Transmigrasi Gadis Pembunuh

Transmigrasi Gadis Pembunuh
eps 66.Dejavu


__ADS_3

Wuuhh…


Angin berhembus perlahan menerpa bebungaan yang tumbuh subuh di antara rerumputan nang hijau.Terlihat beberapa kupu-kupu nampak beterbangan di atas bunga yang mulai mekar.Terkadang terlihat beberapa serangga lain hinggap di dahan dan juga kelopak bunga hingga menimbulkan beberapa kelopak bunga nampak berguguran ke atas rerumputan.Tempat itu benar-benar terlihat sangat indah untuk di pandang oleh mata.Mungkin sekilas orang yang baru pertama melihat,akan menganggap tempat itu adalah surga dunia.


Di tengah-tengah tempat itu terlihat seorang gadis muda bersurai hitam,sedang berdiri mematung memandang ke arah danau yang terlihat berkilauan akibat terkena pantulan cahaya matahari.


Netranya yang berwarna merah itu memandang kosong ke arah sosok wanita cantik yang sedang duduk di tepi danau sambil memegang setangkai mawar berwarna biru.


Kyara berjalan menghampiri wanita itu dengan langkah perlahan,lalu duduk di sampingnya begitu ia sampai di tempat wanita itu berada.


Tak ada percakapan apapun di antara keduanya.Hanya ada suara gemerincik air yang berasal dari angsa-angsa yang sedang berenang di danau yang ada di depan mereka.


Cukup lama mereka berada di situasi seperti itu,hingga salah satu di antara mereka kemudian berbicara.


"Kyara,apakah aku ini jahat"tanya Jihan dengan nada yang sendu.Ia menoleh ke arah Kyara dengan tatapan yang sayu.


"Tidak"jawab Kyara singkat tanpa menoleh ke arah Jihan yang terlihat tidak puas mendengar jawaban darinya.


"Kau hanya ingin mendapat keadilan"


"Itu bukan kejahatan"meski awalnya Kyara terlihat tidak peduli,nyatanya ia tidak begitu.Ia hanya sedang menyiapkan jawaban yang tepat agar Jihan tidak merasa bahwa keputusannya untuk balas dendam adalah keputusan yang salah.


Walaupun sebenarnya balas dendam adalah hal yang sangat salah.Namun hanya itu satu-satunya cara Kyara agar bisa mendapatkan keadilan untuk Jihan.


"Aku sebenarnya tidak peduli jika seandainya aku di pandang jahat oleh orang lain"


"Bahkan jika aku di benci sekalipun,aku tidak masalah"


"Tetapi…Aku tidak bisa jika di benci oleh putraku sendiri"


"Aku tidak bisa membayangkan wajah Revan yang di penuhi kebencian kepadaku"


"Aku tidak bisa,Kyara"


"Aku tidak sanggup"Jihan menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya.Tubuhnya terlihat bergetar.Terdengar isakan tangis dari mulutnya setelah mengatakannya.


Kyara hanya diam mendengar perkataan Jihan.Tidak ada sedikitpun niatan di dalam hatinya untuk menghentikan tangisan wanita yang ada di sampingnya itu.Biarlah Jihan meluapkan seluruh emosi yang ada di hatinya hingga ia merasa lega.

__ADS_1


Kyara termangu menatap danau yang ada di depannya.Memikirkan tentang kebencian,ia sendiri sangat tahu rasanya di benci oleh orang lain,terutama oleh keluarga target-target pembunuhannya.


Bukan hanya kebencian saja,berbagai macam sumpah-serapah dan juga caci-makian orang-orang kepadanya sudah menjadi santapannya sehari-hari.Kyara tidak bisa melakukan apapun selain diam dan membiarkan orang-orang itu menyumpahi dirinya,karena bagaimanapun juga itu adalah salah satu resiko menjadi seorang pembunuh bayaran.Lagipula Kyara tidak merasa terusik sama sekali dengan perkataan orang-orang itu kepadanya,karena menurutnya selagi mereka tidak mengusik orang-orang di sekitarnya,maka Kyara tidak akan peduli.


Setelah beberapa saat kemudian,akhirnya Jihan berhenti menangis.


"Maaf Kyara,aku sangat plin-plan"


"Harusnya aku tidak bersikap seperti anak kecil begini"


"Aku harus yakin dengan keputusan yang telah aku ambil"


"Aku juga harus berani mengambil semua resikonya"ucap Jihan sambil menghapus air matanya yang sempat mengalir sebelumnya.


"Ya,aku bisa mengerti keadaanmu"


"Di benci oleh orang yang kita sayang itu sangat menyakitkan"


"Tapi,itu bukanlah sebuah kejahatan"


"Justru jika kau bertindak egois dengan membiarkan orang-orang jahat itu hidup tenang hanya karena kau tidak ingin di benci oleh putramu,itu adalah tindakan yang bodoh"


"Kau salah,Jihan"


"Justru Revan akan semakin menderita"


"Bahkan hidupnya akan selalu di bayang-bayangi oleh kematian dan juga kegelapan"


"Dan,meski kau mencoba menutupinya kebenaran itu sekarang pun"


"Suatu saat kebenaran itu akan terbongkar juga"


"Kau bayangkan saja sendiri,betapa hancurnya perasaan Revan saat itu"ujar Kyara panjang lebar.Itu adalah kalimat terpanjang yang Kyara ucapkan selama hidupnya.


Jika biasanya Kyara hanya berbicara satu atau dua kalimat saja,karena Kyara memang bukan tipe orang yang suka banyak bicara,ia lebih suka mengekspresikan dirinya melalui tindakan.Namun kini hanya demi memberi pengertian kepada Jihan ia sampai berbicara sepanjang itu,dan itu merupakan sebuah rekor baru bagi Kyara.Jika seandainya ada Raline di sana,mungkin ia akan ternganga mendengar kalimat panjang yang keluar dari mulut Kyara.


Jihan nampak termenung beberapa saat setelah mendengar perkataan Kyara.Setelah di pikir-pikir kembali,yang di katakan oleh Kyara memang benar.

__ADS_1


"Terima kasih Kyara"


"Kau sudah meyakinkanku kembali"ucap Jihan sambil memandang Kyara tulus.Ia lalu memeluk Kyara dengan sangat erat sebagai tanda terima kasihnya.Kyara hanya menyambut pelukan itu tanpa mengucapkan sepatah katapun.Tak ada raut apapun di wajahnya selain tatapan datar seperti sebelumnya.


"Aku senang Tuhan mengirimkan dirimu kepadaku"


"Jika tidak,mungkin sekarang aku hanyalah jiwa kosong tanpa arah"ujar Jihan di sela-sela pelukannya bersama Kyara.


Usai mengatakan hal itu,Jihan lalu melonggarkan pelukannya.Ia kembali menatap wajah Kyara secara seksama tanpa meninggalkan celah sedikitpun.Senyum penuh ketulusan kembali terpancar di wajah Jihan.


"Kini aku sudah yakin"ucap Jihan masih dengan senyum yang sama.Ada sebuah makna tersembunyi dari ucapannya,dan Kyara menyadari hal itu.Namun ia tidak bisa membaca apa maksud dari makna yang terselip pada ucapan Jihan.


"Apa maksudmu?"tanya Kyara bingung.


Jihan hanya tersenyum.


"Kau akan mengetahuinya nanti"ucap Jihan sembari menyelipkan mawar biru yang ia pegang sebelumnya ke telinga Kyara.Seketika mawar biru itu langsung berubah warna menjadi merah seperti warna mata Kyara.


Sesaat setelah perubahan warna bunga itu,tubuh Jihan lalu berubah menjadi cahaya yang sangat menyilaukan hingga membuat Kyara spontan menutup matanya.Dan di saat Kyara membuka matanya kembali,ia ternyata sudah berada di kamar tidurnya.


Kyara mengusap wajahnya,saat menyadari bahwa kejadian itu hanyalah mimpi.Ini adalah kesekian kalinya Jihan datang ke mimpinya,namun baru kali ini Kyara merasa bahwa mimpi yang ia alami terasa begitu nyata.


Akan tetapi Kyara tidak terlalu ingin memikirkannya.Ia memilih mengabaikan mimpi itu dan menganggap itu hanyalah mimpi biasa.


Kyara beranjak dari tempat tidurnya lalu berjalan ke arah kamar mandi.


Sesaat setelah ia sudah berada di dalam kamar mandi,tiba-tiba Kyara merasakan suatu perasaan aneh.Ia seperti merasa dejavu.


Kyara memandang cermin yang ada di depannya dengan tatapan aneh.Tangannya terulur begitu saja menyentuh sisi kiri cermin lalu menggesernya kesamping.Dan ternyata ada sebuah lemari kecil di balik cermin itu.


Di dalamnya terdapat sebuah kotak perhiasan berukuran sedang yang terlihat sangat lusuh.Kyara kemudian mengambil kotak itu lalu membukanya dengan sangat perlahan.


Ada sepasang gelang kecil berhiaskan mutiara dan satu permata berbeda warna dan bentuk di setiap gelang.


Gelang pertama terdapat permata berbentuk mawar berwarna biru.Di tengah-tengahnya ada sebuah inisial berbentuk huruf J.


Sedangkan gelang satunya lagi memiliki bentuk yang sama miripnya,yang membedakan hanya warna permatanya yang berwarna merah dan juga inisial huruf K.

__ADS_1


Kyara memandang sepasang gelang itu dengan tatapan yang bingung.Entah mengapa ia merasa tidak asing dengan gelang tersebut.


__ADS_2