwa akan ada pelayan lain yang akan membukanya.Namun sudah lebih dari lima menit suara bel itu masih saja berbunyi.Akhirnya Kyara memutuskan untuk keluar dan memeriksanya sendiri.


Di saat Kyara pergi keluar,terlihat Monica berjalan memasuki dapur dengan mengendap-endap.Ia melirik ke arah masakan yang Kyara buat lalu memasukkan sesuatu ke dalamnya.

__ADS_1


"Jika aku tidak bisa menyingkirkanmu dengan tanganku sendiri"


"Maka aku akan membuat Deon yang menyingkirkan dirimu sama seperti dia menyingkirkan Jihan"ucap Monica sambil menyeringai licik.


Setelah itu Monica segera beranjak pergi dari dapur lalu berjalan pergi menuju ruang cctv untuk menyalakan kembali kamera pengawas.Sama seperti saat ia menjebak Jihan dulu,Monica mematikan cctv terlebih dahulu sebelum melakukan aksinya.Karena itulah mengapa Kyara tak menemukan adegan penaruhan racun karena memang sengaja tidak di rekam oleh Monica.


Di ruang makan kini sudah terlihat Deon dan juga Revan yang telah siap dengan seragam masing-masing.Mereka lalu duduk di kursi masing-masing sambil melirik secara bersamaan ke arah Kyara yang sedang membawa masakannya ke ruang makan.


Kali ini Kyara memasak makanan spesial untuk Revan,karena hari ini bocah imut itu akan pergi mengikuti lomba melukis tingkat nasional.Jadi sebagai tanda pemberi semangat untuk Revan, Kyara memasakkan sup jamur dan juga cumi saus tiram kesukaan Revan.


Mata Revan terlihat berbinar menatap makanan kesukaannya telah terhidang di hadapannya.


"Bibi memasaknya untukku?"tanya Revan sambil menoleh ke arah Kyara.Kyara hanya menjawab pertanyaan Revan dengan anggukkan.


"Yeey…Terima kasih bibi"ucap Revan sambil bersorak gembira.Sedang Deon yang sedari tadi hanya diam memperhatikan interaksi keduanya terlihat tersenyum.Bukankah mereka terlihat seperti keluarga bahagia sekarang?


'Seandainya saja dulu Jihan tidak meracuni Revan,mungkin Jihanlah yang berada di posisi Kyara sekarang.Memasak serta menyiapkan semua kebutuhanku dan juga Revan.Selalu rukun dan saling menyayangi satu sama lain.Bukankah itu terlihat sangat indah?'


'Mengapa Jihan tak pernah bisa melihat keindahan ini?'Deon berujar di dalam hati.Ia selalu berpikir bahwa kemalangan yang terjadi pada keluarganya semua karena kesalahan Jihan yang tidak bisa melihat begitu banyaknya kebahagian di sekitarnya.


Tidak.Bukan Jihan yang tak bisa melihat kebahagian itu.Melainkan Deon yang terlalu buta untuk bisa melihat penderitaan Jihan selama ini.Deon hanya bisa melihat keadaan Jihan dari luar tanpa mau melihat isi hati Jihan sebenarnya.Deon selalu ingin keadaannya di mengerti oleh Jihan,sedang ia malah tak mau mengerti keinginan Jihan.


Bodoh dan Egois.Adalah dua kata yang sangat tepat untuk mendevinisikan diri Deon yang sebenarnya.


"Tuan"panggilan dari Kyara membuyarkan lamunannya.


"Ya?"jawab Deon masih terlihat bingung.


"Apa tuan ingin di ambilkan sesuatu"tawar Kyara pada Deon.

__ADS_1


"Ah…Tidak terima kasih"


"Aku akan mengambilnya sendiri"ucap Deon menolak tawaran Kyara.Kyara hanya mengangguk mengangguk mendengar jawaban Deon.Sedangkan Revan ia terlihat sangat lahap menyantap makanannya tanpa memperdulikan sekitarnya.


__ADS_2