Transmigrasi Gadis Pembunuh

Transmigrasi Gadis Pembunuh
eps 30.Memeras


__ADS_3

"Kau pikir aku akan mengabulkan permintaanmu itu?"


"Mimpi"dengan sedikit keberanian yang tersisa Monica mencoba mengancam balik Kyara.


"Apa kau sadar perbuatanmu ini bisa membuatmu masuk penjara"


"Jika kau mau melepaskanku"


"Maka aku tidak akan melaporkanmu"ucap Monica menawarkan kesepakatan kepada Kyara.


Kyara nampak tertegun sejenak.Lalu sejurus kemudian ia terlihat tertawa terbahak-bahak.


"HAHAHAHA…"


"Nyonya mengatakan apa?"


"Ingin melaporkanku"Kyara menunjuk dirinya sendiri.


"Sepertinya otak Nyonya memang benar-benar sempit"


"Sampai tidak bisa membaca situasi sekarang"Kyara mendekatkan wajahnya sambil menampilkan ekspresi sinis.


"Saat ini akulah yang sedang mengancam nyonya bukan sebaliknya"Kyara memiringkan kepalanya.Kali ini ia benar-benar terlihat sangat mengerikan.


"Lagi pula,nyonya ingin melaporkanku atas dasar apa?"


"Pengancaman…Penganiayaan atau… "


"Pembunuhan…"


"Nyonya tinggal pilih yang mana,maka aku akan melakukannya dengan senang hati"Kyara kembali menyeringai.Ia benar-benar tak merasa takut sedikitpun.


Berbeda halnya dengan Monica.Ia bahkan tak tahu harus berkata apalagi.Ide yang sempat muncul di otaknya pun langsung hilang seketika karena ketakutan melihat Kyara.


"A-aku tidak…A-aku tidak bi-bisa menyerahkan suamiku"


"K-kau bisa meminta a-apapun,asal kan bukan Deon"Monica menutup matanya pasrah.Entah Kyara setuju atau tidak dengan tawarannya itu.


"Nyonya tenang saja"


"Aku hanya bercanda soal meminta tuan Deon"ekspresi Kyara langsung berubah sekejap menjadi ramah kembali.


"Lagi pula aku tak suka suami orang"


"Aku ini bukan wanita rendahan"sangat jelas terdengar nada menyindir dari kata-katanya.


Monica hanya bisa menggigit bibirnya mencoba menahan luapan emosi setelah mendengar sindiran Kyara terhadapnya.


"Nyonya kedua…Oops maaf"


"Maksudku,nyonya besar"


"Jika nyonya ingin selamat dari tanganku"


"Nyonya hanya perlu memberiku uang"


"Tidak perlu terlalu banyak sih"


"Cukup dua ratus juta setiap bulan"Mata Monica terlihat melotot karena terkejut mendengar nominal uang yang barusan di sebutkan oleh Kyara.


"Apa kau gila,aku tak memiliki uang sebanyak itu"Monica langsung menolak permintaan Kyara.

__ADS_1


"Aku tidak peduli"


"Yang jelas uang itu harus ada di gajiku nanti"


"Kalau tidak maka aku akan melaporkanmu atas penganiayaan yang kau lakukan padaku saat di rumah sakit"Kyara kembali melayangkan ancaman.


"K-kau tidak bisa memerasku seperti ini"


"Lagi pula kau takkan bisa melaporkanku,kau itu tak memilki bukti"keberanian Monica kembali saat mengatakannya.


"Siapa bilang aku tak memiliki bukti"


"Nyonya lihat ini"Kyara lalu menunjukkan sebuah rekaman video di saat Monica menghajarnya di rumah sakit.


Monica terlihat terperangah,ia tak menyangka Kyara mempunyai rekaman video tersebut.Dengan spontan Monica mencoba merebut ponsel Kyara,namun tangannya tak cukup cepat bila di bandingkan dengan Kyara.


"Jadi nyonya…"


"Sekarang kau tinggal pilih"


"Memberikanku uang atau masuk penjara"pilihan sulit di berikan oleh Kyara kepada Monica.Monica merasa sangat kesal,ia tak menyangka ternyata Kyara adalah wanita yang sangat licik.Dengan hati yang terpaksa Monica menyetujui permintaan Kyara.


"Baiklah…Aku akan memberikan uang itu


"Tapi kau harus menghapus video itu saat aku sudah memberimu uang"bisa mati dirinya jika Monica sampai masuk penjara.Bukan hanya posisinya sebagai nyonya Anderson saja yang akan hilang namun nama baiknya pun juga akan ikut tercemar.


"Pilihan yang sangat tepat" Kyara tersenyum puas karena dirinya telah berhasil memeras Monica.Sebenarnya ia tak benar-benar menginginkan uang itu,ia hanya ingin mempersulit Monica,karena ia tahu Monica tak memiliki uang sebanyak itu.


"Baiklah,aku akan pergi sekarang"


"Sampai jumpa lagi NYONYA BESAR"Kyara sengaja menekankan kata Nyonya besar untuk menyindir Monica dan itu berhasil membuat Monica semakin kesal.


'Dasar wanita rendahan'Monica hanya bisa mengumpat dalam hati.Ia menatap Kyara yang berjalan pergi dengan raut wajah benci.


"Kau tunggu saja"ucapnya tertahan dengan nada penuh kebencian.


🦋🦋🦋🦋🦋🦋🦋🦋🦋🦋🦋🦋🦋


Keesokan harinya…


"Kyara,apa kau bisa mengantar Revan sekolah hari ini?"


"Aku sedang terburu-buru sekarang"


"Ada rapat penting yang harus aku ikuti pagi ini"ucap Deon sambil memasukan beberapa dokumen yang akan ia bawa ke dalam tasnya.


"Tentu tuan"jawab Kyara sambil mengangguk.


"Horee…Bibi akan mengantarku kesekolah"Revan langsung bersorak gembira mendengar bahwa Kyara yang akan mengantarnya.


"Baiklah,kau bisa memakai mobil yang berwarna putih untuk mengantar Revan"ucapnya lagi dan hanya di balas anggukan oleh Kyara.


"Tapi Deon,aku memerlukan mobil itu untuk pergi ke rumah sakit"


"Aku harus memeriksa pergelangan tanganku"ujar Monica sambil memperlihatkan tangannya yang masih terbalut perban.


Deon mengernyitkan keningnya mendengar perkataan Monica.


"Bukankah pemeriksaan tanganmu itu akan di lakukan lusa nanti dan bukan hari ini"


"Jangan mengada-ngada tentang cederamu itu Monica"

__ADS_1


"Kita harus berhemat sekarang"ucap Deon tanpa menoleh ke arah Monica.


"Tapi,tanganku terasa sakit sejak tadi malam"


"Lagi pula dokter bilang untuk sering-sering memeriksanya"Monica terus mencari alasan agar Deon mengijinkannya ke rumah sakit.


"Ck…Merepotkan"


"Baiklah terserah kau saja"ucapnya ketus.


"Kyara,sepertinya kau harus mengantar Revan dengan menaiki taksi,tidak masalahkan?"tanya Deon merasa tak enak hati.


Berbeda dengan Monica,Deon justru berbicara sangat lembut kepada Kyara dan itu membuat Monica menjadi semakin benci kepada pengasuh Revan itu.


Sekali lagj Kyara hanya menjawab pertanyaan Deon dengan anggukan.



Di sekolah…



"Bibi,hari aku ingin makan sup ayam"


"Apa bibi bisa membuatkannya untukku?"pinta Revan begitu mereka sampai di depan gerbang sekolah.



"Tentu saja bisa"


"Bibi akan membuatkan sup ayam spesial untukmu"


"Sekarang kau harus masuk kelas dan belajar dengan giat,oke"balas Kyara sambil merapikan kembali kerah baju Revan.



"Oke Bibi"jawab Revan sembari menampilkan senyum termanisnya kepada Kyara,ia langsung kemudian berlari masuk ke dalam sekolah.Sebelum ia masuk ke dalam kelas Revan terlebih dahulu melambaikan tangannya ke arah Kyara dan di balas Kyara dengan lambaian yang sama.



Setelah memastikan Revan telah masuk ke dalam kelasnya,Kyara pun berlalu pergi meninggalkan tempat itu.Ia kemudian berjalan menuju sebuah halte bis yang letaknya tak jauh dari sekolah Revan.Mungkin jaraknya hanya sekitar 200 meter dari sekolah itu.


Kyara berjalan dengan santainya di sebuah gang yang cukup sunyi.Mungkin karena sekarang adalah jam kerja membuat jalan di gang tersebut tak banyak di lewati oleh orang-orang dan nyaris sepi.Dalam keadaan sepi seperti itu,sangat rawan jika perempuan seperti Kyara berjalan sendirian di gang sepi seperti itu.


Dan benar saja,entah Kyara sadar atau tidak ada sekelompok preman yang terdiri dari tiga orang pria sedang mengikutinya.



"Sepertinya itu benar gadis yang di katakan oleh Nyonya"ucap salah satu di antara mereka.


"Benar,ciri-cirinya sama persis dengan yang ada di dalam gambar"sahut yang lain.


"Tunggu apalagi,lebih baik kita sergap sekarang"usul yang satunya lagi.



"Tunggu dulu,kita harus memastikan situasi aman barulah kita menangkapnya"


"Setelah kita berhasil menangkapnya,barulah kita habisi sesuai perintah nyonya"ucap orang yang di ketahui adalah bos di antara ketiganya.


__ADS_1


"Baik bos"sahut kedua anak buahnya.Lalu,ketiganya kembali mengikuti langkah Kyara.


Setelah jarak di antara mereka hanya tersisa beberapa langkah saja.Si bos preman memberi isyarat kepada salah satu anak buahnya untuk melakukan sesuatu kepada Kyara.Si bawahan terlihat mengangguk mengiyakan isyarat tersebut.Ia kemudian mengambil sebuah pisau lipat di balik jaketnya dan…


__ADS_2