
Maaf ya guys…Author baru bisa up sekarang😭karena dari kemaren author lagi ngerjain kerjaan author yang numpuk gara-gara demam kemaren.Dan sekarang pun masih banyak yang harus di kerjain.Jadi tolong harap maklum ya🙏karena author gak bisa up setiap hari karena masih sibuk😣
"Vin…"belum sempat Elena menyelesaikan ucapannya.Vincent sudah berlalu pergi meninggalkannya sendirian.
'Huuh…Gagal lagi'Elena menggerutu kesal di dalam hati karena tidak di hiraukan sama sekali oleh Vincent.Tidak seperti keluarga Abelano yang lain,Vincent jauh lebih sulit untuk ia dekati.
Dari kecil Vincent memang sudah memiliki sikap dingin seperti itu.Jangankan orang asing,bahkan keluarganya sendiri pun tak luput dari sikap dinginnya itu.Di tambah tragedi yang pernah terjadi kepadanya di saat ia masih sangat muda,membuat tempramennya semakin memburuk.Ia menjadi sangat kejam kepada orang-orang yang sudah berani mengusik ketenangannya.Bahkan ia pernah memotong lidah seorang pelayan karena sudah berani menghina ibunya secara diam-diam.
Ia tak pandang bulu memberi hukuman kepada orang yang bersalah,bahkan jika orang itu adalah orang terdekatnya sekalipun.
Pernah ada suatu kejadian dimana saat itu Vincent telah memasuki bangku kuliah.Sahabatnya pernah berselingkuh dengan kekasihnya.Tak tanggung-tanggung Vincent langsung menghabisi mereka berdua dengan cara memasukkan mereka ke dalam peti dan menguburnya hidup-hidup.Bagi Vincent tak ada kata maaf untuk para penghianat.
Tentu saja kekejaman Vincent tak bisa tercium oleh media ataupun para penegak hukum.Karena ia selalu melakukan aksinya secara sembunyi-sembunyi.Meskipun begitu,tak menampik bahwa kekejamannya tetap terdengar oleh publik meski hanya sebatas ia suka memberi hukuman berupa penyiksaan.
Tak ada yang mengetahui perbuatannya itu kecuali beberapa orang kepercayaannya,termasuk kakeknya dan sepupunya Ben.
Vincent memutuskan untuk pergi dari pesta.Dari dulu ia memang tak pernah suka menghadiri acara-acara seperti itu.Apalagi saat ini ia sedang sangat kesal sekarang.
Di saat ia ingin pergi keluar untuk mencari udara segar,terlihat Deon yang menghampirinya dengan langkah yang terburu-buru.
"Selamat malam tuan Vincent"sapa Deon mencoba memulai pembicaraan.Vincent nampak berhenti lalu menoleh sekilas ke arahnya.
"Aku sibuk"ucap Vincent singkat lalu kembali berjalan pergi meninggalkan Deon yang terlihat kesal karena tidak di hiraukan olehnya.
'Dasar sombong'gerutu Deon dalam hati.Ia merasa terhina atas perlakuan Vincent kepadanya.Jika saja ia memiliki kekuasaan yang lebih tinggi daripada Vincent,mungkin ia sudah membalas perbuataan pria itu karena sudah berani mengabaikan dirinya.
Dan di saat Deon ingin berbalik kembali ketempatnya,terlihat Monica yang berjalan terpincang-pincang menghampiri dirinya.Sepertinya cedera di kakinya kembali kambuh karena terlalu lama memakai heels.
"Apa yang kau lakukan?"
"Bukankah aku sudah bilang untuk tetap diam di tempatmu"
__ADS_1
"Kakimu yang cacat itu bisa membuatku malu"ucap Deon geram kepada Monica.Padahal ia sudah cukup malu karena kejadian sebelumnya dan sekarang Monica justru semakin menambah rasa malu itu.Ingin rasanya ia melenyapkan Monica sekarang juga karena sudah mempermalukan dirinya di depan banyak orang.
"Maaf,aku tak bermaksud membuatmu malu"
"Hanya saja…Aku merasa bahwa aku harus mengikuti kemanapun kau pergi"
"Karena bagaimanapun juga aku sudah menjadi istri sahmu sekarang"
"Jika aku hanya berdiam diri saja di sana maka aku akan jadi bahan olok-olokkan orang-orang"
"Dan mereka akan menganggap bahwa aku adalah istri yang tidak di inginkan"
"Bukankah itu akan semakin mempermalukanmu,karena orang-orang akan mengira kau telah salah dalam mengambil keputusan"sebisa mungkin Monica mencari alasan yang tepat agar Deon tidak marah kepadanya.Monica tak mau hanya di anggap boneka hidup oleh Deon dan hanya di suruh untuk tetap diam di sana.Di tambah sedari tadi banyak orang-orang di sekelilingnya menatap dirinya dengan tatapan menghina membuat dirinya semakin tidak betah berada di sana.
Deon terdengar mendengus,jika di pikir-pikir lagi yang di katakan Monica ada benarnya juga.Tapi ia tak ingin kerepotan karena harus sabar menggandeng Monica dengan langkahnya yang pincang itu.Seharusnya dari awal ia tak mengajak Monica untuk ikut.Ia bisa saja memberi alasan bahwa Monica sedang sakit hingga tidak bisa ikut menghadiri acara itu.Mau tidak mau Deon terpaksa menggandeng Monica agar mengikuti langkahnya.
Interaksi dari keduanya tak luput dari pandangan Vincent yang sedari tadi sebenarnya sedang memperhatikan keduanya.
Dengan bangganya mereka memamerkan status pernikahan mereka di saat si istri pertama baru saja di nyatakan menghilang.
Jika seandainya Vincent yang berada di posisi si istri pertama,ia pasti akan melenyapkan kedua b*jingan itu tanpa berpikir dua kali.
Puk…
Tepukan seseorang pada pundaknya seketika membuat Vincent menoleh.
"Dia sudah tiba"ucap orang misterius itu kepada Vincent dengan suara yang hanya bisa di dengar oleh keduanya.
"Bagus"
"Pinta dia untuk menemuiku besok pagi di kantorku"orang misterius itu hanya mengangguk lalu pergi dari sana.Vincent kembali menyesap winenya,sebentar lagi penantiannya selama ini akan segera berbuah manis.
__ADS_1
"Tuan Muda,Tuan besar memanggil anda"ucap seorang pelayan kepada Vincent.Vincent hanya berdehem singkat lalu menyuruh pelayan itu untuk pergi.Lalu ia berjalan menuju ke tempat di mana sang kakek sedang berada.
"Ada apa?"tanya Vincent begitu sampai di hadapan sang kakek.
"Vincent,sebentar lagi acara undian saham akan segera di mulai"
"Kau yang harus menyalakan mesin undian itu,karena sekarang kau adalah pemimpin keluarga ini"jelas perkataan sang kakek membuat Vincent merasa sangat jengkel.Walaupun begitu ia tetap melakukannya daripada ia harus mendengar ceramah panjang lebar dari kakeknya karena menolak untuk melakukan perintah itu.
Tuan besar Abelano pun memerintahkan para tamu untuk bersiap dan mendengarkan nama yang akan terpilih sebagai penerima kontrak saham tahun ini.
Mesin undian yang memiliki rupa seperti tabung itu nampak bergerak.Tak berapa lama keluar sebuah bola berwarna ke emasan dari dalam lubang yang berada di bawah tabung tersebut.
Vincent lalu mengambil bola itu untuk membaca siapa yang terpilih sebagai penerima kontrak saham.Para tamu yang ikut berpartisipasi dalam undian itu nampak harap-harap cemas.Tak terkecuali Deon,ia bahkan sampai menggigiti kuku-kuku jarinya hingga habis.
Setelah selesai membaca nama yang tertera di sana,Vincent lalu mengarahkan bola itu ke hadapan seluruh tamu sambil mengucapkan nama perusahaan yang terpilih.
"G.I.Anderson"para tamu yang mendengarnya langsung membeku.Berbeda dengan mereka Deon justru merasa sangat senang karena perusahaannyalah yang terpilih.Dengan wajah angkuh ia berjalan menuju ke arah Vincent berada untuk menadatangani surat kontrak tersebut.Mau tak mau para tamu yang lain terpaksa bertepuk tangan untuknya.
Para wartawan nampak sibuk memotret moment tersebut untuk di beritakan ke media masing-masing.Tak berbeda jauh dengan Deon,Monica juga bereaksi sama.Ia bahkan tak segan membalas tatapan hina orang-orang yang sebelumnya telah mencemooh dirinya.
'Bagus'
'Tidak sia-sia aku membayar seseorang untuk melakukan kecurangan pada mesin itu'
'Sekarang,aku hanya tinggal menyingkirkan ketiga orang itu dan mendapatkan kekayaan milik keluarga Anderson'ucap Monica dalam hati.Ia telah memutuskan untuk segera mengambil alih harta keluarga Anderson dalam waktu dekat dan menyingkirkan orang-orang yang telah menghalangi jalannya.Apalagi saat ini Kyara sedang berada di rumah sakit.Jadi,ia bisa memanfaatkan waktu yang ada untuk melakukan rencananya.
'Dengan kontrak ini,aku bisa mengembalikan kejayaan keluarga Anderson seperti dulu'
'Setelah itu,aku akan menyingkirkan Monica dan menikahi Kyara'ucap Deon dalam hati.Ia sudah bulat dengan keputusannya untuk menjadikan Kyara sebagai istrinya.
Namun…
__ADS_1
Klak…