Transmigrasi Gadis Pembunuh

Transmigrasi Gadis Pembunuh
eps 23.Hadiah


__ADS_3

Keesokan harinya…


Nampak dua orang sedarah berbeda usia sedang menatap ke arah halaman depan rumah mereka dengan ekspresi yang berbeda-beda.


Mereka berdua sedang menunggu kedatangan Kyara yang di katakan oleh Vincent sebagai calon nyonya muda Abelano.


Berbeda dengan Vincent yang terlihat sedikit cemas karena takut Kyara tidak akan datang,Tuan besar Abelano justru terlihat santai duduk di kursi malasnya sembari menikmati kue pie susu kesukaannya.Vincent yang melihat betapa santainya sang kakek menjadi gemas.Ia berdecak sebal sembari menggerutu ke arah sang kakek.


"Kakek…Tidakkah kakek merasa bahwa kakek terlalu santai sekarang"


"Bisa saja nanti kakek kalah taruhan dan harus menahan diri untuk tidak memakan kue itu selama satu bulan"


"Apa kakek masih bisa sesantai sekarang?"Vincent tersenyum mengejek ke arah sang kakek.


Tuan besar Abelano terlihat melirik sekilas tanpa berbicara lalu kembali melanjutkan makannya tanpa memperdulikan ocehan Vincent sebelumnya.


Sadar bahwa dirinya di abaikan sang kakek membuat Vincent menjadi kesal.Namun ia memilih untuk diam dan kembali menatap halaman rumahnya.


Sekitar tiga puluh menit kemudian, orang yang di tunggu-tunggu akhirnya tiba.Wajah Vincent terlihat sangat antusias menatap sebuah mobil sedan hitam miliknya memasuki halaman rumah.Ia lalu menoleh ke arah sang kakek dengan senyum angkuhnya seakan berkata bahwa'Aku menang'kepada sang kakek.Sedangkan Tuan besar Abelano hanya memutar bola matanya malas karena tingkah Vincent.


Mobil itu terlihat berhenti di depan keduanya lalu terlihat seorang pemuda keluar dari dalam mobil tersebut.Vincent mengerutkan keningnya bingung menatap pemuda itu,begitu juga dengan tuan besar Abelano.Namun keduanya memilih untuk tetap diam.

__ADS_1


Pemuda yang baru saja keluar dari mobil tersebut terlihat membungkuk di hadapan keduanya.Setelah itu pemuda tersebut lalu membuka pintu mobil bagian belakang.Wajah Vincent langsung berubah senang,ia mengira Kyara yang akan keluar.Namun lagi-lagi ia harus menelan kecewa.Ternyata pemuda itu bukan membukakan pintu untuk seseorang melainkan mengambil beberapa bingkisan yang sengaja di taruh di kursi belakang untuk di berikan kepada Vincent sebagai hadiah.


Pemuda itu menghampiri keduanya sambil meneteng bingkisan tersebut.


Sebelum ia menyerahkan hadiah itu,ia lebih dulu memperkenalkan dirinya.


"Selamat pagi tuan"


"Saya adalah supir pribadi nyonya Kyara"


"Maksud kedatangan saya untuk mengembalikan mobil tuan yang sempat di pinjam nyonya"


"Kau kalah cucuku"


"Sesuai kesepakatan kita sebelumnya,aku akan membuang semua anggurmu"Tuan besar Abelano berkata dengan nada mengejek.Akan tetapi,perkataannya itu tak indahkan sama sekali oleh Vincent.Ia masih dalam keadaan yang sama,sedang memandangi hadiah pemberian Kyara dengan wajah berseri-seri.


"Ya terserah apa kata kakek"


"Jangankan anggur,jika kakek ingin membuang semua mobilku pun aku rela"


"Tak ada yang lebih berharga di bandingkan hadiah ini"ucap Vincent tanpa mengalihkan pandangannya dari hadiah tersebut.Usai mengatakan hal itu Vincent langsung masuk ke dalam kediamannya meninggalkan sang kakek yang sedang menatapnya dengan raut wajah yang tak percaya.

__ADS_1


'Ternyata cucuku itu jauh lebih gila'batinnya dalam hati tanpa mengalihkan pandangan dari sang cucu.


🎵🎵🎵.....


Vincent bersenandung riang memasuki kamarnya.Ia lalu meletakkan hadiah itu di ranjangnya dengan sangat hati-hati seakan takut jika ia keras sedikit saja maka akan membuat hadiah itu rusak.Padahal ia sendiri tak tahu apa isi dari bingkisan tersebut.


Dengan sedikit antusias ia membuka satu persatu dari hadiah tersebut.Dan hadiah pertama yang ia buka adalah sebuah kotak beludru berwarna hitam yang sedari awal sudah mencuri perhatiannya.Vincent membuka kotak tersebut dengan perlahan.


Matanya langsung berbinar takjub begitu melihat apa yang ada di dalamnya.


Sebuah pena berwarna hitam bertaburkan emas murni dan berlian di bagian luarnya.Bukan hanya luarnya saja bahkan tintanya pun berwarna emas yang semakin membuat pena itu terlihat sangat mewah.


Vincent menelisik pena itu dengan seksama.Mau di lihat beberapa kalipun takkan mengubah kenyataan bahwa emas dan berlian itu memang asli dan sangat murni.


Meski ini bukan pertama kalinya bagi Vincent melihat pena berlapiskan emas,karena ia memang memiliki beberapa pena seperti itu.Namun ini pertama kali baginya melihat pena yang bukan hanya berlapis emas namun berlian.Bisa di bayangkan berapa harga yang harus di keluarkan untuk bisa mendapatkan pena seperti itu.


Vincent menelan salivanya,sekaya apapun dirinya ia akan berpikir ribuan kali untuk memberikan hadiah seperti ini kepada orang lain.Sedangkan Kyara dengan mudahnya ia memberikan hadiah yang bisa di bilang harganya di luar akal sehat manusia hanya sebagai ucapan terima kasih kepadanya.Padahal jika di pikir berkali-kali Vincent tak pernah membantu gadis itu bahkan ia pernah mencoba membunuhnya.


Vincent menundukkan pandangannnya.Hadiah dari Kyara sungguh seperti tamparan keras untuk dirinya.Ia merasa dirinya sangat memalukan.Bagaimana bisa ia menerima hadiah seberharga ini sementara ia sendiri tak pernah membantu apa-apa kepada pujaan hatinya itu.Kini ia sadar,bahwa ia sangat tak pantas menerima pemberian apapun dari Kyara.


Vincent memasukan kembali hadiah tersebut.Ia bertekat akan mengembalikannya suatu saat nanti jika ia kembali bertemu dengan Kyara.

__ADS_1


__ADS_2