Transmigrasi Gadis Pembunuh

Transmigrasi Gadis Pembunuh
eps 39.Keputusan sidang


__ADS_3

Matahari bersinar dengan cerah,secerah harapan Deon tentang hasil pengadilan hari ini.


Hari ini,hasil penyelidikan tentang laporannya mengenai penipuan yang di lakukan oleh Steffy akan segera di bacakan oleh hakim.Deon sangat yakin bukti-bukti yang ia berikan kepengadilan lebih dari cukup untuk menjebloskan Steffy ke dalam penjara.Jika Steffy masuk penjara,maka berkas kepemilikan perusahaan itu akan berganti nama menjadi miliknya karena ia selaku pemilik saham terbanyak di perusahaan itu.


Sedangkan di tempat Steffy berada….


Terlihat Steffy mengacak-ngacak kamar yang ia tempati hingga berantakan untuk melampiaskan emosinya.Sudah tiga hari Steffy terkurung di tempat itu.Ia tidak tahu siapa yang membawanya ke sana dan apa alasan orang itu menculiknya.Bahkan yang terjadi kepadanya sekarang tidak bisa di katakan sebagai penculikan.Bagaimana tidak,mana ada seorang penculik memperlakukan korbannya bak seorang ratu.Di beri makanan yang mewah,tempat tidur super nyaman,perawatan kecantikan terbaik serta di beri busana dan perhiasan yang sangat indah.


Seandainya saja Steffy tidak sedang dalam masalah sekarang,mungkin ia akan betah untuk tinggal selamanya di sana.


Steffy ingat bahwa hari ini adalah hari sidang tentang kasus penipuan yang Deon laporkan atas dirinya.Jika ia terus terkurung di sini maka Steffy takkan bisa mencari cara untuk membatalkan persidangan.Sepertinya orang yang menculiknya sekarang ada hubungannya dengan Deon.Dan alasan mereka menculiknya adalah untuk melindungi Deon dari dirinya.


Steffy yang baru saja menyadari hal itu langsung mengepalkan tangannya dengan sangat kuat hingga kuku-kukunya terlihat menancap di kulit dan mengeluarkan darah segar.


"Sial"


"Aku telah salah menilai Deon"


"Dia ternyata jauh lebih licik di banding perkiraanku"ucapnya benci.Sekarang ini ia tak memiliki pilihan lain selain berharap Deon tidak bisa membuktikan kecurangannya terhadap berkas kepemilikan saham.


Kembali kepengadilan…


Sekitar satu jam lagi waktu persidangan akan segera di buka.Deon dengan di temani oleh Pengacara Ben memilih untuk datang lebih awal dari jam yang telah di tentukan.


"Kita pasti akan memenangkan sidang ini bukan"


"Aku percaya pengacara sehebat dirimu pasti bisa memenangkan kasus ini dengan mudah"

__ADS_1


"Apa aku benar "ucap Deon memuji pengacaranya itu.Walau sebenarnya pujian itu lebih terdengar seperti jilatan untuk Ben.Siapa yang tidak mengenal pengecara Ben yang merupakan sepupu dari Vincent Abelano.Meski kemampuannya masih si bawah pengacara Jill, tapi kemampuan dari pengacara Ben juga tidak bisa di anggap remeh.


Ben hanya tersenyum tipis menanggapi pujian dari kleinnya itu.


'Dasar penjilat'gumamnya dalam hati.Jika bukan karena Vincent yang memintanya untuk menerima permintaan Deon sebagai pengacaranya,mungkin ia sudah menolaknya dari awal.


Sepuluh menit lagi sidang akan segera di buka.


Hampir dari semua orang yang terdiri dari hakim,pengacara dan para saksi telah hadir di sana kecuali dari pihak terlapor yaitu Steffy.


"Pengacara Jill,apa Klein mu tidak datang hari ini?"


"Ini adalah sidang penentuan untuk kasusnya"


"Kehadirannya sangat di perlukan saat ini"tanya sang ketua hakim kepada pengacara Jill.


Tak berapa lama kemudian.Steffy pun muncul di persidangan persis seperti yang di katakan oleh pengacara Jill sebelumnya.Ekspresi wajah Steffy terlihat kebingungan dan terkesan seperti orang yang linglung.


Sebelumnya…


Steffy yang mulai sedikit tenang setelah mengamuk memilih untuk beristirahat sejenak.


Tok tok tok…


Tak berapa lama terdengar suara ketukan pintu dari luar kamar tersebut.Steffy tahu bahwa itu adalah pelayan yang biasa mengantarkan makanannya.


Steffy beranjak dari tempat duduknya lalu berjalan menuju pintu.

__ADS_1


Setelah menerima makanan tersebut,seperti biasa Steffy lalu membanting pintu kamar dengan sangat kencang.


"Lebih baik aku makan terlebih dahulu"


"Setelah itu baru aku akan memikirkan cara untuk keluar dari tempat ini"ucap Steffy sembari memasukkan potongan daging ke dalam mulutnya.Namun baru beberapa suapan, tiba-tiba Steffy merasa tenggorokannya seperti terbakar.Ia lalu mengambil jus yang ada di hadapannya kemudian menenggaknya sampai habis.Akan tetapi rasa terbakar itu belum hilang dari tenggorokannya.


Steffy pun mencoba untuk meminta pertolongan namun tak ada siapapun yang datang untuk menolongnya.


Steffy yang tidak kuat lalu berlari menuju kamar mandi.Ia membenamkan seluruh wajahnya kedalam bak mandi dan meminum air yang tertampung di dalamnya.Namun rasa terbakar itu bukannya menghilang justru semakin menjadi.Karena sudah tidak kuat untuk menahan rasa sakit itu,Steffy pun akhirnya tak sadarkan diri.


Dan saat Steffy terbangun,ia sudah berada di depan kantor pengadilan.


Karena seluruh pihak telah datang,sidang pun akhirnya di buka.


Deon dan pengacara Ben mengerahkan seluruh bukti yang mereka punya kepada hakim tentang kecurangan yang Steffy lakukan.Di tambah kesaksian pengacara Jill yang mengatakan bahwa Steffy memang melakukan hal tersebut.Ia juga mengatakan bahwa Steffy telah mengancamnya hingga membuatnya terpaksa untuk menyetujui pemindahan kepemilikan perusahaan tersebut.


Steffy yang telah di sudutkan di berbagai sisi seperti itubhanya bisa tertunduk diam.Ia sebenarnya ingin sekali menyangkal semua tuduhan yang di layangkan kepadanya.Namun tenggorakannya terasa tercekat untuk mengeluarkan sepatas katapun.Pada akhirnya Steffy hanya bisa pasrah setelah mendengar ketua hakim memvonis dirinya bersalah atas laporan yang Deon ajukan kepada dirinya.Dan sidang di nyatakan selesai saat ketua hakim mengetukkan palunya sebanyak tiga kali yang menandakan bahwa keputusan sidang telah di setujui oleh semua pihak.


Deon menghela nafas lega setelah berhasil membuktikan kecurangan Steffy.Meski ia sedikit kecewa dengan keputusan sidang yang menyatakan bahwa perusahaan itu masih atas nama Jihan karena status Jihan yang masih di nyatakan menghilang.Itu artinya Deon juga tidak bisa mengambil alih perusahaan itu jika Jihan belum juga di temukan.


Walaupun Deon tidak bisa mengambil alih perusahaan itu,setidaknya ia berhasil menyelamatkan saham milik Revan yang hampir di rebut oleh Steffy.Dengan begitu ia masih bisa menguasai perusahaan itu meskipun kepemilikannya masih atas nama Jihan.Lagipula Jihan telah tiada dan jika suatu saat nanti jasadnya telah di temukan,maka Steffylah yang akan di curigai sebagai pembunuhnya.Ternyata ada untungnya juga Steffy memalsukan dokumen itu,Deon bisa terlepas dari tuduhan pembunuhan Jihan yang ia lakukan.


Sekarang Deon hanya tinggal menyelesaikan masalah kebangkrutan yang terjadi di perusahaannya menggunakan uang perusahaan Jihan.Kemudian ia akan mencari investor baru di acara penobatan ahli waris keluarga Abelano untuk perusahaanya.Jika semua rencananya itu berjalan lancar,maka kejayaan keluarga Anderson akan kembali seperti dulu.


Dan dengan kekayaan yang ia miliki,Deon sangat yakin Kyara pasti akan menerima cintanya.


Deon telah memutuskan akan menceraikan Monica dan menikahi Kyara.Deon sudah sangat muak dengan tingkah Monica yang selalu mengatur-atur dirinya.Dulu ia mempertahankan Monica bukan karena ia mencintai wanita itu,melainkan karena wanita itu adalah ibu dari anaknya.Namun setelah menyadari bahwa Revan juga tak menginginkan kehadiran Monica,membuat Deon berpikir untuk menyingkirkan wanita itu dari sisinya.

__ADS_1


__ADS_2