Transmigrasi Gadis Pembunuh

Transmigrasi Gadis Pembunuh
eps 73.Mati?


__ADS_3

Ruang persidangan mendadak sunyi sesaat setelah pengacara Jill mengungkap sebuah kejanggalan dari kesaksian Deon.


''Yang mulai hakim,seperti penjelasan tuan Anderson sebelumnya''


''Ia mengatakan bahwa ia langsung menelpon anak buahnya untuk mengurus korban''


''Tetapi, bagaimana caranya ia menelpon mereka tanpa ponsel sedangkan ia dan juga nyonya Devanka sama-sama tidak membawa ponsel saat itu''


''Keberatan yang mulia''ucap pengacara Deon yang merasa keberatan dengan pernyataan dari pengacara Jill.


''Keberatan di terima''balas ketua hakim memberi izin kepadanya.


''Pengacara Jill anda tidak bisa menjadikan itu sebagai bukti untuk menjatuhkan klein saya''


''Untuk menelpon seseorang kita tidak perlu harus menggunakan ponsel pribadi''


''Di rumah sakit juga di sediakan fasilitas seperti itu''ujarnya membela sang Klein.


Pengacara Jill hanya tersenyum mendengar perkataan dari pengacara tersebut.


''Ya anda benar,itu tidak bisa di jadikan sebagai bukti''


''Tetapi tenang saja,aku tidak pernah salah dalam mengambil tindakan''pengacara Jill lalu mengambil beberapa lembar berkas berada di dalam koper yang selalu ia bawa.


''Yang mulia,ini adalah daftar riwayat telpon dari rumah sakit tempat di mana Nyonya Devanka di rawat''


''Dan menurut tanggal hari itu,tak ada sama sekali catatan tentang tuan Anderson yang menelpon siapapun saat itu''.


''Bukan hanya itu, saya juga memiliki salinan cctv rumah sakit yang merekam semua aktifitas tuan Anderson saat berada di sana''.


''Tidak ada kegiatan seperti menelpon sama sekali di dalamnya''.


''Jika yang mulia mengijinkan,saya bisa menunjukan rekamannya''ujar pengacara Jill.Ketua hakim langsung menyetujuinya dan rekaman cctv pun di putar.


Dan benar seperti yang di katakan oleh pengacara Jill sebelumnya.Tidak terlihat adanya aktivitas menelpon sama sekali oleh Deon.

__ADS_1


Seketika para hakim yang melihat rekaman cctv yang pengacara Jill tunjukkan,langsung mengalihkan tatapan mereka ke arah Deon yang terlihat hanya terdiam di tempatnya.


''Tuan Anderson, apakah ada yang ingin anda katakan?''tanya ketua hakim memberi kesempatan untuk Deon membela diri.


Deon nampak terdiam beberapa saat sebelum ia akhirnya berbicara.


''Itu semua adalah salah paham yang mulia''


''Sebenarnya,saya memang tidak menelpon mereka''


''Tetapi,saya langsung menyuruh mereka untuk mengurus Jihan sesaat sebelum saya membawa Monica ke rumah sakit''


''Saya tidak bermaksud untuk berbohong,hanya saja saya agak sedikit lupa akan kejadian itu''


''Saya tidak pernah membayangkan hal sepele seperti itu bisa di jadikan bumerang untuk menjatuhkan saya''ujar Deon sembari melayangkan tatapan dingin ke arah pengacara Jill.Sekilas pria terlihat menyunggingkan senyum yang meremehkan ke arah pengacara Jill,yang raut wajah kini telah berubah datar setelah mendengar jawaban darinya.


'Kau kira kau bisa menjatuhkan ku semudah itu'


'Jangan mimpi' gumam Deon dalam hati .


Meski hanya sekilas, pengacara Jill mampu menangkap senyum remeh dari Deon kepadanya.Ia menjadi semakin kesal,karena lagi-lagi Deon mampu lolos dari terkaman nya.


''Tuan Anderson,hal yang kau anggap sepele itu juga bisa berakibat fatal''


''Tapi ya...Kau mungkin ada benarnya juga''


''Berkas-berkas seperti ini tidak bisa membuktikan bahwa kau bersalah''


''Jika aku benar-benar ingin menjebloskan mu aku harus memiliki bukti yang kuat dan juga saksi''


''Sayangnya...Sangat sulit untuk bisa mencari saksi kunci untuk kasus ini''pengacara Jill sangat menyayangkan hal itu.


Deon tertawa sinis mendengarnya.Ternyata seseorang di katakan sebagai pengacara terjenius di kota ini hanyalah isapan jempol belaka.Sia-sia saja ia merasa khawatir hal yang tidak perlu sama sekali.Ternyata pengacara Jill tidak sehebat yang di katakan oleh orang-orang.


''Heeh benar-benar omong kosong''

__ADS_1


''Aku tidak pernah menyangka seorang pengacara sehebat dirimu bisa melakukan hal seperti itu''


''Maksudku kau...Ternyata tidak sehebat yang katakan orang-orang''Deon kembali tersenyum remeh.


Pengacara Jill mengepalkan tangannya di balik pakaian kebesarannya.Baru kali ini ia merasa terhina mendengar seseorang meremehkan dirinya.Tapi hal itu tak bertahan lama,ia kembali menenangkan dirinya agar kembali fokus terhadap tugasnya.


Suhu ruang persidangan kembali memanas akibat ucapan dari Deon yang meremehkan pengacara Jill.Perdebatan kembali terjadi di antara mereka dan setiap kali pengacara Jill menyudutkan Deon,pria itu kembali berhasil menghindarinya.


Di karenakan persidangan tidak menghasilkan apa-apa,ketua hakim memutuskan untuk memberhentikan sementara persidangan saat itu dan akan kembali di lanjutkan pada keesokan harinya.


Deon dan Monica pun di kembalikan ke sel masing-masing.Sebelum keduanya sampai di penjara,Deon mencoba untuk menghentikan langkah Monica.Pria itu langsung menyeret wanita itu untuk mengikuti dirinya.Sedangkan para sipir yang membawa mereka hanya diam saja melihat hal itu,di karenakan mereka sudah di suap oleh Deon untuk membiarkan pria itu berbicara empat mata dengan Monica.


''Apa kau sudah gila haah!!!''


''Bagaimana bisa kau menyeretku seperti ini''


''Bukankah kita sudah sepakat untuk bekerja sama''


''Apa kau tidak ingin segera bebas dari penjara?''Deon menatap Monica dengan tatapan yang dingin.Ia mencoba untuk kembali bernegosiasi dengan Monica agar wanita itu mau menurutinya kembali.


Monica membalas tatapannya tak kalah dingin.Ia menyentak tangan Deon dari pundaknya kemudian berseru.


''Ya...Awalnya aku memang menyetujui kesepakatan itu karena tergiur dengan kebebasan yang kau tawarkan''


''Tetapi...Aku masih ingat dengan jelas,di kesepakatan itu tidak tertulis kalau aku harus mati''Deon terlihat terkejut mendengar ucapan Monica.Ia memundurkan langkahnya seiring Monica yang semakin mendekat ke arahnya,hingga akhirnya justru Deon lah yang terpojok.


Saat ini Monica tidak merasakan adanya ketakutan di dalam dirinya.Ia tak memiliki apapun lagi untuk di pertahankan,bahkan harga dirinya sekalipun.Dan yang tersisa dalam dirinya hanyalah amarah untuk membalaskan dendam kepada pria yang ada di hadapannya sekarang.Ada yang bilang semakin kau tidak memiliki apapun, maka kau akan semakin berani untuk berbuat nekat.Dan itulah yang sekarang sedang di rasakan oleh Monica.


''Ba-bagaimana bisa.''


''Kau...''


Bruk....


Ucapan Deon langsung terhenti,saat tiba-tiba saja tubuh Monica kehilangan keseimbangan dan ambruk tak sadarkan diri.

__ADS_1


Melihat hal itu Deon menjadi semakin panik.Dan kepanikannya semakin menjadi saat tubuh Monica tiba-tiba mengalami kejang-kejang hebat.Di kedua lubang hidung serta mulutnya,nampak semacam cairan berwarna hitam pekat dan berbau menyengat keluar.


Deon yang melihat hal tersebut terlihat sangat ketakutan,ia memundurkan langkahnya perlahan menjauh dari tubuh Monica yang sedang meregang nyawa.


__ADS_2